NovelToon NovelToon
Pacar Sewa Satu Milyar

Pacar Sewa Satu Milyar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:242
Nilai: 5
Nama Author: Ddie

Andi, seorang akuntan kuper yang hidupnya lurus seperti tabel Excel, panik ketika menerima undangan reuni SMA. Masalahnya: dulu dia selalu jadi bahan ejekan karena jomblo kronis. Tak mau terlihat memprihatinkan di depan teman-teman lamanya, Andi nekat menyewa seorang pacar profesional bernama Nayla—cantik, cerdas, dan terlalu mahal untuk dompetnya.

Namun Nayla punya syarat gila: “Kalau kamu jatuh cinta sama gue, dendanya satu milyar.”
Awalnya Andi yakin aman—dia terlalu canggung untuk jatuh cinta.

Tapi setelah pura-pura pacaran, makan bareng, dan menghadapi masa lalu yang muncul kembali di reuni… Andi mulai menyadari sesuatu: dia sedang terjebak.
Antara cinta pura-pura, kontrak tak wajar, dan perasaan yang benar-benar tumbuh.

Dan setiap degup jantungnya… makin mendekatkannya ke denda satu milyar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ddie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Antara Cinta Harapan dan Denda

" Gue ingin kisah ini berlanjut tidak hanya di kisah masa lalu SMA tapi untuk masa depan," ucap Andi lanjut.

Tepuk tangan tidak langsung meledak datang bertahap, seperti hujan ragu-ragu turun setelah kemarau panjang. Beberapa orang berdiri, sebagian hanya bertepuk sambil tersenyum kaku, dan sisanya—diam, menatap, mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Andi.

Andi merasakan tangan gadis itu sedikit mengencang di genggamannya, kata-kata barusan telah keluar dan tidak bisa ditarik kembali.

MC berusaha menyelamatkan suasana dengan tawa ringan.“Wah, ini baru reuni—bukan cuma nostalgia, tapi juga pencerahan hidup!” candanya. Dan Selamat untuk Andi dengan Nayla, kami menunggu undangan bukan di acara reuni tapi manten."

Tawa kembali muncul riuh rendah, tepuk tangan bergema di tengah ruangan.

“Gila, Ndik. Lu benar-benar berubah, ucap Doni begitu mereka turun dari panggung, yang lainnya datang mengerubungi.

“Serius, Gue kira lu bakal tetep kayak dulu, tambah Roni.“Pacar lu … emang beda.”

Kata beda diucapkan dengan berbagai makna: kagum, heran, bahkan sedikit iri.

" Selamat ya Nay," Dea datang menyalaminya

Kami senang melihat Andi berubah, bisa jadi berkat kehadiran lu."

Nayla tersenyum tipis tidak membuka ruang lebih dari yang perlu karena semakin banyak bicara, semakin banyak orang akan mencoba menilai dan membongkar.

Di sudut lain ruangan, Siska berdiri sendirian sambil memegang gelas minum sudah mencair. Ia menyaksikan semuanya tanpa ekspresi berlebihan. Saat mata mereka bertemu sekali lagi, gadis itu hanya mengangguk kecil—bukan tanda menyerah, tapi tanda bahwa segalanya sudah selesai.

Dan justru itu yang membuat Nayla menarik napas lega…tapi tetap waspada, sesuatu yang selesai dengan tenang, seringkali menyisakan ekor lebih panjang.

Sekitar setengah jam kemudian, suasana mulai terbelah.Sebagian kembali tertawa riang, bernyanyi lagu lama, membuka album foto cetak yang sudah memudar warnanya.

Sebagian lain—terutama yang paling penasaran—mulai berbisik-bisik. “Lu yakin mereka pacaran beneran?”

“Baru sebulan, tapi kayak… serius banget ya?”

“Lu lihat nggak tatapan cewek itu? Sepertinya bukan main-main.”

Seseorang mengangkat ponsel untuk memotret Andi dan Nayla lalu yang lain mengikuti tidak terlalu frontal, tapi tidak pula meminta izin—hanya sekilas saja, cukup untuk dijadikan status atau arsip pribadi.

Dan gadis itu menyadarinya lebih dulu.

“Kita harus hati-hati,” bisiknya, “Ini bukan cuma reuni lagi.”

Andi mengangguk, tapi belum sepenuhnya paham maksudnya sampai ponselnya bergetar pesan dari Dio.

" Foto lu udah mulai diambil tapi belum nyebar."

Andi menelan ludah.

“Kenapa?”

Ia menunjukkan layar ponselnya.

Gadis manis itu tidak bereaksi berlebihan hanya menghela napas pelan, lalu mengucapkan satu kalimat membuat Andi merasa sedikit dingin“Berarti jamnya sudah mulai jalan.”

“Jam apa?”

“Jam konsekuensi.”

" Ya Tuhan "

Mereka pamit lebih awal membuat beberapa temannya menoleh—karena yang pergi duluan biasanya sedang menyimpan sesuatu.

Begitu pintu aula tertutup di belakang mereka, suara reuni terasa seperti misteri dari dunia lain.

Andi menyandarkan kepala ke sandaran kursi sebelum menstater mobilnya." Gue bikin lu berada di posisi sulit,” ujarnya lirih.

 Mobil hidup melaju beberapa meter sebelum Nayla menjawab dengan tenang , " Gue masuk posisi itu semenjak gue bilang ‘iya’ untuk pertama kali. Yang berubah cuma… sekarang orang lain mulai ikut menonton.”

“And you’re okay with that?”

Ia menoleh tatapannya tidak keras, " Gue oke dengan risiko, Tapi gue nggak bisa kalau kakak tetap setengah-setengah.”

Kalimat itu tidak menuduh, namun justru lebih berat untuk ditanggung.

Andi mengangguk tegas, " Gue tidak mau setengah-setengah lagi.”

“Bagus, karena besok pasti berita tentang kita berdua.”

\=\=\=

Andi mengantarkan gadis itu ke tempat kosnya dan izin pamit karena sudah malam, " Gue pulang dulu ya Nay, " ucapnya berdiri didepan pintu,

Ia mengangguk kecil, bibirnya mengulas senyum, " tetap semangat ya kak, acara hari ini penuh dengan misteri petualangan."

Adi beranjak melangkah pergi, namun baru beberapa langkah notif WA hapenya berbunyi tepat pukul 11 malam, sebuah photo bukan photo teman teman nya atau video lucu reuni tapi dirinya berdua dengan Nayla berdiri berdampingan tangan saling menggenggam.

Caption-nya singkat, polos, namun fatal:

Plot twist reuni tahun ini " tidak ada nama gadis itu dan konteks yang dijelaskan justru itu berbahaya.

" Nay...coba lu lihat ini.."bibir Andi bergetar, wajahnya terlihat pucat

Gadis itu mengernyit tanpa sadar menarik tangannya untuk masuk ke dalam kos, " Kita harus bicarakan ini dulu kak,"

Baru saja Andi duduk di kursi kecil kamar,

Notifikasi masuk bertubi-tubi di layar hape gadis itu dari nomor tidak dikenal, pesan dari akun Linked tidak pernah diketahui.

Ia mencoba membuka sebuah email dengan subjek formal“Permohonan Klarifikasi Terkait Hubungan Profesional” Wajahnya tiba tiba mengeras menatap layar “Ini sudah masuk wilayah kantor, Kak” katanya rintih .

Andi tergagap menatapnya, “Dan mungkin juga keluarga.”

Masalah seolah bertambah ponsel Andi tiba-tiba berdering. Ia tidak langsung mengangkat mendiamkan sesaat lalu

Nayla menatapnya heran tidak melarang.

“Hidup jarang memberi jeda panjang,” ujarnya pelan. “Angkat saja kak.”

Laki laki berkulit putih itu menarik napas dalam, lalu menekan tombol hijau.

“Halo, Ma.”

Di seberang sana, suara ibu terdengar lebih tenang dari yang ia kira bukan dengan nada menyelidiki atau menyerang terlalu biasa. “Kamu pulang nggak akhir pekan ini?” .

“Ada apa, Ma?”

“Enggak apa-apa. Mama cuma pengin ketemu. Udah lama kamu nggak makan di rumah.”

Andi terdiam sebentar. Ada jeda yang tidak perlu, tapi muncul juga.“Ma… boleh Andi bawa teman? "kalimat itu tiba tiba meluncur begitu saja dari bibirnya.

Di ujung sana, napas perempuan paruh baya itu tertahan sepersekian detik“Teman?” ulangnya.

“Iya.”

Nayla kaget, napas nya memburu duduk disamping Andi menyimak

" Perempuan atau laki laki ?"

Pertanyaan itu begitu dalam menghantam kesadaran laki laki itu, ia ternyata salah terlalu dini membuka cerita kepada Ibunya padahal ada Sophia dan gadis cantik berambut panjang Nayla berada disamping, " Eh .Ah..." Ia tergagap.

" Lha kenapa Di? Kenapa kamu bingung, mama gak pernah melarang siapapun teman mu datang."

Nayla mengernyit, alis nya naik beberapa senti, matanya menelisik laki laki sedang menelpon itu, pasti ada sesuatu hal yang di sembunyikan, " Kak...ada apa bisiknya ditelinga sepelan mungkin

Andi membuat silence menggunakan telunjuknya," Ma...lain kali aja Andi bawa teman, insya Allah Minggu ini Andi pulang."

" Oh..ya udah, mama masak banyak, Sophia mama undang." Telepon ditutup.

Laki laki itu menatap layar beberapa detik, wajahnya tiba tiba saja pucat, keringat dingin jatuh di pelipisnya, di rumah itu, selalu ada satu nama yang tidak diucapkan—tapi hidup di setiap sudut

" Kak...Nayla berujar pelan, Kalau boleh tahu apa rahasia kakak dengan Mama?"

Andi menghela napas panjang, bibirnya bergetar, rasa takut menyerang hebat ditubuh, " Hidup gue terlalu rumit, Nay.."ucapnya rintih, matanya berkaca kaca," tidak hanya masa SMA tapi saat sekarang semakin konflik.

" Maksud nya kak?"

" Mama...lu tahu gue hanya anak satu satunya laki laki didalam keluarga, gue ..."

Nayla mendengus memotong cepat, walau pun ia belum tahu jawabannya, " Gue udah tahu, kak, ini menyangkut dengan masa depan ? "

" Gak .."

" Perjodohan...cukup, usah kakak sambung atau bantah," romannya memutih, matanya menyorot sendu.

" Nay..."

" Kakak sudah terikat kontrak, Nayla tahu posisi Nayla hanya sebagai talent dan perjanjian itu sangat berat."

" Kita usah cerita itu Nay, hanya membuat pusing."

Nayla tersenyum tipis, dadanya terasa sesak, baru saja ia bertemu dengan Siska dalam acara reuni sekarang semakin bertambah dengan kehadiran perempuan pilihan Ibu nya.

" Kak...ucapnya lirih, 'berdamailah dengan hati pilihan semua ada ditangan kakak."

" Diri lu ? "

ia tercekat, roman wajahnya berubah kuyu " Gue hanyalah talent, tidak lebih, dan kakak pemegang kunci, mau kemana arah jalan mau dibawa."

" Tapi...tanpa sadar laki laki itu menyentuh tangannya dengan lembut," Nayla mau nemenin? "

" Sebatas profesional."

" Bukan ..."

" Ingat kak...Satu Milyar."

Pria itu akhir nya tersenyum, " Siapa tahu nay, Gue dapat bonus undian satu Milyar."

"Kakak ngarang... Ini buktinya pegangan tangan gak lepas lepas." Gadis itu tertawa kecil.

" Eh..Andi tergagap wajahnya berubah seperti udang rebus, " Maaf...Gue..."

" Udah gak pa - pa ..kakak mau pulang atau tidur sini ? " tawarnya menggoda."

" Belum resmi Nay..suatu saat."

" Enak aja ...Ia nyengir lucu, Pulang gih ...besok pasti kita trending sosmed reuni dan kakak siap siap nahan kuping."

laki laki itu tertawa lepas dadanya plong, tidak tahu apa yang akan terjadi besok.

“Kalau begitu,” katanya pelan, “kontrak kita tinggal satu fungsi saja.”

“Apa?”

“Bukan untuk mengatur hubungan

Tapi untuk menghitung berapa banyak hal yang kita siap relakan untuk dilepas

Reuni sudah selesai, tetapi pertarungan baru saja dimulai.

1
Greta Ela🦋🌺
Dah ketebak pasti si Nayla/Facepalm/
Ddie: 🤣🤣 ...ya gitu dk...Nayla
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Jadi dia ini anak mama yang manja ya/Chuckle/
Ddie: ya begitu lah dk ...kalau dk gak begitu ya..mandiri ...mandi sendiri
total 1 replies
Ddie
lucu absurd tapi mengena di hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!