NovelToon NovelToon
Hamil Anak Para Ceo Kaya

Hamil Anak Para Ceo Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Warning ***+

~~~

Mayang Puspita Sari, seorang lulusan SMP dari kampung, pindah ke ibu kota dengan tujuan menyelamatkan adiknya yang sakit keras dan menopang ekonomi keluarga. Setelah berjuang mencari pekerjaan di kota yang keras, ia akhirnya mendapatkan kesempatan sebagai ibu pengganti - pekerjaan yang memberinya hidup berkecukupan dan biaya pengobatan yang cukup untuk adiknya.

Seiring waktu, Mayang malah merasa senang dengan pekerjaannya karena semua keinginannya tercapai dan bayarannya sangat besar, meskipun ia tidak menyadari bahwa pilihan ini akan membawa konsekuensi emosional dan moral yang tidak terduga nanti.


~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 14

***

Gemerlap lampu kristal di penthouse Mega Kuningan itu tak lagi memancarkan kehangatan bagi Mayang Puspita Sari. Ruangan yang dulu ia bangun sebagai simbol kemerdekaannya dari kemiskinan, kini telah berubah menjadi penjara emas yang paling menyesakkan. Dua bulan telah berlalu sejak kepulangan traumatis mereka dari kampung, dan kini, sebuah cincin emas melingkar di jari manis Mayang sebuah belenggu yang diakui negara dan agama.

Baskara telah berhasil. Ia bukan lagi pria jalanan dengan luka parut yang terpinggirkan. Dengan memanfaatkan jaringan bisnis Mayang, ia bertransformasi menjadi sosok ambisius yang haus kuasa. Dalam waktu singkat, Baskara mengambil alih kendali operasional perusahaan-perusahaan bayangan milik Mayang, menyingkirkan orang-orang kepercayaan Nyonya M, dan menggantinya dengan kaki tangannya sendiri.

Mayang, yang kini hamil tujuh bulan, duduk di kursi ergonomic di ruang kerjanya yang kini lebih sering dikuasai Baskara. Perutnya yang membuncit besar terasa berat, memberikan rasa nyeri di punggung yang tak kunjung hilang. Namun, rasa sakit fisik itu tak sebanding dengan penghinaan yang ia rasakan setiap kali melihat Baskara duduk di kursinya.

"Kau terlihat pucat, Istriku," ujar Baskara sembari menyesap wiski berharga puluhan juta. Ia mengenakan setelan jas custom-made yang membuatnya tampak seperti bangsawan, meski tatapan matanya tetaplah tatapan seekor serigala.

"Kau sudah mengambil semuanya, Baskara. Apa lagi yang kau cari?" tanya Mayang parau. Suaranya kehilangan nada otoritas yang dulu ia banggakan.

Baskara bangkit, berjalan mendekati Mayang dengan langkah yang tenang namun mengintimidasi. Ia meletakkan tangannya di atas perut Mayang, sebuah sentuhan yang membuat Mayang merinding ngeri. "Aku mencari pengakuan mutlak. Aris dan Gunawan sekarang sedang bertekuk lutut di bursa saham. Mereka mengira serangan ini datang dari satu sama lain, tanpa tahu bahwa aku yang memegang kendali atas semua informasi yang kau berikan."

Kehidupan Mayang kini benar-benar berada di bawah telapak kaki Baskara. Ia dilarang keluar tanpa pengawalan ketat dari orang-orang Baskara. Akses komunikasinya dipantau, dan setiap langkahnya dilaporkan. Baskara benar-benar berubah menjadi monster yang jauh lebih licik dari Aris dan Gunawan dikombinasikan.

Suatu malam, ketegangan memuncak saat Baskara kembali membawa kabar kemenangan pribadinya.

"Gunawan baru saja kehilangan kontrak logistik utamanya di Singapura. Aris menuduhnya melakukan sabotase, dan besok mereka akan bertemu di pengadilan," Baskara tertawa puas, suara tawanya memenuhi ruangan yang dingin. "Dan semua ini... berkat kau, Mayang."

Baskara mendekati ranjang tempat Mayang mencoba beristirahat. Ia menarik selimut Mayang tanpa permintaan izin.

"Baskara, tolong... aku lelah. Kandunganku terasa sangat berat malam ini," pinta Mayang dengan mata berkaca-kaca.

"Lelah? Kau adalah Nyonya M yang legendaris, bukan? Wanita yang sanggup melahirkan tanpa bius demi saham," desis Baskara sembari mencengkeram bahu Mayang. "Sekarang kau adalah istriku. Kau punya kewajiban untuk melayaniku, terlepas dari seberapa besar perutmu itu."

"Nghhh... ahhh... Baskara, jangan paksa aku... ini sakit," rintih Mayang saat Baskara mulai mengklaim dominasinya dengan kasar. Tidak ada rasa hormat, tidak ada kelembutan. Baskara menggunakan tubuh Mayang sebagai pelampiasan atas dendam masa lalunya.

"Rintihlah, Mayang! Aku ingin mendengar suara yang sama yang kau berikan pada pria-pria tua itu!" bentak Baskara. "Katakan padaku, siapa yang lebih hebat? Siapa yang sekarang menjadi tuanmu?"

"Kau... ahhh... kau, Baskara... ahh!" Mayang mendesah dalam isak tangis yang tertahan. Setiap pergerakan Baskara terasa menghujam rahimnya yang sudah kaku karena kontraksi palsu. Di tengah rasa sakit itu, Mayang memaku pandangannya pada lampu langit-langit, membayangkan wajah ibunya. Ia melakukan ini agar ibunya tetap bisa tersenyum di kampung, tanpa tahu putrinya sedang diperbudak oleh pria yang dianggapnya pahlawan.

"Bagus. Ingatlah posisi ini saat kau mencoba merencanakan sesuatu di belakangku," bisik Baskara tepat di telinga Mayang yang basah oleh air mata.

Baskara tidak hanya mengandalkan ancaman terhadap keluarga Mayang. Ia ternyata memiliki kartu as yang lebih mematikan. Selama setengah tahun ini, ia secara diam-diam mengumpulkan bukti-bukti keterlibatan Mayang dalam pencucian uang yang dilakukan Aris dan Gunawan.

"Jika kau berpikir untuk berkhianat, ingatlah dokumen ini," ujar Baskara suatu pagi, melempar sebuah map merah ke meja makan. "Jika dokumen ini sampai ke tangan polisi, kau tidak hanya akan kehilangan harta, tapi kau akan melahirkan anak kita di dalam penjara. Dan ibumu... dia akan mati karena malu."

Mayang menatap map itu dengan tatapan kosong. Ia menyadari bahwa Baskara telah menutup semua celah pelariannya. Baskara telah menjadi pemain yang lebih ulung darinya.

"Kau benar-benar monster, Baskara," ucap Mayang pelan.

"Aku belajar dari wanita terbaik di Jakarta," balas Baskara sembari merapikan dasinya. "Hari ini aku akan bertemu dengan perwakilan Aris. Aku akan menawarkan 'perdamaian' dengan syarat dia menyerahkan seluruh aset real estatnya di Jakarta Utara padaku. Dan Gunawan... dia akan segera menjadi bawahanku."

Setelah Baskara pergi, Mayang duduk sendirian di balkon, menatap hutan beton Jakarta. Tangannya mengelus perutnya yang menegang. Di dalam sana, janin Baskara bergerak aktif, seolah merasakan ketegangan ibunya.

"Kau dengar itu, Kecil?" bisik Mayang pada janinnya. "Ayahmu berpikir dia sudah menang. Dia pikir dia sudah mengikatku dengan cincin dan ancaman."

Mayang mengambil sebuah alat perekam kecil yang ia sembunyikan di balik bingkai foto di ruang kerja. Selama berbulan-bulan, ia membiarkan Baskara merasa berkuasa, namun ia diam-diam merekam semua pengakuan Baskara tentang sabotase dan pemerasan yang ia lakukan terhadap Aris dan Gunawan.

"Rintihanku memang tidak gratis, Baskara," gumam Mayang dengan tatapan yang kembali tajam dan mematikan. "Kau mungkin menguasai rumah ini, kau mungkin menguasai tubuhku malam ini, tapi kau tidak pernah menguasai otakku."

Mayang telah menyiapkan rencana pembersihan total. Ia akan membiarkan Baskara menghancurkan Aris dan Gunawan sampai ke akar-akarnya. Ia akan membiarkan Baskara menjadi musuh bersama bagi kedua raksasa itu. Dan saat Baskara merasa berada di puncak dunia—saat ia sedang menantikan kelahiran pewarisnya—Mayang akan menjatuhkan semua kartu as miliknya.

"Dua bulan lagi," bisik Mayang sembari menahan rasa perih di pinggangnya. "Dua bulan lagi, saat aku melahirkan anakmu secara normal... itu akan menjadi pertunjukan terakhir bagi kalian semua. Aku akan memastikan kau, Aris, dan Gunawan masuk ke dalam lubang yang sama."

Nyonya M belum mati. Ia hanya sedang berhibernasi di balik topeng seorang istri yang tertindas. Di balik perut besarnya yang seringkali menjadi sasaran nafsu Baskara, tersimpan rencana yang akan meluluhlantakkan Jakarta. Mayang Puspita Sari siap melahirkan kejatuhan bagi monster yang berani mengancam dunianya.

****

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!