Instagram : @blueskyma_1
Seorang gadis cantik tersenyum kecut menatap pantai yang ombaknya terombang-ambing kesana kemari, meratapi kepedihannya saat ini.
Begitu takdir tidak memihak kepadanya. . .
"Aku setuju untuk segera melangsungkan pernikahan" ucap laki-laki itu datar dan sama dinginnya dengan angin pantai malam ini.
"Aku tidak segila itu Gem!" sentak Mou.
"Jangan mempersulit segalanya Mou! , kita saling mencintai, dan keluarga kita juga merestuinya" ucap Gemilang yang terus menatap ombak.
"Aku tidak pernah mengatakan mencintaimu" ucap Mou yang mulai terisak "bagaimana mungkin Gem, aku mengkhianati sahabatku sendiri" ucap Mou memukul pelan lengan Gemilang yang berada disampingnya.
"Aku tidak perduli!"
"Dia sahabat kita Gem, dia sedang sakit. . . apakah kamu berniat membuat sakitnya semakin parah" Mou menangis begitu pilu, membuat Gemilang tidak tega melihatnya , lalu memeluk gadis yang dicintainya itu begitu erat.
"Kita harus bagaimana Gem?" ucap Mou disel
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21 ~ Seperti bulan sabit
FLASHBACK ON
Bali...
Dalam derasnya hujan seorang gadis cantik menangis tersedu-sedu, di dalam tenda yang terombang-ambing oleh angin.
Gemilang malam itu sedang ada acara perkemahan bersama teman-teman sekolahnya nya , ia tak sengaja melihat tenda itu dan berniat untuk berteduh.
Kemudian Gemilang melihat sosok gadis yang sangat menyedihkan itu. Tubuhnya sudah basah dan menggigil.
Ia ikut berteduh di dalam sana, Gemilang menepuk-nepuk pundak gadis cantik itu, matanya yang penuh air mata menatap sendu pada Gemilang.
"siapa?" tanya Mou datar dan segera menghapus air matanya.
"kamu yang siapa , kenapa malam-malam begini disini sendiri seperti ini" ucap Gemilang melepaskan jaket nya untuk menyelimuti gadis yang menggigil itu.
"aku sedang patah hati" jawabnya sambil tersenyum kecut "aku patah hati kepada papa ku" Mou benar-benar butuh tempat untuk berbicara saat ini.
"bagaimana bisa? beliau menggantikan mama ku dengan wanita lain" Karena itu adalah kali pertama Mou mengetahui papa nya memiliki wanita lain, Setelah itu Mou menceritakan semuanya pada laki-laki yang sebenarnya asing baginya itu.
"jadi kamu kabur dari rumah".
Mou mengangguk. . .
Gemilang mengusap-usap lengannya, udara malam itu begitu dingin karena derasnya hujan, Mou yang melihat itupun segera melepaskan jaket Gemilang.
"nggak usah dilepas" ucap Gemilang.
"ini basah" ucap Mou menenteng jaket Gemilang yang memang sedikit basah.
Mou mengambil selimut yang terletak didalam ransel kecilnya, lalu ia melepaskan kaosnya yang basah hingga menyisakan tank top saja.
"hey--" seru Gemilang saat Mou dengan santainya melepaskan kaosnya didepannya.
"dingin" ucap Mou segera membalut tubuhnya dengan selimut, lalu berbaring.
"jika kamu juga kedinginan, tidur lah" ucap Mou menepuk sisi kosong disebelahnya.
Gemilang menurut begitu saja, merebahkan tubuhnya disamping Mou dengan kikuk.
"tenang saja , ini tenda mahal , air tidak akan bisa masuk mekipun kita tertidur" ucap Mou mendekati Gemilang lalu menyelimutinya, sehingga mereka dalam kehangatan selimut yang sama.
Gemilang terlentang dan menatap langit-langit tenda, sedangkan Mou menghadap kearah Gemilang menggunakan kedua tangannya untuk bantal "kamu yang ikut perkemahan disebelah sana ya?" tanya Mou memecah keheningan.
"iya" ucap Gemilang yang sebenarnya sangat gugup , dengan jarak yang cukup dekat seperti ini.
"darimana?" tanya Mou.
"dari Jakarta"
"oh" Mou nampak mengangguk.
"hacihhhhh. . . " suara bersin dari Gemilang.
"kok bisa langsung flu sih" ucap Mou nampak khawatir.
"gapapa".
Mou mengambil minyak kayu putih didalam ransel kecilnya, kemudian mengoleskan nya begitu saja pada pelipis Gemilang dan menggosok-gosok tangan Gemilang dengan santainya.
Setelah itu, Mou kembali merebahkan tubuhnya sembari memeluk Gemilang "maaf ya aku terpaksa memeluk kamu , kalo tidak kita berdua pasti akan beku besok pagi" ucap Mou.
Gemilang tercengang begitu tegang saat merasakan rengkuhan hangat dari seorang gadis , yang baru seumur-umur ia rasakan.
Mou semakin menyelusup kan kepalanya pada dada yang nyaman itu "aku kedinginan" ucap Mou dengan bibir yang bergetar dan mata yang terpejam.
Tangan Gemilang dengan ragu ikut merengkuh tubuh Mou yang menggigil , dan malam itu mereka terlelap dengan kehangatan dari pelukan satu sama lain mengalahkan dinginnya hujan diluar sana.
Sinar matahari membuat Gemilang mengerjapkan matanya perlahan, matanya langsung tertuju pada gadis yang masih menempel pada tubuhnya.
Tapi tak lama kemudian mata Mou terbuka, ia tersenyum pada Gemilang, dan itu adalah pertama kalinya Gemilang terhipnotis pada senyuman yang begitu manis , matanya menyipit bak bulan sabit. . .
Dan itu adalah pertama kalinya hati Gemilang bergetar karena seorang wanita, seumur hidupnya ini adalah yang pertama.
Mou beranjak untuk bangun, dan Gemilang juga ikut terbangun.
"pakai kaos mu!" seru Gemilang saat melihat kulit halus itu terpampang begitu nyata.
"masih basah" ucap Mou menenteng kaosnya.
"pakai jaket ku" ucap Gemilang melemparkan jaketnya yang sedikit lebih kering dari kemaren.
Mou menurut begitu saja "aku mau pulang, mau dibawakan makanan apa nanti, kalo sempat aku akan menemui mu lagi"
Jantung Gemilang sungguh maraton dibuatnya , "tidak udah repot. . . hacihhhh".
"tuh kan" Mou memegang kening Gemilang"kamu flu".
Tiba-tiba tenda itu terbuka dengan paksa , dua manusia bertubuh kekar menghampiri mereka "nona , ayo kita pulang , bapak sudah mencari anda sedari kemarin"
Mou tidak ada pilihan kecuali menurut karena Mou tahu apa yang akan bodyguard papa nya itu lakukan jika Mou membangkang.
"aku harus pergi, semoga kita bisa bertemu dilain waktu" ucap Mou tersenyum manis pada Gemilang.
"siapa namamu" teriak Gemilang saat Mou hampir jauh.
"Mou!" teriak Mou yang terdengar samar pada telinga Gemilang.
"siapa?, Moon?" gumam Gemilang, "pantas saja matanya seperti bulan sabit ketika sedang tersenyum" ucap Gemilang yang tanpa sadar tersenyum mengingat gadis itu.
karena itu Gemilang menyebut nya my moon yang artinya adalah bulanku, gadis kecil yang sebenarnya lemah, namun tetap bersikap tegar , ia sangat berani dan penuh perhatian dengan senyuman yang begitu manis, dia yang paling bersinar diantara yang lain.
Karena semenjak saat itu senyuman nya selalu terngiang-ngiang di kepala Gemilang, bayang-bayang wajah cantiknya selalu menghantuinya dan satu lagi, pelukan hangat yang tak kan terlupakan.
Dan semenjak itu pula, Gemilang sering mengajak orang tuanya berlibur ke Bali hanya untuk mencari bulannya. . .
FLASHBACK OFF
Gemilang mengangguk. . .
"iya Mou adalah cewe itu"
"What the fck!" Ben masih ternganga tidak percaya mendengar hal itu, wanita yang membuat Gemilang susah jatuh cinta setelah itu.
"diem!" seru Gemilang saat Ben begitu heboh.
"jadi dia cewe yang buat Lo bolak-balik ke Bali kaya orang bodohhh!" ucap Ben.
Gemilang menyesap kopi nya dengan santai "hem".
"dan dia, apakah Mou tahu soal Lo"
Gemilang menggelengkan kepalanya "sepertinya tidak".
"kenapa kemaren Lo pura-pura nggak kenal pas pertama ketemu, kan seharusnya Lo bilang bangsd! , geregetan sendiri gue".
"sebelum itu gue udah pernah bertemu dengannya lagi di Bali, dan dia nggak kenal sama gue. . . gue kesel dong, jadi mending pura-pura nggak kenal aja".
"kapan Lo ketemu dia?".
"beberapa bulan yang lalu, waktu gue liburan sama nyokap bokap".
"Lo itu seharusnya ngomong?!"
"buat apa?" ucap Gemilang yang kembali menyesap kopi hitam pekatnya.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE LIKE YA , KOMENTAR JUGA UNTUK MEMBANGUN IDE CERITA , DAN VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA. 💋
dah setiap ganti dan bikin email baru, download ulang kisah ini Abang gem dan mou..😭😭
baca lagi..
ulang lagi..
baca lagi..
baper nya bikin gamon😭😭