NovelToon NovelToon
Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: JihanAnjani

Kisah Cinta Zahra dan Si Dosen tampan Arsyad yang berusaha membuat Zahra melupakan cinta Pertamanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JihanAnjani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

BAB 22: BERAKHIR.

**************

Setiap waktu kehidupan senantiasa berubah rupa. Kehidupan juga terkadang teduh, kadang juga panas terik.

Setiap saat di dunia ini hiduplah sepenuh hatimu. Suasana seperti ini mungkin tak akan ada lagi esok hari.

Seseorang yang menginginkanmu dengan segenap hati orang seperti itu akan sulit kamu temui.

Jika kamu menemukan orang itu di suatu tempat percayalah hanya dia yang terindah.

Kamu genggamlah tangannya

Kekasih sepertinya mungkin tak akan ada lagi esok hari

Mungkin dia akan pergi. Dia bisa kembali atau tidak sama sekali.

Hiduplah sepenuh hatimu

Dan cintailah dia yang mencintaimu dengan sepenuh hatinya.

Karena jika tidak, penyesalan lah yang akan mengikatmu.

Selamanya....

Dua orang wanita berbeda usia masih panik berdiri dengan gelisah di depan pintu ICU menunggu dokter yang memeriksa kondisi Arsyad. Zahra dan Maya mertuanya masih terus berpelukan saling menguatkan dan terisak. Tak lupa mereka melantunkan doa memohon kepada sang kuasa untuk keselamatan Arsyad.

Tak lama terdengar derap langkah yang saling bersahutan menghampiri mereka berdua.

"Papa!"

"Umii, Haikal!" ucap Zahra dan Maya bersamaan saat melihat orang terkasih mereka akhirnya datang.

"Paa, hiks.. Anak kita Paa...hiks!" maya langsung berlari memeluk suaminya yang sudah bercucuran keringat karena lelah berlari dalam kepanikannya.

"Tenang Ma...Tenang! Arsyad akan baik-baik saja, dia putra kita yang kuat!" kata pak Malik menguatkan istrinya sambil mengusap punggung istrinya yang bergetar dalam pelukannya.

"Zahra! Nak, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya umii Zahra lirih dia berjalan mendekat kearah putrinya yang masih sesegukan.

Hikss...

Hikss...

Hikss...

Zahra menggeleng lemah, "Zahra juga enggak tahu ummi... Tadi Zahra dari toko trus dapet telpon dari mama dan saat Zahra lihat mas Arsyad udah terbaring lemah! Hikss... Ummi... Zahra takut.. Takut!" punggung Zahra bergetar hebat dalam pelukan umminya.

Semua orang menatap Zahra iba. Sekali lagi Zahra menangis, tangisan yang sama persis ketika dia kehilangan ayahnya. Tapi kali ini tangisan itu lebih kuat. Ya, karena ada rasa menyesal yang teramat dalam pada diri Zahra.

"Mbak_" panggil lirih maya kepada besannya. "Ketika Arsyad pulang dia terlihat marah. Saat masuk ke kamarnya Arsyad terus berteriak bahkan memaki hingga dia menghancurkan barang-barangnya. Hingga terakhir dia berteriak seperti kesakitan sambil memanggil nama Zahra.. Hikss.. Sebenarnya ada apa dengan kalian... Hiks..hikss...!" tangis maya kembali pecah kala memori teriakan dan erangan kesakitan Arsyad kembali berputar.

Zahra, wanita itu menegang kaku. Kepalanya terus tertunduk tangannya terkepal di dadanya seolah menahan rasa sesak yang menghantam uluk hatinya. "Ini salahku! Semua ini salahku! Ya Allah! Hikss.. Aku telah menjadi istri yang durhaka!"jerit Zahra dalam hatinya.

Sekarang rasa sakit itu begitu menusuknya. Bukan hanya sakit! Tapi juga perih seperti luka sayatan yang di siram air perasan jeruk nipis! Kalian bisa bayangkan bagaimana perihnya hingga merambat keseluruh tubuh membuatmu menjerit merasakan perihnya.

Ummi menatap putrinya yang gemetaran dengan linangan air mata. "Ikut ummi! Kita harus bicara Zahra!" ajak ummi penuh amarah. Dia menarik Zahra untuk keluar dari rumah sakit itu.

Zahra tersentak, mendongak dia menatap mata umminya yang berkabut amarah dan kekecewaan yang besar, "Ummi.. Maafin Zahra?"pinta Zahra memohon.

Tapi ummi tidak peduli untuk pertama kalinya dia mencengkram tangan Zahra sangat kuat membuat Zahra meringis sakit.

"Sssshhhtt.... Sakit ummi!" ringis Zahra saat merasakan pergelangan tangannya yang mungkin sudah memerah.

"Mbak, jangan_"

"Tidak!" sela ummi cepat saat besannya itu mencoba menghentikanya.

"Anak ini harus tahu kebenaranya! Agar dia tahu betapa kejamnya dia pada suaminya!" kata ummi menatap tajam Zahra.

"Tapi, Mbak! Arsyad melarang kita memberi tahunya mbak." mohon mama Aryad membuat Zahra bertanya-tanya dalam pikrannya.

Ummi Zahra memandang lekat putrinya dari ujung kaki hingga kepala. Sebuah kalimat terlontar dari bibirnya yang menusuk kedalam relung hati Zahra.

"Kamu bukan putriku! Putriku bukan wanita yang kejam!" hardiknya sakrasme.

Degg..., kejam? Ya, Zahra memang kejam! Zahra bisa terima itu tapi...,

"Aku putrimu ummi!" teriak Zahra spontan.

Plaaaakkkk......

Semua orang tercengang bahkan Haikal membulatkan matanya. Untuk pertama kalinya ummi menampar Zahra dengan begitu keras!

Dihadapan orang dia menampar putri kesayangannya. Haikal mengakui jika dia juga sangat... Bahkan sangat kecewa dengan kakaknya. Dia yakin kondisi iparnya sekarang ini pasti karena Zahra.

***************

Zahra menyentuh pipinya yang terasa panas dan perih akibat tamparan umminya. Matanya mulai berair, "U-umi menampar Zahra?" tanya Zahra dengan suara gemetar,tak percaya.

"Iya!" sentaknya. "Bahkan tamparan itu masih belum cukup untukmu!"

"Mbak, sudah mbak. Kasihan Zahra!" timpal maya yang merasa tak tega dengan menantunya yang terdiam membatu sambil memegangi pipinya yang memerah dengan bercak tangan.

"Ini dirumah sakit mbak, tidak enak sama yang lain. Mbak tenang ya!" mohonya lagi. Kini Maya sudah berada di sampingnya sambil mengusap bahunya.

Haikal juga ikut membantu menenangkan emosi umminya, "Istigfar ummi, ini di rumah sakit,"ingatkannya . Membuat umminya mengelus dada dan menarik napas dalam.

"Astagfirullah!" ucapnya. Menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlanan. Mencoba mengontrol emosi dan amarah nya yang membuncah.

Setelah cukup tenang ummi berjalan mendekat kearah Zahra yang tertunduk serta masih mengeluarkan air mata dalam diam. "Biar ummi kisahkan sebuah cerita padamu. Agar kamu tahu semuanya. Ummi kira ini adalah waktunya," ucap ummi membuat semua terdiam.

Ya, mungkin sekarang sudah waktunya Zahra mengetahui semuanya.

"Dulu tepatnya 5 tahun yang lalu sejak ayah meninggal karena kecelakaan. Kamu pasti ingat kalau ayah menjadi korban tabrak lari, ingatkan?" tanya ummi lembut membuat hati Zahra kembali tenang. Umminya yang lembut sudah kembali.

Zahra mendongak menatap umminya yang kini tersenyum lembut padanya. Zahra mengangguk. "Tepat pada saat itu ternyata bukan hanya ayah yang menjadi korbannya tapi juga salah satu keluarga Al-Mubarak dari generasi pertama yaitu Kakeknya Arsyad...," ucap ummi membuat Zahra membelalakan matanya.

"....Kamu ingatkan pernah membawanya ikut serta bersama ayah kerumah sakit?"

Zahra mengangguk dengan tangan kanannya menutup mulutnya yang menganga lebar, sungguh dia masih ingat. Saat di mana ada dua orang yang terkapar bersimbah darah di jalanan raya. Tapi tidak ada seorangpun yang menolong dan hanya memfoto dan berkerumun disana.

Zahra marah, berteriak dan memaki. "BRENGSEK KALIAN SEMUA! BINATANG! IBLIS! JAHANAM! " umpatan itu keluar dari mulut Zahra dan itu kata paling kasar yang pernah di ucapkannya, itu terjadi ketika Zahra melihat orang-orang memfoto ayahnya. Membuatnya naik pitam.

Zahra baru saja pulang sekolah saat usianya baru menginjak usia 17 tahun. Dia melihat kerumunan orang dan terkejut ketika melihat ayahnya tergeletak dengan napas terputus. Serta seorang pria tua yang juga mengalami hal serupa dengan ayahnya.

Mengingat itu membuat Zahra meneteskaan air mata.

Lalu...........

*************

1
A&R
/Smile/
Intan Ummi Ihsan
Kecewa
arfan
up
Limo Enam
mengapa ceritanya lebih seru yg S2
Rinjani
Zara kisah nya gimana nasib nya lanjut
Rinjani
lo Ayla sakit apa kan aduhh Yusuf kenapa pingin kawin apa u sumsu ya kan Zara bisa hamil lg
Rinjani
Ummi ma Haikal.kemana yaa kok gak ada ceritanya malah Ani anak bibi nya yg nemani Zahra
Rinjani
aduh Arsyad dah marah mana bisa dak bogem
Rinjani
buka topeng ya Zahra tahu deh Rey dulu padahal benci Zahra tau kenapa hanya Jefri yg baik
Rinjani
Rey semoga cepat sadar
Rinjani
Zara ma Jefri nikah deh biar tinggal Yusuf yg nikah ma adik nya edan
Rinjani
Rey sinting krn Zahra kok bisa yaaa
Rinjani
Rey kenapa gila jd suka ma Zahra seh dan nyulik waah Thor ada aja seh
Rinjani
perdarahan aduh 🙈🙈🙈😢
Rinjani
Zara minggat krn suaminya Poligami dan anaknya mengizinkan anak kecil kok bisa yaaa
Rinjani
aduh jeahh ketemu suami Zara
Rinjani
anak sahabatnya yg suaminya tau aah
Rinjani
aduh Dr Zara kok nasib mu ngini😢🤲
Rinjani
aduh jahat sekali Suami dan anak Zara nikah lg eee gila lo
Rinjani
ops Zara Anjani aduh ibunya buka tabir nih ..loo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!