NovelToon NovelToon
Kehangatan Di Ujung Senja

Kehangatan Di Ujung Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:138.7k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Bagi Senja Kala, pernikahan ini adalah jembatan menuju kebebasan. Bagi Alfa, pernikahan ini adalah keterpaksaan saat kekasihnya, Dila, berjuang melawan maut.

​Terjebak dalam sangkar baru, Senja memilih mencintai dalam diam dan merawat Dila tanpa dendam. Namun ketika pengorbanan terbesarnya diberikan secara rahasia dan Senja memilih menghilang, Alfa baru menyadari fakta yang menghancurkannya, wanita yang ia abaikan adalah rumah yang selama ini ia cari.

Akankah Alfa bisa menemukan Senja?

Apa Senja bersedia memaafkan dan memberi kesempatan Alfa jika mereka bertemu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengorbanan Senja

Malam gala bertajuk Indonesia Business & Leadership Awards yang diselenggarakan di ballroom hotel bintang lima terbesar di ibu kota itu berlangsung amat megah. Ratusan lampu kristal memantulkan pendar cahaya keemasan, menimpa jajaran eksekutif puncak, tokoh politik, dan konglomerat yang hadir dalam balutan pakaian terbaik mereka.

Malam ini, nama Alfa Arghantara dan Senja Kala Anjasmara menjadi pusat perhatian seluruh ruangan. Pasangan muda yang memimpin sinergi raksasa bisnis Arghantara dan Anjasmara Group itu dinobatkan sebagai penerima penghargaan paling bergengsi, Outstanding Strategic Joint Venture of the Year. Sebuah pengakuan bergengsi atas keberhasilan mereka mengeksekusi integrasi aset bernilai triliunan rupiah dalam waktu singkat.

Di meja VIP paling depan, Senja tampak begitu anggun dalam balutan gaun malam emerald green berbahan sutra yang jatuh dengan sempurna di tubuhnya, mempertegas kesan dingin sekaligus elegan.

Di sisinya, Alfa terlihat amat gagah dengan tuxedo hitam potongan kustom yang membentuk bahunya dengan tegap. Beberapa kali kamera jurnalis menyorot keakraban santai di antara mereka, sebuah pemandangan pasangan ideal yang membuat decak kagum siapa saja.

"Sebentar lagi giliran kita naik ke panggung, Senja" Bisik Alfa pelan saat pembawa acara di podium mulai membacakan nominasi kategori utama tersebut.

Senja mengulas senyum tipis, merapikan gaunnya seraya menatap Alfa.

"Persiapkan kalimat sambutanmu, Mas. Jangan sampai terkesan terlalu kaku seperti rapat direksi minggu lalu."

Alfa terkekeh halus. Namun, tepat sebelum pembawa acara menyebutkan nama mereka sebagai pemenang, getaran intensif dari dalam saku dalam jas Alfa merusak segalanya. Pria itu merogoh ponselnya dengan gestur tersembunyi di bawah meja.

Di layar ponsel yang meredup, sebuah pesan singkat bertuliskan nama Suster Weni, perawat pribadi Dila, muncul dengan huruf kapital.

"PAK ALFA, BU DILA DROP DAN PINGSAN DI KAMAR MANDI. KAMI SEDANG MENUJU IGD RUMAH SAKIT UTAMA"

Dalam hitungan detik, seluruh warna di wajah Alfa memudar. Manik matanya melebar, dan napasnya tertahan. Tubuh pria itu membeku seketika di atas kursi VIP-nya.

Senja, yang selalu memiliki kepekaan tajam, langsung menyadari perubahan drastis pada gestur suaminya. Senja menyentuh lengan Alfa di bawah meja, merasakan otot-otot lengan pria itu yang mendadak tegang luar biasa.

"Mas... ada apa?" Tanya Senja berbisik, matanya menatap cemas pada raut wajah Alfa yang berubah panik.

Alfa menoleh pada Senja, suaranya bergetar halus saat berbisik lirih di tengah riuh tepuk tangan pengunjung ballroom yang mulai menggema.

"Dila, Senja. Dila pingsan di kamar mandi. Kondisinya drop parah dan sekarang dibawa ke IGD."

Dada Senja berdenyut halus. Namun, kepanikan yang terpancar dari mata Alfa membuat Senja mengesampingkan segala rasa di hatinya. Pria di sampingnya ini sedang dilanda ketakutan yang teramat sangat.

"Aku harus pergi, Senja" Lanjut Alfa dengan napas memburu, kebingungan melingkupi pikirannya.

"Tapi... tidak mungkin aku pergi meninggalkanmu di sini sekarang. Pembawa acara baru saja menyebut nama kita. Apa kata media dan relasi bisnis kalau aku mendadak lari dan membiarkanmu naik ke panggung sendirian?"

Di atas podium, pembawa acara mulai memanggil nama mereka dengan lantang.

"Mari kita sambut, Bapak Alfa Arghantara dan Ibu Senja Kala Anjasmara!"

Lampu sorot mulai mengarah ke meja VIP mereka. Semua orang berdiri memberikan tepuk tangan meriah.

Senja mengambil keputusan kilat. Tanpa ragu, wanita itu menggenggam jemari Alfa yang terasa dingin.

"Kita pergi sekarang. Aku ikut bersamamu."

Alfa terkejut, matanya membelalak sepenuhnya.

"Senja, tidak! Ini penghargaan yang sangat penting untuk reputasimu dan Anjasmara Group. Kamu tidak boleh merusaknya...."

"Mas Alfa, dengarkan aku" Potong Senja dengan suara pelan namun sarat akan ketegasan yang tak tertolak. Matanya menatap Alfa lurus-lurus.

"Mbak Dila butuh bantuan di sana, dan kamu tidak dalam kondisi pikiran yang jernih untuk menyetir sendirian. Kita keluar dari sini sekarang."

"Tapi alasannya..." Alfa kembali panik, pikirannya buntu di bawah sorotan lampu yang makin terang.

"Alasan apa yang harus kita berikan pada media besok kalau kita mendadak menghilang sebelum menerima piala?"

"Kita pikirkan itu nanti Mas!" Jawab Senja cepat seraya berdiri dari kursinya.

"Sekarang, jalan di sampingku!"

Sebelum panitia acara menyadari apa yang terjadi, Senja menuntun Alfa berbelok cepat menuju pintu keluar darurat di samping ballroom, melewati koridor belakang hotel yang sepi.

Di bawah pijaran lampu koridor yang temaram, Alfa melangkah cepat tanpa melepaskan genggaman tangannya dari jemari Senja. Genggaman yang teramat erat, sebuah pertanda betapa pria itu sedang menggantungkan seluruh pegangan jiwanya pada ketenangan sang istri.

Satu jam kemudian, mobil yang dikendarai Alfa membelah area parkir belakang Rumah Sakit Utama.

Alfa dan Senja tak lagi mengenakan pakaian mewah mereka. Di dalam mobil sebelum sampai, mereka telah berganti pakaian kasual yang selalu tersimpan di bagasi mobil untuk situasi darurat, Alfa dengan kaos hitam polos dan celana kain, sementara Senja mengenakan blus krem sederhana tanpa perhiasan mencolok.

Mengenakan tuxedo dan gaun sutra di lorong rumah sakit hanya akan menarik perhatian massa dan jurnalis yang mungkin berada di sekitar area tersebut.

Langkah kaki mereka berdua bergema terburu-buru menyusuri koridor steril menuju area perawatan intensif IGD. Bau karbol dan antiseptik yang pekat langsung menyergap indera penciuman begitu mereka tiba di depan pintu kaca tebal bertuliskan Zona Merah.

Di depan lorong tersebut, seorang wanita berseragam perawat berdiri menyandarkan tubuhnya di dinding dengan raut wajah cemas. Suster Weni.

"Suster Weni! Bagaimana keadaannya?" Tanya Alfa begitu tiba di hadapan perawat itu dengan napas terengah-engah.

Suster Weni tersentak, lalu menghela napas lega saat melihat kedatangan Alfa.

"Sedang ditangani oleh tim dokter di dalam, Pak Alfa. Tadi tensinya drop sangat rendah saat kami temukan di kamar mandi."

Suster Weni kemudian mengalihkan pandangannya pada wanita yang berdiri anggun tepat di samping Alfa. Perawat itu menganggukkan kepalanya dengan raut wajah ramah dan penuh hormat.

"Selamat malam, Ibu Senja."

Senja membalas anggukan itu dengan senyum tipis yang sopan.

"Selamat malam, Suster."

Suster Weni menatap Senja dengan binar mata yang memancarkan kekaguman tersendiri. Dari cerita-cerita yang sering dibagikan Dila selama masa perawatan, Suster Weni sudah tahu betul siapa sosok Senja Kala Anjasmara.

Seorang wanita dari keluarga terpandang yang menjadi istri sah dari kekasih Dila, seorang wanita yang alih-alih menaruh dendam, justru memberikan jalan bagi pemulihan jiwa Dila.

Suster Weni membatin dalam hati. Sungguh aneh kalau dipikir-pikir, istri dari kekasih pasiennya. Sebuah kalimat yang terdengar begitu rumit dan tak masuk akal di dunia nyata, namun kini berdiri nyata di hadapannya dengan keagungan rasa empati yang tak bertepi.

"Dokter bilang proses stabilisasi butuh waktu sekitar setengah jam lagi, Pak Alfa" Tambah Suster Weni lembut sebelum pamit melangkah ke bilik perawat untuk mengambil lembar rekam medis.

Begitu perawat itu berlalu, Alfa langsung bergerak mendekati pintu kaca IGD. Pria itu menyandarkan telapak tangannya pada kaca tebal, menatap lurus ke dalam bilik perawatan tempat para dokter dan perawat sibuk memasang selang oksigen dan monitor jantung pada tubuh Dila yang tampak begitu pucat dan ringkih. Kepanikan di mata Alfa belum sepenuhnya reda, pria itu berdiri mematung di sana dengan punggung yang tegang.

Sementara itu, Senja masih berdiri paku di tempatnya semula, beberapa meter di belakang Alfa.

Langkah kaki Senja tertahan. Jemari tangannya saling bertaut rapat di depan tubuhnya. Ada keraguan yang amat besar yang mendadak melumpuhkan keberaniannya.

Haruskah ia melangkah maju dan berdiri di samping suaminya? Atau haruskah ia berbalik arah dan pergi meninggalkan lorong dingin ini?

Di tempat ini, Senja merasa dirinya tidak lebih dari seorang asing. Ia hanyalah seorang wanita yang baru saja mengantarkan suaminya sendiri untuk melangkah menemui wanita lain yang memegang penuh hati pria itu.

Senja menatap punggung Alfa yang begitu fokus pada tubuh pucat Dila di balik kaca.

Sebuah bisikan lirih bergaung di dalam kedalaman batin Senja, menyiratkan denyut nyeri yang amat halus namun nyata.

"Apakah ini akan menjadi pertemuan pertamaku... dengan kekasih dari suamiku sendiri?"

1
Nar Sih
kejujuran dan saling terbuka kini tdk ada lgi rahasia antara kalian senja juga alfa ,makasih kak santi udh up lgi sampai q bca nya tgh mlm🙏🥰🥰
Nar Sih
ahir nya keslh pahaman sdh selesai ,tinggalah memulai hidup yg baru dgn saling terbuka
Sastri Dalila
👍👍👍👍
Fitra Sari
lnjut donk KK berapa hari ini ko ga up lageee🙏giliran udah ktmu go di gantung ..buat donk romantis senja sama Alfa 🙏🙏♥️
mb peppy
ko hari ini gak up ya
Agnezz
aku masih berpikir kenapa Senja mau mengorbankan diri dengan mendonorkan ginjalnya? 🤔🤔 demi Alfa lelaki yg dicintai atau merasa hopeless, merasa impiannya sudah hilang? 🤔🤔 Pengorbanan Senja akhirnya Alfa ikut2an berkorban, menyerahkan segala harta dan tahta, hidup sederhana dan sulit tujuannya adalah menemukan Senja.
Agnezz: berarti karena cinta Senja pada Alfa. kapan up lagi kak Shanti?
total 3 replies
Umfaiq
pa kabar Thor...ditunggu up nya
☆ 𝑺𝒐𝑳𝒆𝑫𝒂𝑫 ☆³ ⚫
blom up thor
Nadja 🎀
coba senja kerja bikin kue di toko, terus Alfa bikin lukis bareng atau bantu bikin kue roti dll bersama... nanti byk pembeli di sana semangat ya!
mery harwati
Penasaran dengan Arganthara orang tuanya Alfa & Ares, semoga sudah mati Arganthara & Prasetya 🤣
Devi Novita
zaman sekarang sudah jarang kisah cinta dan rasa cinta yg begitu dalam pada pasangannya lah kalau wanita2 sekarang bilang makan tu cinta emang cinta bisa beli skincare bisa beli perhiasan bisa buat perut kenyang😅 tp rasa cinta si Alfamart cocok dgn aku yg bersyukur dgn kata susah senang dijalani bersama doa dan ikhtiar GK akan mengkhianati hasil intinya selalu bersyukur maka segala sesuatunya dipermudah oleh Allah SWT, cemungut ya bang Alfa buat menjalani bahtera rumah tangga yg sesungguhnya doa ku bersamamu 🤭😁
Devi Novita
2 hari GK ketemu suami aja aku rindu banget GK tenang gelisah 🫣😂 lah ini 1 THN ya rindu sampai karatan lah 😁
nayla tsaqif
Udahan thorr,, bawangnya,,! Waktunya bahagia,, kerja jd pelukis aja alfa senja,, buka galeri 😩
Silvia
selamat berjuang Alfa dan senja semangat💪💪
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesak nafas aq
Fitra Sari
lanjut KK
Hanima
🥹🥹🥹🥹😭
Hanima
gerammm eikeee tau 🤭
Hanima
ke 2 nya bodxx..pakai bangetssss
Sastri Dalila
🥺🥺🥺🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!