NovelToon NovelToon
Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

cinta pertama jaman aku SMP sulit sekali aku lupakan... kenangan manis nya masih sama dan luka semasa SMA juga yang sulit aku lupa.. hingga suatu hari sahabat terdekat yang dari lahir udah barengan sama aku! kenalkan aku sama dia.. Tutor nakal ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Author pov.

Malam di Jakarta selalu punya cara untuk menyembunyikan rahasia, tapi tidak bagi Jelita. Di dalam kabin Porsche hitam yang kedap suara, rahasia itu justru berteriak kencang di dalam kepalanya. Jelita duduk membeku, jemarinya bertaut erat di atas pangkuan, sementara matanya tak lepas menatap profil samping pria yang sedang mengemudi di sebelahnya.

Langit. Nama itu baru saja masuk ke hidupnya, tapi wajahnya... wajah itu adalah kutukan yang sudah menghantuinya selama tujuh tahun.

Setiap kali Langit menoleh, setiap kali rahang tegas itu mengeras saat ia berkonsentrasi pada jalanan, Jelita merasa seperti ditarik paksa kembali ke koridor SMP tujuh tahun lalu. Dia melihat Yayan di sana. Dia melihat sosok berandalan sekolah yang wangi permen karet, sosok yang membuatnya tercor kaku di perpustakaan. Kemiripan mereka bukan sekadar kebetulan; itu adalah lelucon paling kejam yang pernah dibuat semesta untuk menguji kewarasan Jelita.

Namun, ada satu hal yang tidak diketahui oleh pria di sampingnya, Langit sama sekali tidak sadar bahwa dia adalah reinkarnasi dari sebuah trauma.

Bagi Langit, Jelita hanyalah seorang gadis 20 tahun yang aneh. Seorang mahasiswi cantik yang entah kenapa selalu memasang tembok beton setinggi langit di hadapannya. Langit hanya tahu bahwa setiap kali mereka bertatapan, Jelita akan bengong dalam waktu lama, menatapnya dengan tatapan kosong yang penuh luka, seolah-olah sedang melihat hantu di balik wajahnya.

"Lo bengong lagi, Jee," suara Langit memecah keheningan, berat dan penuh otoritas. "Gue tahu gue ganteng, tapi tatapan lo itu kayak lagi ngelihat orang mati. Ada apa sih di balik tembok tinggi lo itu?"

Jelita tersentak. Dia memalingkan wajah ke arah jendela, melihat rintik hujan yang mulai membasahi kaca Porsche hitam itu. "Bukan urusan lo, Langit. Fokus aja nyetir."

Langit tertawa kecil, tawa yang penuh dengan aroma kenakalan. Dia tidak tahu bahwa setiap tawa yang keluar dari mulutnya adalah belati yang mengiris memori Jelita. Langit hanya melihat Jelita sebagai tantangan. Sebagai sebuah benteng yang harus diruntuhkan dengan cara apa pun, bahkan jika harus dengan cara yang paling sesat sekalipun

Porsche itu berhenti di depan gerbang kos Jelita. Mesinnya masih menderu halus, menciptakan getaran yang entah kenapa merambat hingga ke ulu hati Jelita. Di bawah temaram lampu jalan, Langit mematikan mesin, membuat suasana mendadak menjadi sangat intim dan mencekam.

"Gue nggak suka ditolak, dan gue nggak suka diabaikan," gumam Langit. Pria itu melepas sabuk pengamannya, lalu mencondongkan tubuh ke arah Jelita.

Aroma parfum Langit menyerang indra penciuman Jelita. Bukan bubble gum. Ini adalah wangi pria dewasa yang mahal, campuran antara kayu-kayuan dan aroma maskulin yang mengundang bahaya. Jelita ingin mundur, tapi punggungnya sudah tertahan pintu mobil. Dia terperangkap dalam radius satu meter yang dulu selalu ia jaga, namun sekarang radius itu telah hancur berkeping-keping.

Tanpa peringatan, Langit meraih tengkuk Jelita.

Cup.

Bibir Langit mendarat dengan telak di atas bibir Jelita. Itu adalah ciuman pertama Jelita sesuatu yang ia jaga dengan penuh ketakutan selama dua dekade. Sentuhan itu panas, menuntut, dan penuh dengan dominasi yang belum pernah dirasakan Jelita sebelumnya.

Jelita membeku. Saraf-sarafnya mengalami kelumpuhan total. Di dalam kepalanya, bayangan Yayan yang kaku mendadak tumpang tindih dengan sosok Langit yang agresif. Dia ingin melawan, tapi tubuhnya justru mengkhianatinya. Ada rasa aneh yang menjalar, sesuatu yang terasa salah tapi sekaligus membebaskan.

Saat Langit menarik diri, dia tidak menunjukkan raut penyesalan. Dia justru menatap bibir Jelita yang sedikit bengkak dengan tatapan penuh kemenangan.

"Gila... lo kaku banget sih, Jee! Lo beneran kayak patung yang ditaruh di dalam mobil gue," ejek Langit sambil menyeringai nakal.

Jelita merasa harga dirinya diinjak-injak. Air mata kemarahan mulai menggenang di sudut matanya, tapi dia menahannya kuat-kuat. "Lo... lo ngambil ciuman pertama gue, Nyet! Siapa juga yang mau tutor sesat kayak lo?!"

Langit justru tertawa terbahak-bahak, suara tawanya memenuhi kabin mobil mewah itu. Bagi Langit, fakta bahwa dia adalah yang pertama bagi Jelita adalah sebuah bonus besar. Dia sama sekali tidak tahu bahwa kemarahannya bukan hanya soal ciuman itu, tapi soal bagaimana Langit baru saja menodai memori murni yang selama ini Jelita simpan untuk si hantu masa lalu

"Oh, jadi gue yang pertama? Pantesan payah," Langit mendekatkan wajahnya lagi, membuat Jelita menahan napas. "Denger ya, Jelita. Karena lo payah, maka gue akan jalankan peran gue sebagai tutor. eh.. maksud gue sebagai pacar, Gue bakal ajarin lo gimana caranya menikmati hidup, gimana caranya berontak, dan gimana caranya ciuman yang bener. Gue nggak mau punya pacar yang tiap disentuh langsung kaku kayak dicor." klaim sepihak langit yang membuat jelita speechless

"Gue bukan pacar lo!" sergah Jelita.

"Gue nggak nerima penolakan, inget?" Langit mencubit dagu Jelita dengan gemas. "Sini, pelajaran pertama jangan tahan napas lo."

Langit kembali menciumnya. Kali ini lebih dalam, lebih menuntut respon. Dia sengaja bermain dengan lidahnya, memancing Jelita untuk keluar dari zona nyamannya. Dia mengajari Jelita cara membalas, cara melepaskan kendali, dan cara merasakan sensasi yang selama ini dilarang oleh aturan-aturan kaku di rumahnya.

Jelita merasa lumpuh. Bukan karena takut, tapi karena dia mulai kehilangan pegangan pada realita. Di dalam Porsche hitam itu, dia mulai lupa siapa itu Yayan. Dia mulai lupa pada lorong Gedung C yang penuh air mata. Yang ada hanyalah Langit pria nakal yang sedang menghancurkan seluruh dunianya dengan cara yang paling gila.

Setelah apa yang terasa seperti keabadian, Jelita berhasil mendorong dada bidang Langit. Napasnya memburu, wajahnya merah padam seolah baru saja terbakar. Tanpa kata, dia meraih tasnya dan membuka pintu mobil dengan gerakan panik.

"Dasar gila! Tutor sesat!" teriaknya sebelum membanting pintu Porsche itu dengan keras.

Jelita berlari masuk ke dalam gerbang kosnya, mengabaikan teriakan tawa Langit yang masih menggema di jalanan sepi itu. Dia terus berlari hingga mencapai kamarnya, mengunci pintu, dan merosot jatuh ke lantai. Tangannya menyentuh bibirnya yang masih berdenyut.

Di luar sana, suara raungan mesin Porsche hitam itu terdengar menjauh, meninggalkan keheningan yang menyesakkan. Jelita memejamkan mata, dan bayangan Yayan kembali muncul. Tapi anehnya, bayangan itu mulai memudar, digantikan oleh senyum nakal Langit dan aroma parfum maskulin yang masih menempel di bajunya.

Langit tidak tahu dia mirip dengan seseorang di masa lalu Jelita. Dan mungkin, itu adalah hal yang bagus. Karena dengan ketidaktahuannya, Langit bisa memperlakukan Jelita tanpa beban, tanpa rasa kasihan, dan tanpa ragu untuk menghancurkan tembok tinggi yang selama ini justru menyiksa Jelita sendiri.

Jelita berdiri di depan cermin, menatap dirinya yang berantakan. Dia tahu, mulai malam ini, hidupnya tidak akan pernah sama lagi. Dia telah bertemu dengan sang Tutor Nakal, dan meskipun dia menyebutnya sesat, Jelita tahu bahwa dialah satu-satunya orang yang mampu membuat cor-coran di hatinya retak dan hancur berkeping-keping.

Pertemuan ini mungkin adalah sebuah kesalahan, tapi bagi Jelita, ini adalah kesalahan paling indah yang pernah ia lakukan dalam 20 tahun hidupnya.

1
Vike Kusumaningrum 💜
Gimana ceritanya itu, maksapun kamu udah telat Yan, Langit udah jauuuuh merubah Jelita, bahkan udah icip2 jg. lah kamu ???

susah jadi dirimu Jee. mana sodaraan pula. 🤦‍♀️
jhiee: kedua nya boleh gak beb😭😭😭 soalnya aku aja dilema.. mau milih siapa🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
akan kan mereka bertemu ??

hohoho jawbanya ada di tangan kk author tercinta ini 🤣🤣🤣
jhiee: hahaha rahasia🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
🤣🤣🤣🤣masih jadi misteri , kucing agen rahasia 🤣🤣🤣
Desy Bengkulu
ngakak aku baca nya kak dari awal sampek yg ini , makan kurma si langit ngajarin yg enggak² berjung uji nyali kesabaran , tapi bagus sih, si langit bisa jaga kehormatan jelita
jhiee: sebenarnya ini novel harus di kasih label 21+ 🤣 karena ini gendre nya agak beda dari yang lain😭kalau di novel lain lebih mementingkan etika kalau di sini trabas aja🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!