NovelToon NovelToon
DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Lansia / Duda / Cintamanis / Menikah Karena Anak / CEO
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Amanda, wanita tangguh yang "terjebak" oleh bakti. Di usianya yang sudah sangat matang, ia menutup rapat pintu hatinya. Takut suaminya nanti tidak sanggup menerima paket lengkap kehidupannya yang rumit. Ayahnya yang renta dan adiknya yang istimewa.

Dirga Wijaya, seorang pria kaya merupakan ayah dari mantan muridnya. Berlidah tajam, seringkali melontarkan kritik yang menyinggung perasaan, membuat keduanya kerap terlibat perdebatan.

​Saat kehidupan tenang Amanda terusik oleh kemunculan kembali mantan kekasihnya yang obsesif dan mulai melakukan tindakan kriminal, Dirga Wijaya menawarkan pernikahan kontrak.

Dirga mendapatkan status "menikah" demi putrinya, sementara Amanda mendapatkan perlindungan bagi ayah serta adiknya.

​Di bawah atap yang sama, Akankah pernikahan itu terus berlanjut, atau terputus ketika masa kontrak berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

.

Sore hari menjelang jam pulang kerja, Dirga Wijaya mengendarai mobilnya seorang diri, menolak diantar oleh asisten Kevin. Pria itu memegang setir dengan satu tangan, matanya menatap lurus ke depan, menginjak pedal gas lebih dalam menuju cabang perusahaan Wijaya Corp yang kini dipimpin oleh Putri.

Entah sudah berapa lama ia tak menghabiskan waktu berdua saja dengan putrinya akibat kesibukan masing-masing. Hari ini, Dirga ingin mengulang kembali masa-masa di mana mereka masih bisa duduk bersama, berbagi cerita, memeluk putrinya yang tak pernah bersikap manja.

Di dalam ruang kerjanya, Putri duduk termenung di balik meja kerjanya, menatap bingkai foto kecil yang tergenggam erat di tangannya dengan mata berkaca-kaca. Di sana, terlihat wajah tampan Ega yang tersenyum lebar bersamanya, sebuah kenangan manis yang kini harus ia simpan jauh di dalam hati demi menjaga perasaan ayahnya.

Tiba-tiba...

CEKLEK!

Pintu ruangan terbuka dari luar memecah lamunan Putri. Gadis itu tersentak dan siap melayangkan omelan.

"Lusi! Apa-apaan kamu ini?! Lupa cara ketuk pintu, atau…?!”

Putri menghentikan ucapannya ketika dia mengangkat wajah dan ternyata sosok yang masuk tanpa permisi ke dalam ruangannya bukanlah Lusi.

“ Ayah…?” seru Putri terkejut karena ternyata yang masuk ke ruang kerjanya adalah ayahnya. Tangannya secara reflek menarik laci meja kerja nya dan memasukkan bingkai kecil yang tadi ia pegang kedalamnya lalu menutup kembali dengan cepat.

"Ayah kesini jemput Putri? Kenapa tidak bilang dulu?"

Dirga tidak langsung menjawab. Pria itu melangkah masuk sambil memperhatikan tingkah putrinya dengan kening berkerut. Insting nya yang tajam mengatakan seperti ada sesuatu yang putrinya takut terlihat olehnya. Tapi apa? Selama ini putrinya tak pernah main rahasia.

"Ayah cuma ingin mengajakmu jalan-jalan sebelum pulang. Sudah lama kan kita tidak pergi berdua?”

Dirga memasang senyum lebar seolah tak melihat apapun. Namun, matanya yang awas mengedar, dan seketika ia menyadari sesuatu yang hilang. Biasanya di sudut meja di samping laptop Putri, terpajang foto Putri bersama Ega. Namun kini, tempat itu kosong. Hati Dirga bagai diremas kuat. Putrinya menyimpan rapat cintanya demi dia.

Dirga menatap wajah putrinya yang kini mulai dewasa. Sebuah kesadaran tiba-tiba menghantam pikirannya begitu keras. Jika dirinya selalu terlihat tak bisa move on, maka selama itu pula putrinya tidak akan pernah melanjutkan hubungan dengan Ega.

Putri mengangguk. Memang benar, semenjak dirinya resmi memegang perusahaan, waktu untuk me time bersama sang ayah benar-benar tersita.

“Ke mana, Yah?” tanya Putri antusias.

“Ke mana saja, setelah itu lanjut makan malam di luar. Bagaimana menurutmu?”

“Setuju!”

"Ya sudah, ayo segera berkemas,” ajak Dirga cepat.

Putri segera berdiri dari duduknya dan mulai membereskan berkas-berkas dokumen yang berceceran di atas meja kerjanya, menyusunnya rapi lalu memasukkannya ke dalam map. Tak lupa ia memasukkan ponsel, power bank nya ke dalam tas. Keduanya lalu keluar bersama dengan dirga yang berjalan sambil merangkul pundak putrinya.

*

*

*

"Put..." panggil Dirga ketika mereka tengah dalam perjalanan.

Putri yang semula menatap ke depan sambil bersenandung kecil, spontan menoleh ke arah ayahnya. “Iya, Yah?” tanyanya.

"Bagaimana pendapatmu tentang Bu Amanda?"

Putri sontak mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut ayahnya. Ia memiringkan kepala, mencoba membaca maksud di balik tatapan ayahnya.

"Bu Amanda?" ulangnya memastikan. "Dia wanita yang baik, Yah. Putri kan sudah pernah cerita beliau itu guru yang paling baik sama Putri pas di SMA? Kenapa tiba-tiba Ayah bertanya soal beliau?" tanya Putri balik dengan penuh rasa penasaran.

Mendengar pertanyaan balasan itu, Dirga tiba-tiba menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan. Sikapnya berubah drastis, wajah yang biasanya selalu datar dan berwibawa itu kini terlihat kaku.

"Menurut Ayah... Amanda juga orang yang baik,” ucap Dirga sambil tersenyum seolah-olah sedang malu-malu, lalu memalingkan wajah ke arah luar jendela, seakan takut putri melihat wajahnya.

Putri semakin mengerutkan kening melihat ayahnya yang seperti salah tingkah. “Ini serius Ayah lagi muji Bu Manda?” batinnya tak percaya. Pasalnya selama ini ayahnya selalu bersikap kasar bahkan julid pada bu Manda. Dan… apa ini? Kenapa ia melihat ayahnya seperti sedang tersipu malu?

Apa yang membuat ayahnya tiba-tiba berubah? Apa karena apa yang dilakukan Bu Manda dan anak-anak asuhnya untuk ibunya tadi malam? Atau memang ayahnya mulai menyadari bahwa gurunya itu memang orang baik?

Suasana di dalam mobil terasa semakin aneh bagi Putri. Putri sesekali melirik wajah Ayahnya yang tampak lebih rileks bahkan bersiul kecil. Sesuatu yang tak pernah ia lihat selama ini.

Tiba-tiba, tangan Dirga yang memegang setir menekan tombol layar sentuh di dasbor, lalu ia menoleh sedikit ke arah Putri dengan tatapan yang terlihat serius namun ada sedikit harap di dalamnya.

"Oh iya, Put?" panggilnya antusias.

"Iya, Yah?" jawab Putri cepat.

"Bagaimana kalau... “ Dirga menggantung ucapannya seolah ragu untuk bicara.

Sementara Putri masih menatap ayahnya menunggu apa yang ingin diucapkan oleh ayatnya.

“Bagaimana kalau kita mengajak Bu Amanda makan malam bersama sekalian?"

Mata Putri sontak membelalak lebar, mulutnya sedikit terbuka karena syok, sama sekali tidak menyangka dengan usulan itu.

"Ajak... Bu Manda? Ayah serius?” tanya Putri memastikan telinganya tidak salah dengar.

Dirga mengangguk cepat, "I– iya. Sesekali gak papa, kan? Karena dia teman Putri, maka akan jadi teman Ayah juga,” jawab Dirga memberi alasan, tapi kemudian kembali memalingkan wajahnya ke arah jendela samping seolah sedang berusaha menyembunyikan rasa gugup.

“Kamu punya nomornya Bu Manda, kan?” tanya Dirga tanpa menoleh. Lebih tepatnya masih pura-pura menyembunyikan wajah. “ Sana hubungi dia. Suruh langsung ke restoran favorit kita!”

Putri mengangguk menatap punggung tangan Ayahnya, lalu ke wajah Ayahnya yang berusaha terlihat santai. Sebuah senyum tipis mulai terbentuk di bibir Putri, dan di benaknya muncul sebuah dugaan besar yang membuat jantungnya berdegup kencang.

“ Apakah mungkin… Ayah memang mulai menaruh hati pada Bu Amanda?”

.

1
Ummee
kartini... kartini... namamu spt nama pahlawan wanita Indonesia, tapi sifatmu sangat jauh dari kata pahlawan
Aditya hp/ bunda Lia
Kartini bin Kartono pede kamu tingkat khatulistiwa yah .... gak mungkinlah tuan Dirga mau Sama kamu
Dwi Anto
sebenarnya..othor sk gantung2 cerita
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: memang saran dari editor seperti itu kak. haru ada cliffhanger🤭🤭
total 1 replies
dewi rofiqoh
Apa ya jawaban bu manda?
Ummee
sebenarnya... kak author mau istirahat dulu, jadi sabar dulu ya Ayah 😅
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: aseek aseek.. ..
yuk nyakain kipasnya Umi, 🤗🤗
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Aditya hp/ bunda Lia
sebenarnya .... nanti ajah yah pak dikasih tau pas mama up lagi 🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: wk wk wk🤣🤣🤣
total 1 replies
Ummee
dasar stres, kamu memang cinta atau mah memanfaatkan?
tapi kalo cinta kok memaksa
Ummee
baru bisa mampir kak🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: gpp, Umi. semoga betah ya
total 1 replies
Ummee
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
tanpa filter sekali pak
vania larasati
lanjut
Nar Sih
bnr bangett apa kata mu kevin ,pasti nanti kwalat
〈⎳ FT. Zira
lagi kesambet/Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
co cwiiiittt
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
harusnya td pasang kamera tersembunyi
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
karena*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
memilih*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mungkin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
untuk* dibuang aja, nyempil. 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
Dahi Amanda sedikit berkerut, lalu ia segera menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya,

menurutku lebih pas.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama lah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!