Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
06
Sehabis magrib, ketiga orang itu pulang ke rumah. Mereka membawa banyak barang di tangan nya, seperti nya mereka habis berbelanja.
"Akhir nya tas yang aku impikan selama ini berhasil aku dapatkan!" Cika berkata sambil menjatuhkan pantat nya di sofa.
"Iya mbak, aku ngidam baju keluaran terbaru. Akhir nya kesampaian juga aku memiliki nya!" Neta ikut berkata.
Neta lalu mengeluarkan sebuah dress tanpa lengan dari dalam sebuah paper bag yang tadi di bawa nya, dia memamerkan dress itu pada semua orang. Raisya pun berjalan mendekati mereka, sambil melipat tangan di dada.
"Seperti nya kalian sedang banyak uang!" Raisya berkata sambil memandangi mereka satu persatu.
"Ya iya lah, memang nya hanya kamu saja yang punya uang!" Jawab Cika dengan ketus.
"Lalu kenapa harus minta sama aku buat bayar biaya Study Tour nya Bela?" Sindir Raisya.
"Itu karena Bela adalah tanggung jawab nya kamu!" Bentak Cika dengan kesal.
"Dari mana Bela bisa menjadi tanggung jawab aku, mbak. Bela itu anak nya mbak dan mas Alvin, kok bisa menjadi tanggung jawab aku, bagai mana cerita nya?" Tanya Raisya.
"Karena kamu adalah tante nya!" Jawab Cika cepat.
"Raisya, kamu adalah menantu di rumah ini. Jadi sudah kewajiban mu membantu semua orang yang ada di sini!" Ujar Mama Rika.
"Itu memang benar, mbak. Oh ya aku dan Mas Rian sudah memutuskan bulan depan kami akan menikah, aku ingin resepsi nya di adakan secara besar - besaran!" Kali ini Neta ikut menyela.
"Terserah kamu lah Net, aku tidak ikut campur!" Ucap Raisya sambil tersenyum.
"Apa maksud mu tidak mau ikut campur, Raisya?" Tanya Mama Rika sambil menatap Raisya dengan tatapan tajam.
"Maksud ku terserah jika kalian mau mengadakan resepsi secara mewah dan megah, tapi aku tidak ikut campur dalam urusan biaya nya!" Jawab Raisya dengan santai nya.
"Tidak bisa begitu Raisya, kau harus menyiapkan uang nya, kau adalah kakak ipar nya Neta. Jadi kau wajib membiayai pesta ini!" Bentak Mama Rika.
"Yang punya kewajiban terhadap Neta adalah Mas Dimas dan Mas Alvin, mereka adalah kakak kandung nya Neta, bukan aku!" Jawab Raisya dengan tegas.
"Raisya, dari mana Mas Alvin bisa membayar nya sedangkan dia tidak punya pekerjaan!" Dengan cepat Cika berkata.
"Mbak Cika, sebenar nya suami mu bukan tidak punya pekerjaan. Tapi memang dia nya yang malas dan tidak mau bekerja, mau nya hidup yang serba gratisan saja!" Kembali Raisya berkata.
"Raisya, berani nya kamu bicara seperti itu tentang suami ku!" Cika sangat marah saat Raisya menyebut Alvin sebagai pria pemalas.
"Itu memang kenyataan nya, mbak!" Balas Raisya lagi.
"Sudah, sudah. Kita sedang membahas masalah pernikahan Neta, bukan yang lain!" Mama Rika menengahi perdebatan di antara kedua menantu nya.
"Raisya tuh, mulut nya jahat banget!" Ujar Cika dengan wajah kesal.
Dimas baru saja turun dari atas, dia langsung bergabung bersama keluarga nya di sana.
"Dimas, pernikahan Neta dan Rian akan di adakan bulan depan. Kira harus mengadakan resepsi secara besar - besaran, karena setelah menikah Neta akan mewarisi seluruh harta kekayaan keluarga nya Rian!" Mama Rika berkata pada Dimas.
"Aku setuju sih setuju saja jika mau mengadakan pesta resepsi secara mewah!" Dimas berkata sambil mengangguk kan kepala nya.
"Tuh kan, mas Dimas aja udah setuju kok. Pokok nya mbak Raisya juga harus setuju!" Paksa Neta sambil tersenyum licik.
"Kapan aku bilang bahwa aku tidak setuju? Aku cuma bilang, bahwa aku tidak ikut campur!" Ucap Raisya lagi.
"Dimas, kamu dan Neta yang siapkan biaya nya!" Mama Rika berkata pada Dimas.
"Iya Ma, tenang saja!" Jawab Dimas dengan santai nya.
"Mas, silahkan saja jika kalian mau mengadakan resepsi secara mewah dan besar - besaran. Tapi silahkan kalian bayar sendiri semua biaya nya!" Raisya berkata dengan tegas.
"Raisya, kenapa kamu bicara seperti itu? Kita wajib membiayai nya!" Dimas berkata pada Raisya.
"Itu bukan kewajiban ku, mas. Jika kau punya uang nya silahkan saja, tapi jangan meminta uang ku!" Kembali Raisya berkata dengan tegas.
"Raisya, istri dan menantu durhaka kamu!" Umpat Mama Rika.
"Terserah Mama mau bilang apa, tapi yang pasti aku tidak akan pernah mengeluarkan uang ku untuk membayar biaya resepsi pernikahan Neta. Mama bisa minta pada anak - anak Mama, ada mas Alvin dan Mas Dimas!" Ucap Raisya.
Setelah berkata seperti itu, Raisya bergegas pergi sana. Karena bagi Raisya, tidak ada guna nya bicara dengan mereka. Karena Raisya tidak akan pernah menang, mereka pasti akan memaksa kan kehendak nya pada diri Raisya.
"Dimas, lihat lah istri mu sudah mulai berani membantah ucapan Mama!" Mama Rika mulai menghasut putra nya.
"Iya Mas, sekarang mbak Raisya udah mulai berubah!" Neta juga ikut menghasut sang kakak.
"Sudah lah, kalian tenang saja. Biar aku yang bicara pada Raisya, resepsi itu pasti berjalan sesuai dengan keinginan kalian!" Dimas berkata pada mereka.
"Nah itu baru betul, mas pokok nya aku mau resepsi nya di adakan secara besar - besaran. Setelah ini aku akan mewariskan seluruh harta kekayaan keluarga nya Rian, kalian juga akan mendapatkan bagian nya!" Neta berkata dengan nada yang penuh percaya diri.
"Iya, sekarang biar aku yang bicara sama Raisya!" Ucap Dimas.
Setelah berkata seperti itu, Dimas segera bangun dari tempat duduk nya. Dia berjalan menaiki tangga menuju ke atas, dia akan menyusul Raisa. Bagi Dimas, kebahagian keluarga nya lebih penting dari pada perasan Raisya.
"Ma, mas Dimas pasti bisa memaksa Raisya. Kan Raisya cinta mati sama mas Dimas, jika Raisya menolak maka mas Dimas bisa mengancam untuk menceraikan diri nya. Aku yakin, Raisya pasti akan menuruti semua perintah Mas Dimas!" Neta berkata dengan keyakinan yang penuh.
"Iya, kamu benar sekali. Raisya itu tidak bisa hidup tanpa Dimas, jadi Dimas pasti bisa memanfaatkan kesempatan itu!" Mama Rika ikut berkata.
"Ma, Raisya tidak curiga kan kalau cincin nya kita ambil?" Tanya Cika sambil berbisik.
"Tentu saja tidak, Raisya kan adalah wanita yang bodoh. Dia tidak akan menyadari bahwa cincin berlian nya kita ambil!" Jawab Mama Rika.
"Bagus lah kalau begitu, kapan - kapan kita ambil yang lain nya Ma. Yang harga nya jauh lebih mahal dari yang tadi!" Ucap Cika lagi.
"Iya, iya boleh juga usul kamu!" Jawab Mama Rika.
Ketiga wanita itu pun tertawa karena telah berhasil mencuri salah satu perhiasan milik Raisya, mereka berencana akan mengambil yang lain nya saat Raisya tidak ada di rumah.
di dunia nyata ada gk ya modelan org2 bgni .. 😄