Di dunia fantasi Eldoria yang dikuasai oleh perserikatan klan penyihir, Aura Zephyra adalah perwujudan dari kepolosan masa muda. Sebagai putri sulung dari Klan Penyihir Angin yang agung, hidup remajanya dipenuhi dengan tulusnya cinta kepada tunangannya, Gavin Elrod. Namun, di hari pernikahan mereka yang seharusnya menjadi momen paling bahagia, cinta itu berubah menjadi mimpi buruk. Gavin mengkhianatinya, membantai seluruh klannya, dan menusuk dada Aura demi merebut Inti Sihir Angin untuk ambisi takhtanya. Di ambang kematian, dalam kobaran api kuil yang hancur, Aura mengutuk Gavin dengan air mata darah.
Bukannya lenyap, jiwa Aura justru terlempar kembali ke masa lalu—dua tahun sebelum tragedi pembantaian itu terjadi. Terbangun di tubuh remajanya yang berusia tujuh belas tahun, Aura bukan lagi gadis naif yang bisa dibodohi. Keajaiban regresi waktu tidak hanya membawa ingatannya, tetapi juga membangkitkan atribut sihir terlarang yang telah punah ribuan tahun: Sihir Es Kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jebakan Rute Pasokan
Kehancuran Konsorsium Api Bara dalam waktu satu malam mengirimkan gelombang kejut yang luar biasa hebat ke seluruh penjuru Ibu Kota Eldoria. Di kedai-kedai teh para bangsawan hingga ke pasar-pasar rakyat jelata, nama Aura Zephyra dan Kaelen Vane disebut dengan kombinasi rasa kagum dan ngeri.
Aliansi darah dan es tidak hanya menunjukkan taring mereka di arena ujian sihir melalui kekuatan fisik, tetapi juga di atas meja hijau Pengadilan Agung dengan presisi politik yang mematikan.
Namun, di sudut barat ibu kota, tepatnya di dalam Kediaman Agung Klan Elrod, atmosfer terasa sedingin kuburan. Duke Gerald Elrod duduk di ruang kerja pribadinya yang gelap, menatap hancur ke luar jendela.
Hanya dalam hitungan minggu, faksi barat yang dipimpinnya kehilangan dua pilar utama: reputasi militer putranya, Gavin, yang kini cacat permanen, dan seluruh kontrol atas industri persenjataan yang sebelumnya dikuasai Klan Api Bara.
"Gandum ... Bagaimana situasi persediaan gandum kita, Ruess?" suara Duke Gerald terdengar serak, parau seperti pria yang telah menua sepuluh tahun dalam semalam.
Seorang pria bertubuh agak tambun dengan pakaian sutra hitam mewah melangkah maju dari kegelapan ruangan. Ia adalah Ruess Cassian, pemimpin tertinggi Klan Tanah Hitam, klan sekutu kedua Gavin yang menguasai monopoli logistik pangan dan distrik pertanian di wilayah timur laut kekaisaran.
"Situasinya tidak masuk akal, Duke Gerald ...," Ruess menyeka keringat di dahinya dengan saputangan sutra. "Entah dari mana datangnya, sekelompok pedagang misterius yang didukung oleh aliran dana raksasa telah menyapu bersih seluruh stok gandum siap panen di wilayah timur laut selama dua minggu terakhir. Mereka membeli dengan harga dua puluh persen di atas harga pasar tunai!"
Ruess Cassian mengepalkan tangannya dengan geram. "Awalnya kami mengira itu hanya spekulasi pedagang musiman biasa. Namun pagi ini, pasar domestik ibu kota mulai bergejolak. Pasokan roti dan tepung untuk konsumsi warga sipil merosot tajam. Harga gandum di bursa perdagangan meroket hingga delapan puluh persen! Jika kita tidak segera melepas cadangan gandum rahasia dari gudang utama kita di perbatasan timur laut untuk menstabilkan harga, takhta kaisar akan menuduh klan kita melakukan penimbunan ilegal dan memicu kelaparan buatan!"
Duke Gerald Elrod membelalakkan matanya yang merah. Otak politiknya yang tajam segera menyadari benang merah dari situasi ini.
"Ini bukan spekulasi pedagang biasa, Ruess ... Ini pasti ulah jalang dari Zephyra itu! Aura Zephyra! Dia sedang mengulangi trik yang sama dengan yang dia lakukan pada batu bara magis milik Api Bara!"
Gerald berdiri dengan menghentakkan tangannya ke meja kayu eboni hingga retak.
"Dia pasti sengaja membeli seluruh stok gandum di hulu untuk menciptakan kelangkaan buatan di hilir! Dia ingin memaksa klanmu membuka gudang cadangan rahasia milik kita, Cassian! Jangan biarkan gandum itu keluar dari wilayah timur laut melalui jalur biasa. Amankan rute pasokan dengan pasukan pribadi klanmu!"
"Tapi, Duke ...." Ruess tampak ragu. "Satu-satunya rute aman yang tersisa untuk membawa volume gandum sebesar itu ke ibu kota dengan cepat adalah melewati Ngarai Kuda Hitam. Jika klan Zephyra tau ...."
"Gunakan jaringan Klan Bayangan untuk membersihkan rute tersebut sebelum iring-iringan logistikmu lewat!" Gerald mendesis dengan penuh kebencian yang mendalam. "Kita tidak boleh kalah lagi, Ruess. Jika Klan Tanah Hitam runtuh dari sektor pangan, faksi barat kita akan benar-benar terhapus dari sejarah kekaisaran!"
Malam itu, kegelapan pekat menyelimuti Ngarai Kuda Hitam. Angin musim gugur yang kencang melolong di antara celah-celah batu, menyamarkan derit roda ratusan kereta kuda besar yang bergerak tergesa-gesa menembus jalanan tanah yang berbatu.
Konvoi logistik raksasa milik Klan Tanah Hitam terdiri dari lima ratus kereta yang dipenuhi oleh ribuan karung gandum berkualitas tinggi, dikawal oleh dua ribu prajurit pribadi klan yang mengenakan zirah kulit hitam tebal bercap lambang bumi.
Di barisan depan konvoi, berkuda seorang ksatria tingkat empat senior bernama Komandan Jarek, tangan kanan militer Ruess Cassian. Matanya terus menatap waspada ke arah tebing-tebing tinggi yang mengapit jalur mereka.
"Percepat pergerakan!" Jarek berteriak, suaranya parau karena debu malam. "Kita harus keluar dari ngarai ini sebelum tengah malam! Sinyal sihir pemantau dari ibu kota sudah tidak bisa dihubungi sejak satu jam lalu, ada yang tidak beres dengan atmosfer di tempat ini!"
Tepat setelah kalimat Komandan Jarek selesai, sebuah keheningan yang tidak alami mendadak jatuh menimpa seluruh ngarai. Angin malam yang semula melolong keras tiba-tiba berhenti total, menyisakan hawa dingin yang luar biasa ekstrem yang mulai merayap naik dari permukaan tanah.
KREK ... KREK ... KREK ....
Kuda-kuda yang menarik kereta logistik mendadak meringkik panik. Kaki-kaki mereka menolak untuk melangkah maju karena jalanan tanah di bawah mereka telah berubah warna menjadi putih perak, membeku seketika oleh lapisan es kristal yang sangat tebal dalam hitungan detik.
"Penyergapan! Ada penyergapan sihir es!" Jarek membelalakkan matanya, menghunus pedang besarnya yang dilapisi aura tanah. "Penyihir pertahanan, aktifkan perisai bumi sekarang juga!"
Namun, sebelum para penyihir bumi Klan Tanah Hitam sempat merapalkan mantra pertama mereka, dari atas tebing batu yang mengapit ngarai, muncul ribuan titik cahaya perak dan merah darah yang memotong kegelapan malam.
PING!
Sesosok gadis dengan gaun tempur perak dan jubah bulu putih melayang turun dari puncak tebing tertinggi, berdiri dengan keanggunan mutlak di atas udara kosong seolah-olah ada anak tangga tak terlihat yang menopang kakinya.
Rambut perak panjang Aura berkibar ditiup aura mana militer miliknya yang telah mencapai Tingkat Kelima Puncak, hanya selangkah lagi menuju transenden sejati di usia mudanya.
"Klan Tanah Hitam. Gandum yang kalian bawa ini, tidak akan pernah sampai ke Kota. Hari ini, seluruh cadangan makanan kalian dikonfiskasi atas nama militer Utara!"
Aura menghentakkan tangan kanannya ke bawah.
"Sihir Es Kuno: Kelopak Mawar Es Penyegel Jiwa!"
Dari tanah ngarai yang telah membeku, mekar ratusan kelopak mawar es raksasa berdiameter lima meter. Kelopak-kelopak es tajam sekeras baja magis itu melesat naik, langsung menjepit dan membekukan roda-roda kereta logistik serta membungkus kaki ribuan prajurit pengawal dalam kurungan es yang mematikan sirkulasi darah mereka.
"AAAKHHH! Kakiku! Kakiku membeku!" Jeritan histeris para prajurit pengawal pecah di sepanjang jalur konvoi.
"Jangan panik! Bunuh jalang itu!" Komandan Jarek berteriak gila, melompat dari kudanya dan melesat ke udara dengan pedang besarnya yang memancarkan energi tanah seberat sepuluh ribu ton, berniat menebas kepala Aura dari atas.
Namun, sebelum pedang Jarek mampu mendekati radius sepuluh meter dari posisi Aura, sesosok bayangan hitam dengan kecepatan kilat melesat dari arah kegelapan tebing samping.
BLAAAM!
Sebuah tebasan pedang panjang berlapis api darah merah pekat menghantam pedang besar Jarek dengan kekuatan masif yang tak tertandingi. Kaelen mendarat dengan gagah di depan Aura, pedang perangnya memancarkan pendaran merah menyala yang langsung mencairkan energi bumi milik Jarek menjadi uap hitam.
"Lawanmu adalah aku, semut."
Kaelen berbicara dengan nada suara yang sangat rendah dan berbahaya. Mata merah delimanya berkilat dengan niat membunuh mutlak. Dalam satu putaran tubuh yang sangat cepat, Kaelen mengayunkan pedangnya, melepaskan gelombang sabit api darah tingkat lima puncak yang langsung memotong zirah dan tubuh Komandan Jarek menjadi dua bagian sebelum pria itu sempat mengeluarkan suara erangan.
SRET!
Jasad sang komandan jatuh ke atas tanah yang membeku dalam kondisi hangus sekaligus membeku—sebuah perpaduan mengerikan dari sihir gabungan darah dan es yang mulai disinkronisasikan oleh Kaelen dari pengaruh konstan mana milik Aura.
"Serang! Jangan biarkan ada satu pun dari mereka yang melarikan diri!" Boris memimpin peleton Ksatria Hitam melompat turun dari tebing, memulai pembantaian total terhadap sisa-sisa pengawal Klan Tanah Hitam yang telah terkunci gerakannya oleh es Aura.
Dalam waktu kurang dari lima belas menit, seluruh pertempuran di Ngarai Kuda Hitam selesai. Dua ribu prajurit pengawal Klan Tanah Hitam telah dilumpuhkan sepenuhnya; sebagian besar mati di bawah tebasan Ksatria Hitam, sementara sisanya membeku kaku menjadi patung es di sepanjang jalur ngarai.
Aura berjalan perlahan di antara deretan lima ratus kereta logistik pangan yang kini telah disegel sepenuhnya oleh es peraknya, memastikan gandum di dalamnya tidak mengalami kerusakan sedikit pun dari jalannya pertempuran.
"Lima ratus kereta gandum murni ...." Aura mengusap salah satu karung makanan dengan jari halusnya, seulas senyuman kepuasan yang dingin terukir di wajah cantiknya.
"Dengan pasokan sebesar ini, Kaelen ... kita tidak hanya bisa mengontrol harga pangan di Ibu Kota sepenuhnya besok pagi, tetapi kita juga memiliki cadangan logistik yang cukup untuk menghidupi seluruh pasukan Utara kita selama satu tahun penuh."
Kaelen berjalan mendekat dari belakang, menyarungkan pedangnya dengan gerakan santai sebelum merangkul pinggang Aura dengan posesif, menarik tubuh gadis itu ke dalam dekapan hangatnya di tengah ngarai yang membeku.
"Ruess Cassian dan Duke Gerald pasti akan terkena serangan jantung besok pagi saat mendapati seluruh konvoi utama mereka lenyap tanpa jejak di ngarai ini. Pilar kedua mereka telah runtuh, Aura."
Aura menatap ke arah langit malam yang mulai memutih oleh fajar yang mendekat.
"Ini baru permulaan dari penyesalan abadi mereka, Kaelen. Besok pagi ... biarkan Klan Zephyra membuka pasar pangan murah di ibu kota menggunakan gandum sitaan ini, sementara Klan Tanah Hitam menghadapi kehancuran total di bawah tuntutan audit Kementerian Dalam Negeri."
Sabotase ekonomi tahap kedua dari Aura telah selesai dengan kemenangan mutlak tanpa cela, membuktikan sekali lagi bahwa di bawah kendali sang Ratu Es, faksi barat yang dipimpin oleh klan Elrod tidak lebih dari sekadar bidak catur yang sedang menunggu waktu untuk dihancurkan hingga ke akarnya.