NovelToon NovelToon
Ternyata CEO

Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: My finger

Lamaran Raditya di tolak oleh yuni calon ibu mertua nya karena tidak menyanggupi hantaran yang di minta. Yuni bahkan menghina Raditya dan mempengaruhi anak nya agar mencari laki laki yang kaya, karena anak nya Melinda adalah seorang sekretaris di perusahaan ibu nya. terpengaruh oleh ibu nya, Melinda sebagai kekasih Raditya akhir nya ikut merendah kan
karena emosional tiba tiba Raditya melamar seorang gadis yang bernama Dahlia, pembantu di rumah Melinda dengan cincin Berlian.
Namun siapa sangka, Raditya yang di kenal sebagai pegawai admistrasi di tempat Melinda bekerja, sebenar nya adalah anak sulung pewaris perusahaan itu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My finger, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Dahlia sedang membungkuk seperti rukuk, menoleh kebelakang. Ia membuka masker nya lalu menghirup udara sebanyak banyak nya.

"Hosh,,, hosh,,, astaga!" Dahlia terengah engah, berkali kali ia mendongak kan wajah nya ke atas seperti mencari udara yang tak puas di hirup nya.

"Astaga, mimpi apa ya aku semalam sampai bisa berurusan dengan adik nya Raditya" Dahlia mengusap wajah nya. Setelah agak tenang, ia merogoh handphone nya, ia akan menghubungi husen, tukang ojek andalan nya.

"Halo pak, jemput ya pak, di tempat yang tadi, tapi dekat foto copyan. Saya tunggu ya sekarang"

Setelah sampai rumah dan selesai membersihkan dirinya, Dahlia langsung beribadah, itu adalah kebiasaan yang selalu ia jalan kan.

Setelah Selesai beribadah, barulah Dahlia merebah kan tubuh nya yang kelelahan. pandangan nya menerawang ke arah langit langit kamar nya yang tak berplafon, ia masih bisa bebas melihat cerah nya cahaya matahari yang menembus lubang lubang kecil di genteng yang sudah hitam karena usia. Jika saat musim hujan, ia akan sibuk menyebar Wadah penampungan.

"Ya Tuhan, bagaimana jadi nya kalau nanti beneran nikah sama Raditya, terus ketemu sama cowok arogan itu lagi? Aihh,,, pusing!" Dahlia menelungkup kan wajah nya, dan mengepak ngepak kan kaki nya kesal.

"Nak, makan dulu!" teriak Marni

"Ya Bu," sahut Dahlia lalu bangun dengan malas. meskipun enggan tapi perut nya sudah menuntut hak nya

"Hari ini ibu masak enak, ada daging sapi nak" kata Marni sumringah. Sepanjang hidup nya ia tidak pernah sengaja membeli daging sapi. keluarga itu baru akan makan daging sapi kalau ada hajatan saja.

"Aroma nya sedap sekali Bu," ucap Dahlia sambil duduk bersila di depan hidangan

"Kalau bahan dasar nya enak, mau diapain juga tetap enak! Nih kamu makan yang banyak ya. pasti kamu capek banget gosok mobil, sampai basah kuyup. Mana pucat begitu wajah mu nak"

Marni menyendok kan nasi untuk Dahlia. wanita itu sangat gembira bisa memasak masakan orang kaya. Setidak nya begitu pikiran nya. Dahlia tersenyum lebar. Lelah yang tadi menggerogoti badan nya, seketika sirna melihat binar wajah ibu nya.

"Oh ya, kapan kita bawa Tania berobat, nak?" tanya Marni di sela sela makan mereka

"Besok ya Bu, kita harus berangkat pagi pagi biar dapat nomer antrian rendah" ucap Dahlia sambil mengunyah makanan nya

Tiba tiba terdengar

"Misi, paket,,!!"

Marni menoleh ke arah Dahlia. Dahlia lalu mengedikkan bahu, pertanda kalah bukan dia yang memesan barang. Lagipula mereka hampir tidak pernah membeli barang secara online. Mungkin tukang paket nya salah, mungkin itu pesanan tetangga, pikir anak dan ibu itu sambil lanjut menyuap..

"paket,! Bu Dahlia! paket dari pak Raditya! CEO,!"

Hampir saja Dahlia tersedak saat kurir itu menyebut nama nya. Apalagi jelas terdengar nama Raditya sekaligus jabatan nya. Dahlia memukul mukul dada nya perlahan lalu berkali kali ia menegak air

Marni segera keluar melewati halaman lalu membuka gerbang kayu.

"Pelan pelan, nak" kata Marni sambil membawa kotak hitam

"seperti ada sapi yang nyangkut di dada ku, Bu"

Marni tersenyum, meskipun ia tidak bisa membaca, pendengaran nya masih cukup bagus menangkap informasi kalau paket itu adalah dari Raditya, pemuda tampan dan kaya itu. Marni menyerah kan paket itu pada putri nya

Dahlia meraih nya lalu membaca deskripsi

Dunia gadget, garansi resmi

Pengirim: Bapak Raditya, CEO

Penerima: Ibu Dahlia

Di situ juga tertulis nama barang, yaitu satu unit handphone dengan merk apel di gigit yang harga nya selangit bagi Dahlia dan su dan di bayar Lunas, bahkan ada keterangan sudah di setting, yang arti nya dia tinggal pakai saja

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!