NovelToon NovelToon
Membangun Kerajaan Yang Menentang Hukum Dunia

Membangun Kerajaan Yang Menentang Hukum Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Action / Epik Petualangan
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Katsumi

Kelanjutan Dari Novel Pangeran Sampah Yang Menyembunyikan Kemampuannya.

Di dunia yang terpecah oleh kebencian antar ras, perdamaian hanyalah mimpi yang dianggap mustahil.

Ferisu—mantan pangeran yang diremehkan—kini bangkit sebagai Raja Kerajaan Asterism. Sebuah kerajaan baru yang berani menentang hukum dunia dengan satu gagasan gila: kesetaraan bagi semua ras.

Manusia, elf, beastmen, dwarf, dan ras lainnya hidup di bawah satu panji yang sama.

Namun dunia tidak tinggal diam. Ancaman datang dari segala arah. Pengkhianatan mengintai dari dalam. Dan perang besar yang pernah menghancurkan peradaban perlahan kembali menunjukkan tanda-tandanya.

Mampukah Ferisu mempertahankan mimpinya?
Ataukah Asterism akan menjadi percikan yang membakar dunia dalam perang yang lebih dahsyat?

Sebuah kisah tentang ambisi, persatuan, dan perjuangan melawan takdir dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Katsumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 : Api Yang Mulai Menyala

Langit pagi di ibu kota Asterism tampak cerah. Matahari baru saja naik di balik menara-menara istana, menyinari halaman yang mulai dipenuhi aktivitas para pelayan dan penjaga.

Namun berbeda dengan suasana luar yang terlihat damai, ketegangan perlahan mulai merambat di wilayah timur kerajaan.

Di sebuah rumah besar yang berdiri di atas bukit rendah wilayah Zenobia timur, seorang pria paruh baya berdiri di depan jendela besar.

Matanya menatap jauh ke arah pemukiman.

Pria itu adalah Duke Albrecht.

Jubah bangsawan berwarna gelap menutupi tubuhnya. Rambutnya yang mulai memutih tersisir rapi ke belakang, sementara wajahnya memancarkan ketenangan yang aneh.

Namun di balik ketenangan itu, api kemarahan perlahan membakar di dalam dirinya.

"Menarik..." Ia bergumam pelan.

Di bawah bukit, terlihat kerumunan warga manusia dan beastman. Mereka sedang mengantri makanan.

Di tengah kerumunan itu, seorang pria berkulit sawo matang berdiri santai sambil berbicara dengan beberapa pekerja.

Tawa ringan terdengar dari arah sana.

Phino.

Di sampingnya terlihat seorang gadis manusia kelinci dengan rambut perak yang dikepang ke samping—Risa—sedang sibuk mencatat sesuatu di papan kayu.

Tak jauh dari mereka, Lyra berdiri dengan tenang mengawasi pembagian makanan sambil memberi instruksi pada beberapa pelayan.

Semua berjalan terlalu lancar. Duke Albrecht menghela napas panjang.

"Awalnya kupikir kelaparan akan memicu keributan."

Ia mengangkat gelas anggurnya.

"Tapi ternyata mereka justru... masih punya cadangan makanan."

Matanya menyipit.

Di bawah sana, manusia dan beastman terlihat bercanda satu sama lain.

Beberapa anak bahkan bermain bersama.

Pemandangan itu membuat rahang Duke Albrecht mengeras.

"Seolah-olah mereka lupa... siapa yang sebenarnya menindas mereka selama ini."

Seorang pria berjubah hitam berdiri di belakangnya.

"Bolehkah saya mulai bergerak, Duke?"

Suara pria itu rendah dan dingin.

Namun Duke Albrecht tidak langsung menjawab. Ia tetap menatap ke arah kota.

"Asterism..."

Ia mengucapkan nama itu dengan nada meremehkan.

"Sebuah kerajaan kecil yang tiba-tiba muncul dan mencoba menyatukan dunia."

Ia tersenyum tipis.

"Terlalu naif."

Kemudian ia akhirnya berbalik. Matanya dingin.

"Kirim orang-orang kita."

Pria berjubah hitam sedikit menunduk.

"Targetnya?"

Duke Albrecht berjalan perlahan menuju meja kayu di tengah ruangan. Di atas meja itu terdapat peta wilayah timur. Ia meletakkan jarinya di sebuah titik.

Gudang logistik.

Tempat makanan yang dikirim oleh tim Phino disimpan sebelum dibagikan.

Senyum tipis muncul di wajahnya. "Bakar gudang itu."

Pria berjubah hitam terdiam sejenak.

"Jika makanan mereka hilang..." Duke Albrecht melanjutkan dengan tenang. "Manusia dan beastman akan kembali saling menyalahkan."

Matanya bersinar dingin. "Dan saat itulah..."

Ia meneguk anggurnya.

"Aku akan menjadi pahlawan yang menyelamatkan mereka."

Pria berjubah hitam akhirnya menunduk dalam. "Perintah diterima."

Lalu sosok itu menghilang ke dalam bayangan ruangan.

Duke Albrecht kembali menatap ke luar jendela. Di kejauhan, Phino masih terlihat tertawa bersama warga. Tanpa menyadari apa yang akan terjadi nanti.

Duke Albrecht tersenyum tipis. "Sudah waktunya permainan ini... benar-benar dimulai."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Malam turun perlahan di wilayah timur.

Angin dingin bertiup melewati bangunan-bangunan kayu yang berdiri rapat di sekitar gudang logistik sementara milik Asterism.

Gudang itu tidak terlalu besar, namun cukup untuk menyimpan persediaan makanan selama beberapa hari untuk warga sekitar.

Di depan gudang, beberapa penjaga berdiri santai.

Salah satu dari mereka menguap lebar.

"Sejak tim Menteri Phino datang... semuanya jadi tenang ya."

Penjaga lain mengangguk.

"Iya. Awalnya kupikir bakal ada keributan besar antara manusia dan beastman."

Ia menyandarkan tombaknya ke dinding.

"Tapi sekarang malah seperti kota biasa."

Tak jauh dari sana, beberapa manusia dan beastman masih terlihat duduk bersama di dekat api unggun kecil.

Mereka berbicara santai. Beberapa anak tertawa sambil berlari. Suasana yang damai.

Namun—

Di atas atap bangunan sekitar gudang... Sosok berjubah hitam bergerak tanpa suara.

Matanya mengamati penjaga di bawah. Lalu dengan gerakan cepat—sebuah botol kaca dilempar. Botol itu jatuh di dekat dinding gudang.

Pecah.

Cairan hitam langsung menyebar ke kayu bangunan.

Sesaat kemudian—

FWOOSH!

Api langsung menyala besar.

"Apa—!?"

Penjaga yang tadi menguap langsung melompat kaget.

"API!!"

Dalam hitungan detik, api merambat cepat di dinding kayu.

"Padamkan!"

"Ambil air!"

Warga yang sedang duduk di sekitar langsung berdiri panik.

Namun sebelum mereka sempat bergerak—Botol-botol lain jatuh dari atap.

Pecah.

Api muncul di berbagai sisi gudang.

Dalam waktu singkat—bangunan itu berubah menjadi lautan api.

"Asapnya terlalu tebal!"

"Tidak bisa mendekat!"

Beberapa beastman mencoba mengambil ember air, namun panasnya api membuat mereka mundur.

Di tengah kekacauan itu, salah satu pria manusia berteriak marah.

"Ini pasti ulah beastman!"

Seorang beastman langsung membalas.

"APA KATAMU!?"

Keributan mulai muncul.

"Tadi kalian yang berjaga!"

"Jangan menyalahkan kami!"

Suasana yang tadi damai mulai berubah.

Saling dorong.

Saling menunjuk.

Dan tepat saat itu—sebuah suara keras terdengar.

"OI OI OI!!"

Semua orang menoleh. Di tengah kerumunan berdiri Phino dengan ekspresi kesal. Tangannya bertolak pinggang.

"Serius nih?"

Ia menghela napas panjang. "Gudangnya kebakaran malah pada ribut."

Beberapa orang langsung mencoba menjelaskan.

"Tapi ini pasti ulah—"

"STOP!" Phino mengangkat tangan.

Semua terdiam.

Ia menatap mereka satu per satu. "Kalian semua makan dari makanan yang sama selama ini."

"Tertawa bareng."

"Kerja bareng."

Lalu ia menunjuk ke gudang yang terbakar.

"Dan sekarang cuma gara-gara satu kebakaran langsung saling tuduh?"

Ia menggelengkan kepala.

"Kalau Ferisu lihat ini... dia pasti pusing tujuh keliling."

Beberapa orang langsung menunduk malu.

Namun tiba-tiba—salah satu beastman menunjuk ke arah atap bangunan di seberang.

"ADA ORANG DI ATAS!"

Semua menoleh. Sesosok berjubah hitam terlihat berdiri di atas atap.

Ia tidak bergerak. Hanya menatap ke arah kerumunan. Lalu... Ia tersenyum tipis.

Phino langsung menyipitkan mata.

"Ah."

"Ternyata memang ada yang sengaja bikin masalah."

Sosok itu melompat turun dari atap dengan tenang.

"Menarik."

"Jadi kalian berhasil hidup damai beberapa hari?"

Ia menatap manusia dan beastman yang berdiri bersama.

"Tapi sayangnya..." Ia mengangkat tangannya.

Energi sihir mulai berkumpul.

"Permainan ini harus berakhir."

Phino menggaruk kepalanya.

"Astaga."

Ia menoleh ke samping.

Di sana berdiri Risa, yang sejak tadi memperhatikan situasi dengan wajah serius. Telinga kelincinya tegak. Matanya merah terang menatap para penyusup itu.

Phino menghela napas.

"Risa."

"Iya?"

"Kira-kira..."

Ia menunjuk ke arah para penyerang.

"Kita bisa tetap panen besok kalau mereka kita pukuli sekarang?"

Risa menjawab datar.

"Tidak."

"Ladang kita bakal rusak kalau mereka dibiarkan."

Phino tersenyum lebar.

"Ya sudah."

Ia meregangkan bahunya.

"Aku sih sebenarnya cuma menteri pertanian..."

Para penyerang mulai bergerak maju.

"Tapi kalau ada hama ya harus dibasmi."

Salah satu dari mereka langsung menyerang.

Namun tepat sebelum serangan itu mengenai—

WHOOSH!

Angin kencang tiba-tiba menyapu area itu.

Semua orang menoleh kaget.

Dari atas langit—

Sosok dengan rambut pirang keemasan panjang turun dengan lembut. Gaunnya berkibar tertiup angin.

Matanya yang lembut kini terlihat tegas.

Licia.

Ia berdiri di depan Phino dan Risa. Angin sihir berputar di sekelilingnya.

"Maaf."

Suaranya lembut seperti biasa. Namun auranya jelas berbeda.

"Aku tidak bisa membiarkan kalian membuat keributan di wilayah kerajaan kami."

Para penyusup langsung berhenti. Pemimpin mereka menyipitkan mata.

"Elf..."

Licia mengangkat tangannya perlahan. Energi sihir angin dan bumi mulai berkumpul. Senyumnya tetap lembut. Namun matanya serius.

"Kalau kalian datang untuk membuat masalah..."

Angin di sekitarnya semakin kuat.

"Aku akan menghentikan kalian."

Di belakangnya, Phino berbisik ke Risa.

"Wah."

"Ternyata Licia-sama serem juga ya kalau serius."

Risa mengangguk pelan.

"Iya."

Sementara itu—di kejauhan.

Di atas bukit tempat rumah Duke Albrecht berdiri. Seorang pria berjubah hitam berdiri di samping sang Duke.

Ia melaporkan dengan tenang.

"Tahap pertama sudah dimulai."

Duke Albrecht menatap api yang membakar gudang dari kejauhan. Namun ketika ia melihat Licia turun ke medan konflik...

Matanya sedikit menyipit.

"Menarik."

Ia tersenyum tipis.

"Kalau begitu..."

Ia menyesap anggurnya.

"Biarkan permainan ini menjadi lebih besar."

1
Frando Wijaya
btw next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
elf idiot 🙄....bknny pikirkn dlo...tpi sibuk cari kambing hitam....gk ada bedany seperti negara zenobia
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
Scorpio bs evolusi? hmm...gw gk Tau apapun ttg evolusi scorpio
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
ah! jd kekuatan kna segel...tpi reliza sebut serangga... pasti dewa dewi ya? yare2 🙄
Frando Wijaya
btw next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
kli ini kalajengki ya? bner2 deh...
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
hmph 🙄....elf jg sama ternyata
Frando Wijaya
btw next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya: iya Thor
total 2 replies
Frando Wijaya
elf td....blg manusia pembawa mslh...tpi kenyataan elf jg sama aja
Frando Wijaya
ekhem! next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
awal Dr konflik? gw punya firasat yg sgt buruk
Luthfi Afifzaidan
lanjutkan
Luthfi Afifzaidan
up
Luthfi Afifzaidan
lg
Frando Wijaya
btw next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
boneka Bru? atau robot Bru??
Frando Wijaya
mata 1 raksasa itu apa sih???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!