Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.
Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.
Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 : Bulan Madu ke London dan Spanyol
Keesokan paginya, bandara internasional Soekarno - Hatta tampak begitu sibuk.
Di area ruang tunggu keberangkatan internasional VIP, rombongan pengantar Adrian Dirgantara dan Nala Putri berkumpul lengkap.
Ada Angel sang model papan atas yang hari itu tampil modis, kevin dari divisi kreatif yang berdiri di sampingnya dengan senyum penuh arti setelah lamarannya diterima semalam.
Sisil sang penjual bunga gadis barbar yang sibuk memegang jepitan rambutnya.
Asisten Han yang tetap berdiri tegak dengan sikap kaku andalannya. serta Nyonya Victoria yang memancarkan aura keibuan yang anggun.
Nala melangkah dengan sedikit canggung. menahan rasa sakitnya yang di pangkal paha, mencoba untuk berjalan seperti biasa sebisa mungkin supaya tidak kelihatan jalannya aneh seperti orang habis sakit. rasa lelah malam pertama mereka yang penuh romansa masih menyisakan rona merah samar di pipinya.
Di tambah lagi, koper besar yang dibawa Adrian kini sepenuhnya berisi lingerie pilihan sang mama mertua. membuat Nala tidak berani menatap mata Nyonya victoria berlama-lama.
"Nala sayang. ingat pesan mama semalam ya," bisik Nyonya victoria seraya memeluk erat menantunya, memberikan senyuman penuh kode yang membuat wajah Nala kembali menghangat.
"Jaga kesehatan selama di london dan spanyol. mama rindu mendengar kabar baik secepatnya."
"I -iya, Mah. terima kasih, "jawab Nala malu-malu.
Di sudut lain, Angel dan Sisil langsung menyergap Nala ke dalam pelukan Geng three girl, sahabat SMA mereka.
"Hey...pengantin baru!"
"Gimana kado dari kita? sukses besar kan?"
Goda Sisil dengan suara cemprengnya yang khas, menyenggol bahu Nala tanpa mempedulikan tatapan mata asisten Han yang langsung menoleh protektif ke arahnya.
Angel tertawa kecil sambil mengedipkan matanya. "jangan lupa ya Nal, kalau butuh tips berbelanja baju hangat di london, langsung telepon gue. lo harus tampil memukau di depan CEO Arogan ini setiap malam!"
Adrian yang mendengar pembicaraan para wanita itu hanya mendengus pelan, namun sebuah senyuman tipis terukir di bibirnya.
Adrian berbalik menatap Kevin dan asisten Han. "Kevin, pastikan proyek divisi kreatif selama saya cuti berjalan sesuai rencana.
Dan Han, pantau terus perkembangan kasus Haryanto di kantor polisi Pusat, " perintah Adrian dengan tegas."
"Siap, Tuan Adrian. semua sistem keamanan dan operasional korporasi sudah berada di bawah kendali penuh," jawab Han dengan sikap kaku yang tak pernah luntur.
Namun, matanya sesekali mencuri pandang ke arah sisil yang masih asyik menggoda Nala.
Sisil berkata; Nal, jangan lupa!....
Setelah pulang bulan madu, aku tunggu kejutan hadiah darimu? ..
Berikan aku keponakan yang lucu-lucu.
Membuat wajah Nala memerah, sampai ketelinganya. suara cempreng sisil membuat tiga lelaki itu menoleh langsung ke arah Nala. termasuk Adrian suaminya sendiri.
Nyonya Victoria dan Angel menahan tawanya. sementara sisil cuek meskipun dapat tatapan tajam dari sang CEO arogan itu.
Karena sudah tidak tahan menahan malu, Nala di goda terus oleh Sisil dang Angel akhirnya Nala mencubit pinggang Angel dan Sisil namun dengan pelan.
AAWW!..."Nal kenapa kamu cubit aku?....
Sisil dan angel secara bersamaan. bertanya! ...
Biarin lagian kalian ini berdua dari tadi mulutnya tidak mau diam. ucap Nala.
Nyonya Victoria. yang melihat wajah menantunya sudah memerah karena menahan malu, akhirnya berusaha untuk mengakhiri mereka bertiga.
Sudah kalian berdua jangan godain, anak mama lagi Nala. Ucap Nyonya victoria lembut.
Setelah sesi pamitan yang diwarnai tawa dan haru itu selesai, Adrian menggandeng jemari Nala.
Dengan lambaian tangan terakhir kepada keluarga dan sahabat tercinta, keduanya melangkah melewati gerbang pemeriksaan imigrasi khusus VIP menuju ke arah landasan pacu.
Jantung Nala berdegup dua kali lebih cepat saat mereka berjalan menyusuri garbarata menuju pintu masuk pesawat.
'Sebagai seorang gadis desa yang meniti karir dari bawah ibukota sebagai sekretaris pribadi Adrian, Nala belum pernah sekalipun merasakan naik pesawat terbang.'
Selama bekerja, perjalanan dinasnya selalu terbatas di dalam pulau menggunakan kereta api atau mobil korporasi. ini adalah pengalaman pertamanya, dan tidak tanggung-tanggung, langsung penerbangan lintas benua menuju Eropa.
Saat melangkah masuk ke kabin kelas utama (First Class), mata Nala membelalak sempurna.
Alih-alih deretan kursi sempit seperti yang biasa ia lihat di televisi, kabin ini menyerupai kamar hotel mini yang sangat mewah.
Adrian menggenggam jemari tangan Nala dan menciumnya.
Lalu berkata : apakah lingerie yang semalam kamu pakai hadiah dari Angel dan sisil?....tanya Adrian lembut.
Seketika wajah Nala menjadi memerah karena malu.
Sayang...rengek Nala.
Adrian berbisik di telinga Nala, jangan lupa!..." nanti malam memakai lingerie lagi ya sayang?"
Blush!!
Wajah Nala langsung merah.
Nala mencubit pinggang Adrian, dasar suami mesum!
Ucap Nala, sambil menutup wajahnya dengan majalah bisnis yang ada di pangkuannya.
AAWW!!!
"Sayang kenapa kamu, nyubit aku? .. "lagian kita kan kesini mau bulan madu. mama sudah menunggu cucu dari kita sayang.
Kenapa di dalam pesawat berbicara tentang lingerie emang ga malu apa?
Tuan CEO Adrian Dirgantara kenapa sekarang jadi mesum, kemana CEO arogan nya?
Sayang, aku mesum juga sama istri sendiri. Adrian mencium kening Nala dan terus mengenggam tangannya selama dalam perjalanan.
Sayang. "ini pertama kalinya aku naik pesawat, rasanya aneh melihat tanah dari ketinggian nanti." ucap Nala dengan malu.
Adrian tersenyum hangat, menggenggam jemari Nala dengan erat untuk menyalurkan rasa tenang.
"Kamu tidak perlu takut sayang, ada aku di sini!"
Mulai hari ini dan seterusnya, aku yang akan membawa gadis desaku ini melihat seluruh dunia. london hanyalah awal dari
perjalanan panjang kita.
Saat pesawat mulai bergerak mundur dari Apron dan mesin jet raksasa menderu halus. Nala memejamkan matanya, meremas jemari tegap Adrian.
Ketakutannya perlahan terkikis oleh rasa hangat yang mengalir dari genggaman suaminya.
Ketika roda pesawat akhirnya terangkat meninggalkan landasan Pacu jakarta, terbang belah awan menuju langit biru, Nala membuka matanya dan menatap hamparan kota di bawah sana yang mengecil.
Bersama kepakan sayap baja itu, langkah baru kehidupan Nala Putri sebagai Nyonya Dirgantara resmi dimulai menuju romansa musim dingin di london dan spanyol.
Di dalam ruang interogasi utama kantor polisi pusat jakarta, suasananya terasa begitu dingin dan mencekam. Asisten Han berdiri di balik kaca satu arah, melipat kedua tangannya di dada dengan tetapan sedingin es.
Di sampingnya, Kapten intelijen kepolisian yang malam itu mengenakan kemeja taktis hitam sedang memeriksa berkas - berkas perkara korporasi international milik Haryanto.
"Bagaimana perkembangannya, kapten?"...
Apakah ada pergerakan mencurigakan dari jaringan luar mereka?
Tanya asisten Han dengan suara baritonya yang rendah dan penuh penekanan.
Kapten intelijen itu menghembuskan napas berat lalu menggelengkan kepala.
"Haryanto dan antek -anteknya mulai panik. berdasarkan informasi dari intelijen lapangan kami, ada upayanya dari pihak kuasa hukum lama mereka untuk menyusupkan dana besar."
Mereka mencoba menyuap beberapa oknum sipir dan pejabat hukum rendah agar bisa mendapatkan status penahanan luar atau memanipulasi pasal pencucian uang.
Mendengar kata 'suap', rahang asisten Han seketika mengeras.
Matanya berkilat tajam memancarkan aura intimidasi yang kuat.
Selama Ardian Dirgantara sedang berada di luar negeri, Han adalah benteng utama yang bertanggung jawab menjaga stabilitas kasus ini.
"Jangan biarkan ada satu celah pun bagi mereka untuk menggunakan uang haram itu, kapten!"
Han berbicara, dengan nada menuntut yang sangat tegas!
"Seluruh rekening perusahaan cangkang Haryanto di swiss dan Turki sudah dibekukan total oleh papa Angel".
Jika mereka mencoba menyuap menggunakan aset lokal yang tersisa, lacak alirannya.
Saya akan memastikan Pak Adrian memberikan dukungan penuh bagi Kepolisian untuk menyegel kasus ini hingga skakmat di pengadilan.
"Penghianat keluarga Dirgantara tidak boleh melihat matahari bebas lagi!"
Kapten intelijen itu mengangguk mantap, menepuk pundak Han.
"Tenang saja, Han. tim gabungan intelijen sudah mengunci seluruh akses kompromi. gerakan mereka sudah lumpuh total."
Sementara hukum sedang mengikat leher sang penghianat di jakarta, ribuan kilometer di seberang samudra, Adrian Dirgantara dan Nala Putri sedang menenun lembaran memori paling indah dalam hidup mereka.
Dua minggu bulan madu di Eropa menjadi saksi bagaimana pesona gadis desa itu mampu menaklukan hati sang CEO arogan sepenuhnya.
Peta perjalanan romantis mereka dimulai dari london. di bawah langit ibukota Inggris yang berselimut kabut tipis musim dingin, Adrian menggandeng erat jemari Nala menyusuri jalanan batu di sekitar Tower Bridge.
Nala, yang mengenakan mantel wol tebal pemberian ibu mertuanya, tidak berhenti - hentinya tersenyum kagum menatap arsitektur klasik di sekelilingnya.
Momen paling romantis terjadi saat malam hari di dalam kamar hotel mewah mereka yang menghadap langsung ke arah sungai Thames.
Setelah mandi air hangat, Nala sempat ragu-ragu untuk keluar karena seluruh isi kopernya dipenuhi lingeri seksi dari Nyonya Victoria.
Namun, setiap kali Nala melangkah keluar dengan malu-malu, Adrian selalu menyambutnya dengan binar mata penuh kekaguman.
Di balik jendela yang berembun karena hawa dingin london, keduanya menghabiskan malam-malam awal pernikahan dengan pelukan hangat dan bisikan cinta yang teramat dalam.
Setelah puas menikmati atmosfer syahdu di london, Adrian membawa Nala terbang menuju spanyol untuk mencari kehangatan yang berbeda.
Di Barcelona, suasana berubah menjadi lebih hidup dan bergairah.
Mereka berjalan santai Menikmati keindahan gereja sagrada Familia, lalu menghabiskan sore hari dengan mencicipi kuliner lokal di tepi pantai yang cerah.
Di spanyol pulalah, malam bulan madu mereka terasa kian membara namun penuh kelembutan.
Jauh dari hiruk - pikuk pekerjaan kantor di Jakarta, Adrian benar-benar menjelma menjadi suami yang protektif sekaligus manja.
Di atas ranjang bertabur kelopak bunga mawar, Adrian mengecup kening Nala dengan ketulusan yang mutlak.
"London mengajarkan kita cara bertahan di dalam dingin, Nala. spanyol adalah bukti bahwa cintaku padamu akan selalu sehangat dan secerah mentari di sini," bisik Adrian malam itu sebelum membawa istrinya tenggelam dalam lautan romansa yang tak terlupakan.
Kembali ke jakarta, keheningan malam menyelimuti sebuah toko bunga floris yang sudah tutup di sudut jalan.
Sisil baru saja selesai merapikan beberapa ikat bunga mawar putih sisa dekorasi.
Ketika ia mendengar ketukan di pintu kaca di tokonya. saat menoleh, ia mendapati sosok asisten Han berdiri di luar dengan setelan jas formalnya yang selalu rapi.
Sisil membuka pintu dengan dahi berkerut bingung.
"Tuan kaku? ini sudah jam sebelas malam. ada perkembangan apa lagi dari kantor polisi tentang si tikus Turki itu?"
Tanya Sisil dengan suara cemprengnya yang khas, jiwa barbarnya langsung siaga karena mengira ada bahaya baru.
Namun, Han tidak langsung menjawab. pria tegap itu melangkah masuk ke dalam toko, membuat suasana mendadak terasa begitu sempit dan intim.
Untuk pertama kalinya dalam mengenal Han, Sisil melihat ada gurat kecemasan dan kegugupan yang amat besar di wajah pria kaku tersebut.
Napas Han terdengar agak berat, dan tangannya yang biasa kokoh memegang dokumen dan komputer kini tampak sedikit bergetar di dalam saku celana.
Han menatap lurus ke dalam manik mata sisil.
Rasa takut kehilangan sisil akibat trauma penculikan masa lalu gadis itu.
Serta rasa cinta yang kian hari kian mengggunung di dadanya, yang mengalahkan seluruh sifat kaku andalannya.
Han memantapkan hatinya. dengan satu gerakan cepat, ia menarik tangannya dari saku jas dan menyodorkan sebuah kotak beludru merah kecil yang berisikan sebuah cincin perak permata berlian sederhana namun, sangat anggun.
Sisil seketika membeku di tempat, napasnya terhenti melihat kotak tersebut.
"Sisil..."panggil Han, suaranya terdengar sedikit serak karena menahan gugup yang luar biasa.
"Saya tahu saya adalah pria yang membosankan, kaku, dan hidup saya selama ini hanya penuh dengan urusan pekerjaan korporasi."
Tapi sejak malam penyergapan itu!....
"Saya sadar bahwa saya tidak bisa hidup tenang jika tidak berada di samping anda untuk menjaga anda setiap detik."
Han mengambil napas dalam-dalam, mengumpulkan sisa keberanian terbesarnya.
"Meskipun kita belum resmi berpacaran, malam ini saya tidak ingin membuang waktu lagi!"
"Sisil, maukah kamu menerima lamaranku?"
izinkan saya! " menjadi pelindung, penjaga, sekaligus teman hidupmu selamanya."
Ucap Han dengan suara gugup dan bergetar.