**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**
Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.
Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.
Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.
Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 : Pemimpin Entitas
Sosok itu perlahan melangkah keluar dari bayangan retakan dimensi.
Dan seluruh tim langsung menyadari perbedaannya.
Tubuhnya berbentuk humanoid.
Tingginya sekitar dua meter.
Tubuhnya ramping namun terlihat sangat efisien untuk bertarung.
Kulit hitam seperti cangkang keras menutupi seluruh tubuhnya.
Matanya merah menyala penuh kecerdasan dingin, dan aura yang dipancarkannya jelas berada di Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Kedua.
Lalu sesuatu yang mengejutkan terjadi.
Makhluk itu berbicara.
"...Prajurit...Kalian kuat...Prajurit Rendah... dan Prajurit Menengah... dihancurkan dengan mudah..."
Suaranya patah-patah, namun jelas bisa dimengerti.
"...Tapi Pemimpin itu... berbeda...Kami berpikir...Kami belajar...Dan sekarang...Aku akan menguji kalian."
Mira'tok langsung membeku sesaat.
"Entitas bisa bicara?!"
Khor'sal juga tampak terkejut. Namun Lin Tian tidak terlalu berubah ekspresinya, ia memang sudah menduga hal seperti ini.
"Pemimpin Entitas memang cerdas." Tatapannya tetap fokus pada musuh di depan mereka. "Hati-hati, yang ini jauh lebih berbahaya."
Pemimpin Entitas itu berdiri diam beberapa detik sambil menatap keempat murid Kharos satu per satu.
Matanya yang merah menyala bergerak perlahan, seolah sedang menghitung dan menganalisis mereka.
"...Empat prajurit..."
"...Lapisan Empat... Lima... Enam... dan Empat..."
Suaranya terdengar patah-patah namun penuh kecerdasan dingin.
"...Tingkat ancaman... sedang..."
"...Kemungkinan kemenangan... tidak pasti..."
Makhluk itu memiringkan kepalanya sedikit.
"...Tapi pengujian... tetap diperlukan..."
"...Master membutuhkan... data..."
Detik berikutnya, pemimpin Entitas itu langsung menyerang, dan kecepatannya benar-benar mengerikan.
Bahkan Mira'tok langsung membelalak saat sosok itu tiba-tiba muncul di depannya.
"Sangat Cepat!"
Pemimpin Entitas itu jelas memilih Mira'tok sebagai target pertama.
Petarung tercepat dianggap ancaman terbesar.
Bilah di lengan Pemimpin Entitas langsung menebas ke depan hingga ruang di sekitarnya tampak robek.
Mira'tok nyaris terlambat menghindar. Ia melompat mundur dengan napas memburu.
"Kecepatannya hampir setara denganku!"
Pemimpin Entitas terus menekan tanpa memberi kesempatan bernapas.
Serangannya cepat, efisien, dan sangat mematikan. Namun sebelum bilah itu mengenai Mira'tok lagi...
CLANG!
Tombak Zhen'ar menahannya dari samping.
"Jaga formasi, lindungi Mira'tok dan jangan terpencar."
Pertarungan empat lawan satu langsung dimulai.
Namun Pemimpin Entitas itu jauh lebih berbahaya dibanding yang mereka perkirakan.
Ia terus bergerak cepat sambil mencoba memisahkan posisi mereka.
Kadang menyerang Khor'sal secara frontal. Lalu tiba-tiba menghilang dan menyerang Lin Tian dari sudut buta.
Teknik bertarungnya sangat matang.
Lin Tian langsung menyadari sesuatu. Pemimpin Entitas ini bukan hanya kuat, Ia juga sangat berpengalaman.
Jika mereka kehilangan koordinasi sedikit saja, situasi bisa langsung berbalik.
Lin Tian segera mengangkat tangannya. "Elemen Domain!"
Sembilan elemen langsung menyebar ke seluruh area.
Gravitasi berubah dan aliran energi langsung terganggu.
Pergerakan Pemimpin Entitas itu langsung melambat.
Makhluk itu berhenti sesaat sambil menatap Lin Tian.
"...Domain.. Lapisan Empat...itu mustahil..." Tatapan merahnya berubah lebih tajam. "...Bakat yang tinggi..."
Zhen'ar langsung memanfaatkan momen itu. "Domain Lin Tian aktif, sekarang keuntungan ada di pihak kita, ayo serang bersama."
Dan untuk pertama kalinya sejak pertarungan dimulai, Empat murid Kharos bergerak dengan singkronisasi yang sempurna.
Khor'sal menyerang dari depan menggunakan kekuatan brutalnya untuk menahan perhatian utama.
Mira'tok bergerak di sisi luar sambil terus mengganggu ritme Pemimpin Entitas itu.
Zhen'ar mengontrol tempo pertarungan dengan tombaknya yang presisi.
Sementara Lin Tian menjaga Domain tetap aktif sambil memberikan dukungan elemen dari belakang.
Pertarungan berlangsung sengit selama lima menit penuh.
Namun perlahan, pemimpin Entitas itu mulai terdesak.
Gerakannya semakin terbatas dan serangannya pun mulai kehilangan ritmenya.
Dan akhirnya makhluk itu mengambil keputusan.
"...Empat prajurit...Koordinasi tinggi...Domain yang menekan...Dan kemungkinan menang... rendah..."
Ia melompat untuk mundur. "...Data sudah cukup...dan saat nya mundur..."
Zhen'ar langsung menyadari niat itu. "Dia mau kabur dan jangan biarkan dia pergi."
Lin Tian langsung mengaktifkan tekniknya.
"Belenggu Sembilan Naga!"
Rantai energi sembilan elemen langsung melesat ke segala arah.
Pemimpin Entitas itu mencoba menghindar, namun sudah terlambat.
Tubuhnya langsung terikat kuat di udara. "...Pengikatan?!...Tidak bisa... kabur..."
"Sekarang!" teriak Zhen'ar.
Keempatnya menyerang bersamaan. Ledakan besar langsung mengguncang area sekitar.
Dan beberapa detik kemudian, Inti spiritual Pemimpin Entitas itu hancur.
Tubuh makhluk itu mulai retak sebelum perlahan larut menjadi debu hitam.
Namun Lin Tian langsung berjongkok di dekat sisa tubuhnya.
Tatapannya serius.
Ada sesuatu yang ia rasakan dari tubuh Entitas itu.
Fragmen energi.
Jejak sang Master.
Lin Tian diam-diam menyentuh sisa debu Pemimpin Entitas itu menggunakan indra spiritualnya.
Dan seketika, sebuah penglihatan singkat muncul di pikirannya.
Kegelapan. Rasa lapar tanpa akhir. Dimensi demi dimensi ditelan.
Lin Tian melihat sekilas para Pemimpin Entitas melaporkan informasi kepada sesuatu yang jauh lebih besar.
Sesuatu yang bahkan tidak bisa ia pahami sepenuhnya.
Pemangsa Dimensi.
Penglihatan itu menghilang secepat kemunculannya dan Lin Tian langsung menarik tangannya perlahan.
Mira'tok yang melihat ekspresinya langsung mendekat.
"Lin Tian, Kau baik-baik saja?"
Lin Tian mengangguk kecil. "Aku hanya mencoba memahami struktur tubuh mereka, supaya lebih mudah dilawan nanti."
Ia tidak menceritakan penglihatan tadi. Informasi itu terlalu pribadi dan terlalu berbahaya.
Dan misinya sendiri masih harus dirahasiakan.
Zhen'ar berjalan mendekat sambil memandangi sisa abu Pemimpin Entitas.
"Pemimpin Entitas ini berbeda." Tatapan peraknya lalu beralih ke Lin Tian. "Dan kau terlihat tidak terlalu terkejut, apakah kau sudah menduga sebelumnya?"
Lin Tian mengangguk pelan. "Aku sudah menduganya."
"Di Alam Rendah, aku pernah menghadapi tipe yang mirip seperti ini."
Tatapannya tetap tertuju pada sisa abu Pemimpin Entitas yang mulai menghilang. "Dan sekarang… dugaan itu terkonfirmasi."
Khor'sal langsung menyilangkan tangan dengan ekspresi serius.
"Kalau Pemimpin Entitas saja sudah memiliki kecerdasan seperti ini… Maka pasti ada tingkatan yang jauh lebih tinggi."
"Seperti, Jenderal, Panglima Atau sesuatu yang jauh lebih kuat."
Lin Tian terdiam sesaat sebelum menjawab perlahan. "Kemungkinan besar memang begitu, dan semakin tinggi peringkat mereka… semakin berbahaya juga mereka."
Ia hanya mengatakan sebagian kebenaran. Karena kenyataan sebenarnya jauh lebih buruk.
Setelah pertempuran selesai, mereka mulai memeriksa robekan dimensi tersebut lebih dekat.
Retakan itu tampak tidak stabil.
Ruang di sekitarnya terus bergetar seperti kain yang mulai robek.
Zhen'ar mengamati area itu dengan serius. "Penghalang dimensi di sini melemah cukup parah. Retakannya terus membesar, dan entitas bisa menyusup dengan terlalu mudah."
Tatapan peraknya menyipit. "Ini harus segera dilaporkan, karena penguatan dan penyegelan dimensi diperlukan secepat mungkin."
Lin Tian ikut mendekat dan memeriksa struktur energinya.
Semakin lama ia mengamati, Semakin besar rasa tidak nyamannya.
Pola retakan ini terasa familiar. Terlalu mirip dengan beberapa titik lemah lain yang pernah ia temukan sebelumnya.
Bukan kebetulan.
Seolah ada sesuatu yang sengaja menekan penghalang dimensi dari luar.
Dan itu membuat pikirannya langsung menuju satu sosok.
Pemangsa Dimensi.
Lin Tian perlahan berbicara. "Kayaknya Retakan ini terus berkembang, dan polanya terasa mencurigakan."
Tatapan ketiga rekannya langsung tertuju padanya.
Lin Tian melanjutkan dengan nada serius. "Kemungkinan besar ada lebih dari satu titik lemah seperti ini. Dan kalau benar… Mungkin ini bagian dari serangan terkoordinasi."
Mira'tok langsung menegang. "Serangan terkoordinasi? Maksudmu… invasi?"
Lin Tian menggelengkan kepalanya pelan. "Masih dugaan, tapi kita tidak boleh mengabaikannya."
Zhen'ar langsung memahami keseriusan situasi tersebut. "Kalau itu benar…Maka situasinya jauh lebih berbahaya dari perkiraan."
Setelah memastikan area sekitar aman untuk sementara, mereka mulai kembali menuju wilayah utama Asura.
Meskipun lelah, suasana tim terasa jauh lebih dekat dibanding sebelumnya.
Misi pertama mereka berhasil. Dan itu memperkuat kepercayaan satu sama lain.
Mira'tok terlihat paling bersemangat sepanjang perjalanan.
"Misi pertama kita sukses!"
"Kita bahkan berhasil mengalahkan Pemimpin Entitas!"
Ia tertawa lebar. "Kerja sama kita benar-benar sempurna!"
Khor'sal mengangguk pelan. "Informasi dari Lin Tian sangat membantu. Tanpa itu, pertarungan tadi mungkin akan jauh lebih sulit."
Tatapannya kali ini benar-benar tulus.
"Terima kasih." Lin Tian sedikit terdiam mendengar itu.
Zhen'ar juga ikut berbicara. "Pengetahuan mu tentang Entitas sangat luas. Dan pengalamanmu jelas nyata."
Tatapan peraknya tetap tenang. "Latar belakangmu masih misterius. Tapi aku tidak berniat memaksamu menjelaskan."
Ia berhenti sejenak. "Kepercayaanku padamu terus bertambah. Kau sudah menjadi anggota tim yang berharga...Dan mungkin… seorang teman."
Lin Tian merasakan dadanya sedikit menegang. Kepercayaan mereka semakin besar. Persahabatan mereka semakin nyata.
Namun di saat yang sama, Ia masih menyimpan terlalu banyak rahasia.
Misi pribadinya.
Penglihatannya tentang sang Master. Dan banyak hal lain yang belum bisa ia ungkapkan.
Rasa bersalah perlahan muncul di dalam dirinya.
Namun ia tahu, untuk sekarang rahasia itu masih harus disimpan.
Lin Tian akhirnya menjawab pelan. "Kepercayaan itu berlaku dua arah. Aku juga menghargai kalian dan persahabatan ini… nyata bagiku."
Itu bukan kebohongan.
Ia benar-benar mulai peduli pada mereka.
Dan mungkin… Itulah alasan kenapa semuanya terasa semakin rumit.
Setelah kembali ke markas, mereka langsung menuju ruang perang Kharos untuk memberikan laporan.
Zhen'ar maju selangkah sebagai perwakilan tim.
"Guru."
"Misi selesai."
"Titik lemah dimensi berhasil dikonfirmasi., seluruh Entitas berhasil dibunuh."
Kharos mengangguk pelan. "Lanjutkan."
Zhen'ar mulai menjelaskan secara rinci. "Total musuh dua puluh, Lima belas Prajurit Rendah. Empat Prajurit Menengah dan satu Pemimpin."
Tatapan Kharos langsung berubah lebih tajam saat mendengar kata terakhir. "Pemimpin?"
Zhen'ar mengangguk. "Iya, Pemimpin Entitas itu memiliki kecerdasan. Bisa berbicara dan menggunakan strategi tempur."
Suasana ruangan langsung menjadi lebih berat.
Lin Tian menambahkan dengan nada serius. "Retakan dimensi juga terus membesar, dan kemungkinan besar ada lebih banyak titik lemah lain yang belum ditemukan."
Tatapan Kharos berubah sangat dingin. "Serangan terkoordinasi... Sangat mengkhawatirkan."
Ia terdiam beberapa detik sebelum akhirnya berbicara lagi. "Baik."
"Tim investigasi tambahan akan segera dikirim. Penyegelan penghalang dimensi diprioritaskan, dan seluruh wilayah perbatasan akan diperiksa ulang."
Tatapannya lalu berhenti pada Lin Tian.
"Dan Lin Tian. Kontribusimu sangat membantu. Pengalamanmu melawan Entitas memberikan keuntungan besar bagi tim."
Lin Tian mengangguk kecil. "Terima kasih, Guru."
Kharos kemudian melambaikan tangannya. "Kalian semua beristirahat tiga hari. Setelah itu, latihan kembali dilanjutkan."
Malam harinya, Lin Tian duduk sendirian di kamarnya sambil memandangi langit merah Dimensi Asura.
Misi pertama mereka sukses. Tim mereka bekerja sama sangat baik.
Ikatan persahabatan juga semakin kuat.
Namun di balik semua itu, Konflik di dalam dirinya justru semakin besar.
Ia mulai benar-benar mempercayai mereka. Tapi pada saat yang sama, ia masih menyimpan terlalu banyak rahasia.
Rahasia tentang Master.
Tentang penglihatannya.
Tentang tujuan sebenarnya. Dan itu membuatnya merasa bersalah.
Persahabatan membutuhkan kejujuran. Namun misinya menuntut kerahasiaan. Dua hal itu terus berbenturan di dalam dirinya.
Lin Tian menutup mata nya perlahan. Lalu tanpa sadar, ia kembali mengingat suara kakeknya.
"Tian. Kadang rahasia memang diperlukan, tapi hubungan yang dibangun di atas kebohongan… pada akhirnya akan runtuh."
Lin Tian membuka mata nya perlahan.
Yeye benar.
Suatu hari nanti, ia harus mengatakan yang sebenarnya.
Bukan sekarang. Tapi suatu saat nanti.
Karena jika tidak, Kepercayaan yang mulai ia bangun ini mungkin akan hancur dengan sendirinya.
Lin Tian menghembuskan napas panjang sambil menatap langit.
Menjaga keseimbangan ternyata jauh lebih sulit daripada menjadi kuat.
Namun seperti biasa, Ia akan terus mencoba dan selalu mencoba.