NovelToon NovelToon
Dimanjakan Oleh Cintanya

Dimanjakan Oleh Cintanya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Siapa?!" Sebuah suara berat, serak, dan penuh ancaman terdengar di kegelapan.

​Rayyan langsung mencengkeram pergelangan tangan Aira. Napas pria itu memburu, aroma maskulin yang bercampur dengan hawa panas menguar dari tubuhnya. Obat bius di dalam tubuh Rayyan bergolak hebat saat merasakan kulit halus seorang wanita menyentuhnya.

​"S-sakit... panas..." Aira tidak menjawab pertanyaan Rayyan. Gadis itu justru meracau, air matanya menetes karena rasa tidak nyaman yang asing di sekujur tubuhnya. Sentuhan tangan Rayyan yang dingin di pergelangan tangannya justru terasa seperti penawar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelukan di bawah guyuran hujan

​"Pergi kamu! Jangan pernah injak kaki di rumah ini lagi dengan perut kotarmu itu!" Teriakan Hendra menggelegar bersamaan dengan petir yang menyambar di langit sore.

​Tubuh mungil Aira didorong paksa keluar dari pintu jati yang besar itu. Siska, sang adik tiri, maju dengan senyum kemenangan yang menjijikkan di wajahnya. Dengan satu sentakan kasar, Siska mendorong pundak Aira tepat di ambang pagar halaman rumah.

​"Dadah, Kakak Suci. Silakan mengemis di jalanan!" seru Siska kejam.

​Dorongan yang kuat itu, ditambah dengan lantai teras yang licin akibat hujan deras yang tiba-tiba turun membasahi bumi, membuat Aira kehilangan keseimbangan. Kakinya tersandung, dan tubuhnya yang sedang mengandung empat bulan itu terhuyung jatuh ke arah depan, mengarah langsung ke sudut tajam trotoar jalanan yang keras.

​"Ah!" Aira memekik ketakutan.

​Dalam fraksi detik yang sangat krusial itu, hal pertama yang dilakukan Aira adalah membalikkan posisi badannya secara paksa dan mendekap erat perut buncitnya dengan kedua tangan. Dia rela seluruh punggungnya hancur menghantam aspal, asalkan janin di dalam rahimnya tidak mengalami benturan. Aira memejamkan matanya pasrah, bersiap merasakan sakit yang luar biasa.

​Namun, hantaman keras yang dia takuti tidak pernah terjadi.

​Greb!

​Sebuah dekapan yang sangat kokoh, hangat, dan besar menangkap tubuhnya tepat beberapa sentimeter sebelum kulitnya menyentuh kerasnya trotoar. Aroma maskulin kayu cendana dan kesegaran laut yang sangat akrab langsung meredam bau tanah yang basah akibat hujan.

​Aira perlahan membuka matanya yang basah oleh air mata dan air hujan. Di atasnya, sebuah payung hitam besar tergeletak begitu saja di jalanan, membiarkan sang pemilik tubuh tegap itu ikut basah kuyup demi melindunginya.

​Pria itu adalah Rayyan Wijaya.

​Wajah tampan sang CEO yang biasanya tenang kini terlihat sangat menyeramkan. Rahangnya mengeras begitu rapat, dan sepasang mata elangnya memancarkan kilat kemurkaan yang begitu pekat menatap ke arah dalam pagar rumah Hendra. Begitu menerima laporan darurat dari anak buahnya yang mengintai di depan rumah, Rayyan langsung memerintahkan sopirnya untuk melajukan mobil membelah jalanan kota seperti orang kesetanan. Dia tiba tepat di detik di mana istrinya diperlakukan bagai sampah.

​"P-Pak Rayyan..." bisik Aira bergetar, tubuhnya lemas dipelukan pria itu.

​Rayyan tidak menjawab dengan kata-kata. Dia merengkuh tubuh Aira, mengangkatnya dengan sangat hati-hati ke dalam gendongan dekapannya yang protektif. Gerakannya begitu lembut, seolah Aira adalah permata paling rapuh di dunia yang bisa hancur jika dia tidak berhati-hati.

​Hendra, Santi, dan Siska yang masih berdiri di teras rumah seketika membeku. Senyum kemenangan di wajah Siska lenyap tanpa bekas, digantikan oleh rasa syok yang luar biasa hingga bibirnya bergetar. Ayah Aira, Hendra, mendadak merasa seluruh sendi lututnya lolos dari tempatnya begitu melihat siapa pria yang kini sedang memeluk anak buangannya di bawah guyuran hujan.

​"Pak... Pak Rayyan Wijaya?!" suara Hendra tercekat di tenggorokan, wajahnya pucat pasi bagai mayat yang sudah dikubur berhari-hari.

​Rayyan membalikkan tubuhnya perlahan sambil tetap mendekap Aira di dadanya. Di bawah guyuran hujan yang deras, tatapan mata Rayyan mengunci ketiga orang di teras itu dengan aura membunuh yang sangat nyata.

​"Hendra," suara Rayyan terdengar rendah, dingin, dan begitu berwibawa, namun mampu menembus suara gemuruh guntur di langit. "Hari ini, kamu tidak hanya mengusir anak kandungmu. Tapi kamu baru saja mengusir Nyonya Besar Wijaya, istri sahku, sekaligus calon pewaris tunggal dari seluruh dinasti bisnis Wijaya Group yang sedang dikandungnya."

​Jedarrr!

​Suara petir yang menyambar di langit seakan kalah menggelegar dengan kalimat yang baru saja keluar dari mulut sang penguasa kota. Hendra, Santi, dan Siska serentak membelalakkan mata saking syoknya, menyadari bahwa runtuhnya dunia mereka baru saja dimulai.

1
Adinda
panggil itu ayang beb, honey, atau mas begitu Aira
Brenda
akhirnya 😄
Ryuu
cepet updateeee
Ryuu
👍
beybi T.Halim
aira payah.,🙈seharusnya dia faham apa yg terbaik untuk dirinya,yg punya suami penguasa bisnis, kesel lah akhirnya babynya jadi korban
Ryuu
Huhhh kerenn bgt
Ryuu
Baguss nggk ngebosenin sejauh ini
Ryuu
Keren bgt thor ceritanyaa
beybi T.Halim
🤭🤭hedeh..berbunga2 kertas tuu...dah bilang cinta aja susah bener lahh😁
beybi T.Halim
masa panggil nama?.,panggil mas kek apa daddy. kan romantis..sekalian jagiya lah🤭
beybi T.Halim
asek...ketahuan deh..lagi baby boom
beybi T.Halim
ada adegan pingsan gak yaa.,br ketahuan aira hamil,kok aku nunggu2 pov kepajikan seorang rayyan wijaya😁
beybi T.Halim
yaa semoga gak ada drama ulat2 lah br terkendali semua keromatisan sang penguasa🤭
beybi T.Halim
kesini dl...suka deh cerita romantis spek2 daddy 🤭😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!