NovelToon NovelToon
Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Hantu / Iblis / Misteri / Roh Supernatural
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Ratih gadis miskin yang lugu dari Desa Cempaka yang di cintai oleh sosok Siluman ular yang berusia ribuan tahun----Setelah cintanya dikhianati oleh Arya, anak kepala Desa dusun Cempaka. Ratih Dipaksa membuat Perjanjian pernikahan dengan Pangeran Naga Seta yang sudah terobsesi pada Ratih----demi keamanan desanya lewat pernikahan gaib.
Warga Desa yang kembali terikat dengan Siluman ular penghuni aliran Sungai Seta harus memberikan sayeba setiap sebulan sekali untuk Siluman ular penghuni sungai, akankah warga desa terlepas dari perjanjian gaib ini.
Mengisahkan Dendam, Sakit hati, dan Perjanjian gaib di jadikan satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Malam dengan bulan purnama, para warga desa sudah mulai bersiap.

Tapi sebelum melakukan ritual ada sebagian kecil dari mereka melakukan solat magrib dulu, hati kecil mereka yang taat---tak mau melakukan ini.

Tapi mau bagaimana lagi, perjanjian tetaplah perjanjian----yang sudah lebih 500 tahun sudah tidak di jalankan lagi di desa ini.

"Ya allah berikanlah kami petunjukmu, kami tak mau tersesat dalam kesesatan iblis," ujar salah satu warga desa yang berdoa saat magrib.

Para warga desa yang tak pernah ibadah atau memeluk agama manapun---sebelum air bah meluap dari sungai dan banjir.

Banyak dari mereka yang melakukan judi dan menyambung ayam---tapi kebiasaan mereka setelah air bah dan banjir bukannya mendekatkan diri pada tuhan, malah memilih kembali mengikat perjanjian.

Perjanjian gaib yang sudah lama di lupakan dan tak dilakukan lagi---setelah seorang wali berhasil menebarkan pengaruh islam di desa Cempaka.

Para bapak-bapak sibuk merokok----yang sudah siap melakukan ritual. Para pria anak-anak, remaja, dan paruh baya mengenakan bawahan batik, kaos putih, dan blangkon bagi pria.

Dan bagi wanita mengenakan bawahan batik, kebaya putih, dan rambutnya---ada yang di gerai, cepol, dan hanya kuncir samping.

Para pemuda membawa dua ekor kerbau untuk di persembahkan oleh keraton Naga Seta, sedangkan para gadis membawa persembahan untuk sayeba.

"Kira-kira ritual seperti ini udah jalan berapa bulan ya?" tanya pemuda yang membawa keris untuk nanti menyembelih kerbau.

"Kira-kira udah hampir 5 bulanan sih," jawabnya singkat, sambil mengasah kerisnya.

"Pak de ini kita akan lakuin ritual kapan ya?" tanya pemuda desa pada bapak-bapa yang sedang merokok.

"Tunggu Mbah Suti dulu, dia lagi ngelakuin ritual----kira-kira jam sembilan malam," jawab bapak Adi, sambil membakar tembakau dan menghisap di mulutnya.

"Lama juga ya," jawab pemuda itu.

Di sebuah rumah----di dalam kamar yang aesthetic dengan lampu tumblr di depan cermin yang bulat, kamar dengan hiasan kekinian.

Hani malah sibuk mengenakan kebaya putih, bawahan rok batik dan rambutnya hanya diikat seadanya. Toh dirinya hanya mengikuti ritual ini yang menurutnya sama sekali tak di percaya.

"Lagian ribet bener gua mesti pake kebaya segala---kaya mau kondangan!" dumel Hani.

Hani mengenakan kebaya di kamarnya, lalu dirinya saat memakai lipstik di bibirnya dari arah cermin muncul sosok yang membuatnya terdiam.

Matanya membulat lalu menoleh ke belakang, tenyata tak ada orang.

"Ah gua halu kali," ujar Hani---lanjut mengenakan eyeshadow.

"Gua pake ini ah siapa tahu---gua bisa deketin Farhan, hihihihi."

Hani bicara lantaran dirinya mau mendekati Farhan, karena pemuda ini masih bujang dan memiliki usaha peternakan meski tak besar tapi tetap berkembang.

"Hani udah belum!" tanya ibunya.

"Bentar lagi bune ini lagi pake eyelash," jawab Hani berteriak, sibuk menghias matanya.

"Opo sih ey-eye! cepet keluar!" titahnya.

"Iya bentaran!" teriak Hani sibuk menghias matanya agar menjadi kece badai.

Saat tangannya sibuk menghias matanya----Hani melihat sosok di belakangnya, gadis dengan mengenakan kemben warna putih dengan hiasan emas sampai pinggang, dan dari pinggang sampai bawah kaki wujudnya ekor ular putih, rambutnya di konde dengan mahkota di kepalanya.

Hani langsung menoleh ke belakang dan di belakangnya---dirinya menelan ludahnya kasar.

"Kok bentuknya begini kaya medusa!" gumam Hani---saat matanya melihat sosok wanita di belakangnya.

Tiba-tiba lampu kamarnya mati nyala sendiri, Hani bingung siapa sosok gadis di belakangnya ini---wajahnya nampak familiar.

Kaki ularnya lalu merayap mendekati Hani membuat gadis itu menelan salivanya, ingin berteriak tapi suaranya tertahan di tenggorokan.

Ekor ularnya melengkung di depannya, Hani jadi takut dan geli karena melihat wujudnya, wajahnya cantik---tapi bawah kakinya ular putih.

"Ka-kamu siapa?" tanya Hani yang akhirnya suaranya keluar juga, setelah susah payah tertahan.

"Mbak Hani nggak kenal siapa aku?" tanyanya dengan senyuman yang manis, lalu kakinya melata mendekati ke arah Hani.

Hani mengingat-ingat siapa di depannya ini, lalu sekelebat bayangan terlintas---dulu dirinya pernah mengajak main seorang anak kecil lalu memberikannya makan---ayahnya penjudi.

"Rat-Ratihhhhh! Kyaaaa!" jerit Hani histeris, saat mulut Ratih mengeluarkan desis ular dan lidahnya.

Ratih mengeluarkan lidah selayaknya ular, membuat Hani menjerit sambil menutup kedua telinganya dengan tangan-----lalu dirinya terus berteriak dengan mulutnya mengucapkan satu kata 'pergi'.

Jeritan Ratih di dengar oleh sang ibu yang masuk ke dalam kamar, "Hani ono opo toh nduk!" ujar sang ibu melihat Hani.

Posisi Hani menutup kedua telinganya dengan tangan di bawah meja rias yang terbuat dari kayu, lalu berteriak mengatakan pergi. Dan sangat histeris seperti melihat sesuatu yang membuatnya takut.

"Hani!" teriak sang ibu.

"Nyebut nduk! Nyebut!" ujar sang ibu---ibunya mengenakan kebaya putih rambutnya di cepol biasa dan bawahannya kain batik.

"Ini kenapa!" teriak ibunya.

Teriakan Hani membuat para warga ke rumah itu demi menyadarkan Hani, gadis ini tersadar saat di sekitar tak melihat apapun hanya ibunya dan beberapa tetangga.

"Nduk...kamu nggak apa-apa?" tanya ibunya.

"Bune!" teriak Hani lalu memeluk ibunya menangis---eyeliner dan hiasan matanya luntur karena menangis ketakutan setengah mati.

"Kamu kenapa sih nduk?" tanya ibunya dengan khawatir.

Salah satu tetangga lalu menyuguhkan Hani sebuah teh yang isinya air garam, setelah menarik napas dan tenang Hani mulai bercerita.

"Tadi saya bertemu Ratih," kata Hani singkat seolah masih lemas.

'Ratih?" ucap mereka serempak.

"Kamu lihat dimana Nduk?" tanya salah satu ibu-ibu.

"Tadi di belakang saya...wujudnya setengah ular dan manusia Bu Lee!" kata Hani yang wajahnya pucat dan seluruh badanya lemas.

Mereka semua menenangkan Hani, para warga mulai berbisik-bisik soal kemana hilangnya Ratih, gadis cantik yang miskin---saat ini hilang entah kemana tanpa jejak.

*

*

*

1
neni nuraeni
mungkin kah anaknya yg melindungi ibunya,,, kalau iya bkl tmbh seruuu ni
Putri Sabina: Yah itu udah insting anak laki-laki kak, kalo dimana² pasti akan melindungi ibunya
total 1 replies
kinoy
kyknya pemuda tu anak Ratih ma seta deh
Putri Sabina: itu kekuatan nya kak dari bangsa siluman🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuuut
neni nuraeni: ok deh😉
total 2 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐁𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩 𝐱 𝐬𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐀𝐦𝐛𝐚𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐤𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐤𝐞 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐬𝐢𝐡.
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐠𝐚𝐤 𝐝 𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡. 😞
Putri Sabina: ikutin aja kak alurnya😄
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuut
Putri Sabina: besok lanjut kakak
total 1 replies
neni nuraeni
wiih mantaaap.. lnjut
Putri Sabina: besok kak pasti lanjut kok😄
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
Ke desa Cempaka baru rencana, kpan ksitu nya Rania. 😂
Putri Sabina: sabar atuhh, kan lagi persiapan Dania juga masih sekolah jugaa kak😩
total 1 replies
neni nuraeni
semoga aja Ratih kuat...
neni nuraeni: iya ksian... 🙂
total 2 replies
kinoy
si Ambar cr mati..JD dia yg nambahin racun ke tubuh Ratih..SMG aj CPT ketauan trus dipateni
Putri Sabina: tunggu aja kak, karmanya buat kobra Ambarwati😄 dan orang jahat pasti akan ada karmanya🤭
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐉𝐝 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐡 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐭𝐮 toh😳😆, 𝐠𝐚𝐤 𝐧𝐲𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚 𝐭𝐩 𝐬𝐞𝐫𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫. 😂
Putri Sabina: sesuai keinginan readers kak, nanti di bab selanjutnya akan ada banyak tokoh tambahan🙏
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐝𝐞𝐡 𝐏𝐫𝐚𝐛𝐮 𝐍𝐚𝐠𝐚 𝐬𝐞𝐭𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐫𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭 𝐱 𝐦𝐞𝐦𝐞𝐥𝐮𝐤 𝐚𝐠𝐚𝐦𝐚 𝐢𝐬𝐥𝐚𝐦 𝐲𝐚. 😃😃
Putri Sabina: aminn😉🙏
total 1 replies
neni nuraeni
jgn smpai dong Ratih meninggal kasian ibu ya,,,
neni nuraeni: ya dehhh
total 2 replies
kinoy
waduh..gmn nasib Ratih y
Putri Sabina: tunggu kelanjutannya kak, besok update koo😄
total 1 replies
Nur Bahagia
kamyuuu nanyaaa? 🤭
Nur Bahagia
ternyata pangerannya jahad 🤨
Putri Sabina: namanya juga siluman kak
total 1 replies
Nur Bahagia
oii pangeran.. pikirin juga dong calon ibu mertua mu
Putri Sabina: Yah begitulah kak, sifat alami siluman😉 egois🤭
total 1 replies
Nur Bahagia
seperti nya pangeran harus mengurangi ego nya 🤭
Nur Bahagia
kenapa pangeran tau2 ngamuk 🤔 jangan bilang kalau kamu masih labil pangeran 🤣🤭
Putri Sabina: bukan labil, dia nggak mau Ratih pergi kak🤐
total 1 replies
neni nuraeni
yaaa bersmbung
neni nuraeni: 👌 othor... dtunggu ya klnjutannya... 🥰
total 2 replies
Nur Bahagia
kalo kamu berhutang budi, harusnya dari dulu kamu bantu Ratih dan keluarga nya biar bisa hidup enak 😁🤭
Putri Sabina: Naga Seta maunya Ratih jadi istrinya kak🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!