"jangan pergi.. kamu adalah wanitaku , istri ku dan juga ibu dari anakku, pernikahan kita resmi bukan simpananku walau kamu istri ke dua ku tapi pernikahan kita sah di mata hukum dan agama, Elan adalah anak kita dan dia pewarisku " Ucap Riko dengan air mata menetes tiada henti, dengan memeluk Aqila. Istri keduanya karena pernikahan atas dasar pemaksaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ELKARINE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pulang dari rumah sakit
Sesampainya di rumah Riko, Aqila di bawa masuk kedalam kamar Riko, karena kamar ini akan menjadi kamar mereka berdua. "qila kalau ada perlu apa-apa ada bibi di bawah kamu minta bantuan mereka ya, " suruh Riko untuk Aqila. "Dan ini berkas-berkas kamu lusa kamu sudah bisa mendaftar ke universitas , tapi mungkin kamu tidak bisa untuk ke universitas luar kota, karena mama ingin kamu tinggal di sini bersama mama, kamu gak masalah kan , untuk surat pernikahan kita sudah selesai di KUA bukunya sudah jadi tapi kakak belum memgurus untuk perubahan kk dan ktp mu, suapay kamu bisa kuliah dan menjalani hari mu dengan baik, maafkan mas Qila, dan semoga kita bisa menerima kehadiran satu dengan yang lainnya " lanjut Riko dengan ucapan yang tulus.
" terimakasih mas, " ucap Qila.
" di lemari sudah mama siapin baju-baju buat kamu semoga kamu suka Qila, dan di samping itu ruang kerja ku, kamu juga bisa memakainya untuk belajar, mas gak bawa laptop kamu, tapi mas belikan laptop yang baru, dan satu lagi ink kartu debit kamu, mas gak kasib kartu kredit, karena memang mas tidak biasa memakai itu. mas akan langsung transfer uang bulanan kamu ke rekening kamu sebesar 25 juta perbulan di luar biaya kuliah kamu dan lainnya " lanjut Riko lagi.
"ada satu lagi Qila , apa kamu keberatan jika kita tidur bersam ? " tanya Riko.
Qila terdiam sesaat, dia binggung harus jawab apa disisi lain dia masih ingin fokus dengan dirinya sendiri di sisi lain statusnya adalah seorang istri dari Riko.
" baik mas " ucapnya dengan menundukan kepalanya. Riko yang mendengar hal itu menyunggingkan senyumnya tipis lalu memeluknya " apapun yang terjadi nanti katakan semua pada ku Qila, jangan di simpan sendiri aku sekarang suamimu dan imanmu " sambil menggenggam tangan Aqila Riko berucap, ada sedikit rasa lega di hati Riko setidaknya Aqila tidak meminta macam-macam dia menerima pernikahannya sebagai takdir. Iya takdir yang harus di jalani dengan ikhlas sesuai sekenario dari yang Kuasa.
Aqila melihat berkas- berkas yang di berikan Riko dan juga buku nikah warna hijau. Dia termenung lagi mengingat Rendra sejak hari itu dia belum berbicara dan berpamitan kepadanya, " maafkan Qila mas, aku mengingkari janji kita , aku hanya ingin mas bahagia semoga mas mendapat penggantiku yang lebih baik " doa Qila dengan tulus berharap Rendra mendapatkan yang terbaik.
Aqila masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dia melihat pergelangan tangan kirinya yang dia lukai, sejujurnya hatinya masih ragu tentang pernikahan ini, pasti sangat melukai banyak orang terutama mba Reina dan keluargan pak Raharjo yang selama ini merawatnya sungguh dia ingin ke rumah orang tua angkat nya dan meminta maaf. Qila tidak ingin merusak semuanya , apapun yang mereka minta nanti Qila akan menurutinya, dia segera menyelesaikan mandinya. Segera dia mengambil bajunya dan bergegas turung ke bawah. Mama Riko sedang mempersiapkan makan siang karena papa Riko sebentar lagi juga akan pulang.
Melihat Aqila sudah rapi dan menenteng tas kecilnya membuat mama Riko bertanya " mau kemana sayang ?" tanyanya.
" mm, ma aku mau ke tempat papa dan mama, apakah boleh ma? " jawabnya dan di ajukan kembali pertanyaannya.
like dan vote nya ya kak
semoga suka cerita ini.
ud kapok
ga cek dl critanya gmn
buang aja ke laut
😡🤪