NovelToon NovelToon
Hush, My Love

Hush, My Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Percintaan Konglomerat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di mata dunia, Michael Brown atau Kay adalah pewaris tunggal Brown Group yang angkuh dan bad boy penggila balap liar. Namun, di balik gelar playboy palsunya, Kay menyimpan rahasia: ia telah lama memperhatikan Paris Desmon, gadis pendiam yang menjadi satu-satunya ketenangan di tengah kepalsuan sekolah elit mereka.
Dunia Kay terguncang saat ia mengetahui bahwa sahabatnya, Luciano Russo, menjadikan Paris sebagai objek eksperimen emosional demi memuaskan rasa penasaran liar Max. Kay terpaksa menyaksikan dari bayang-bayang saat Luciano berbohong telah meniduri Paris hanya demi gengsi, sementara Paris sendiri tetap tulus mencintai Luciano tanpa tahu dirinya sedang dipermainkan.
Terjebak dalam kode etik persahabatan dan rasa sesak melihat gadis yang ia kagumi dirusak secara mental, Kay menghadapi pilihan sulit: Tetap diam sebagai penonton yang dingin, atau menghancurkan reputasi "Tiga Pilar" demi menyelamatkan Paris dari kehancuran yang direncanakan sahabatnya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

Malam semakin larut di Manhattan, namun bagi dua remaja yang sedang dimabuk asmara sekaligus didera kecemasan, kantuk adalah musuh. Paris baru saja hendak merebahkan tubuhnya saat ponselnya bergetar.

Sebuah notifikasi yang tidak biasa muncul di layar: Luciano Russo invites you to a video call.

Paris tersentak. Selama hubungan mereka, Luciano yang kaku dan dingin lebih suka berkomunikasi lewat teks yang singkat dan padat. Ini adalah pertama kalinya sang jenius itu meminta panggilan video. Dengan jantung berdebar, Paris membetulkan rambutnya sebentar lalu menekan tombol hijau.

Layar ponselnya menampilkan wajah Luciano. Pencahayaan di kamarnya temaram, namun Paris segera menyadari ada sesuatu yang salah.

"Babe..." suara Luciano terdengar lebih parau dari biasanya.

"Hm?" Paris mendekatkan wajahnya ke layar, mencoba memicingkan mata. "Lucian? Ini pertama kalinya kau melakukan video call. Ada apa? Kau merindukanku?"

Luciano tersenyum tipis, sebuah senyum yang tampak dipaksakan. "Aku selalu merindukanmu. Tapi... kau mau lihat bibir kekasihmu?"

Paris tertawa kecil, pipinya merona. "Jangan mesum, Lucian. Ini sudah malam."

"Tidak, sayang... lihatlah baik-baik," Luciano mendekatkan ponselnya ke wajah, mengarahkan kamera tepat ke sudut bibirnya yang pecah dan membiru, serta rahangnya yang tampak bengkak.

Napas Paris tertahan. Tawanya hilang seketika, digantikan oleh rasa perih yang menjalar ke dadanya. "Itu kenapa? Ya Tuhan, Lucian! Kau berkelahi? Siapa yang melakukannya?"

Luciano bersandar pada kepala ranjangnya, menatap Paris dengan tatapan yang sangat lembut—tatapan yang hanya ia berikan pada gadis itu di balik pintu tertutup. "Ini hadiah dari Daddy karena aku mengakui hubungan kita secara publik hari ini, babe."

Mata Paris berkaca-kaca. Ia merasa sangat bersalah. "Ini karena aku? Kenapa kau tidak memberitahuku? Seharusnya kau tidak perlu memaksakan diri jika itu membuatmu terluka seperti ini."

"Sshhh... jangan menangis," bisik Luciano, jarinya seolah ingin menyentuh wajah Paris melalui layar. "Luka ini tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa takutku jika kau pergi. Sakitnya hanya di kulit, tapi hatiku jauh lebih tenang sekarang karena seluruh dunia tahu kau milikku. Kau tahu, Paris? Angka dan rumus tidak pernah salah, tapi kau adalah satu-satunya variabel yang membuatku berani menentang hukum logikaku sendiri."

Paris menyeka air matanya. "Kau gila, Luciano Russo. Sangat gila."

"Aku hanya gila padamu," sahut Luciano dengan nada dingin khasnya yang kini terdengar sangat romantis. "Tidur yang nyenyak, Paris. Jangan mimpikan luka ini, mimpikan saja saat kita berdansa tanpa ada mata yang mengawasi. Aku mencintaimu."

Di sisi lain kota, di sebuah butik mewah di kawasan Fifth Avenue yang sengaja dibuka lembur hanya untuk seorang pelanggan eksklusif, suasana jauh dari kata romantis.

Kay berdiri di tengah butik dengan tangan bersedekap, matanya yang merah menunjukkan tingkat frustrasi yang sudah mencapai titik didih. Di depannya, Rebecca Smith sedang asyik mematut diri di depan cermin besar, mencoba syal bulu kelima yang ia minta.

Sudah tujuh jam Kay mengikuti Rebecca berbelanja. Dari tas tangan hingga sepatu hak tinggi yang harganya setara dengan satu unit mobil menengah, Kay sudah merasa seperti pelayan kelas rendah. Amarahnya pada Luciano, rasa kecewanya pada Paris, dan kelelahan fisiknya meledak saat itu juga.

Kay melangkah menuju rak pajangan khusus di sudut butik—area yang menyediakan koleksi lingerie sutra dan renda paling provokatif. Tanpa melihat ukuran atau modelnya, Kay menyambar hampir tujuh sampai delapan potong lingerie transparan dengan berbagai warna: hitam legam, merah darah, dan putih gading.

Ia berjalan tegap menuju kasir, melemparkan tumpukan pakaian dalam itu ke atas meja marmer dengan kasar, lalu menyodorkan kartu kredit hitamnya.

"Bungkus semuanya. Sekarang," desis Kay pada karyawan butik yang hanya bisa tersenyum canggung sambil gemetar.

Rebecca, yang menyadari aksi tiba-tiba itu, tertegun di tempatnya. Ia berjalan mendekati Kay, wajahnya yang biasanya angkuh kini tampak sedikit memerah—bukan karena marah, tapi karena rasa malu yang jarang ia rasakan. Ia menatap tumpukan lingerie tipis itu, lalu menatap Kay.

"Apa yang kau lakukan, Brown?" tanya Rebecca, suaranya sedikit tertahan.

Kay menoleh, menatap Rebecca dengan tatapan tajam yang seolah menelanjangi harga diri gadis itu. "Kau bilang kau ingin aku menemanimu belanja sampai kau puas, kan? Aku sudah muak melihatmu memilih syal. Karena kau terus bersikap seolah kau adalah penguasa hidupku hari ini, ambillah ini. Pakai semuanya jika itu bisa membuatmu diam."

Rebecca merasa seperti ditelanjangi habis-habisan di depan para karyawan butik. Sebagai seorang mantan atlet Olimpiade yang selalu menjaga citra kuat dan berwibawa, dipaksa menerima tumpukan pakaian dalam seksi oleh seorang pria di tempat umum adalah penghinaan sekaligus intimidasi yang sangat intim.

"Apa kau tidak tahu apa arti memberikan lingerie pada seorang wanita, Kay?" suara Rebecca bergetar pelan.

"Aku tidak peduli," sahut Kay ketus saat menerima kembali kartunya. "Aku hanya ingin hari ini berakhir. Jika kau ingin bertingkah seperti wanita murahan yang haus perhatian dengan menyeretku ke sana kemari, setidaknya pakailah sesuatu yang sesuai dengan sikapmu."

Kay menyambar kantong belanjaan itu dan menyodorkannya ke dada Rebecca dengan kasar. "Ayo pulang, Smith. Sebelum aku kehilangan akal dan menabrakkan mobilku lagi, tapi kali ini denganmu di dalamnya."

Rebecca terdiam, memeluk kantong berisi pakaian dalam sutra itu dengan erat. Untuk pertama kalinya, si mulut pedas Rebecca Smith kehilangan kata-kata. Ia melihat punggung Kay yang berjalan keluar menuju parkiran, menyadari bahwa pria di depannya ini bukan lagi sekadar "adik kelas yang malang", melainkan badai yang siap menghancurkan apa saja karena hatinya sendiri telah hancur berkeping-keping.

Malam itu, di New York, satu cinta semakin kuat dalam luka, sementara satu kebencian mulai tumbuh menjadi obsesi yang berbahaya di balik bungkusan renda mewah.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Pria Sejati hrs sperti ini, cukup 1, Selamanya 👍👍👍
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Yeee, Akhirx, Resmi Smua, Bareng 🥳🥳🥳
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Ikut happy utk 2 pasangan ini ❤️🤗😘
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Skrng, Mreka berdua, manis mlulu, auto diabetes ini 🤭🤭🤭
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Kini saatnya Arthur yg berjuang utk Cinta ny 🙈🙈🙈
ros 🍂: Nah benar Kak 🤭😍
total 1 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Kn adem klo liat gini ❤️🤗😘 ... Apa otw dresmikn aja y, biar gk kburu 🙈🙈🙈
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Mommy Paris, itu Putra mu udh 'nakal' 🙈🙈🙈
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Cama², Ade ❤️🤗😘 ... Lnjt Arthur 🤭👍🥳
total 6 replies
Sany Indah
berharap Paris sama Kay meski bermulut pedas tp cintanya ke Paris tulus
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
hi hi licik demi honey, gk pa² deh 🤭🤭🤭
ros 🍂: Hahaha🤣🥰
total 3 replies
winpar
sdih bgt kisah mereka😥
winpar
Thor ceritanya bikin mewekkkk😥😥
lnjut Thor yg bnyk yh 🥰😍
ros 🍂: Ashiaapp 🤭🥰
total 1 replies
Sany Indah
ceritanya menarik
ros 🍂: ma'aciww 🥰
total 1 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Klo Jodoh, pasti ada jalan ny 😔😔😔
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Iya, Ade ❤️🤗😘
total 2 replies
winpar
akhirnya nana bertemu jg 🥰😍
winpar
thot knp hri ini upnya dikit bgt. pdhl ceritanya seru bgt?
ros 🍂: Maaf ya kak, Sedang kurang sehat, hehehe🙏
total 1 replies
winpar
smngt thorrrr💪💪💪💪 ceritamu selalu bgus
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
waw bgmnakh klnjutanya????
winpar
selalu happy akhir ceritanya 😍🥰
ros 🍂: iya kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
winpar
ceritanya bgus bangettt😍🥰
ros 🍂: ma'aciww kak 🥰
total 1 replies
winpar
mkin seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!