Disarankan membaca dulu ,
Omku Suamiku Season 1
Projek memikat hati suami.
ini sequel gabungan keduanya 👆
" Hai, Sweet heart, pulang bareng aku ! " Adam sudah duduk diatas jok motornya, tersenyum manis ke arah Regina.
" Jangan ganggu adikku " Dengkus Elang kesal.
" Dia cuma adik sepupu mu " Adam mencibir.
Bagaimana keseruan kisah cinta, adik, tetangga, keponakan dan para Om kecil yang melingkari kehidupan mereka seperti rantai yang saling bertautan, sementara orang tua mereka juga memiliki hubungan yang sama rumitnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Keputusan
Elang sudah naik diatas motornya ,tetapi Freya masih berdiri tidak bergerak dengan mengerucutkan bibirnya.
" Frey.." panggil Elang pelan.
" aku belum mau pulang ,mas " ucapnya sedikit manja sekaligus merajuk .ia menggosok gosokkan ujung sepatunya diatas aspal.
" ini sudah hampir jam lima , memangnya kamu apa lagi ? "
" aku masih ingin bersama denganmu ,mas " dibuatnya wajahnya sememelas mungkin .
Elang tertegun , ada apa dengan Freya ? biasanya tidak seperti ini ? apakah efek ciuman tadi ? baru juga sekilas , bagaimana jika lebih ?dasar bocah. Elang berdecak dalam hati
"besok aku jemput lagi , sekarang kita pulang ! " Elang berucap tegas ,
wajah Freya langsung berbinar .
" benar ya , aku tunggu besok " ucapnya langsung naik ke boncengan belakang .
selama dalam perjalanan ,Freya terus memeluk Elang dengan erat ,sehingga saking eratnya ,perut Elang terasa sesak , setiap kali Elang mencoba sedikit merenggangkan tangan Freya yang melingkar di pinggangnya , Freya kembali mengetatkannya, akhirnya Elang menyerah .
"mas ,mas belum menjawab pertanyaanku " ujarnya begitu turun dari motor yang sudah berada didepan rumah Papa Dimas
" pertanyaan yang mana ? "Elang menautkan kedua alisnya, berusaha mengingat .
" setelah lulus kita menikah , ya ya ya " Freya memiringkan kepalanya menatap Elang.
Elang melotot
" hei anak kecil , berumah tangga itu buka seperti main rumah rumahan " Elang kembali menjentik dahi Freya, kemudian melajukan kendaraannya menuju rumah.
Freya melangkah masuk kedalam rumah sembari bersenandung .
" bahagia amat ? kemana Mas Elang,membawamu ? "tanya Gaia mengikuti langkah Freya menaiki anak tangga menuju kamar mereka berdua .
" kemana itu tidak penting , yang utama aku bisa bersamanya " saut Freya masuk kedalam kamar mandi .
*
*
Papa Tyo bersama Om Gun sedang pergi kerumah Om Willy, sepertinya sedang membahas usaha Papi dan Mami,keduanya sudah sepuh , tidak mungkin bisa lagi mengurusi usaha disana , Om Willy tidak mungkin bisa pindah ke Batam , karena usaha travel nya berpusat di Jakarta . di Batam cuma cabangnya saja .
Om Willy dan Papi nya Papa Tyo , cuma dua bersaudara , sama seperti Papa Tyo dan Ayah Gunawan ,jadi cukup membuat keduanya berpikir keras , siapa yang akan meneruskan usaha travel dan toko pusat oleh oleh di batam , anak Om Willy ke duanya perempuan dan tidak mungkin ke Batam ,pasti ikut suaminya .
harapan tinggal pada Papa Tyo dan Ayah Gunawan , siapa yang akan hijrah ke Batam meneruskan usaha disana .
mengetahui Papanya tidak dirumah , saatnya Elang dan Benua bermanja pada sang mama , terutama Benua .
ia langsung meletakkan kepalanya di paha Mama Clara sembari bermain ponsel ,tidak dengan Elang, pria yang sudah beranjak dewasa itu mulai memijat lengan ibunya .
" Ma, kalau aku menikah muda , bagaimana menurut mama ?" tanya Elang sedatar mungkin agar pertanyaannya tidak mengejutkan Mama Clara.
Benua yang mendengar pertanyaan kakaknya yang tidak biasa ,mengehentikan gerakan tangannya pada ponselnya .
Mama Clara yang sedang menonton acara TV sontak mengalihkan tatapannya pada wajah Elang, mencoba mengamati wajah putranya
" kalau kamu sudah merasa siap mental dan sangat yakin dengan pilihanmu , tidak masalah , tapi ..bagaimana dengan Papa ? apa dia setuju ? " Mama Clara balik bertanya .
" kalau Papa...nanti saja Ma, jika sudah tiba waktunya, kalau baru rencana , jangan bilang ke Papa dulu " saut Elang.
" dengan Freya ? " tanya Mama lagi .
Elang hanya tersenyum ,menyandarkan kepalanya pada bahu mama Clara .
" apa yang kalian berdua lakukan pada istri Papa ? " suara dingin dan tegas mengagetkan ketiganya,
ketiganya terjengkit kaget .
Elang memutar bola matanya malas , Benua langsung duduk dengan cemberut .
" wanita yang Papa sebut istri tadi, ini Mama kami ,Pa "Benua mengapit lengan tangan Mama Clara.
" kalian sudah besar , seorang pria tidak pantas bermanja dengan ibunya " sembur Papa Tyo dengan melepaskan pegangan Benua pada Mama Clara.
"Mas, mereka anak kita " Mama Clara tidak tega melihat wajah kecewa Benua.
" iya ...tetapi tetap saja tidak boleh terlalu manja "
Papa Tyo mengamati wajah kedua putranya yang terlihat kurang senang ,tetapi bukan Papa Tyo kalau dia perduli.
" Lang , Oma dan Opa sudah sangat tua , jadi.....kalau Regina, sepertinya tidak mungkin , yang bisa cuma kamu , dan Papa ,Kek Willy dan Om Gun sudah membuat keputusan jika kamu yang akan ke batam , untuk melanjutkan usaha disana " Papa Tyo berkata tegas pada Elang.
Elang diam membeku. Benua menahan napasnya .
" Mas..." Mama Clara sudah mulai menangis , ia tidak bisa membayangkan putra sulungnya jauh dari dirinya .
" non ...." Papa Tyo menggelengkan kepalanya , dari sorot matanya meminta agar istrinya tidak membatah keputusan yang sudah diputuskan .
" Pa, kuliahku belum selesai " Elang mencoba mencari alasan .
hatinya sedih melihat wajah mamanya yang sudah menahan tangis. dia tidak pernah membayangkan harus tinggal terpisah dari keluarganya ,terutama dengan gadis yang hampir tiga tahun ini , yang tertelah mengusik hatinya , dan mewarnai harinya .
" kau kuliah mencari ilmu atau mengejar gelar ?" tanya Papanya tajam .
" tapi ,Pa ? "
" kau berat meninggalkan gadis itu ? " potong Papanya bertanya langsung .
" bukan begitu ? masalahnya kan tinggal tahun depan ,sayang kan ,Pa ? " Elang mencoba memberikan alasan .
" ajukan cuti satu semester , coba kau jalankan usaha disana. bagaimana hasilnya,kita bicarakan lagi, secepatnya urus pengajuan cutimu , paling lambat satu Minggu lagi kau sudah berada disana "setelah mengatakan keputusannya.Papa Tyo melangkah masuk ke dalam kamar yang diikuti oleh Mama Clara.
Elang hanya bisa diam dan tetap duduk ditempatnya semula ,Benua juga memikirkan keputusan yang telah dibuat oleh Papanya .walaupun buka dia yang disuruh ke Batam tetapi membayangkan Mas Elang nya akan tinggal disana , dia sudah merasa kesepian , bagaimana jika kakaknya sudah berada di sana .
" kenapa usaha Oma dan Opa tidak dipindahkan di sini saja , jadi Mas Elang kan tidak perlu pindah " ucap Benua sedih .
mendengar ocehan Benua membuat Elang jengkel .hatinya sedang merasa kalut , jadi semakin kacau begitu mendengar omongan Benua yang tidak masuk diakal .
"peluang nya ada disana, kau kira membuka usaha sama dengan membuat rumah ? ada lahan dan uang tinggal membangunnya gitu ? sebuah usaha itu didirikan dengan susah payah dengan melihat tempat , peluang usaha dan konsumen yang sudah menjadi target dalam kelancaran suatu usaha . dan disana sudah sesuai ,disana juga merupakan cabang dari usaha yang kakek Willy dan Opa rintis yang ada disini , kau sama bodohnya dengan dia, apa yang kalian pelajari disekolah ? kau bermain main saja ,hah ? " Elang menggeramkan rahannya kesal.
Benua yang merasa salah bicara hanya bisa diam.
" Papa itu terlalu egois , Mas , kenapa tidak dirundingkan dulu bersama kita , baru membuat keputusan , pasti Mama sedih sekali , Mas bisa melihat wajah Mama tadi kan ? " ujar Benua dengan wajah sendu
" bukan hanya keputusan Papa ,Ben , ini keputusan keluarga, Papa juga pasti berat , tetapi tidak punya pilihan , mas tahu , dibalik sifat keras Papa kepada kita , ia tetap seorang ayah, seorang Ayah tidak akan memperlihatkan kelemahannya didepan anak dan istrinya, Ben , jika seorang Ayah mempunyai hati yang lemah , lantas kepada siapa keluarganya berlindung ? " Elang meraup wajahnya dengan telapak tangannya lalu bangkit dan berjalan masuk kedalam kamarnya , mencoba berpikir dengan matang .
...*****...
...🌻🌻🌻🌻🌻...