NovelToon NovelToon
Arumi

Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​Dicap sebagai janda rendahan, dipermainkan oleh pria tak bertanggung jawab, dan dicemooh oleh keluarga sendiri karena kemiskinannya, Arumi memiliki segalanya untuk hancur. Namun, Arumi memilih untuk bangkit dari abu.

​Ia mematikan hatinya, menolak bantuan siapa pun, dan bekerja dalam diam hingga namanya disegani.

Saat ia kembali, ia tidak datang untuk memohon. Ia datang untuk menagih setiap air mata yang pernah ia jatuhkan.

​Karena pembalasan yang paling manis adalah kesuksesan yang membuat musuhmu tidak mampu lagi menatap matamu.

Kita Simak Kisah Selanjutnya Di Cerita Novel => Arumi.
By - Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 35

Malam kian larut ketika mobil sedan biru laut milik Bram kembali membelah jalanan kota yang mulai lengang.

Di kursi belakang, Kirana sudah tertidur pulas dengan kepala berbantalkan jaket rajut milik Bram. Tangan kecilnya masih memeluk erat boneka beruang usang, sementara napasnya terdengar teratur, menandakan betapa tenangnya ia malam ini.

Di kursi depan, keheningan yang tercipta terasa sangat berbeda. Tidak ada lagi kekakuan atau kecanggungan yang mencekik. Hanya ada getaran halus yang menenangkan, ditemani suara musik instrumental instrumen piano yang mengalun lirih dari pengeras suara mobil.

Arumi menatap keluar jendela, memandangi lampu-lampu jalan yang berkelebat cepat. Sesekali, matanya melirik pantulan wajah Bram dari kaca spion samping.

Pria itu menyetir dengan satu tangan, sementara tangan lainnya sesekali membetulkan letak kacamatanya. Wajahnya yang diterangi lampu dasbor tampak begitu tenang, memancarkan kedewasaan yang selama ini tidak pernah Arumi dapatkan dari sosok mantan suaminya.

"Terima kasih untuk malam ini, Bram," ucap Arumi memecah keheningan, suaranya melembut, kehilangan seluruh nada barikade pelindung yang biasa ia pasang. "Kirana terlihat sangat bahagia. Aku sudah lama tidak melihatnya tertawa lepas seperti tadi."

Bram menoleh sekilas, lalu tersenyum hangat. "Aku yang berterima kasih, Arumi. Sudah lama sekali aku tidak menikmati makan malam sehangat ini. Biasanya, meja makanku hanya dipenuhi dengan berkas laporan bulanan dan kopi yang sudah mendingin."

Pria itu menjeda kalimatnya sejenak, menginjak pedal rem perlahan saat lampu lalu lintas berubah merah. Ia memutar tubuhnya sedikit ke arah Arumi. "Dan melihatmu bisa tersenyum lepas tadi... itu adalah bagian terbaik dari malam ini."

Jantung Arumi melewatkan satu detakan. Ia buru-buru memalingkan wajah kembali ke jendela, berpura-pura mengagumi ruko-ruko yang sudah tutup di pinggir jalan. Ada rasa hangat yang menggelitik di pipinya.

Arumi kesal pada dirinya sendiri karena begitu mudah tersipu oleh kalimat-kalimat sederhana Bram. Namun di sisi lain, ia tidak bisa membohongi nuraninya bahwa ia menyukai perhatian itu.

Mobil akhirnya berhenti tepat di depan ruko A.R Design. Lampu teras ruko masih menyala, menandakan Mbak Lastri atau Madam Ling setia menunggu kepulangan mereka.

Bram turun terlebih dahulu, bergerak dengan langkah yang sangat cekatan namun lembut untuk membuka pintu belakang.

Ia membungkuk, dengan penuh kehati-hatian mengangkat tubuh mungil Kirana ke dalam dekapannya agar bocah itu tidak terbangun. Kruk kayu kecil milik Kirana disisipkan di bawah ketiaknya sendiri.

Arumi berjalan di samping Bram, menatap bagaimana pria itu memperlakukan anaknya dengan penuh penghormatan. Ketika mereka melangkah masuk ke dalam ruko, Mbak Lastri langsung menyambut dengan wajah lega.

"Aduh, sudah pulang, Bu? Biar Kirana saya yang bawa ke atas, Den Bram pasti capek," bisik Mbak Lastri berniat mengambil alih.

"Tidak apa-apa, Mbak Lastri. Biar saya saja yang antar sampai tempat tidurnya. Tangga ruko ini agak curam, kasihan kalau Mbak Lastri yang gendong," jawab Bram dengan suara berbisik yang sangat sopan.

Arumi menuntun Bram naik ke lantai dua, menuju kamar tidur Kirana yang bernuansa hangat.

Dengan perlahan, Bram meletakkan tubuh Kirana di atas kasur, melepaskan sandalnya, dan menyelimutinya hingga sebatas dada. Ia sempat mengusap rambut Kirana sejenak sebelum berbalik menatap Arumi yang berdiri di ambang pintu.

Mereka berdua berjalan kembali ke ruang tengah lantai dua yang diterangi lampu kuning temaram. Suasana malam yang sunyi membuat setiap detak jarum jam dinding terdengar begitu jelas.

"Kopi? Atau teh?" tawar Arumi, merasa tidak enak jika langsung menyuruh Bram pulang setelah semua kebaikannya.

"Tidak usah, Arumi. Ini sudah hampir jam sepuluh malam, kamu harus beristirahat. Besok adalah hari pertama koleksimu benar-benar dinilai oleh pasar luas setelah berita di online keluar," Bram menolak dengan halus, menunjukkan bahwa ia lebih memedulikan kesehatan Arumi daripada egonya sendiri.

Bram melangkah menuju tangga, namun sebelum turun, ia berbalik sekali lagi.

"Arumi... dinding yang kamu bangun itu, jangan dihancurkan sekaligus jika kamu belum siap. Tapi setidaknya, biarkan aku menjadi orang yang memegang tangga di luar dinding itu, berjaga-jaga jika kamu butuh bantuan untuk melihat keluar."

Setelah mengucapkan kalimat yang begitu puitis namun penuh komitmen itu, Bram mengangguk hormat dan melangkah turun, meninggalkan Arumi yang kembali mematung dengan perasaan yang berkecamuk.

Arumi berjalan ke balkon lantai dua, menatap mobil Bram yang perlahan bergerak menjauh. Ia mencengkeram pagar pembatas besi dengan kedua tangannya.

"Bram... kamu terlalu baik," gumam Arumi lirih pada angin malam. "Dan kebaikanmu membuatku takut untuk kembali menjadi lemah."

...----------------...

To Be Continue ....

1
Dew666
💝💝💝💝
Patrish
kalau sudah mekar merona..pasti banyak semut yang datang...
enak saja mau minta gabung gabung..ngaca Buuu
Dew666
👄👄👄👄
Patrish
tulang selangka..itu bahu
tulang selangkang...itu diantara paha
beda ya thor..
Patrish
sudahlah Arumi...buka pelan pelan pintunya...tanpa suara derit...supaya semua tetap nyaman...
Patrish
Kirana permpuan kan ya?
Dew666
🪭🪭🪭🪭
Patrish
ayook Arumi....semangat.....ada pengagum baru..semangat❤❤
Patrish
Reza licik...menyerang anaknya sendiri
Yunita Asep
sudah tamatkah., ?
Yunita Asep
lanjuttkaaannn...
Yunita Asep
lanjuutt...
Yunita Asep
siiaaapp...
Yunita Asep
lanjuutt...
Yunita Asep
hebat euy.. Arumi... semangaatt..!!
Yunita Asep
woww kerreenn.. Arumi... lanjuutt...
Yunita Asep
thorr.. punya dendam ap y DindaRini kok julid amat gitu.. am Arum...
Yunita Asep
ah gk sanggup terus bcnya... thorr... tapi penasaran....
Yunita Asep
ya Allah sedihnya...
Yunita Asep
kasian Arumi thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!