***
Bagi Raka, Naya adalah candunya ...
Berbeda dengan Naya yang menganggap Raka sebagai masa lalu yang menyakitkan..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
"Baiklah, aku akan pergi dan tak akan menganggumu lagi." kata Raka.
"Jaga kesehatan dan jangan sakit lagi, kamu harus bahagia! maaf atas semua yang udah aku lakukan padamu." jelas Raka "Selamat tinggal Naya." Raka mengelus rambut Naya sebentar, menatap wajah Naya yang menunduk sebelum akhirnya pergi dari ruangan Naya.
Naya yang sedari tadi menunduk kini sudah menatap punggung Raka yang keluar dari ruangannya.
Sesak rasanya melihat Raka pergi namun Ia harus melakukan ini semua demi rumah tangga Raka. Jika saja Naya tau ternyata hubungan Raka dan Clara baik baik saja pasti tidak akan seperti ini. Selama ini Raka selalu mengatakan jika hubungannya dengan Clara tidak baik, jika Ia akan bercerai dari Clara namun semuanya hanya omong kosong belaka, jika memang Raka sudah menceraikan Clara pasti ini semua tak akan terjadi, Pasti Ia juga tak akan kehilangan janinnya.
"Mbak Naya baik baik aja?" tanya Anna yang baru saja memasuki ruangan inap Naya, melihat Raka yang keluar dalam keadaan lesu dan terpuruk.
"Susah An sebenernya buat kehilangan dia lagi tapi mau bagaimana lagi, adanya aku cuma buat hubungan Raka dan Clara rusak." kata Naya kembali menangis.
"Mbak, apa nggak sebaiknya kita cari tau aja dulu kebenarannya, siapa tau memang mereka sudah cerai." kata Anna.
"Tapi kalau ternyata mereka belum cerai? sama aja malah nyakitin aku lagi karena udah percaya aja sama Raka."
"Ya udah mbak, kalau gitu loss in aja, apapun yang udah terjadi biarin berlalu, kita jalani lagi seperti biasa tanpa Raka seperti kemarin kemarin." kata Anna yang kini sudah memeluk Naya yang masih menangis.
Benar kata Anna, sepertinya sekarang memang sudah waktunya untuk Naya melupakan segalanya dan tak kembali lagi dengan masa lalunya.
..
Raka memasuki rumahnya dalam keadaan penuh emosi, bagaimana tidak emosi karena mulut ular Clara yang membuat dirinya kembali kehilangan kepercayaan dari Naya lagi.
Braaakkkkkk... Raka membanting pintunya kasar dan melihat Clara sedang bersantai duduk disofa yang ada dikamar namun bukan kamar Raka karena Raka tak sudi kamarnya diinjak oleh wanita sialan ini.
"Sayang, kau sudah pulang?" tanya Clara terdengar mengejek.
Raka mendekati Clara lalu meremas rahang Clara dengan satu tangannya membuat Clara meringgis.
"Apa yang kau lakukan dengan mulut sialan mu ini!" desis Raka dengan nada marah.
Clara hanya tersenyum sinis "Apa kau kembali kehilangan kekasihmu lagi?" tanya Clara sambil tersenyum puas.
"Wanita sialan!" Raka membanting tubuh Clara diranjang ,melihat wajah meremehkan Clara membuat Raka semakin emosi.
"Kau tau sayang, jika sedang emosi seperti ini kau terlihat seksi!" kekeh Clara yang membuat Raka semakin meradang.
"Tutup mulut busukmu itu! aku benar benar akan membunuhmu!" kata Raka emosi.
"Kau pikir aku takut? kau tidak akan melakukan itu semua karena ada Raisa diantara kita." kata Clara.
Raka tersenyum sinis "Kau pikir aku peduli? memangnya Raisa putriku huh?"
Clara terkejut, mulai pucat dan takut. Selama ini jika sudah mengatakan nama Raisa Raka pasti akan melunak padanya namun ternyata tidak untuk kali ini.
"Kenapa kau terlihat sangat pucat sayang? apa kau takut, dimana kepercayaan dirimu tadi?" tanya Raka tersenyum sinis.
"Jangan gila Raka! jika terjadi sesuatu denganku bagaimana dengan nasib Raisa, bukankah kau sudah menganggapnya putrimu?" tanya Clara.
Raka kembali terkekeh "Itu dulu tapi tidak kali ini, aku benar benar akan menghancurkanmu dan juga keluargamu sayang!"
Clara mulai panik, ia tau jika Raka bukanlah tipe pria yang suka main main dengan perkataannya.
"Raka, jangan! jangan lakukan apapun! pikirkan tentang Raisa." kini Clara sudah bersujud dikaki Raka.
Clara tau pasti Raka akan mencabut semua kerja sama perusahaan Papanya dan Raka akan membuat keluarganya bangkrut,
Tidak! aku tidak mau menjadi miskin batin Clara.
"Jangan sentuh kakiku dengan tangan kotormu itu!" desis Raka.
"Aku mohon jangan lakukan apapun."
"Semua sudah terlambat Clara, kau yang memulai semuanya!" kata Raka mengingatkan.
"Tapi aku melakukan ini semua karena kamu tidak pernah peduli padaku! cintamu hanya untuk wanita itu, tak sekali pun kau mencoba untuk membuka hatimu padaku." jelas Clara.
"Bukankah sejak awal aku sudah mengatakan padamu Clara apa kau lupa?" tanya Raka.
Clara ingat, ya Clara mengingat itu semua, sehari sebelum acara pertunangan mereka.
"Kau tau aku sudah memilki kekasih, aku akan menikahinya jadi jangan berharap lebih dengan pernikahan konyol ini." kata Raka waktu itu yang membuat Clara meremas rok yang Ia kenakan waktu itu "Ia benci pria ini, pria angkuh ini." batin Clara.
Dan sejak saat itu Clara memang berniat menghancurkan Raka dan membuat Raka jatuh ke pelukannya, Namun sayangnya Clara sendiri juga dijebak oleh para pria yang Ia temui diclub malam hingga Clara juga bermain api dibelakang Raka.
"Jika saja kau waktu itu menerimaku pasti ini semua tak akan terjadi, aku pasti akan menjadi wanita baik baik." Lirih Clara.
"Jika kau wanita baik baik kau akan mundur waktu itu juga dan tak merusak hubungan ku dengan kekasihku." kata Raka.
"Semua itu aku lakukan karena aku sangat mencintaimu dan aku tak ingin kehilanganmu." kata Clara.
"Jangan mengatakan omong kosong yang membuatku geli Clara, memangnya aku tak tau jika kau dan keluargamu hanya ingin mengincar harta keluargaku saja." sinis Raka.
"Aku mohon Raka maafkan aku, aku mohon." kata Clara kembali memohon pada Raka setelah Raka sudah tau semua kejahatannya selama ini.
"Bukankah aku sudah sangat baik Clara? aku bahkan membiarkan semua yang kau lakukan dibelakangku meskipun aku sudah tau tapi nyatanya itu semua tidak bisa membuatmu diam malah membuatmu semakin menjadi, seharusnya kau cukup tau posisimu." jelas Raka sinis.
"Memangnya salah jika aku berusaha untuk membuatmu mencintaiku?"
"Caramu yang salah, kau berkali kali mengatakan jika mencintaiku namun nyatanya kau malah tidur dengan pria lain, jadi hentikan omong kosongmu!" bentak Raka kesal.
"Itu karena kau tak pernah menyentuhku!" teriak Clara tak kalah kesal.
"Kau ingin aku menyentuhmu, apa kau lupa kau saja sudah tidak perawan sejak pertama aku mengenalmu!"
Clara cukup terkejut dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Raka, bagaimana Raka bisa tau jika sejak awal saja Raka sama sekali belum pernah menyentuhnya.
Clara memang sudah kehilangan keperawanan sejak kuliah, namun Ia tak menyangka jika Raka sudah mengetahui semua ini, awalnya Ia ingin membohongi Raka jika Ia diperkosa namun Raka cukup pintar tak pernah menyentuhnya bahkan setelah menikah.
"Dan sekarang terimalah hukumanmu!" kata Raka beranjak keluar dari kamar.
"Tidak Raka jangan! kumohon." Clara hendak menahan Raka namun terlambat karena Raka sudah keluar.
Clara hanya menangis, takut hukuman yang akan Raka berikan padanya.
Dan benar saja tak berapa lama ada 5 pria yang memasuki kamarnya dan menatap Clara penuh minat.
Oh tidak jangan!