NovelToon NovelToon
CINTA PRESDIR PILIHAN

CINTA PRESDIR PILIHAN

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:521.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: pp_poethree

Ahimsa Radeya Sanjaya adalah kandidat Presdir dari kerajaan bisnis milik kakeknya. Salah satu syarat yang harus dia penuhi sebelum menjadi seorang Presdir pilihan adalah menikahi perempuan pilihan kakeknya. Sevim Zehra Mahveen adalah perempuan yang harus dia nikahi.

Awalnya Ahimsa menyetujui syarat tersebut hanya untuk mendapatkan posisi sebagai Presdir. Namun, akhirnya dia jatuh cinta kepada Sevim. Sayangnya, meskipun saling mencintai, tapi mereka seringkali dibuat salah paham.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gift for my birthday is you

Sebelum memperjuangkan Sevim di depan keluarganya nanti, Ahimsa memberikan kesempatan Harsa untuk berbicara empat mata dengan Sevim. Semua kesalahpahaman yang terjadi perlu diluruskan. Termasuk, Sevim yang merasa dipermainkan oleh Harsa. Tidak ada tangisan seperti tadi, keadaan Sevim sudah jauh lebih baik setelah Ahimsa menenangkannya.

" Abang minta maaf ya.., abang nggak bermaksud nyakitin kamu..",

" Sevim kira selama ini Abang serius sama rencana pernikahan kita, tapi kenyataannya cuma main-main. Abang selalu larang kalo aku deket sama Himsa, tapi abang sendiri malah mesra-mesraan sama Hyana. Abang pacaran kan sama Hyana? Kenapa abang terima rencana kakek? ",

" Maaf Vim.., abang nggak bermaksud nyakitin hati kamu. Abang ikhlas waktu kakek minta abang nikah sama kamu. Abang ini cuma anak angkat yang di rawat Mami sama Papi sejak bayi. Kakek juga sangat sayang sama abang. Nggak pernah sekalipun abang melawan atau menolak keinginan Papi Mami, juga kakek. Hanya itu yang bisa abang lakukan untuk membalas kebaikan mereka. Abang janji itu yang terakhir, kamu masih mau nikah sama abang kan?",

" Hatinya abang dimana sih? coba abang fikir, calon istri mana yang nggak sakit hati liat calon suaminya malah bercumbu mesra sama perempuan lain? Meskipun, kita juga ngga saling mencintai, setidaknya abang hargai Sevim. Abang nggak mikir perasaan Hyana juga? Abang udah lama kan pacaran sama dia? ",

" Hyana yang udah bikin ini semua Vim.., ini semua gara-gara dia  lancang.., kasih tau rahasia kamu , rahasia Himsa, rahasia kalian..",

" Jadi abang terima rencana kakek karena abang marah sama Hyana? Abang nggak mikirin perasaan dia bang? perasaan abang? perasaan Sevim? coba abang pikir..",

" Vim.., abang minta maaf..,"

" Sevim udah putusin, Himsa nanti yang jadi calon suami Sevim.., bukan Abang..",

" Tapi Vim..",

" Sevim tau kok abang itu selalu nurut sama tante, sama om, sama kakek. Tapi, please bang.., hargai perasaan Hyana, perasaan Sevim juga. Mana tega Sevim nyakitin perasaan Hyana? Meskipun dia selalu sinis, tapi aku tau Hyana itu baik. Dia cuma cemburu aja..",

" Vim.., apa kata kakek nanti?"

" Abang tenang aja, Sevim nggak akan bilang hubungan abang sama Hyana.., biar itu jadi rahasia kalian berdua. Sevim cuma nggak mau Hyana sakit hati.."

" Makasih Vim..",

" Andai aja Sevim tau dari awal kalo abang pacaran sama Hyana, nggak mungkin Sevim terima..",

Sevim keluar dari ruangan Harsa. Dia langsung disambut oleh Hyana yang menunggunya di depan pintu. Hyana mendengar obrolan mereka? Tidak, ruangan Harsa kedap suara.

" Kak..., Hyana mau ngomong sesuatu..",

" Mau dimana? "

" Di ruangan Aa' Himsa..",

Sevim berjalan beriringan dengan Hyana. Calon adik iparnya itu masih terlihat sinis terhadapnya. Kenapa? Karena kegiatan panasnya bersama Harsa barusan telah dihentikan secara paksa oleh Sevim? Hihi..mungkin saja iya.

Kedua gadis cantik masuk ke dalam ruangan Ahimsa yang tidak berpenghuni. Si empunya sendiri masih berada dalan ruang meeting untuk bertemu dengan kliennya.

" Kak Sevim, masih mau nikah sama abang?"

" Menurut kamu? ",

" Tolong kakak batalin.."

" Kenapa?"

" Hyana sama Bang Harsa sebenarnya.....",

" Pacaran kan? "

Hyana menatap ke arah Sevim. Dia heran, ketika calon kakak iparnya itu mengetahui rahasia yang selama ini disimpannya.

" Darimana kakak tau? Mama?"

" Dari Aa'..,kenapa kamu nggak cerita? "

" Hyana belum siap.."

" Kenapa kamu kasih tau sama kakek tentang surat perjanjian yang udah kakak sama Aa' Himsa buat?"

" Aa Himsa buat? Itu kak Sevim yang buat bukan Aa'.., Kak Sevim tau? Aa Himsa marah sama Hyana karena kakek membatalkan rencana pernikahan kalian. Aa Himsa kecewa kak, kenapa harus pake surat perjanjian? Kenapa nggak nikah beneran? "

" Kenapa Aa Himsa harus kecewa? Kamu tau kan Aa Himsa masih sama Rosy? Kamu pengen kakak tersiksa?"

" Nggak seperti yang kakak bayangin. Aa' Himsa sama Rosy just relationship without commitment.."

Sevim terdiam. Wajar saja Hyana membela Himsa karena dia adiknya.

" Kalo memang tanpa komitmen, seharusnya Aa' mudah lepasin Rosy. Tapi apa nyatanya? nggak kan?"

Kali ini Hyana yang diam. Benar apa yang dikatakan oleh Sevim. Seharusnya Himsa sudah memutuskan hubungan dengan Rosy. Tapi nyatanya? Himsa masih mempertahankan hubungannya. Ada apa sebenarnya?

" Lalu kenapa kak Sevim membatalkan pernikahan dengan Bang Harsa? Bukannya kakak tertarik sama Abang?"

" Awalnya kakak emang tertarik sama Bang Harsa. Dia baik, dewasa, beda sama Aa' yang suka seenaknya. Tapi, kakak tau ada hati yang harus dijaga, yaitu kamu. Kakak nggak mau kamu sakit hati..",

" Kakak nggak mau bilang kalo sebenernya kakak punya perasaan sama Aa' Himsa? Yach, meskipun nggak bisa disebut cinta, tapi Kak Sevim sayang kan sama Aa'?"

Sevim tak berkutik. Bisa-bisanya Hyana memberikan pertanyaan to the point seperti itu.

" Mau kakak nikah sama Aa' Himsa, atau sama Bang Harsa.. dua-duanya sama. Kakak mengorbankan perasaan kakak. Tapi, kakak pilih nikah sama Aa' Himsa karena nggak ada hati perempuan yang kakak sakiti..",

" Rosy?"

" Itu urusan Aa' Himsa.., kakak nggak peduli..",

Tinggal ngomong kak Sevim pengen jadi istri Aa' Himsa, apa susahnya sih? Dasar, nggak Aa'..,nggak kak Sevim. Sama-sama gengsi..

" Jadi..kakak udah batalin?"

" Belum.., hari ini rencananya Aa mau ngomong sama keluarga kita..",

" Kalo kakek masih ngelarang?"

" Aa' Himsa yakin cara ini berhasil.."

" Cara apa kak? "

" Kakak nggak tau..",

" Hmmm.., Aa' nggak ngasih tau?"

" Nggak..,"

" Kak.., makasih ya.., udah membatalkan pernikahan sama Bang Harsa..",

" Semoga kalian bahagia ya Na..",

" Iya kak, makasih. Kakak juga bahagia ya sama Aa' Himsa.."

" Menurut kamu, kalo pernikahan tanpa cinta, bisa bahagia? "

" Na yakin kok, Aa' Himsa sama Kak Sevim nanti bisa jadi pasangan suami istri yang saling mencintai. Pernikahan itu bukan main-main kak..",

" Kamu orang yang kesekian kali ngomong kayak gitu Na..",

" Kak Sevim pasti jadi perempuan nomor satu di hati Aa' Himsa.."

" Apa artinya nomor satu, kalo ada yang nomor dua Na?"

" Nggak usah anggep Rosy kak.., percaya deh sama Na..

" Jangan gengsi ungkapin perasaan kak.., kalo ditahan jadi bisul..",

" Maksud kamu apa?"

" Kak Sevim juga nanti pasti ngerti kok..",

Ahimsa muncul dari balik pintu bersamaan dengan obrolan Hyana dan Sevim yang sudah berakhir.

" Kalian disini ya? "

" Udah selesai meetingnya Aa'?", tanya Hyana.

" Udah.., kalian udah selesai ngobrolnya? Se..Kamu jadi ngobrol sama Bang Harsa ? "

Sevim menjawabnya dengan anggukkan kepala dan senyuman manisnya.

" Na.., kamu kumpulin Mami , Papi, Kakek di Rumah malam ini. Aa' mau ngomong.."

" Iya Aa'..ya udah Na balik dulu ya.."

" Hati-hati.., pulang sama Bang Harsa? "

" Nggak..Na pake sopir tadi, bye..", Hyana melambaikan tangannya lalu keluar dari ruang kerja Himsa.

" Se.., kamu kasih tau Tante sama Om ya. Bilang aja ada undangan makan malam di Rumah..",

" Iya Aa'.."

" Aa' anter pulang yuk,, ini udah sore. Kamu siap-siap buat nanti malam.. , dandan yang cantik ya..",

" Emangnya biasanya jelek?"

" Cantik kok.., Se.., janji ya apapun cara yang Aa pake nanti, kamu pasti setuju. Apapun cara nya nanti, itu semua Aa' lakuin buat kamu..,"

" Cara apa sih? Sevim jadi penasaran..",

" Nanti juga kamu tau sendiri..,yang penting kamu setuju, janji?", ucap Himsa dengan melengkungkan jari kelingkingnya.

" Janji.." , jawab Sevim dengan menautkan kelingkingnya.

Sepertinya, Sevim memang pantas dijuluki sebagai Primadonanya karyawan di kantor pusat Sanjaya grup. Bagaimana tidak, jika saat ini dia tengah dijadikan bahan perbincangan para karyawan. Mereka mendadak heboh ketika melihat Sevim pulang dengan Pak Himsa. Kebingungan jelas terpancar dari wajah mereka. Jika Sevim adalah calon istri Harsa, kenapa yang mengantarkan pulang malah Himsa. Jika Harsa dan Sevim akan segera menikah, tapi kenapa malah sekarang Himsa yang menggandeng tangan Sevim? Calon pengantin yang tertukar?

Papa Fandy yang memang baru tiba di Rumah, langsung bergegas bersiap karena mendapat undangan mendadak dari keluarga Papi Galang.

" Ada apa lagi ini Ma? Papa pusing, kalo sampe Sevim berulah lagi..",

" Percaya sama putri kita Pa.., mungkin mau membahas rencana pernikahan Sevim sama Harsa.."

" Mudah-mudahan seperti itu..",

" Pa.., apa nggak bisa kalo perjodohan Harsa sama Sevim itu dibatalkan aja?"

" Kenapa Ma? bukannya mama yang paling antusias jodohin Sevim..",

" Mama cocoknya sama Himsa.."

" Harsa juga baik Ma.., pasti dia bakal jagain Sevim..",

Sevim memandangi wajahnya melalui cermin. Dengan riasan tipis natural, dia sangat terliht sangat cantik. Masih penasaran, apa yang akan Aa' Himsa katakan nanti. Tapi, kali ini sepertinya dia harus percaya dengan Himsa.

Tiba di rumah keluarga kakek Sanjaya, Sevim beserta kedua orang tuanya langsung disambut oleh Bodyguard yang berjaga di depan pintu.

Kedua keluarga besar itu saat ini berkumpul di meja makan panjang. Papa Fandy dan Papi Galang saling berhadapan duduk didekat kakek Sanjaya yang duduk di ujung. Mama Eliza dan Mami Anin duduk di samping suaminya masing-masing. Ahimsa dan Harsa yang duduk bersebelahan. Sedangkan Sevim duduk didekat Mamanya disusul dengan Hyana yang duduk disebelah Sevim.

Sesi makan malam selesai. Ini saatnya Ahimsa menjalankan aksinya. Namun, sebelum itu terjadi, Sevim dikejutkan dengan tante Anin yang tadi pamit ingin ke kamar kecil kembali masuk ke ruang makan dengan membawa kue tart lengkap dengan lilin yang menyala. Ternyata ada yang ulang tahun hari ini.

...Happy birth day to you, Happy birth day to you, Happy birth day, Happy birth day..Happy birth day tou you...

Lebih terkejutnya lagi, tante Anin berjalan menuju Ahimsa yang sudah berdiri menyambut Mamanya.

" Selamat ulang tahun anak Mama.., semoga semakin dewasa, diberikan kesehatan, keberkahan sepanjang usia, cepet kasih mama mantu ya..",

" Aamiin.., sebentar lagi juga punya Mantu. Makasih ya Ma..",

Ucapan doa dan selamat diberikan oleh orang yang berada di ruangan tersebut. Tak terkecuali Sevim.

" Selamat ulang tahun Aa'..,semoga selalu dalam lindungan Allah, jadi pribadi yang lebih baik lagi..",

" Makasih Se..",

Sevim kembali ke tempat duduknya semula. Inilah saatnya Ahimsa melancarkan aksinya. Sevim berdoa di dalam hatinya agar kakek akan menyetujui niatnya membatalkan pernikahan dengan Harsa.

" Kek, Pa..Ma..Tante Om.., Himsa mau ngomong sesuatu yang sangat penting..",saat ini dia sudah berdiri di samping kakek, tepat didekat om Fandy.

" Apa?", tanya kakeknya.

" Himsa minta pernikahan Bang Harsa dan Sevim dibatalkan..",

" No.., apa yang kakek putuskan, berarti itu yang harus dijalankan.."

" Harus kek..",

" Kasih kakek alasan..",

" Himsa harus bertanggung jawab sama Sevim kek..",

" Maksud kamu apa?" kini giliran om Fandy yang bertanya.

" Himsa udah nodain Sevim Om.., Himsa harus tanggung jawab..",

" Nodain Sevim? Coba jelasin sama kita..", tanya Papa Sevim lagi.

" Himsa udah nidurin Sevim Om..",

Mata Sevim langsung melotot. Inikah cara yang dimaksud oleh Ahimsa? Cara yang membuatnya menjadi malu setengah mati. Kebohongan Ahimsa sungguh keterlaluan.

" Kak Sevim, sama Aa' Himsa udah pernah enak-enakan? Rasanya gimana Kak?", pertanyaan konyol keluar dari bibir Hyana.

" Vim.., beneran kamu udah pernah tidur sama Aa'..?"

Belum sempat menjawab pertanyaan mamanya, Sevim dikejutkan oleh suara tante Anin yang setengah berteriak.

" Mas Fandy..",

Bugh bugh..

Ternyata suara dari Papa Fandy yang memukul Ahimsa. Jelas beliau tidak terima karena ada seorang laki-laki yang menodai putri kesayangannya.

" Papa jangan..",teriak Mama Eliza yang melihat suaminya melayangkan lagi pukulan terhadap Ahimsa.

Ahimsa menerima pukulan yang dilayangkan untuknya , tak berniat membalas. Kakek dan Papa Galang tidak berniat melerai. Ahimsa memang pantas mendapatkannya. Bisa-bisanya dia melakukan perbuatan yang seharusnya tidak boleh dia lakukan?

" Fan.., tenang..", ucap Kakek.

Setelah mendengar ucapan tersebut, Papa Fandy berhenti. Darah mengucur dari sudut bibir Himsa. Ini tentu tidak seberapa dengan apa yang Himsa lakukan terhadap putrinya.

" Vim.., kemari nak..", ucap kakek Adi yang menyuruh Sevim mendekat ke tempat duduknya.

Seperti siswa yang mendapat hukuman, Sevim berdiri disamping Himsa yang menahan kesakitan.

" Sekarang, kita tanya Sevim. Apa bener Himsa pernah lakuin itu sama kamu Vim?", tanya kakek Adi.

Ini tentu pertanyaan pamungkas yang akan menjadi penentu nasib Sevim kedepannya. Jika dia menjawab " tidak", sudah pasti dia tidak dinikahkan dengan Ahimsa, sesuai keinginannya. Namun, jika dia menjawab " Iya", itu sama saja dia membenarkan kebohongan yang Himsa lakukan, sekaligus membuat dirinya malu setengah mati karena melakukan perbuatan terlarang sebelum dia menikah. Namun, kemungkinan besar dia akan menikah dengan Himsa.

" Benar apa nggak Vim?", tanya kakek lagi.

" I...i..ya..kek benar..",jawab Sevim.

Papa Fandy kembali berdiri mendekat ke arah Sevim . Beliau mengangkat sebelah tangannya. Ketika hendak mendaratkan tangannya ke arah pipi Sevim, tangan Papa Fandy sudah terlebih dahulu dicekal. Padahal, Sevim sudah memejamkan matanya, bersiap mendapatkan tamparan dari Papanya.

" Om Fandy boleh pukul Himsa sesuka hati . Tapi, please om..jangan pukul Sevim. Himsa yang salah..",

" Tante Eliza..", teriak Hyana yang melihat mama Sevim terkulai lemas di atas kursi duduknya. Tante Eliza pingsan.

Sevim tampak cemas berada di samping Mamanya yang masih tidak sadarkan diri. Sudah lima belas menit Mamanya pingsan. Padahal, tante Anin sudah memancingnya dengan minyak angin agar Mamanya kembali sadar.

" Ma.., bangun Ma..",

Tante Eliza perlahan membuka matanya.

" Mama..,"

" Vim...,kenapa jadi begini Nak?", ucap Mamanya lemah.

" Maafin Sevim Ma..",

Hyana datang dengan tergopoh ke dalam kamar tempat Tante Eliza dibaringkan. Dia lekas membisikkan sesuatu di telinga Maminya.

" Mbak.., aku keluar dulu ya. Ayah sama Mas Galang manggil.."

" Iya..",

Hanya tinggal Sevim dan Mamanya dikamar tersebut.

" Vim.., kamu nikah sama Harsa, tapi kamu udah nyerahin tubuh kamu sama Himsa.., kenapa kamu jadi kayak gini nak?"

" Nggak Ma..",

Tok..tok..tok..

Pintu kamar terbuka setelah seseorang mengetuknya. Masih dengan luka yang belum dibersihkan, Himsa masuk ke dalam kamar.

" Tante.., udah siuman..",

" Kenapa jahat sama anak tante Aa'.."

" Ini semua nggak seperti yang tante bayangin..",ucapnya .

" Tante kecewa sama kalian.."

" Tante.., apa yang Himsa ucapkan tadi nggak benar..",

" Maksudnya? "

" Himsa nggak pernah apa-apain Sevim tan..,ini semua Himsa lakuin biar kakek setuju batalin pernikahan Harsa sama Sevim..",

" Aa' serius? "

" Iya tante..",

" Jadi kamu gunain cara licik kayak gini biar kakek merubah keputusannya?"

" Iya tante.., maaf kalo apa yang Himsa lakuin tadi bikin Tante syok..",

" Terus jadinya gimana?",

Sevim hanya mampu melihat interaksi mama dan Himsa. Sepertinya, memang Mamanya sangat menyayangi Himsa. Saat ini saja Mamanya mengusap-usap Pipi Himsa yang lebam akibat pukulan dari Papanya.

" Vim.., bantuin Aa', ngompres lukanya ya..",

" Tapi Mama gimana? nggak mungkin kan ditinggal sendirian disini?",

" Mama nggak apa-apa..",

Sevim mengompres luka Himsa dengan sangat hati-hati. Tertekan sedikit saja, Himsa langsung mengaduh. Entah pura-pura atau hanya mencari simpati Sevim saja.

" Kenapa pake cara kayak gini sih Aa? Sevim malu, belum lagi Aa jadi dipukulin sama Papa..",

" Cuma ini caranya..",

" Keputusan kakek gimana Aa'..",

" Kamu akan jadi Nyonya Himsa..",

" Jadi kita nikah Aa"?

" Iya...., "

" Makasih ya.."

Ahimsa hanya mengembangkan senyumnya mendengar ucapan terima kasih yang dilayangkan untuknya.

" Aa'..hari ini ulang tahun?",

" Iya.., masih nanti malam harusnya. Tapi, udah disurprise-in Mami..",

" Maaf ya nggak bawa kado. Sevim nggak tau..Papa sama Mama juga nggak bawa kado.."

" Papa sama Mama kamu udah ngasih kado kok.."

" Loh..iya kah? Apa?"

" Kamu...,kado yang Om Fandy sama Tante Eliza kasih buat Aa'..", ucapnya dengan mengacak-ngacak pucuk kepala Sevim .

Mulut Sevim menganga lebar. Benarkah ini Ahimsa yang dikenalnya? Apa yang diucapkannya tadi? Sevim tidak salah dengar kan?

1
🦋 165
so sweet bang Harsa
🦋 165
setahun g baca ehhh udh banyak aja up nya lanjut baca makin seru
Malaika LAn MahEza
oo.. cinta Presdir ditamatin

semoga ad kelanjutan season 2nya
Saffa Almer: ada kak, ceritanya Barra
judulnya : Ayo Cerai
total 1 replies
Ayu Galih
Kak ada kisah kelanjutaanya kan season kedua ya...ttg anak2 & cucu mereka .🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘😘😘
Malaika LAn MahEza: ap judulnyaq
total 3 replies
Ayu Galih
Yaaaa...TAMAT...gk rela siiih klau tamat msh suka sm kisah mereka btw is okey Makasih banyak kk Saffa author yg paling KEREEN...baik hati ,syantiik...SUKSES TERUS YAAA...dg karya2 mu yg lain....kak ada extra part yaaa🤗🤗😘😘😘😘😘😘😘
Al fathiya
akhirnya happy end, Presdir nya si Abang tertua, yeayy selamat ya bang ❤️❤️
Vtree Bona
makasih kak thor cerita novelnya sangat menghibur kami para ibu2 rumah tangga yg di kala cape ada obatnya,,,,,, semangat terus kak semoga ada lagi novel novel yg selanjutnya
Saffa Almer: sama-sama kak, makasih udah baca karya othor, wait the next novel ya
total 1 replies
erma irsyad
kok tamat,ad cerita lanjutan nggk nih thor🤭
Saffa Almer: ada kak, wait ya
total 1 replies
Suci Yati
yah kok tamat thor
Saffa Almer: iya kan udah happy ending semua kak
total 1 replies
Suci Yati
Alhamdulillah setelah sekian lama menunggu akhirnya update juga thor lanjut
Ayu Galih
Alhamdulillah..akhirnya updrate lg ..Selamat buat Sevim & Himsa sdh jd ortu pastine anak mereka syantiik ...makasih kk Saffa sdh updrate tetep Semangat ya ...🤗🤗😍😍😍😍😍
Evi Ristiani Ramdhani
makasih udah up kak Safa
Al fathiya
tau-tau lahiran aja sevim, selamat yaaa
Hearty💕💕
Sudah lama baru muncul lagiii.

Selamat ya Sevim untuk kelahiran baby girl
Vtree Bona
kemana aja kak thor libur nya lama banget
Suci Yati
lanjut thor gasss terus update nya
Ayu Galih
Alhamdulillah....akhirnya updrate hr ini stlh sekian purnama nungguin...mamaaciih kk Saffa syabtiiiik sayaangkuu....tetep SEMANGAT terus jgn kendor ...ku tunggu kelanjutannya pas pesta pernikahan Rizky sm Hyana...🤗🤗😘😘😘😘😘😘😘
Ayu Galih
Kak Daffa knp belum updrate lagiiii....😢😭 aqu kangeeen....hayooo Semangat kak...💪💪😘😘😘😘😘
Ayu Galih
Bagus semua karyamu kak Saffa emang IS THE BEST ....😘😘😘😘😘😘😘
Ayu Galih
Malam kak Saffa knp belum updrate ini KANGEEEN LOOOH 🤗🤗😘😘😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!