NovelToon NovelToon
The Future With My Grumpy Neighbor

The Future With My Grumpy Neighbor

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Time Travel / Menikah dengan Musuhku / Enemy to Lovers / Slice of Life
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Jangan dekat-dekat cowok lain, Cebol. Kau itu tanggung jawabku!"
Bagi Anvaya Dinakara, Narev Elvaro adalah tetangga raksasa setinggi 192 cm yang paling menyebalkan. Narev selalu mengawasi Vaya, melarangnya berteman dengan pria lain dengan alasan "menjaga titipan orang tua".
Namun, satu insiden di malam kelulusan melempar mereka sepuluh tahun ke masa depan. Vaya terbangun bukan di kamarnya, melainkan di pelukan Narev dewasa yang sangat memujanya. Lebih gila lagi, ada seorang bayi cantik bernama Miciella Aracelli yang memanggil mereka "Mama" dan "Papa".
Terjebak dalam pernikahan masa depan yang manis, mampukah mereka kembali ke masa lalu saat status mereka masih "musuh bebuyutan"? Atau justru Narev akan melakukan segala cara agar masa depan itu menjadi nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Pelabuhan Terakhir

[POV: Vaya]

Lampu tidur di kamar Mici meredup, menyisakan pendar keemasan yang tenang. Aku baru saja selesai membacakan buku dongeng Rapunzel—favorit Mici—untuk yang ketiga kalinya malam ini. Miciella tampak sangat pulas, jemari mungilnya masih menggenggam ujung piyamaku seolah takut aku akan menghilang jika dia melepaskannya.

Saat aku hendak berdiri dan menyelimutinya, dunia di sekitarku kembali hening. Suara hati Mici bergema, kali ini begitu lembut, seperti melodi pengantar tidur yang paling jujur.

“Aku mau Mama dan Papa bersama selamanya... Mama tidak pergi lagi dengan temannya yang membuat Papa berubah jadi monster...”

Duniaku serasa berhenti berputar. Kalimat itu menghujam jantungku. Jadi selama ini, di mata Mici, Rian adalah sosok yang mengubah ayahnya menjadi sosok yang menakutkan?

“Mici senang sekali Mama berubah. Sekarang Mama suka bermain dengan Mici, bacain dongeng Rapunzel kesukaan Mici... Mama terimakasih...”

Sebelum benar-benar larut dalam tidurnya, bibir mungil itu bergerak tanpa suara, namun telingaku menangkap gumaman lirih yang nyata. "Mama... maacih..."

Aku mengecup keningnya lama, membiarkan air mataku jatuh satu-satu. "Sama-sama, sayang. Mama yang berterima kasih karena kamu masih mau memaafkan Mama."

...****************...

Aku melangkah keluar dari kamar Mici, berjalan menuju ruang kerja Narev dengan perasaan yang mantap. Pintu kayu jati itu sedikit terbuka. Aku masuk tanpa mengetuk, melihat Narev yang sedang duduk membelakangi pintu, menatap jendela besar yang menampilkan gemerlap lampu kota.

Aku mendekat, lalu tanpa kata, aku duduk di pangkuannya. Narev tersentak, tangannya refleks menangkap pinggangku agar aku tidak terjatuh. Matanya yang lelah menatapku dengan keraguan yang dalam.

"Vaya? Ada apa? Mici sudah tidur?" tanyanya, suaranya sedikit parau.

Aku tidak menjawab dengan kata-kata. Aku langsung melingkarkan lenganku di lehernya, membenamkan wajahku di pundaknya yang lebar. Aku terisak, membiarkan kemeja mahalnya basah oleh air mataku.

"Narev... maafkan aku," bisikku sesenggukan. "Aku jahat banget, ya? Aku selama ini jadi ibu yang buruk buat Mici. Aku menyia-nyiakan kalian berdua hanya untuk mencari sesuatu yang bahkan aku sendiri nggak tahu kebenarannya."

Narev terdiam. Aku bisa merasakan tubuhnya yang tegang perlahan mulai rileks. Dia menghela napas panjang, lalu membalas pelukanku dengan kekuatan yang seolah ingin menyatukan tubuh kami.

"Vaya, jangan bicara begitu. Aku yang salah karena memaksamu di awal—"

"Enggak, Narev. Aku dengar suara hati Mici tadi," aku memotong kalimatnya, mendongak menatap matanya yang kelabu. "Dia takut aku pergi lagi. Dia menyebut Rian sebagai orang yang membuat ayahnya jadi monster. Aku merasa sangat bersalah sudah membiarkan anak sekecil itu merekam trauma seberat itu."

Aku kembali menyandarkan kepalaku di pundaknya, menghirup aroma lehernya dalam-dalam. Aroma sandalwood dan sedikit wangi maskulin yang tajam—bau yang tidak pernah berubah sejak SMA. Dulu aku benci bau ini karena artinya si "Menara Pengawas" sedang berada di dekatku untuk mengatur hidupku. Tapi sekarang... bau ini adalah satu-satunya hal yang membuatku merasa aman.

"Bau kamu... nggak pernah berubah," gumamku di sela tangis. "Dulu aku benci banget kalau kamu sudah dekat-dekat. Tapi sekarang, kalau nggak ada bau ini, aku rasa aku nggak bisa tidur."

Narev terkekeh getir, namun ada nada bahagia dalam suaranya. Dia mengecup puncak kepalaku, mengelus rambutku dengan gerakan yang sangat posesif namun lembut.

"Aku memang menyebalkan, kan? Si Raksasa yang hobinya mengatur," bisik Narev di telingaku. "Tapi asal kamu tahu, Cebol... aku mengaturmu karena aku tidak tahu cara lain untuk memastikan kamu tetap berada dalam jangkauan tanganku."

Aku melepaskan pelukan sedikit, menatap wajah dewasanya yang tampan di bawah temaram lampu meja. "Jangan jadi monster lagi, Narev. Jangan ikat aku pakai dasi lagi. Cukup ikat aku pakai ini," aku meraih tangannya dan menaruhnya di atas jantungku yang berdetak kencang. "Karena sekarang, hatiku benar-benar sudah memilih untuk tinggal."

Narev menatapku dengan tatapan yang begitu intens, seolah-olah dia baru saja mendapatkan harta karun yang sudah dia cari selama sepuluh tahun. Dia menarik daguku pelan, lalu menciumku dengan penuh perasaan—sebuah ciuman yang menandakan bahwa badai telah usai, dan kami akhirnya sampai di pelabuhan terakhir.

...****************...

1
Lis Lis
labil ......
G konsisten sma omongannya si vaya
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭 mungkin vaya galau kak...
total 1 replies
Lis Lis
AQ jga G tau spa yg harus aku prcya vaya😭😭😭
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak sudah mampir 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sulas Lis
huaaaaa huaaa 😭😭😭
ko pendek kali babnya panjangin dikit dong kaaaa
Ariska Kamisa: terimakasih kak udah mampir... 🙏🙏🙏 terimakasih atas sarannya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍
awesome moment
bingung mo.kasih comment. tll sedikit dan...agak lama. smp hmp lupa. maapkeun
awesome moment
vaya sgt memuakkan. oon g abis2. wanita tu mending dicintai. aman. ogeb dipiara. ragu digedhein. vaya EGOIS!!!
Ariska Kamisa: sabar kak... kita doakan naren bisa meluluhkan Vaya yaa
total 1 replies
awesome moment
vaya n g slese2 ragunya. jd pengin getok palanya
Nadira ST
Kamu seharusnya bersyukur dicintai naren secara ugal2an diluaran Sana banyak istri tidak seberuntung dirimu vaya,ak aja sebagai perempuan sampai iri ,cinta naren kepadamu
Ariska Kamisa: semoga vaya segera dapat hidayah yaa 🤭
terimakasih sudah mampir kK🙏
total 1 replies
awesome moment
di cerita kakak tu, woman leadnya dicintai ugal2an sm man leadnya. 😉👍
Ariska Kamisa: karena itu adalah impian semua wanita ga sih...🤭
total 1 replies
awesome moment
malah terhura dgn cibat narev yg sedunia raya buat vaya. pegang kuat cinta narev, vaya..jgn smp lepas. tar nyesel smp pindah alam lho
Ariska Kamisa: terimakasih kakak🙏🙏
total 1 replies
awesome moment
vaya, syukuri dan terima..dicintai dijadikan pusat dunia tu aman lho.
awesome moment
smg vaya membalas cinta nares dgn sm besar
Ariska Kamisa: Terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪💪
Ariska Kamisa: Terimakasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!