NovelToon NovelToon
Aku Masuk Ke Tubuh Villainess Yang Akan Dieksekusi

Aku Masuk Ke Tubuh Villainess Yang Akan Dieksekusi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Menjadi NPC
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Enzelynn

Aku hanya tidur setelah membaca novel, lalu bangun sebagai villainess yang dijadwalkan mati tiga hari lagi. Tunanganku membenciku, gadis suci itu mencurigakan, pelayanku terlalu dramatis, dan duke utara menawarkan kontrak seolah sedang memesan teh. Baiklah. Kalau aku harus hidup sebagai penjahat, setidaknya aku akan menjadi penjahat yang sulit dibunuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enzelynn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat Datang di Kastel yang Tidak Ramah

Kastel Northmere berdiri di atas tebing seperti seseorang yang sengaja memilih lokasi paling dramatis untuk merenung tentang masa lalu kelam.

Dindingnya terbuat dari batu abu-abu gelap, menara-menaranya tinggi dan tajam, jendelanya sempit, dan kabut menggantung di sekelilingnya seolah bangunan itu baru saja selesai melakukan ritual mencurigakan. Salju tipis mulai turun meski kalender belum benar-benar memasuki musim dingin. Rupanya wilayah utara tidak peduli pada jadwal musim. Wilayah utara punya aturan sendiri.

Mira menatap kastel itu dari jendela kereta dengan wajah pucat. “Nona, apakah ini rumah atau ancaman dalam bentuk arsitektur?”

“Dua-duanya, mungkin.”

Cassian yang duduk di hadapan kami berkata tenang, “Northmere dibangun untuk bertahan dari pengepungan.”

“Bukan untuk menyambut tamu?” tanyaku.

“Tamu yang bertahan sampai pintu utama biasanya layak disambut.”

Aku menatapnya. “Itu filosofi perhotelan terburuk yang pernah kudengar.”

Adrian yang sejak tadi mengamati menara-menara berkata, “Pertahanannya bagus. Posisi tinggi, jalur masuk terbatas, pandangan luas.”

Mira menoleh padaku dengan bisikan putus asa. “Nona, mengapa Tuan Adrian terdengar seperti ingin menikahi kastel ini?”

Aku menghela napas. “Karena kakakku dibesarkan oleh peta perang dan kurang dipeluk.”

Adrian menatapku. “Aku bisa mendengar.”

“Bagus. Itu langkah pertama menuju penyembuhan.”

Kereta melewati gerbang besi besar. Para prajurit Northmere berdiri rapi di kedua sisi. Mereka mengenakan seragam hitam dan perak, wajah datar, mata tajam. Mereka tidak tersenyum. Bahkan kuda-kudanya tampak lebih serius daripada pejabat sidang istana.

Ketika kereta berhenti di halaman utama, pintu kastel terbuka. Seorang pria tua berambut putih berdiri di ambang pintu. Tubuhnya tegak, pakaiannya rapi, wajahnya tanpa ekspresi. Ia membawa tongkat kecil bukan untuk berjalan, tetapi mungkin untuk memukul tata krama orang.

Cassian turun lebih dulu. “Edmund.”

Pria tua itu membungkuk. “Selamat pulang, Yang Mulia Duke.”

Lalu pandangannya bergeser kepadaku.

Aku turun dari kereta dengan bantuan Mira. Salju menyentuh rambutku. Jujur, tubuh Evangeline sangat cocok dengan suasana ini: gaun gelap, rambut merah, wajah cantik yang membuat orang berpikir aku mungkin baru saja menulis daftar musuh.

Pria tua itu membungkuk sangat sopan. “Lady Evangeline Arvella.”

Nada suaranya tidak kasar. Tetapi matanya berkata: saya tahu reputasi Anda, dan saya sudah menyembunyikan vas mahal.

Aku tersenyum. “Anda pasti kepala pelayan.”

“Edmund Hale, kepala rumah tangga Northmere.”

Mira langsung membungkuk. “Mira, pelayan pribadi Nona Evangeline. Spesialisasi: kesetiaan, persiapan darurat, dan lemparan sendok.”

Edmund memandangnya sejenak. “Lemparan sendok?”

“Ya, Tuan. Sudah terbukti dalam pertempuran.”

Aku menutup wajah.

Cassian berkata, “Itu benar.”

Lebih buruk. Duke membenarkannya.

Edmund menatap Mira dengan penilaian baru. “Menarik. Dapur Northmere akan merasa terancam.”

Mira tampak tersentuh. “Hamba diterima oleh dapur?”

“Belum. Mereka harus menguji Anda.”

Wajah Mira menegang seperti prajurit memasuki medan perang. “Hamba siap.”

Aku berbisik pada Cassian, “Apakah semua staf Anda berbicara seperti sedang melatih pasukan rahasia?”

“Dapur memang pasukan rahasia.”

Aku tidak yakin ia bercanda.

Kami masuk ke aula utama. Jika istana kerajaan penuh emas dan cahaya, Northmere penuh batu, perak, api perapian, dan potret leluhur yang menatap dari dinding seperti tidak setuju dengan keberadaan orang hidup. Di ujung aula, ada lambang keluarga North: serigala hitam di atas latar salju.

Mira berbisik, “Nona, semua lukisan di sini tampak menghakimi.”

“Tenang, aku sudah terbiasa.”

Edmund memandu kami ke ruang duduk. Di sana, meja teh sudah tersedia. Tentu saja. Mungkin di Northmere, teh adalah mata uang, senjata, sekaligus bahasa diplomasi.

Cassian duduk. “Kamar Lady Evangeline sudah disiapkan di sayap timur.”

Edmund sedikit menunduk. “Sesuai perintah. Namun ada persoalan kecil.”

Aku langsung waspada. Dalam hidupku sekarang, “persoalan kecil” biasanya berarti ada orang berusaha membunuhku, ada simbol gagak di bawah bantal, atau pelayanku menantang kepala dapur.

“Apa?” tanya Cassian.

Edmund menatapku. “Beberapa pelayan menolak bertugas di sayap timur karena rumor bahwa Lady Evangeline dapat mengutuk orang yang salah menyeduh teh.”

Aku mematung.

Mira tersinggung atas namaku. “Nona memang punya standar tinggi, tapi mengutuk orang karena teh terlalu pahit itu berlebihan. Paling hanya menatap kecewa.”

Cassian menatapku. “Apakah itu benar?”

“Aku bahkan tidak tahu cara mengutuk.”

“Tatapanmu cukup efektif.”

“Duke North.”

Edmund melanjutkan, “Saya telah menugaskan pelayan yang tidak mudah percaya rumor.”

“Bagus.”

“Dan tidak mudah takut.”

“Lebih bagus.”

“Dan pernah mengurus kuda perang yang menendang tiga prajurit.”

Aku menatapnya. “Apakah saya setara kuda perang?”

Edmund membungkuk. “Saya tidak berani menyimpulkan, Lady.”

Aku menyukai pria tua ini dan tersinggung padanya dalam waktu bersamaan.

Setelah teh, Cassian mengajak kami membahas rencana. Menara beku berada di bagian kastel lama, melewati koridor utara yang sudah lama ditutup. Kunci utamanya berada di ruang arsip keluarga North. Masalahnya, ruang arsip itu tidak hanya terkunci secara fisik, tetapi juga dilindungi sihir keluarga.

“Sihir lagi?” tanyaku lelah. “Mengapa semua dokumen penting di dunia ini bercahaya atau terkunci secara gaib?”

“Karena orang suka mencuri dokumen penting,” jawab Cassian.

Aku meliriknya.

Ia tidak merasa tersindir.

Adrian berkata, “Kita harus memeriksa menara secepat mungkin.”

“Tidak malam ini,” kata Cassian.

“Kenapa?”

“Karena menara beku lebih berbahaya setelah matahari tenggelam.”

Mira mengangkat tangan perlahan. “Maaf, Yang Mulia Duke, apakah ada tempat di kastel ini yang tidak berbahaya setelah matahari tenggelam?”

Cassian berpikir. “Ruang makan.”

Mira tampak lega.

“Kecuali hari daging panggang gagal,” tambah Edmund.

Mira memucat kembali. “Dapur benar-benar medan perang.”

Malam itu, aku diantar ke kamarku. Sayap timur ternyata indah, meski terlalu dingin. Kamar yang disiapkan untukku luas, dengan ranjang bertiang, perapian, meja tulis, rak buku, dan jendela besar menghadap lembah bersalju. Di atas meja, ada vas berisi mawar merah tua.

Aku berhenti.

Mawar.

Mira segera memeriksa vas dengan ekspresi ahli racun dadakan. “Tidak ada duri mencurigakan, tidak ada bubuk putih, tidak ada gagak kecil.”

“Terima kasih, Inspektur Mira.”

Mira membusungkan dada. “Hamba berkembang.”

Saat membuka koper, Mira menemukan sesuatu yang tidak kami bawa.

Sebuah kotak kecil berwarna hitam.

Kami berdua langsung diam.

Aku menunjuknya. “Itu bukan milik kita.”

Mira mundur satu langkah. “Kalau isinya kepala boneka, hamba mundur dari pekerjaan.”

“Kalau isinya kepala asli, aku ikut mundur dari kehidupan.”

Aku memanggil Adrian dan Cassian. Mereka datang cepat. Cassian membuka kotak itu dengan pisau kecil. Di dalamnya ada sebuah kunci perak tua dan secarik kain berbordir mawar hitam.

Di bawah kain, terdapat catatan.

Tulisan itu bukan tulisan ibuku. Lebih tajam. Lebih kaku.

Menara tidak akan terbuka untuk darah North saja. Mawar harus ikut berdarah.

Mira menjerit pelan. “Nona, saya tidak menyukai instruksi yang melibatkan darah!”

Aku juga tidak.

Adrian mengambil catatan itu, wajahnya gelap. “Siapa yang masuk ke kamar ini?”

Cassian memanggil Edmund. Kepala rumah tangga itu tampak sama kagetnya dengan yang bisa ditampilkan oleh wajah pria tua sangat terlatih. Ia segera memerintahkan pemeriksaan seluruh sayap timur.

Aku menatap kunci perak di kotak itu. Tanganku terasa dingin, tetapi bukan hanya karena udara utara.

“Duke North,” kataku pelan. “Apa maksud ‘darah North’ dan ‘Mawar’?”

Cassian memandang kunci itu lama. “Sepertinya pintu menara membutuhkan dua garis keturunan.”

“North dan Arvella?”

“Mungkin.”

“Dan bagian berdarah?”

“Mungkin hanya simbolis.”

Aku menatapnya datar. “Anda percaya itu?”

“Tidak.”

“Terima kasih atas kejujuran yang kembali merusak mental saya.”

Mira memegang lenganku. “Nona, kalau butuh darah, ambil sedikit saja. Jangan banyak. Hamba tidak mau Nona pucat. Nona sudah cukup pucat secara estetika.”

Aku tidak tahu harus tertawa atau menangis.

Malam semakin larut. Setelah ruangan diperiksa, tidak ditemukan penyusup. Itu justru lebih mengganggu. Jika tidak ada yang masuk, berarti kotak itu sudah ada sebelum kami tiba, atau seseorang di Northmere punya akses tanpa terlihat.

Sebelum tidur, aku duduk di depan perapian sambil memegang liontin Mawar Hitam. Di luar jendela, menara beku terlihat samar di balik kabut. Ia menjulang di sisi kastel lama, lebih gelap dari bagian lain, seolah bangunan itu menahan napas.

Cassian berdiri di pintu sebelum pergi. “Kunci itu akan saya simpan.”

Aku mengangguk. “Besok kita ke menara?”

“Besok.”

“Duke North.”

“Ya?”

“Kalau saya harus berdarah, saya ingin kompensasi.”

“Dalam bentuk apa?”

“Teh hangat, informasi jujur, dan hak untuk mengeluh tanpa dihakimi.”

Cassian menatapku beberapa detik. “Dua yang pertama bisa saya berikan.”

“Yang ketiga?”

“Anda akan tetap mengeluh meski saya menolak.”

Aku tersenyum kecil. “Benar.”

Setelah ia pergi, Mira menutup pintu dan mengunci tiga kali. Lalu ia menyeret kursi ke depan pintu.

“Mira, apa yang kamu lakukan?”

“Menjadi penghalang fisik dan emosional, Nona.”

Aku tertawa pelan.

Untuk pertama kalinya sejak tiba di dunia ini, aku merasa tidak sepenuhnya sendirian.

Namun saat aku berbaring, buku harian ibuku di meja tiba-tiba terbuka sendiri.

Halaman kosong bergetar.

Tinta muncul perlahan.

Jangan biarkan Cassian membuka pintu pertama. Ia akan melihat apa yang seharusnya dilupakan.

Aku duduk tegak.

Di luar, dari arah menara beku, terdengar suara lonceng kecil.

Padahal tidak ada gereja di sana.

Aku mencoba tidur setelah itu, tetapi tentu saja gagal. Bagaimana mungkin seseorang tidur nyenyak ketika ada buku harian yang menulis pesan sendiri, menara beku yang berbunyi tanpa gereja, dan Duke Utara yang masa lalunya tampaknya lebih tertutup daripada ruang harta kerajaan?

Mira duduk di kursi dekat pintu dengan selimut di bahu dan sendok di pangkuan. Matanya sudah setengah tertutup, tetapi setiap kali angin mengetuk jendela, ia langsung tegak seperti prajurit dipanggil apel.

“Mira,” bisikku, “tidurlah di sofa.”

“Hamba berjaga.”

“Dengan mengantuk?”

“Hamba berjaga secara emosional.”

Aku tidak tega membantah. “Kalau kamu pingsan karena kurang tidur, siapa yang akan menjerit untukku besok?”

Mira tampak mempertimbangkan tanggung jawab besar itu. “Benar juga.”

Ia pindah ke sofa, membungkus diri seperti gulungan kain, tetapi tetap memegang sendok. Beberapa menit kemudian, ia tertidur sambil menggumam, “Jangan ganggu Nona... nanti hamba aduk...”

Aku tersenyum kecil.

Di luar, lonceng kecil dari arah menara terdengar lagi. Kali ini hanya sekali. Pelan. Seperti panggilan.

Aku menutup mata, berpura-pura tidak mendengarnya. Tidak semua hal misterius harus langsung dijawab pada malam hari. Kadang, keputusan paling cerdas seorang villainess adalah tidur sebelum membuat keputusan bodoh.

Namun sebelum benar-benar terlelap, aku merasakan liontin Mawar Hitam di leherku menghangat.

Seolah ia mengenali rumah lama.

1
E H Mukti
Lady evangeline 👌👌👌
Carina Yuda: hi kak, makasih udah mampir
total 1 replies
E H Mukti
😍😍😍👌
Carina Yuda: selamat membaca :)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!