Sahara bertemu dengan suaminya yang bernama Bani, di kampusnya, Bani merupakan kakak tingkat Sahara, singkat cerita Bani jatuh hati dengan Sahara, ingin menikahi Sahara saat lulus kuliah nanti.
Namun sang mama, yang saat ini menjadi mertua Sahara begitu keras dan galak, suka berbicara lantang, keras, dan menusuk di hati, mertua Sahara belum rela anaknya menikah dan takut kalau anaknya menikah melupakan jasa sang mama yang telah merawat Bani dari dalam kandungan sampai beranjak dewasa, dia merasa Bani belum bisa membahagiakan mama nya, maka menentang dia untuk menikah dini, dan seperti memusuhi mantu nya dengan kata kata pedasnya, namun yang buat Sahara heran, kenapa kalau di ceplosin selalu membuat drama air mata, mengadu kepada Bani, sehingga membuat Sahara dan Bani bertengkar.
Akan kah sahara kuat menghadapi mertua galaknya?.
Ikuti yuk kisah mertua galak, kisah pasutri bernama Sahara dan Bani, yang rumah tangga nya selalu di kisruhi mama mertua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rezza_handira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MG
Aku sendiri termenung di samping Nissa anakku, Kadang aku membayangkan jika aku di posisi suami, Selalu menjadi penengah antara aku dan mertua, Kadang juga aku merasa tidak mau kalah dan akhirnya jadi debat panjang, Namun Mertua ku itu sungguh keterlaluan. Suka mengkritik, Apalagi tentang pola asuh anakku, Tempo hari tentang tata letak barang di rumah ku. Minggu ini akan membuat ulah apalagi ya mertua ku???.
🎆🎆🎆
"Yah, Ayah, Nissa Di kasih Mpasi apa lagi ya, Aku perhatikan kalau di kasih makan Sayuran pup nya masih ada sayuran nya yang utuh." Kata ku bertanya pada Bani.
"Gimana kalau kita konsultasi dengan dokter mi, Biar dapat ilmu tentang ngasih Mpasi, Makanan apa yang boleh dan tidak boleh untuk bayi seumuran anak kita." Kata Bani
Kami berkonsultasi dengan bidan terdekat dari rumah, Sekalian message untu baby Nissa. Kami orang tua baru ingin memberi yang terbaik untuk anak, Kami sering ke Dokter, Bidan, Atau tenaga medis lainya agar dapat ilmu yang benar tentang merawat bayi. Bukan dengan arahan mitos jaman dulu oleh mertua.
"Ini anaknya umur berapa bulan Bu." Tanya Bu Bidan
"Bulan ini 8 bulan Bu, Oh iya Bu, sekalian tanya untuk Mpasi bayi, Jika saya kasih sayuran, walau sudah di masak yang empuk, kenapa pup nya masih ada mirip sayuran yang saya berikan pada anak saya Bu." Tanya ku saat berkonsultasi kepada Bu bidan.
"Kebanyakan ibu emang ngasih Mpasi, Sayuran dulu daripada daging, Itu kebalik Bu, kasih Mpasi nya daging dulu, soalnya daging gampang di cerna oleh perut bayi, Ketimbang di kasih sayur dulu." Jelas Bu bidan.
"Oalah, Kebalik ya Bu, Pantesan, Bikin saya was was saja." Kataku seraya mengangguk paham.
"Bayi boleh ngga Bu, dikasih kopi?." Aku bertanya lagi
"Ya belum boleh Bu, Hati dan Ginjalnya kan belum kuat, Kalau orang jaman dulu emang di kasih kopi katanya agar ngga step, Tetapi itu kebiasaan yang salah." Jawab Bu bidan.
"Terimakasih Bu, Kami sudah mengerti, Kalah begitu kami pamit dulu ya Bu." Kata Bani
Setelah membayar biaya konsultasi dan baby massage, Kami pun langsung pulang. Berkumpul bersama keluarga.
🎆🎆🎆
Drrdt. .Drrdtt. .Drrdttt. . Suara hanphone Bani berdering.
📲 "Iya ma, Kenapa?." Bani mengangkat telpon.
📲 "Mana cucu ku?" Kata Mertua
📲 "Lagi di suapin sama mami nya," Jawab Bani
📲 "Makan apaan?, Masak sendiri apa beli.?" Tanya mertua.
📲 "Beli ma," Jawab Bani
📲 "Eh adek minta minum ya, ini minumnya ayah ambilin, buat adek." Kata Bani lagi sambil menelepon mama nya.
📲 "Beli mulu, makanan buat anak, Seret itu Ban, Makan bubur ngga ada kuah nya ya seret lah, Emang istrimu kenapa sih ngga mau masak ban, Buat anak ngga mau masak, Pemborosan beli terus." Suara Mertua
📲 "Kalau Repot ya beli ma, Anakku kan aktif banget ngga bisa di tinggal, baru di taruh kasur, udah merangkak nyamperin maminya h kedapur, Di taruh Baby Walker, nangis ngga mau berhenti, di gendong sambil masak, Anaknya ngga bisa diem, pengen megang apa yang di pegang sama maminya." Bani memberi penjelasan.
📲 "Kasih makan sayur Ban, Kasihan ngga di kasih makan sayur, kalau makan sayur kan seger banget badan nya." Kata mertua.
📲 "Kata Bidan nya, Kalau sayur belum bisa nyerna ma, Di kasih daging dulu, kebanyakan para ibu kebalik ngasih makan Mpasi." Jawab ku
📲 "Ya di blender lah, biar bisa nyerna." Kata mertua lagi
📲 "Sudah ma, itu kebalik belum waktunya." Jawab ku lagi
📲 "Ribet banget sih, Jaman dulu ngga begitu. Hari Minggu kok ngga ke rumah nenek sih?, Nenek kan ngga ada teman nya."Jawab Mertua.
📲 "Emang Agus ngga di rumah ma?" Tanya Bani
📲 "Ya, Ada di rumah, Tapi mama pengen di temani sama cucu, Anak kamu bawa kesini dong, Tinggal saja nginep sama mama." Jawab Mertua.
Enak saja main bawa suruh nginep, Ku kadang kesel sekali jika flashback aku saat pertama kali hamil, di bilang sama adik ipar siapa suruh kamu nikah dulu, Mama sakit ngga bisa Anter, Walau itu bukan tertuju padaku, tapi kan kakaknya menikah dengan ku, Masa iya aku menyebabkan kakaknya tidak berbakti. Dan mertua lagi ,Jangan cecar, jangan induksi, Lahiran pakai BPJS aja nanti uangnya bisa dipakai yang lain. Saat aku hamil tua pun masih menyakiti hatiku, dengan omongan Kok jatah mama dikurangi terus sih ban, Lahiran di kampung ngabisin ongkos.
Jika mengingat itu semua hati ku sakit, Saat saudara pada menjenguk pasca lahiran, Tak kulihat satu pun wajah saudara dari suami ataupun mama mertua, Termasuk Iparku sendiri. Aku jadi ngga rela kalau anakku di pegang sama mertua, Pengen di ajak nginep di rumah nya, Hatiku masih sakit.
~Bersambung~
jangan lupa kak Vote, Like, Rate dari kalian membuat semangat penulis
mohon maaf ya jika cerita ini tidak menarik
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Urakan🌷🌷
hadir kk thor
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Semangat selalu.. Semoga berkenan mampir ya thor 🙏 🤗