Vanya, Gadis SMA berusia 18 tahun terpaksa menjalani pernikahan dengan Daffin, Laki-laki yang telah menodainya, Yang ternyata adalah lelaki yang selalu bertindak semaunya dan juga kasar.
Namun siapa sangka setelah pernikahan itu secara perlahan Daffin mulai berubah dan juga mulai mencintai Vanya.
Bagaimana usaha yang Daffin lakukan untuk meluluhkan hati Vanya yang selalu bersikap dingin kepadanya?
Bukan cerita CEO, Hanya sebuah cerita perjuangan lelaki yang telah menghancurkan hidup wanita yang menjadi istrinya, Agar wanita itu dapat menerima ia dengan sepenuh hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunyun veganezth, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vanya Keki
Di Sekolah
Hari ini adalah jam pelajaran Olahraga untuk kelas Vanya mereka mulai melakukan pemanasan dan dilanjut dengan permainan Bola Voli untuk siswi dan Bola Basket untuk siswa
Vanya dan teman-temannya sedang asik bermain tiba-tiba
BUGH
"Aduhh" ucap Vanya yang jatuh terduduk setelah terkena smash an bola voli yang cukup keras tepat di kepalanya
"Eh Vanya sorry sorry maaf ya" ucap Dea lawan tandingnya
"Pelan-pelan dong mainnya, Kasihan nih si Vanya" ucap Meta sewot
"Iya iya maaf enggak sengaja, Maaf ya Vanya"ucap Dea menyesal
"Udah yuk Va, Kita kepinggir dulu" ajak Meta
Yang lain melanjutkan permainan Meta, Fani, dan Riri keluar lapangan dan di gantikan oleh yang lainnya
Niko yang sedang bermain Bola Basket pun berlari menghampiri Vanya.
"Vanya kamu enggak apa-apa?" tanya Niko panik.
"Iya enggak apa-apa cuma pusing sedikit" ujar Vanya.
"Aku bawa kamu ke UKS ya??" sambil berusaha mengangkat Vanya.
"Eh, eh enggak usah enggak usah aku enggak apa-apa kok beneran" ucap Vanya meyakinan
Sementara dari lapangan teman-teman Niko mulai meneriakinya.
"Wooooi Niko ayo main jangan pacaran mulu lo" teriak temannya dilapangan
"Iyaaa berisik lo!" teriak Niko
"Ya udah kalau enggak kenapa-napa aku balik ke lapangan ya" ucap Niko kepada Vanya
"Iya Nik, Sana main cetak skor yang banyak ya" ucap Vanya menyemangati
Niko tersenyum dan segera kembali kelapangan.
"Aduh Va, Baper gue, lo pacaran apa enggak sih sebenernya??" tanya Fani penasaran
"Enggak, Udah gue bilangin juga" ujar Vanya
"Tapi dia care banget gitu sama lo"ucap Fani
"Lah emang biasanya?" tanya Vanya
"Biasanya.. Emang care sih" fani nyengir
Akhirnya Vanya, Meta, Fani dan Riri menonton Niko bermain Bola Basket.
Vanya membuka ikat rambutnya yang berwarna biru muda dan merapikan rambutnya tetapi saat akan mengikatkannya kembali seseorang dari belakang malah mengambil ikat rambutnya dan kemudian berjalan kedepan.
"Pinjem dulu " ucap Daffin sambil mengikat rambutnya.
Vanya bengong, teman-temannya histeris.
"Kyaaaaa Pak Daffin ayo main jugaa" teriak Fani.
"Ayo semangat" teriak Riri.
"Pak Daffin aku padamuuuuu" teriak Meta.
Vanya keheranan melihat tingkah laku teman-temannya.
"Ayo main" ajak Daffin pada Niko
Tampak Daffin lebih unggul dari Niko sekitar 10 menit bermain Niko akhirnya kalah telak
"Gila hebat banget ya, Si Niko sampe enggak berkutik gitu" ucap Meta takjub.
"Pak Daffin keren banget~~~~" ucap Riri.
"Gue pengen lap keringetnya Pak Daffin" ucap Fani
"Ih lo pada kenapa sih jij*k banget" ucap Vanya.
Lalu Vanya mengambil botol minumnya, Belum sempat ia menenggaknya Daffin tiba-tiba datang mengambil dan meminumnya.
Lagi-lagi Vanya hanya bisa mematung, Ingin memaki pun tak bisa karena Daffin adalah Gurunya dan kondisi dilapangan sedang ramai.
Dari kejauhan Niko tampak kesal melihat perilaku Daffin kepada Vanya.
"Ini minumnya" ucap Daffin seraya memberikan botol minum Vanya lalu pergi
"Cool banget~~~~" ucap Riri
"Va sini botolnya buat gue aja" pinta Fani seraya mengambil botol minum Vanya
Tapi Vanya segera menepisnya
"Eh jangan nanti nyokap gue murka mau tanggung jawab lo" ucap Vanya
"Iya deh enggak" ucap Fani
Akhirnya jam pelajaran Olahraga selesai mereka segera mengganti pakaian dan bersiap-siap untuk jam pelajaran berikutnya..
Sekarang jadwal pelajaran dia lagi, males banget bakalan bikin ulah apa lagi nih dia Batin Vanya
Vanya dan semua teman-teman sekelasnya memasuki ruang kelas, disusul Daffin dibelakangnya
Seperti biasa ia mulai mengabsen terlebih dahulu, lalu kemudian menulis sesuatu di papan tulis.
Setelah selesai menulis lalu ia duduk kembali kemudian berkata
"Absen terakhir kerjakan soal di depan" ucap Daffin
Hhh tuh kan gue bilang juga apa Batin Vanya
"Iya Pak" jawab Vanya yang kemudian maju untuk mengerjakan soal
"Udah Pak" ucap Vanya setelah selesai mngerjakan soalnya
Ketika akan kembali ke tempat duduknya Daffin menegur
"Kamu mau kemana?" tanya Daffin
"Duduk Pak" jawab Vanya
"Sini koreksi dulu" panggil Daffin
Vanya berdiri di depan sejajar dengan Daffin, Daffin meletakkan tangannya dibahu Vanya, sambil menjelaskan. Vanya terbelalak.
Si*l masih aja cari kesempatan batin Vanya
"Yang ini udah betul, yang ini juga sama" ucap Daffin
"Udah kamu boleh duduk" ucap Daffin kemudian
Daffin mulai menjelaskan dengan seksama soal yang baru saja dikerjakan Vanya. Lalu setelah ia menjelaskan ia memerintahkan seluruh murid mengerjakan soal latihan.
Kriiiinnnnggggggggg
Bel tanda pelajaran selesai telah berbunyi para murid dengan segera menyelesaikan soal latihan mereka dan mengumpulkannya.
Setelah itu mereka berdoa memberi salam dan meninggalkan kelas namun sebelum beranjak Pak Daffin kembali menambahkan
"Untuk Vanya Satya Utama saya lihat nilai-nilai kamu tertinggi di kelas ini ,Jadi saya minta kamu bantu saya koreksi soal latihan tadi jangan pulang dulu ya" perintah Daffin
"Va menang banyak lo bisa berduaan sama Pak Daffin tahu gitu gue belajar lebih serius lagi biar bisa dapet nilai tinggi juga" bisik Fani
Vanya tersenyum kecut
Percuma aja Fan dia bukan cari nilai tingginya tapi dia emang suka mempermainkan diri gue ini batin Vanya.
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊
Niko
Daffin
makasih 🙏🏻😊
tp kn emang niatnya Thor bikin skenario yg kayak gini.
nunggu Vanya positif Bru mom's nya d kasih tau kl Vanya kecolongan d perkosa kakak kelas.
pokok ngikut kakak Thor aja lah