NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Satisuci Ituaku

Naya terpaksa menggantikan kakak tirinya yang kabur beberapa jam sebelum pernikahan dengan Adrian, seorang CEO dingin yang lumpuh akibat kecelakaan misterius.

Bagi Adrian, Naya hanyalah pengganti yang harus menanggung dosa keluarganya. Di rumah mewah yang terasa seperti penjara, Naya dipaksa menjalani kehidupan penuh penghinaan dan penderitaan.

Namun Adrian tidak mengetahui satu kebenaran besar.

Wanita yang selama ini ia benci adalah orang yang pernah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya dari maut tiga tahun lalu.

Saat perlahan rahasia itu mulai terungkap dan hati Adrian mulai luluh, Naya justru memilih pergi.

Kini Adrian harus menghadapi satu pertanyaan yang terus menghantuinya:

Masih adakah kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya sebelum wanita yang dicintainya menghilang untuk selamanya? ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Satisuci Ituaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 - Bayang - bayang Masa Lalu

Malam itu, suasana di kediaman Adrian terasa jauh lebih sunyi dari biasanya.

Setelah menerima laporan dari Dimas, pikiran Adrian terus dipenuhi berbagai pertanyaan yang belum memiliki jawaban.

Arman Wijaya.

Nama itu terus berputar di dalam kepalanya.

Pria tersebut bukan orang asing.

Ia adalah sahabat lama almarhum ayahnya.

Seseorang yang dulu sering keluar masuk rumah mereka saat Adrian masih kecil.

Namun setelah kematian ayahnya, Arman menghilang begitu saja seolah ditelan bumi.

Dan sekarang...

Namanya kembali muncul bersamaan dengan gerak-gerik mencurigakan Nyonya Dahlia.

Di balkon lantai dua, Adrian menatap langit malam dengan wajah serius.

Angin berembus pelan menerpa wajahnya.

Namun pikirannya jauh lebih berisik dibanding suasana di sekelilingnya.

"Ada sesuatu yang selama ini disembunyikan dariku..."

gumamnya pelan.

"Tentang Ayah."

Di belakangnya, pintu balkon terbuka perlahan.

Naya keluar sambil membawa secangkir teh hangat.

Wanita itu berjalan mendekat lalu menyerahkan cangkir tersebut kepada Adrian.

"Mas belum tidur?"

Adrian menerima teh itu sambil tersenyum tipis.

"Belum."

Naya berdiri di sampingnya.

"Apa Mas masih memikirkan laporan Pak Dimas?"

Adrian mengangguk pelan.

"Entah kenapa aku merasa semua kejadian yang kita alami akhir-akhir ini saling berhubungan."

Naya terdiam.

Ia tidak memahami seluruh persoalan bisnis keluarga Adrian.

Namun ia bisa melihat beban yang sedang dipikul suaminya.

Tanpa berkata apa-apa, Naya menggenggam tangan Adrian.

Sentuhan sederhana itu membuat Adrian menoleh.

Tatapan mereka bertemu.

"Aku akan baik-baik saja," ujar Adrian.

Naya tersenyum lembut.

"Saya tahu."

"Kenapa begitu yakin?"

"Karena Mas Adrian lebih kuat daripada yang Mas kira."

Untuk sesaat Adrian hanya menatap wanita itu.

Lalu senyum tipis muncul di bibirnya.

Entah sejak kapan, kata-kata sederhana dari Naya selalu mampu menenangkan pikirannya.

---

Sementara itu...

Di sebuah restoran privat yang hampir kosong.

Nyonya Dahlia masih duduk berhadapan dengan Arman Wijaya.

Pria paruh baya itu memutar gelas di tangannya sambil memperhatikan wanita di depannya.

"Kamu terlihat lebih gelisah dibanding terakhir kali kita bertemu."

Nyonya Dahlia menghela napas panjang.

"Karena semuanya mulai keluar dari kendali."

Arman tersenyum tipis.

"Atau mungkin karena Adrian semakin dekat pada kebenaran."

Tatapan Nyonya Dahlia langsung menajam.

"Dia tidak boleh tahu sekarang."

"Kenapa?"

"Karena dia belum siap."

Arman tertawa pelan.

"Dahlia."

"Rahasia yang disimpan terlalu lama biasanya berubah menjadi bom waktu."

Keheningan menyelimuti meja mereka.

Beberapa detik kemudian, Arman mengeluarkan sebuah amplop cokelat tua dari dalam tasnya.

Lalu meletakkannya di atas meja.

Tatapan Nyonya Dahlia langsung berubah.

"Apa itu?"

"Salinan dokumen lama."

Jantung Dahlia berdegup lebih cepat.

Dengan tangan gemetar, ia membuka amplop tersebut.

Di dalamnya terdapat beberapa lembar dokumen dan sebuah foto yang sudah mulai memudar.

Begitu melihat foto itu, wajahnya langsung pucat.

"Tidak mungkin..."

bisiknya.

Arman bersandar santai.

"Itulah alasan aku menghubungimu."

Tatapan Dahlia terpaku pada foto tersebut.

Foto seorang pria muda yang berdiri sambil menggendong seorang anak laki-laki kecil.

Anak itu adalah Adrian.

Dan pria di sampingnya...

bukan ayah yang selama ini dikenal Adrian.

---

Di tempat lain.

Dimas sedang memeriksa laporan keamanan di ruang kerjanya ketika salah satu anggota tim datang tergesa-gesa.

"Pak Dimas."

"Ada apa?"

"Kami baru menerima informasi baru mengenai Arman Wijaya."

Dimas langsung mengangkat kepala.

"Katakan."

Petugas itu menyerahkan sebuah map.

"Data ini baru saja ditemukan dari arsip lama."

Dimas membuka dokumen tersebut.

Matanya langsung menyipit.

Untuk pertama kalinya malam itu, ekspresinya berubah serius.

"Sial..."

Ia segera meraih ponselnya.

Nomor Adrian langsung dihubungi.

Beberapa detik kemudian sambungan tersambung.

"Tuan Adrian."

"Ada apa, Dimas?"

Suara Adrian terdengar tenang dari seberang.

Dimas menarik napas panjang.

"Kita punya masalah."

"Apa lagi?"

Dimas menatap foto lama yang berada di dalam map.

"Ternyata Arman Wijaya tidak hanya mengenal almarhum ayah Anda."

Keheningan sejenak.

"Lalu?"

Dimas menelan ludah.

"Menurut arsip yang kami temukan, Arman pernah menjadi wali hukum seseorang yang sangat penting bagi keluarga Anda."

Jantung Adrian berdegup lebih cepat.

"Siapa?"

Dimas menjawab dengan suara berat.

"Seorang anak laki-laki yang lahir dua puluh delapan tahun lalu."

Suasana mendadak membeku.

Karena usia anak itu...

sama persis dengan usia Adrian.

Dan untuk pertama kalinya, sebuah kemungkinan yang mengerikan muncul di benak mereka.

Bagaimana jika selama ini...

ada rahasia tentang identitas Adrian yang belum pernah diketahui siapa pun?

Bersambung...

1
falea sezi
😒 telat lu bangke
Dinatha: saya follow ya🙏
total 4 replies
Satisuci Ituaku
mksih kk
Rani Saraswaty
knp cpt bgt tau sih??? 🤭
Satisuci Ituaku: mksih udah mampir kk
total 1 replies
Rani Saraswaty
kan kaya...mudah tuh cari yg bw lari uangnya...knp repot2...seluruh kluarga bs msk sel
Satisuci Ituaku
siap kk mksih udh mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!