Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....
CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.
Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.
Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.
suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 29
Suasana mendadak serius.
Karena wajah Zayn kini berubah menjadi sangat tegas.
" Kamu boleh pergi."
" Tapi ada syaratnya."
Ghina langsung duduk kembali dengan patuh.
" Apa saja, Dad?"
Zayn menatap putrinya lekat-lekat.
" Pertama."
" Kamu harus tinggal di tempat yang aman."
" Baik."
" Kedua."
" Kamu wajib memberi kabar setiap hari."
" Siap."
" Ketiga."
"Kalau ada masalah, sekecil apa pun, kamu harus memberitahu Daddy."
Ghina mengangguk.
" Keempat."
Zayn sedikit mencondongkan tubuhnya.
" Jangan ikut campur terlalu jauh dalam urusan rumah tangga orang lain."
Kalimat itu membuat Ghina terdiam.
Karena ia tahu maksud Daddynya.
Ia menundukkan kepala.
" Baik, Dad."
" Dan yang terakhir."
" Banyak sekali Dad, syaratnya "
" Diam jangan banyak protes, atau aku cabut izinnya "
" Oke....oke Ghina diam "
Suara Zayn melembut.
"Jangan lupakan dirimu sendiri."
Ghina mengangkat wajah.
"Apa pun yang kamu lakukan di sana..."
Zayn tersenyum tipis.
"...tetaplah menjadi Ghina yang ceria, baik hati, dan tahu batas, jaga pergaulanmu, jika ada temen yang tak patut, jauhi mereka, jangan membuat Masalah, jangan pernah pergi ke bar atau club malam"
Mata Ghina perlahan berkaca-kaca.
Lalu ia mengangguk.
" Aku janji, Dad "
Zayn akhirnya tersenyum.
Kemudian membuka kedua tangannya.
Dan tanpa menunggu lagi, Ghina langsung memeluk ayahnya erat-erat.
" Terima kasih, Dad."
Zayn mengusap kepala putrinya.
Dalam hati, ia masih khawatir.
Sangat khawatir.
Namun ia juga sadar...
Ia tidak bisa terus memegang tangan putrinya selamanya.
Ada saatnya anak itu harus belajar berjalan sendiri.
Keesokan paginya.
Rumah keluarga Manggala tampak sedikit lebih ramai.
Koper Ghina sudah tersusun rapi.
setelah menemani Ghina berkemas Anin dan Zayn membantu Ghina membawa kopernya turun ke bawa.
Anin berkali-kali memeriksa barang bawaan putrinya.
" Kamu bawa obat?"
" Bawa."
" Pakaian cukup?"
" Cukup."
"Jangan lupa makan."
" Iya, Mom."
" Kalau sakit langsung pulang."
" Mom..."
Anin langsung memeluk putrinya.
Ia memang mengizinkan.
Namun tetap saja berat melepas anak perempuannya pergi jauh.
Sementara itu...
Di luar rumah.
Andrian dan Ghani sudah siap.
Karena mereka mendapat tugas khusus.
Mengantar sekaligus mengawasi Ghina selama beberapa hari pertama.
" Kita hanya dua hari."
kata Ghani.
" Tapi kalau ada yang aneh, aku akan memperpanjang waktu." kata Ghani.
Andrian tertawa.
" Kita seperti pengawal putri istana " kata Andrian
" Kita memang pengawal putri kodok "
jawab Ghani datar.
Andrian terkekeh.
" Padahal tanpa di jaga, aku yakin si anak kodok akan bisa menjaga dirinya " kata Andrian.
" Kita saja yang lawan si kodok saat latihan selalu kalah, beladiri si kodok benar-benar di atas kita " kata Andrian kembali.
Ghani mengangguk dan tertawa pelan membenarkan perkataan Andrian.
Ghina memang sangat jago dalam beberapa seni beladiri.
" Ghan ..."
" Hemm..."
" Sepertinya aku akan mencari pekerjaan di kota Y, seprtinya dia tidak akan sebentar di sana " kata Andrian.
Ghani langsung menoleh ke arah Andrian.
" Walaupun seperti itu, Ghina tetap wanita Ghan, " ucap Andrian pelan.
Ada sedikit kekhawatiran di nada Andrian.
" Apa uncle Kemal dan Daddy tahu "
" Aku belum mengatakan pada mereka, aku masih mencari pandangan dulu "
" Kak Andrian yakin ingin bekerja di kota Y "
" Hemm " sahut Andrian.
" Terimakasih kak, sudah mengkhawatirkan kak Ghina "
" Aku akan mencoba membantu kakak untuk mencari pekerjaan di sana "
Andrian mengangguk.
Keduanya langsung menatap ke arah pintu masuk dan melihat Ghina yang keluar dari dalam.
Ghani dan Andrian mengambil koper Ghina dan memasukkannya ke dalam bagasi mobi.
Ghina memeluk kedua orang tuannya erat.
" Ghina berangkat Dad, Mom "
keduanya mengangguk pelan.
Berat bagi mereka untuk melepas kepergian Ghina.
Tak lama kemudian, mereka bertiga pun berangkat menuju Kota Y.
Perjalanan berlangsung cukup menyenangkan.
Seperti biasa, Ghina terus berbicara.
Sedangkan Ghani dan Andrian hanya sesekali menanggapi.
Namun beberapa kali, keduanya diam-diam memperhatikan Ghina.
Karena mereka tahu...
Di balik senyum dan semangatnya, ada banyak hal yang sedang dipikirkannya.
Tentang pekerjaan baru.
Tentang kehidupan baru.
Dan mungkin...
Tentang seseorang bernama Bastian.
Sore harinya.
Mereka akhirnya tiba di Kota Y.
Hal pertama yang dilakukan adalah memastikan tempat tinggal Ghina.
Sebuah apartemen kecil namun nyaman yang sudah dipilih Zayn sebelumnya.
Ghani dan Andrian memeriksa setiap sudut.
Kamar.
Pintu.
Jendela.
Bahkan keamanan gedung.
" Kita benar-benar seperti ayah kedua."
" Aku hanya memastikan dia tidak melakukan hal aneh."
" Betul, dia harus di waspadai " sahut Andrian.
Sedangkan Ghina hanya berdiri dab bersedekap tangan dengan wajah yang kesal.
" Bukankah aku sudah bilang aku akan tinggal bersama adiknya pak Gio, di kosan "
" Kosan terlalu sempit dan berisik" sahut Ghani.
" Tapi aku suka, kalau aku tinggal di apartemen mereka akan sedikit curiga kalau aku anak orang berada " sahut Ghina kesal.
" Tapi ini adalah salah satu syarat dari Daddy kalau kamu mau tinggal dan bekerja di kota ini " kata Ghani.
" Ckk..." decak kesal Ghina.
Tapi walaupun begitu, ia merasa hangat dengan perhatian dua pria yang ada di hadapannya.
Karena begitu banyak orang yang mencemaskannya.
" Aku akan memasang cctv di beberapa sudut "
" What..."
" Ini juga syarat dari Daddy " kata Ghani.
" Aku seperti tahanan saja " gumam kesal Ghina.
Tak lama ponsel Ghina berdering, ia melihat nama Ranti di layar ponselnya .
Ghina mengangkat ponselnya.
" Hallo, aku Ranti, apa kamu sudah sampai di kota Y, aku sudah menunggumu dari tadi " kata Ranti dari seberang.
" Sudah, sekarang aku berada di apartemen Royal Gemilang "
" Kenapa kamu di situ, kosan ku bukan di situ, kosanku berada di belakang apartemen itu "
" Benarkah?" sahut Ghina.
" Tunggu aku jemput kamu di situ ya " kata Ranti dan langsung menutup teleponnya sebelum Ghina berbicara kembali.
Ghina melihat layar ponselnya yang sudah gelap.
" Siapa?" tanya Ghani.
" Ranti, adiknya pak Gio yang bekerja di Pt.Cakra Buana "
" Kenapa?"
" Aku berencana akan tinggal bersama dia di kosan " kata Ghina.
" Terus "
" Dia mau kesini, menjemputku "
" Biarkan ia ke sini, biar aku tahu siapa temanmu itu " kata Ghani.
Tak lama Pintu bel berbunyi, Ghina tau itu pasti Ranti, karena ia baru saja mengirim lantai dan nomer unitnya.
Saat pintu terbuka...
" Kenapa kamu ada di sini, bukankah sudah aku bilang kosan bukan apartemen....terus ini apartemen siapa "
Tiba-tiba saja Ranti langsung mengomel, tanpa ada basa baginya, padahal mereka baru saja ketemu.
Ranti melihat ke arah Andrian dan Ghani yang berdiri di belakang Ghina.
" Siapa mereka, apa kamu di culik mereka, apa mereka berbuat jahat padamu, apa kamu terluka, tunggu biar aku telpon polisi " kata Ranti yang terlihat panik.
Ghina langsung menghentikan tangan Ranti.
" mereka saudaraku, mereka yang mengantarkan aku ke kota Ini "
" Oh..." kata Ranti ber oh ria, sambil bergantian memandang Ghani dan Andrian.
Ranti terdiam sejenak saat matanya tertuju pada Ghani.
" Tunggu..."
Ranti kini melihat wajah Ghina.
Ranti berjalan mendekati Ghani.
" Kenapa wajahmu hampir sama dengan dia " kata Ranti sambil menunjuk ke arah Ghina.
" Coba kamu pakai wig, kamu pasti cantik seperti dia "
Mendengar celotehan gadis yang baru datang itu Andrian langsung tertawa terbahak-bahak.
" Gadis aneh, datang tak mengucapkan salam, malah mengomel dari tadi " gumam Ghani.
" Ah iya, maaf...Assalamualaikum, namaku Ranti, aku adiknya kak Gio " kata Ranti dengan santai nya.
Ghina tersenyum tipis saat melihat Ranti.
" Sepertinya ia teman yang asyik " Kata Ghina di dalam hati.
" Mereka saudara kembar, dia kakaknya dan cowok cantik itu adiknya " kata Andrian.
" Dan aku kakaknya " kata Andrian kembali.
" Terus kenapa kalian ke apartemen ini, apa alamat yang di berikan oleh kak Gio salah "
" Tidak salah, tapi teman papaku meminjamkan apartemen ini untuk aku tempati " kata Ghina.
" Jadi kamu nggak jadi tinggal di kosanku " kata Ranti, sedikit terlihat kecewa.
Entah kenapa padahal mereka baru ketemu tapi mereka seperti sudah kenal lama.
" Maaf, aku nggak tahu kalau papaku sudah meminjam tempat ini dari temannya "
" Yaa...padahal aku sudah membayangkan kalau aku akan tinggal bersamamu " kata Ranti.
" Maaf ...."
" Tempat kita kan dekat, nanti kita gantian saja tidurnya, sesekali kita tidur di sini dan sesekali aku tidur di kosan mu "
" Ah iya benar juga, okelah " .
" Ayo aku bantu ber beres, setelah itu kita bicara untuk rencana besok "
Akhirnya Malam itu, setelah semuanya selesai dan mereka duduk di ruang tamu apartemen bersama sambil menikmati makan malam bersama di atas balkon.
Ghina menatap pemandangan kota dari atas balkon.
Lampu-lampu Kota Y terlihat begitu indah.
Dan untuk pertama kalinya...
Ia benar-benar sadar.
Mulai hari ini...
Babak baru dalam hidupnya telah dimulai.
Ia tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya.
Apakah ia akan berhasil membantu Bastian.
Apakah perasaannya akan benar-benar hilang ataukah akan semakin tumbuh besar.
Namun satu hal yang pasti...
Ia tidak akan pernah mundur.
#######
Assalamualaikum readers HAPPY READING dan salam sehat selalu.
Jangan main- main dengan Keluarag Manggala & Narendar apalagi Keluaraga dari bestiè sebelahnya yang sekaligus jadi besan Manggala yaitu keluarga Pradipta ( Dio Fandi Pradipta ) semua keturunan dari tiga keluarga besar adalah bibit premium.. 🥰🥰🥰
Bastian akan lebih kaget lagi jika tahu siapa Ghina sebenarnya.. belum lagi ketangGuhan dalam. bela dirinya yang bergelar sabuk hitam malah mungkin melebihi itu.. jadi walaupun keluarga Tan mau bikin ulah pada Ghini atau Bastian.. siap- siap aja akan di kerangkeng di bawah tanah milik pribadi kelurga besar Ghina..
Yakinlah Bastian.. langkah yang kau ambil sudah tepat Bahakan kamunakan dapat kebahagiaan yang tidak kamu bayangin sebelumnya.. begitupun dengan anakmu Vallen.. akan mendapatkan kasih sayang yang Tulus dari Ghina & Keluarga besarnya...
Keberanianmu sangat gentle sebagai perempuan yang bermartabat Ghina.., Mantap + KeReeenNn...👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
menyesal tiada guna ...