Berawal dari tragedi mengerikan di masa lalu yang membuat seorang gadis kecil harus terperangkap dalam sisi gelap dunia.
Selang beberapa tahun, gadis kecil itupun akhirnya tumbuh menjadi sosok wanita berhati dingin.... bahkan parasnya yang cantik sama sekali tidak bisa menutupi sifat iblis dalam dirinya
Dan sebuah kecelakaan mobil pun membuat gadis itu tau bagaimana rasanya mati. Namun, kematian gadis itu adalah awal dari kisah cinta penuh darah di masa lalu.
“Aku ingin kepalanya berada di bawah kakiku, secepatnya! ”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N.M.Tita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Iblis kejam!!!...
Saat ini terlihat An xia yang tengah ditarik oleh kakak laki lakinya An zhuting ke suatu tempat di istanah, terlihat tempat itu terdapat sebuah sungai kecil dan juga terdapat jembatan kecil yang terbuat dari kayu, tempat yang sangat indah karena terdapat banyak bunga sakura di setiap pinggir sungai.
An Zhuting membawa An xia ke tengah tengah jembatan itu, An xia dapat melihat pemandangan yang sangat indah, namum itu tidak cukup untuk membuatnya senang. Sedangkan An xia dapat merasakan kakak laki lakinya itu terlihat menuntut sebuah pengakuan darinya.
An xia bisa menebak kalau kakaknya itu akan mengintrogasi dirinya.....
An xia meletakan kedua telapak tangannya di atas pegangan jembatan itu, terlihat tangan putih mulus itu mengusap pegangan jembatan, Kemudian An xia mengambil kelopak bunga sakura dan meniup kelopak itu sampai terbang dan mendarat di air sungai.
Tanpa mengahlikan pandangannya dari kelopak bunga sakura yang ia tiup dan saat ini mengambang di permukaan air, An xia bertanya dengan suara lembut kepada kakaknya." Apa yang ingin kakak tanyakan padaku?" Tanya An xia kepada kakak laki lakinya.
An zhuring menatap wajah An xia dengan intens." Dari mana kau belajar semua itu?...Musik, beladiri, dan yang lainnya. Dari mana kau mempelajarinya?.....apakah ada seseorang yang mengajarimu?....Dan sejak kapan kau belajar semua itu?.... jangan mengatakan hal konyol seperti...kau tiba tiba bisa setelah kepalamu terbentur.... itu tidak mungkin bukan?" Pertanyaan bertubi tubi dari An zhuting di lontarkan kepada An xia.
An xia menatap kakak laki lakinya itu, gadis cantik itu terkekeh geli." Kakakku tersayang, bukanya aku sudah pernah bilang kalu kau masih terlalu dini untuk mengetahuinya?..." An xia berucap dengan menekankan pertanyaan.
Terlihat An zhuting memasang wajah cemberut, perkataan An xia barusan seperti seorang ibu yang tidak ingin menjawab pertanyaan dari anaknya karena sang anak masih belum cukup umur......dan hal itu benar benar membuat An zhuting berdecak sebal.
" Adik, aku adalah kakakmu bukan anakmu!!!... mengapa kau selalu menjawab pertanyaanku dengan ‘kakak masih terlalu dini untuk mengetahuinya’ tidakkah kau sadar siapa di sini yang masih berusia dini?....memang apa susahnya menjawab pertanyaan itu!!!" Ucap An zhuting, dan kini An zhuting tidak bisa lagi menyembunyikan wajah kesalnya.
An xia hanya tersenyum hangat. jika saja ini bukan kakaknya pasti sudah An xia tenggelamkan ke dalam air sungai, namun apa daya jika An xia sudah terlanjur menyayangi keluarga barunya.
Kecuali kedua selir busuk dan putri mereka yang rendahan!!!!....
"Kakak, tidak semua pertanyaan ada
jawabanya, dan tidak semua pertanyaan yang memiliki jawaban harus di katakan...." Kemudian An xia tersenyum penuh kelembutan kepada kakaknya." Terkadang setiap pertanyaan hanya bisa di jawab oleh waktu." Setelah itu An xia pergi begitu saja dan meninggalkan kakaknya bersama pangeran ke tiga yang memang sedari tadi mengamati.
Setelah An xia pergi dari tempat itu, pangeran ke tiga menghampiri An zhuting yang terlihat sedang berfikir keras untuk mencerna perkataan An xia. Pangeran ke tiga itu menepuk bahu An zhuting dan memasang wajah prihatin." Ckckck....kawan, adikmu lebih dewasa darimu." Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.
Pangeran ke tiga dan An zhuting memang sudah berteman dekat sedari kecil, karena itulah mereka terlihat begitu akrap.
An zhuting melirik pangeran ke tiga dengan tatapan kesal." Huh!!!..... Kau tak tahu saja, adikku yang satu itu begitu misterius, dan apa apaan perkataannya tadi?.... dia selalu menceramahiku seperti orang bijak jika aku bertanya seauatu tentangnya!!!." Grutunya sebal.
Pangeran ke tiga terkekeh geli melihat prilaku sahabatnya ini." Tapi adik perempuanmu yang satu itu memang bersiakap terlalu dewasa melebihi usianya." Ujar pangeran tersebut.
" dan apa tadi ‘tidak semua pertanyaan memiliki jawaban, dan tidak semua pertanyaan yang memiliki jawaban harus di katakan ’.... kau tahu aku sangat terkesan kepada adikmu yang satu ini karena bisa mengeluarkan kata kata itu." Ucapnya lagi yang merasa senang karena dapat mendengar kata kata yang bagus.
Selagi pangeran ke tiga merasa kagum, An zhuting menjadi tambah penasaran.....bagai mana tidak, dulu adik perempuannya yang satu itu begitu kekanak kanakan, dan sekarang?.....adiknya itu berbicara seperti orang tua yang bijak di hadapanya.
•
•
•
•
Malam hari....
An xia saat ini sedang berada di kamar miliknya. setelah pulang dari istanah, An xia langsung pergi kekamarnya dengan alasan ingin beristirahat.
Namun saat ini bukanya istirahat. An xia justru sedang bersiap siap untuk melakukan sesuatu..... mungkin itu adalah sesuatu yang mengerikan!!!...
Pakaian yang di gunakan An xia saat ini adalah pakaian serba hitam....mirip dengan pakaian ninja, sedangkan rambutnya ia ikat tinggi tinggi, wajah cantiknya ia tutup menggunakan cadar hitam yang selaras dengan pakaiannya.
Setelah semuanya siap, An xia kemudian pergi keluar melewati jendela, An xia melompat dari satu atap ke atap yang lain dengan cepat dan lincah. Tak sengaja saat An xia melewati tempat latihan ia melihat kakaknya An zhuting sedang berlatih berpedang, sepertinya kakaknya itu akan mengikuti pertandingan bertarung besok.
Sebenarnya An xia ingin melihat bagaimana perkembangan kakaknya itu, An xia sedikit tertarik saat melihat betapa giatnya sang kakak berlatih pedang....Namun, An xia memiliki urusan yang lebih penting untuk di lakukan.
An xia terus melanjutkan perjalanannya sampai ia berhenti di sebuah batang pohon yang berada di samping kediaman perdana mentri.
Dari atas pohon itu An xia mengintai seperti elang, Sampai ia melihat ada seorang nona muda yang tadi siang mencari gara gara denganya di istana.
" Itu dia tikus kecil yang akan aku berantas!!." An xia berguman dalam hati sambil menyeringgi keji di balik cadarnya.
Yu mei yin, putri bungsu dari perdana pentri itu sedang berjalan bersama para pelayannya menuju kediaman miliknya. Namun secara tiba tiba....
Ssseeerrrrt!!!!...
Brruuuk!!!...
Brruuuk!!!...
Terdengar suara sesuatau yang jatuh. Yu mei yin kemudian menoleh ke belakang untuk melihat apa yang terjadi, saat ia menoleh ke belakang ia melihat suatau yang mengerikan.
Terlihat para pelayan dan penjaga yang mengikutinya terbaring di lantai dengan bersimbah dara, sebelum Yu mei yin berteriak, ada sebuah tangan yang terasa begitu dingin tengah membekap mulutnya.
Buuug!!!...
Tengkukan leher Yu mei yin di puku oleh orang misterius itu, kemudia ia merasa kepalanya pusing dan kehilangan kesadaranya.
Orang misterius yang melakukan itu semua tidak lain adalah An xia. Kini An xia tengah membopong tubuh Yu mei yin di bahunya sama seperti membopong karung beras.
An xia melesat pergi meninggalkan kediaman perdana mentri dengan membawa Yu mei yin.
An xia dengan cepat membawa nona muda itu menuju hutan.
Setelah sampai di hutan, An xia kemudian mengikat tubuh nona muda itu di sebuah pohon, setelah mengikat nona muda itu di pohon... An xia kemudian menyalakan sebuah obor untuk penerangan.
Byuuurrr!!!...
An xia menyiram wajah nona muda itu dengan air....kali ini An xia tengah berbaik hati menyiram nona muda itu menggunakan air biasa, karena biasanya An xia akan memakai air keras untuk menyiram orang.
Nona muda itu mulai sadar dari pingsannya, saat ia sudah membuka mata, yang ia lihat adalah pepohonan yang gelap dan hanya terdapat satu buah obor sebagai penerang, di hadapanya terdapat seseorang berpakaian serba hitam dan kini menatapnya dengan tatapan dingin.
Nona muda itu ingin menggerakan tubuhnya, namun ia menyadari kalau ia saat ini sedang di ikat di sebuah pohon, ia mulai merasa gelisah dan ketakutan.
" Si...siapa kau?!!....Ke..kenapa kau mengikatku?....lepaskan aku!!!..." Teriak Yu mei yin dengan gemetar ketakutan.
Plak!!!...
Plak!!!...
An xia menampar pipi yu mei yin dengan sangat keras sampai sudut mulut Yu mei yin sobek dan mengeluarkan darah.
" A..apa yang kau inginkan?...hiks...hiks...hiks."
Kini Yu mei yin sudah tak bisa menahan tangisannya, ia saat ini begitu takut.
Tanpa menjawap, An xia membuka cadarnya di hadapan Yu mei yin, kemudian ia mengambil belatih kesayangannya dan memainkan belati itu untuk menakuti mangsa yang ada di hadapanya itu.
Mata Yu mei yin terbelalak, jantungnya berdebar debar karena ketakutan.
" Kau!!!...lepaskan aku!!!" Teriak Yu mei yin.
Crrraasss!!!...
"Aaaaakg!!!...
Tanpa aba aba, An xia menggores wajah mulus Yu mei yin dengan tidak berperasaan.
Cipratan darah dari wajah Yu mei yin mengenai wajah An xia. Bangi An xia ia sangat suka saat darah mangsanya mengenai dirinya, itu memberi sensasi segar dan rasa puas.
" S..sakit...hiks...hiks." Yu mei yin merasakan rasa sakit yang amat perih di pipinya.
" Le..lepaskan aku, maaf...maafkan aku hiks..hiks...tolong lepaskan aku." Yu mei yin memohon mohon di depan An xia, kini ia merasa begitu menyesal, air matanya keluar untuk menarik simpati dari An xia agar ia melepaskanya.
Namun apa daya jika An xia tidak merasa bersimpati sedikitpun, dan malah tangisan pilu yang keluar dari Yu mei yin membuatnya merasa senang.
" Hahahahahah....kau sudah membuatku marah, jadi kau sendirilah yang harus meredam amarahku dengan....Kematianmu!."
An xia tertawa lepas sambil mengucapkan itu, Melihat mangsanya ketakutan sebelum di siksa itu sangat menyenangkan.
Jleb!!!...
Jleb!!!...
" Aaaakg!!!..Uhuk..uhuk!!." An xia dengan kejam menusuk perut Yu mei yin dua kali. terlihat saat ini Yu mei yin mengeluarkan darah dari luka luka itu, darah itu mengenai tangan putih An xia.
Kini Yu mei yin merasakan kesakitan yang luar biasa, namun ia tak dapat berteriak karena perutnya yang terasa sakit, bahkan ia memuntahkan darah dari mulutnya.
Saat Yu mei yin mendongak untuk menatap An xia....
Seeeerret!!!...
Yu mei yin merasakan benda tajam dan dingin yang melintas di lehernya dan membuat luka yang cukup dalam dan fatal. Mata Yu mei yin melotot, Ia melihat sekilas wajah An xia... wajah An xia hanya datar, matanya begitu dingin, tak ada sidikitpun rasa penyesalan yang terpancar dari matanya.
Seeerrt!!!...
An xia kembali menyayat wajah Yu mei yin, Kali ini sayatan itu begitu lebar, wajah Yu mei yin sudah sangat menggenaskan dengan banyaknya darah.
Hanya dua kata untuk An xia saat ini...
" iblis kejam!!!!..."
Dan kini Yu mei yin sudah mati di tangan An xia, An xia masih dengan wajah datar dan tatapan dingin saat melihat jasat Yu mei yin.
" Kau seharusnya bersyukur aku tidak mengulitimu hidup hidup......tapi tak apalah, setidaknya aku sudah merasa puas dengan kematianmu!!!" Setelah mengatakan itu, An xia mengambil obor, kenudian ia membakar tubuh Yu mei yin.
Senyum tipis terlukis di wajah An xia yang terlumuri darah korbanya, dan itu tampak sangat mengerikan. Setelah itu, An xia pergi dari tempat itu begitu saja.
ku baca ber ulang2 ceritanya bagus.
top.