NovelToon NovelToon
MAFIA DAN GADIS BUTA

MAFIA DAN GADIS BUTA

Status: tamat
Genre:CEO / Dark Romance / Mafia / Romansa / Roman-Angst Mafia / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:181.8k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

SEQUEL KEDUA ANAK MAFIA TERLALU MENYUKAIKU!

Lucas Lorenzo yang mendapati kenalan baiknya Philip Newton berada di penjara Santa Barbara, ketika mengunjunginya siapa sangka Lucas dimintai tolong oleh Philip untuk menyelamatkan para keponakannya yang diasuh oleh sanak keluarga yang hanya mengincar harta mendiang orang tua mereka.

Lucas yang memiliki hutang budi kepada Philip pun akhirnya memutuskan untuk membantu dengan menyamar menjadi tunangan Camellia Dawson, keponakan Philip, agar dapat memasuki kediaman mereka.

Namun siapa sangka ketika Lucas mendapati kalau keponakan Philip justru adalah seorang gadis buta.

Terlebih lagi ada banyak teror di kediaman tersebut yang membuat Lucas tidak bisa meninggalkan Camellia. Ditambah adanya sebuah rahasia besar terungkap tentang Camellia.

Mampukah Lucas menyelamatkan Camellia dari orang yang mengincarnya dan juga kebenaran tentang gadis itu? Lalu bagaimana jika Camellia tahu bahwa Lucas adalah seorang mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22. CURHAT

Malam menua dalam diam. Hujan rintik-rintik menggurat kaca jendela kamar Lucas seperti tinta rahasia yang belum sempat dihapus. Di hadapannya, laptop menyala dengan cahaya redup. Layar penuh dengan dokumen, potongan foto, dan e-mail yang telah berhasil dibongkar Rosetta dari arsip lama tentang Camellia dan media sosial yang terkubur.

Lucas duduk bersandar di kursi, satu tangan menopang dahinya, dan tangan lain memegang ponsel. Layar menampilkan nama adiknya, Rosetta Lorenzo.

Telepon tersambung, namun seketika beralih menjadi video call.

"Brother?!" suara Rosetta terdengar dari seberang, ceria seperti biasa, tapi mengandung nuansa penasaran, "aku sudah kirim semua berkas yang kau minta. Tapi, ya Tuhan, perempuan bernama Briana itu benar-benar bitch."

"Rose, jaga ucapanmu," tegur Lucas pada adiknya, tapi tidak lagi terkejut dengan keblak-blakan Rosetta.

"Tapi, Brother. Kalau kau lihat apa yang aku temukan dia benar-benar ... Agh! Rasanya aku ingin sekali memukul wajahnya dengan kotoran," gerutu Rosetta tak henti setelah ia mendapatkan kebenaran tentang Briana dari pencariannya.

Lucas menatap layar komputer dengan mata tajam namun letih. Data yang Rosetta kirimkan terus dipelajari, diperiksa, disaring, hingga akhirnya sebuah pola mulai terlihat. Nama-nama pria yang dulu dekat dengan Camellia, satu per satu menghilang, menjauh, membenci, dan semuanya mengarah pada satu benang merah: Briana Dawson.

"Aku tidak tahu kalau perempuan itu sudah gila dari dulu. Bisa-bisanya berbuat sejahat itu kepada sepupunya yang buta," gumam Lucas pelan. Suaranya sarat amarah yang ditahan.

"Lagi pula bagaimana bisa kau berurusan dengan perempuan seperti itu," omel Rosetta.

"Terima kasih untuk semua datanya. Aku butuh konfirmasi. Nama-nama ini, Herold, Dasthan, dan Jeremy, semua punya pola yang sama. Awalnya dekat dengan Camellia, lalu menjauh setelah Briana masuk dalam lingkaran. Kau bisa selidiki apakah ada komunikasi pribadi antara mereka dan Briana sebelum mereka pergi?" Lucas melihat data yang Rosetta kirimkan.

Ting!

Pesan baru langsung masuk berisi data yang Lucas mau. Terlalu cepat. Terkadang adiknya ini cukup menakutkan jika soal mencari informasi, hanya dalam hitungan detik semua yang diinginkan telah di tangan.

Lucas menyipitkan mata, menatap foto seorang pria remaja berambut keriting yang sedang tersenyum pada Camellia dalam sebuah pesta. Di sisi lain, Briana berdiri samar, namun mata gadis itu menatap lurus ke arah pria yang sama.

"Siapa dia?" tanya Lucas pelan.

"Namanya Dasthan Kane, Kakak angkatan Camellia. Dulu mereka dekat sekali. Tapi kau tahu? Beberapa minggu sebelum Dasthan tiba-tiba memutus semua komunikasi dengan Camellia, dia mulai pacaran dengan ... ya, siapa lagi kalau bukan Briana," beritahu Rosetta dengan nada mencibir.

Lucas menggertakkan gigi pelan. "Dan setelahnya?"

"Dasthan mulai membuat lelucon tentang Camellia. Tentang kebutaannya. Tentang bagaimana dia 'berpura-pura rapuh'. Ada thread lama di media sosial Dasthan. Aku dapat arsipnya. Dan itu semua dimulai ... setelah Briana mendekatinya."

Lucas menutup mata sejenak, hatinya berdegup lambat tapi berat.

"Bukan hanya Dasthan, Brother," lanjut Rosetta. "Ada juga Jeremy Wong. Sahabat masa kecil Camellia. Mereka sering main musik bareng dan melukis bersama. Tapi Jeremy juga menjauh. Setelah ... ya, Briana dekat dengannya dan kemudian entah bagaimana, dia mulai bilang bahwa Camellia terlalu bergantung dan membuat semua orang merasa bersalah karena kondisinya. Lalu tiba-tiba Jeremy menghilang begitu saja. Aku dapat sedikit informasi kalau dia ada di Eropa."

Lucas tak menjawab. Tangannya mengelap kuat sekarang.

Rosetta melanjutkan, lebih pelan, seperti menyusun simpati. "Brother? Kau tahu kan, ini bukan cuma sekedar iri. Briana seperti membentuk provokasi untuk orang di sekitar Camellia. Seolah Camellia bukan gadis buta yang kuat dan mandiri, tapi beban bagi siapa pun yang mencintainya."

"Camellia bahkan mempercayai Briana seperti saudarinya sendiri. Jika Camellia mendengar lalau semua yang ada di sekitarnya adalah kebohongan semata, aku takut Camellia akan hancur, Rose," ucap Lucas seraya mengusap wajah, frustrasi dengan keadaan Camellia yang malang.

Di seberang sana, Rosetta terdiam sejenak, lalu suaranya terdengar berubah. Rosetta menghela napas di ujung sana. "Bagaimana pun kau harus memberitahukannya. Tidak baik untuk Camellia berada dalam ketidaktahuan lebih lama. Semakin lama kau menyembunyikannya semakin hancur Camellia. Ingat apa yang terjadi padaku di kehidupan sebelumnya saat komunikasi sesama orang sekitar buruk? Pasti akan berujung buruk juga," katanya.

"Itulah kenapa aku butuh cara yang pelan dan lembut. Aku tidak mau membuatnya hancur saat tahu orang yang ia sebut sepupu justru telah menghancurkan hatinya selama bertahun-tahun. Terlebih tentang kebenaran Camellia dan juga Dandelion Project. Tolong carikan data lengkapnya tentang itu. Aku akan segera memberitahu Camellia," kata Lucas.

"Akan kucarikan, suruh Zen berikan data yang kalian temukan padaku," ujar Rosetta.

"Akan segera kuberitahu dia," jawab Lucas.

Sunyi. Setelah itu tidak ada yang bicara, seolah mereka tenggelam pada pikiran masing-masing.

Lalu suara Rosetta terdengar lebih lembut, lebih personal. "Lucas ... sejak kapan kau begitu peduli pada satu perempuan hingga khawatir soal hatinya?"

Lucas terdiam sesaat, lalu tertawa kecil. "Aku tidak tahu sejak kapan, Rose. Tapi setiap kali aku melihatnya, membuatku sadar kalau di dunia yang busuk ini masih ada kelembutan dan kemurnian. Dan ketika dia menangis, itu seperti luka di dadaku sendiri. Padahal aku datang hanya bersandiwara, tapi justru aku jatuh cinta padanya."

"Lucas Lorenzo jatuh cinta?!" ujar Rosetta dengan nada tinggi menggoda, "Dan kau bahkan tak sadar?!"

"Aku sadar," kata Lucas pelan. "Tapi aku tak yakin pantas. Aku sudah mengambil banyak nyawa orang dengan tanganku, Rose. Tanganku yang penuh darah ini tidak pantas untuk gadis sebaik dia," lanjutnya dengan nada muram.

"Berhentilah menjadi pengecut emosional. Mom akan senang kalau tahu kau akhirnya menemukan perempuan yang kau cintai. Ayah mungkin akan menangis bahagia dengan gaya maskulinnya yang tetap kaku itu. Dan Roderick? Dia akan membuatmu kutipan ilmiah tentang 'cinta sebagai gejala endorfin akut', itu akan lucu untuk dilihat," ucap Rosetta yang kemudian tertawa senang membayangkan keluarganya yang ribut jika tahu kalau Lucas jatuh cinta pada seorang gadis.

Lucas tertawa pelan mendengar penuturan dari adiknya itu. Entah bagaimana, Rosetta selalu bisa membuat suasa menjadi hidup kapan pun.

"Jangan lupakan Leon. Dia akan mengangkat gelas, memberi pidato lebay, dan memanggil Camellia 'Seorang Ratu yang berhasil menjinakkan Lucas'. Dan Arthur? Arthur akan membuat keributan karena tidak diberitahu lebih dulu. Tapi jangan khawatir, aku bisa tangani dia," ujar Rosetta, lalu menambahkan, "Setelah memukulnya dengan bantal."

Lucas tertawa kecil mendengar ucapan adik perempuannya itu yang penuh semangat tentang Camellia dan juga anggota keluarga mereka.

"Pastikan kau membawanya ke San Francisco jika urusan sudah selesai, oke?" kata Rosetta.

Lucas tertawa lebih keras. Suara yang jarang terdengar dari Lucas, bahkan bagi Rosetta. Lalu Lucas bertanya, suaranya lebih ringan, "Bagaimana kabar rumah? Mom? Dad?"

"Mom masih sibuk dengan perusahaan bersama Uncle Jacob. Ayah? Seperti biasa, bekerja bersama Uncle Dante yang selalu membuat Dad kesal karena guyonan konyolnya sampai-sampai Auntie Bianca sering memukul Uncle Dante karena tidak kuat mendengar candaan Uncle," jawab Rosetta dengan tawa kecil.

Lucas mengangguk pelan. "Dan Roderick?"

"Oh, dia sekarang sedang ujian akhir untuk program residensinya. Tidak lama lagi dia resmi jadi dokter. Kau tahu dia dapat julukan dokter jenius karena berhasil melakukan operasi yang bahkan dokter veteran saja angkat tangan melakukannya." Ada nada kebanggaan dalam diri Rosetta ketika membicarakan kembarannya itu.

"Anak itu memang jenius sejak kecil," gumam Lucas, senyum menggelayut di sudut bibirnya. "Dan bagaimana dengan tunanganmu? Leonard? Dia masih bisa tahan dengan kegilaanmu?"

Rosetta memasang wajah protes. "Apa yang kau maksud dengan kegilaanku. Hmp. Leon bahkan seperti partner bisnis dengan Dad sekarang, terutama setelah membuat anak perusahaan miliknya di San Francisco. Mereka selalu membicarakan tentang pekerjaan bahkan ketika makan."

"Namanya juga pebisnis. Tapi kuyakin kau dengan Leon baik-baik saja, dia tahu bagaimana menjinakkanmu," canda Lucas.

"Ucapanmu seperti Rod sekarang. Ngomong-ngomong, Brother ... Arthur kemarin bikin keributan lagi," beritahu Lucas.

Lucas mengangkat alis. "Apa lagi kali ini?"

"Dia ngotot bilang aku menyabotase makan malam keluarga hanya karena aku masak ikan yang dia alergi. Padahal aku tidak tahu! Lalu dia mulai debat di meja makan soal kasus pembunuhan yang ditanganinya," adu Rosetta.

Lucas tertawa pelan. "Kalian berdua memang seperti kucing dan anjing. Tapi jujur saja, rumah sepi tanpa kalian. Aku rindu semua itu."

"Kau bisa pulang, tahu. Untuk sekali saja. Bukan hanya jadi bayangan dalam suara di telepon. Kami juga merindukanmu," ucap Rosetta tulus, penuh kehangatan.

Lucas menatap jendela lagi, senyap. "Aku akan pulang, Rosetta. Tapi belum sekarang. Masih ada yang harus kulindungi."

Di seberang, Rosetta tak menjawab langsung. Tapi ia tahu.

Lucas bukan hanya sedang menjalankan misi. Ia sedang menjaga sebuah hati yang rapuh namun penuh cahaya. Dan untuk pertama kalinya, Rosetta melihat sesuatu dalam suara kakaknya bukan hanya tekad, tapi harapan. Dan juga ... cinta.

Tapi Rosetta tahu kalau bagaimana pun sulitnya keadaan, Lucas pasti akan berhasil menyelesaikannya. Baik itu tentang urusan penjahat, maupun urusan kisah cintanya yang ada di depan mata. Karena Rosetta yang paling tahu, jika Lucas sudah mencintai sesuatu atau seseorang, maka Lucas akan mengusahakannya tanpa memikirkan tentang dirinya sendiri.

1
sukensri hardiati
kenapa menghancurkan camellia...salah sasaran tu...
Yustikarini Susanti
pingin cerita dari arabella
Gintania nia
bagus seperti biasanya
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
Alan Banghadi
Benar2 degdegan astaga 😱
TS
Bbiii
ren_iren
mampir kesini gara2 celina 😁🤭
penasaran soalnya, ternyata anaknya lucas lorenzo 🤗
ren_iren: sudah 🤭
total 2 replies
ren_iren
pokonya lanjut terussss🤗
Archiemorarty: Happy reading 🥰
total 1 replies
Virgoyanti
rodrick, Arabella, Arthur, jacob dimana, kisah mreka mana?
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙮𝙜 𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪𝙞𝙣 𝙠𝙚𝙖𝙢𝙖𝙣𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙩𝙚𝙧𝙣𝙖𝙨𝙞𝙤𝙣𝙖𝙡 𝙠𝙢𝙣 𝙮𝙖? 𝙢𝙨𝙩𝙞 𝙠𝙞 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙢𝙨𝙤𝙠 𝙠𝙮𝙠 𝙛𝙞𝙡𝙢 𝙄𝙣𝙙𝙞𝙖 𝙣𝙚𝙠 𝙬𝙨 𝙗𝙖𝙧 𝙥𝙤𝙡𝙞𝙨𝙞𝙣𝙚 𝙡𝙜 𝙩𝙚𝙠𝙤 😡😡😡
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙞𝙮𝙖 𝙬𝙠𝙬𝙠𝙬𝙠𝙬𝙠𝙠𝙬
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙞𝙣 𝙝𝙖𝙡𝙚 𝙚𝙭𝙝𝙖𝙡𝙚 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙨𝙖𝙗𝙖𝙧2 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧 😊😊😊𝙧𝙞𝙡𝙚𝙭2
total 4 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙪𝙙𝙝 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙞 𝙚𝙠𝙨𝙥𝙚𝙠𝙩𝙖𝙨𝙞 𝙦𝙪 𝙩𝙝𝙤𝙧, 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙖𝙣 𝙮𝙖? 𝙣𝙢 𝙩𝙤𝙠𝙤𝙝 𝙖𝙢𝙧𝙞𝙠 𝙩𝙥 𝙫𝙞𝙨𝙪𝙖𝙡 𝙆𝙤𝙧𝙚𝙖, 𝙝𝙖𝙙𝙚𝙝 𝙜𝙠 𝙣𝙮𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜 𝙗𝙣𝙜𝙩 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙗𝙚𝙩𝙪𝙡 𝙨𝙮𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙩𝙝𝙤𝙧 😊😊
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙞𝙡𝙢𝙪𝙬𝙖𝙣2 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙟𝙟𝙖𝙡 😡😡
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙨𝙗𝙣𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙞𝙡𝙢𝙪𝙬𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙥𝙚𝙣𝙟𝙖𝙝𝙖𝙩 𝙙𝙜𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙤𝙠 𝙟𝙚𝙣𝙞𝙪𝙨😭😭😭 𝙢𝙧𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙞𝙥𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙣𝙟𝙖𝙩𝙖 𝙗𝙞𝙤𝙡𝙤𝙜𝙞𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙗𝙖𝙧 𝙫𝙞𝙧𝙪𝙨 𝙩𝙥 𝙟𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙞𝙥𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙫𝙞𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖, 𝙟𝙙 𝙢𝙧𝙠 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙥𝙚𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙪𝙖𝙡 𝙤𝙗𝙖𝙩 𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙠𝙪𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣😭😭😭
Archiemorarty: setuju banget ini 😌
total 1 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙩𝙤𝙡𝙤𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙞 𝙖𝙦 𝙖𝙞𝙧 𝙢𝙞𝙣𝙪𝙢 𝙙𝙖𝙣 𝙣𝙖𝙥𝙖𝙨 𝙗𝙪𝙖𝙩𝙖𝙣 😭😭😭🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙗𝙣𝙧 𝙗𝙣𝙜𝙩🤣🤣
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙡𝙞𝙩𝙚𝙧𝙖𝙨𝙞𝙢𝙪 𝙙𝙧𝙢𝙣 𝙩𝙝𝙤𝙧
𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙠𝙚𝙧𝙚𝙣 𝙞𝙣𝙞
𝙖𝙦 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 𝙨𝙥𝙚𝙘𝙝𝙡𝙚𝙨𝙨😭😭😭😍😍😍
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙜𝙤𝙤𝙙 𝙟𝙤𝙗 𝙩𝙝𝙤𝙧😍😍😍
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙠𝙤𝙠 𝙢𝙡𝙝 𝙥𝙞𝙨𝙖𝙝 𝙧𝙢𝙝 𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙝𝙤𝙧😭𝙣𝙩𝙞 𝙠𝙡𝙤 𝙢𝙡𝙢2 𝙙𝙞𝙨𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙢𝙣 😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙠𝙮𝙠 𝙡𝙜 𝙣𝙩𝙣 𝙛𝙞𝙡𝙢 𝙈𝙄𝙎𝙎𝙄𝙊𝙉 𝙄𝙈𝙋𝙊𝙎𝙎𝙄𝘽𝙇𝙀😄😄😄
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐦𝐬𝐡 𝐛𝐧𝐲𝐤 𝐦𝐢𝐬𝐭𝐞𝐫𝐢 𝐲𝐠 𝐛𝐥𝐦 𝐭𝐞𝐫𝐩𝐞𝐜𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐛𝐚𝐜𝐚 𝐧𝐨𝐯𝐞𝐥 𝐢𝐧𝐢 𝐭𝐮𝐡 𝐤𝐲𝐤 𝐧𝐭𝐧 𝐟𝐢𝐥𝐦𝐧𝐲𝐚, 𝐚𝐝𝐚 𝐟𝐞𝐞𝐥𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐮𝐝𝐡 𝐤𝐲𝐤 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐔𝐒𝐀 𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚, 𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐡𝟐𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐠𝐠𝐢𝐥, 𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠 𝐨𝐫𝐧𝐠𝟐 𝐬𝐚𝐧𝐚 𝐬𝐞 𝐬𝐚𝐧𝐭𝐚𝐢 𝐢𝐭𝐮 𝐦𝐚𝐧𝐠𝐠𝐢𝐥 𝐭𝐧𝐩 𝐞𝐦𝐛𝐞𝐥𝟐 𝐤𝐚𝐤 𝐦𝐚𝐬 𝐦𝐛 𝐚𝐝𝐞𝐤 𝐝𝐥𝐥, 𝐤𝐚𝐫𝐲𝐚𝐦𝐮 𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐬𝐭 𝐭𝐡𝐨𝐫,😊😊
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙥𝙝𝙢 𝙖𝙦 𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙝𝙚𝙝𝙝𝙚, 𝙖𝙦 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙡𝙝𝙩 𝙛𝙞𝙡𝙢 𝙖𝙘𝙩𝙞𝙤𝙣 𝘼𝙢𝙚𝙧𝙞𝙠𝙖, 𝙩𝙧𝙪𝙨 𝙛𝙞𝙠𝙨𝙞 𝙞𝙡𝙢𝙞𝙖𝙝, 𝙥𝙤𝙠𝙤𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙠𝙣 𝙙𝙧𝙖𝙠𝙤𝙧 𝙖𝙟𝙖 𝙖𝙦 𝙨𝙪𝙠𝙖 🤣🤣😊😊
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐛𝐚𝐜𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫😍😍
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙗𝙡𝙢 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙩𝙝𝙤𝙧 🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!