Xiao Lin seorang pemuda murid pelayan di sebuah sekte di bagian timur kekaisaran Angin Surgawi. terkenal sebagai sampah dan selalu di bully oleh murid lain.
Hingga suatu hari saat ia melihat teman nya hampir terbunuh. tiba tiba ia kalap mata dan membunuh murid luar tersebut. namun ia tak menyadari hal apa yang sudah terjadi.
nasib apakah yang di tanggung Xiao Lin di sekte setelah pembunuhan terjadi? mampu kah ia keluar dari masalah itu?
saksikan perjalan hidup Xiao Lin untuk menjadi kuat. membantai setiap musuh yang menghalangi jalan kultivasi nya. hanya di sini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22: Penyelamatan di Menit Akhir
Hutan Mistis kembali sunyi, hanya menyisakan deru angin malam yang dingin dan aroma anyir darah yang pekat. Tubuh Xiao Lin terbaring lemah di atas tanah yang lembap, berselimutkan jubah abu-abu yang kini telah koyak dan basah oleh darahnya sendiri. Beberapa meter di seberangnya, Wang Lei dan empat pengikutnya terkapar tak berdaya dalam keadaan pingsan.
Bau darah segar yang menguar di udara dengan cepat mengundang predator hutan. Dari balik semak-semak yang gelap, beberapa pasang mata berwarna hijau neon mulai menyala. Itu adalah kawanan Serigala Kabut, binatang buas peringkat 1 yang terkenal dengan penciumannya yang tajam dan keganasannya saat mencium mangsa yang sekarat.
Ggrrr...
Tiga ekor Serigala Kabut perlahan melangkah keluar dari kegelapan, taring-taring mereka yang tajam meneteskan air liur. Mereka perlahan mendekati tubuh Xiao Lin yang tidak terlindungi.
Di dalam kuil jiwa Xiao Lin, sosok kejam itu mendecakkan lidahnya dengan kesal.
"Bocah bodoh ini... memaksakan diri hingga pingsan dan sekarang membiarkan dirinya menjadi makanan anjing liar," gumamnya dingin. Aura hitamnya mulai berkumpul, bersiap untuk mengambil alih tubuh Xiao Lin secara paksa demi menghancurkan serigala-serigala tersebut.
Namun, sebelum Sang Iblis bertindak, sebuah siulan pedang yang sangat nyaring mendadak membelah langit malam Hutan Mistis.
SYUUUT!
Sebuah berkas cahaya keperakan melesat turun dari atas awan, berputar dengan kecepatan tinggi dan menancap tepat di tanah di depan tubuh Xiao Lin.
BOOM!
Gelombang energi pedang yang luar biasa tajam meledak dari titik tancapan tersebut, menciptakan hembusan angin kencang yang langsung melemparkan kawanan serigala itu mundur belasan meter hingga menabrak pohon. Ketakutan instingtual membuat binatang-binatang itu langsung berbalik arah dan melarikan diri ke dalam kegelapan hutan.
Sesosok pria tua ber-jubah abu-abu mendarat dengan ringan tepat di gagang pedang yang menancap di tanah. Dia adalah Tetua Agung Mo Xuan.
Mo Xuan segera melompat turun dan berlutut di samping Xiao Lin. Wajahnya yang biasanya tenang kini dipenuhi kecemasan saat melihat kondisi muridnya yang begitu mengenaskan. Luka sayatan bakar di bahu kiri Xiao Lin dan patah tulang di bahunya terlihat sangat mengerikan.
"Bocah keras kepala..." bisik Mo Xuan. Dia segera menempelkan telapak tangannya ke punggung Xiao Lin, mengalirkan energi Qi hangat ranah Nascent Soul untuk menstabilkan organ dalam Xiao Lin yang terguncang.
Saat memeriksa meridian Xiao Lin, mata Mo Xuan tiba-tiba membelalak kaget.
"Kultivasinya... Qi Gathering tingkat 3 puncak?! Bagaimana mungkin dia menembus tingkat ini hanya dalam waktu satu setengah bulan?!" Mo Xuan terkesiap. Dia kemudian mengalihkan pandangannya ke sekeliling arena pertempuran.
Saat melihat Wang Lei dan empat murid dalam lainnya yang terkapar dengan luka tebasan horizontal yang sangat presisi di dada mereka, jantung Mo Xuan berdegup kencang. Sebagai master pedang tingkat tinggi, dia bisa melihat bahwa luka-luka itu bukan disebabkan oleh cakar binatang buas, melainkan oleh satu tebasan pedang yang sangat efisien dan mengerikan—sebuah tebasan yang memotong jarak dan ruang.
"Dia... benar-benar mengalahkan Wang Lei yang berada di tingkat 6 sendirian?" gumam Mo Xuan dengan rasa takjub yang mendalam. Bakat spasial bawaan Xiao Lin ternyata jauh lebih mengerikan dari apa yang dia perkirakan sebelumnya.
Mo Xuan tidak membuang waktu lagi. Dia mengibaskan lengannya, mengirimkan sinyal darurat kepada para tetua penegak disiplin untuk mengurus Wang Lei dan pengikutnya, sementara dia sendiri menggendong tubuh Xiao Lin, melompat ke atas pedang terbangnya, dan melesat pergi menuju Puncak Pedang Tersembunyi.
Tiga hari kemudian, di kamar batu Puncak Pedang Tersembunyi.
Xiao Lin perlahan membuka matanya. Rasa hangat yang nyaman mengalir di seluruh meridiannya. Saat dia mencoba menggerakkan tubuhnya, dia terkejut karena tidak ada rasa sakit yang tersisa. Bahu kirinya yang terbakar kini telah dibalut dengan perban bersih yang menebarkan aroma obat herbal tingkat tinggi yang sangat menyegarkan.
"Kau sudah bangun?"
Xiao Lin menoleh dan melihat Tetua Agung Mo Xuan sedang berdiri di dekat jendela, menatap pemandangan luar.
"Tetua Agung..." Xiao Lin mencoba turun dari ranjang untuk memberi hormat, namun Mo Xuan mengangkat tangannya, menghentikannya.
"Istirahatlah."
"Tubuhmu baru saja pulih setelah aku menggunakan Pil Embun Surga peringkat 3 untuk menyembuhkan luka bakarmu," ucap Mo Xuan hangat.
Xiao Lin menyentuh bahunya yang dibalut perban. "Terima kasih atas kebaikan Tetua Agung. Saya... saya telah membuat masalah di Hutan Mistis."
"Membuat masalah?"
Mo Xuan berbalik, menatap Xiao Lin dengan senyum tipis.
"Wang Lei dan pengikutnya mencoba membunuhmu dengan melanggar aturan ujian. Kau hanya membela diri. Sesuai hukum sekte, tindakanmu sepenuhnya benar"
"Malah, perbuatan licik Penatua Wang Shai yang memasang formasi pelacak di jubahmu telah terbongkar. Kemarin, Sekte telah mencopot jabatannya sebagai penatua halaman luar dan mengasingkannya ke tambang batu luar."
Mendengar itu, Xiao Lin mengembuskan napas lega. Setidaknya, ancaman dari Penatua Wang kini telah berkurang.
"Namun, Xiao Lin," nada suara Mo Xuan berubah menjadi sangat serius.
"Kemenanganmu atas Wang Lei telah menggemparkan seluruh sekte. Sekarang, semua orang tahu bahwa ada seorang murid baru di Puncak Pedang Tersembunyi yang memiliki bakat luar biasa. Ini adalah hal yang baik, namun juga sangat berbahaya."
Mo Xuan berjalan mendekati Xiao Lin, lalu menyerahkan sebuah lencana perunggu kecil berukir gambar gunung dan pedang.
"Satu bulan lagi"
"Turnamen Tiga Sekte Besar akan diadakan. Ini adalah kompetisi antara sekte kita, Sekte Awan Azure, dan Kuil guntur Surgawi. Aku ingin kau mewakili Sekte Pedang Benua di kelas murid dalam"
"Di sana, kau akan menghadapi genius sejati dari berbagai wilayah yang kekuatannya jauh di atas Wang Lei. Apakah kau siap?"
Xiao Lin menerima lencana perunggu tersebut. Dia merasakan tanggung jawab dan tantangan baru yang membentang di depannya. Di dalam kuil jiwanya, suara tawa sinis Sang Iblis kembali terdengar, namun kali ini tidak ada penolakan, hanya ada ketidaksabaran untuk bertarung.
Xiao Lin menatap mata Mo Xuan dengan sorot mata yang kini jauh lebih matang dan penuh tekad.
"Saya siap, Tetua Agung!"
Gerbang menuju panggung yang lebih besar telah terbuka! Xiao Lin akan melangkah keluar dari batas sektenya untuk menghadapi para genius terbaik dari seluruh wilayah Dunia Bawah.
bossss
🐉🐉🐉🐉💪💪💪💪
wuss
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻👻👻
jedug
🐉🐉🐉🐉🐉
🐉🐉🐉🐉🐉
fgjkitrcv
🐉
🐉🐉
🐉🐉🐉
uh
kejam
kejam
7
🐉🐉🐉
pitu
bantai
🐉🐉🐉🐉
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
wolu
🐉👻🐉👻🐉
10
🐉
11
hukum Konoha
👻👻🐉🐉
9
🐉👻
8
🐉
12
🐉