NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Dilamar Ceo Dingin

Tiba-tiba Dilamar Ceo Dingin

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Airlangit

Follow IG-Airlangit9

Nekat pergi ke kota, bermodalkan Ijazah SMA untuk mengadu nasib. Siapa sangka, sebuah insiden membuatku terperangkap dalam hubungan tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Airlangit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arti sahabat

Sepasang tangan meraih pundak Dilara dan membantu gadis malang itu berdiri.

"Ars," lirih Dilara menatap wajah Arsila dengan pandangan kabur.

"Lekas ke toilet dan bersihkan dirimu, ayok saya bantu." Arsila membantu Dilara berjalan melewati penjaga keamanan.

Setelah Dilara pergi pun, para penjaga itu masih berada di sana, seperti mengumpulkan beberapa bukti.

Di kamar mandi, Arsila membersihkan wajah dan rambut Dilara dengan tisu. "Kenapa kamu begitu bodohnya, menganggap hadiah yang si Sonia katakan sebagai hadiah sebenarnya?"

"Dia memang mengatakan hadiah." Dilara menyahut lirih.

Arsila mengeratkan giginya dan menatap tajam Dilara. "Kapan kamu pintarnya, sih? Bisakah kamu membaca situasi?"

Dilara tak menyahut.

"Jika dulu sebelum kamu menjadi kekasih Bos mereka memberikan hadiah bisa jadi itu hadiah asli. Sekarang kondisi di mana mereka memusuhimu dan tiba-tiba memberikanmu hadiah, apakah kamu sama sekali tak merasa curiga?"

Dilara menggeleng.

"Astaga, ya Allah!" Arsila merasa gemas sekali, sampai kedua tangannya mengepal.

Dilara melanjutkan membersihkan sisa-sisa kotoran makanan di jas luar dan roknya. Sedangkan Arsila berjingkat keluar kamar mandi.

"Sudahi saja bersih-bersihmu itu! Ayok kita pulang. Mungkin saja para perempuan itu akan menguncimu lagi di kamar mandi seperti waktu lalu," ujar Arsila.

Merasa ucapan Arsila ada benarnya, bergegas Dilara menyusul perempuan Kalimantan itu keluar kamar mandi.

Sebab penampilan Dilara yang berantakan, mereka berdua pulang menggunakan driver mobil online.

Tiba di kost, Arsila langsung menyalakan kompor memasak air.

"Kamu cepat mandi, Dil. Keburu masuk angin."

Dilara mengangguk dan masuk ke dalam kamar mandi. Setelah berada di kamar mandi, gadis itu mengulum senyum, merasa bahagia, sebab Arsila mulai mencair sikapnya.

Ia menyalakan shower dan membersihkan tubuh di bawah siraman aing hangat.

Keluar kamar mandi, Dilara melihat Arsila duduk depan layar televisi sambil memakan keripik.

"Tuh, saya buatkan teh jahe untukmu. Minum sana, supaya kamu tak masuk angin."

Dilara melirik gelas berisi teh jahe ditaruh di atas karpet dan ditutupi piring kecil. Ia mengambil gelas itu kemudian duduk di belakang Arsila ikut menonton acara televisi.

"Si suaminya itu brengsek sekali. Kawin lagi kawin lagi, kalau saya jadi istrinya sudah tak potong belalainya. Gemas saya!" Arsila memukul kaleng kong Guan yang tak bersalah di hadapannya. "Karena belalainya itu si lelaki selingkuh!" Arsila berteriak.

"Tapi ... bukan hanya salah lelakinya, itu. Si pelakornya juga bersalah." Dilara ikutan mengomentari sinteron yang mereka berdua tonton.

"Tentu saja si pelakor bersalah juga!" Arsi langsung menyahut dengan nada tinggi membuat Dilara terkejut. "Tapi yang paling bersalah adalah lelaki yang punya belalai. Pisau mana pisau? Kebetulan saya ingin bikin nasi goreng campur daging burung."

Dilara geleng-geleng kepala melihat sikap berlebihan Arsila merespon drama rumah tangga yang ditayangkan di televisi.

"Benar-benar lelaki gak ada otak cuma mikirin ************ saja, otaknya pindah ke ************! Punya anak yang musti dipikirkan masa depannya aja dia masih tega kawin lagi, astaga! Kasian anaknya punya bapak model kambing!"

Dilara bangkit dari duduknya memilih memasak sesuatu di dapur untuk makan nanti malam. Saat sedang masak ia masih bisa mendengar jelas omelan Arsila.

Setelah beres memasak tumis kacang panjang dan telur dadar, Dilara membereskan kembali dapur dan mencuci piring. Hari itu memang jadwalnya piket ruangan.

Arsila datang ke dapur dengan wajahnya yang kusut dan matanya yang sembab.

Dilara tak aneh melihat Arsila begitu, awalnya memang ia kaget dan kini sudah terbiasa.

"Kasian istri pertamanya, Dil. Dia memang tak diceraikan, hidup berdampingan dengan istri kedua. Tapi hidupnya menderita, anak-anak dari keluarga poligami itu direndahkan masyarakat. Dasar bapaknya gak ada otak." Air mata Arsila mengalir.

"Terus?" Dilara bertanya pura-pura tertarik dengan cerita Arsila.

"Saat anak-anak dari keluarga poligami itu dewasa tak ada yang mau menikah dengan mereka, khawatir kelakuan mereka sama kaya bapaknya tukang kawin."

Dilara teringat akan tetangganya yang ayahnya punya istri banyak. Saat dewasa dan menikah anak lelaki dari si ayah itu punya istri banyak juga.

"Makanya nanti sebelum kamu menikah, kamu harus telusuri dulu latar calon suamimu, Dil."

Dilara tak menyahut.

"Darah panas bapak tukang kawin pasti nurun ke anak-anaknya."

"Makasih nasihatnya, Ars. Sebelum saya nikah kamu yang harus nikah lebih dulu. Umurmu sudah 29 tahun."

Wajah Arsila langsung masam, ia sensitif jika berbicara tentang umur.

"Jodoh itu akan datang pada saatnya, Dil. Saya yakin itu. Saya tak mau buru-buru. Sebab rumah tangga bukan hanya masa depan saya, tapi keturunan saya juga. Jadi harus benar-benar mencari calon suami."

"Pengalamanmu Sepertinya sudah banyak, Ars. Berapa kekasih yang pernah kamu miliki?"

"Tidak banyak, sih." Arsila menyahut malas. "Kebanyakan sih cinta monyet doang."

"Yuk kita makan."

Dilara membawa dua mangkuk lauk dan menaruh di atas karpet depan televisi. Rice cooker sudah tercolok di terminal dekat televisi.

Dua gadis itu pun makan dalam diam.

"Dil, sebaiknya besok jika kamu di kantor jangan percaya pada siapapun. Dan jangan merasa terintimidasi oleh sikap rekan satu tim." Di sela makan, Arsila berbicara. "Agar mereka tak menindasmu, Dil. Melihat kamu semakin murung dan terpuruk, mereka akan semakin menjadi dan akan lebih parah menindasmu."

"Jadi, bagaimana saya harus bersikap?"

"Kamu ini kekasih Bos, gunakan kekuasaan tersebut untuk melawan mereka."

"Saya tak mengerti." Dilara menggeleng.

"Misalkan begini. Ada yang bersikap tak baik lagi padamu. Kamu harus bersikap berani dan ancam saja dia. Dengan bilang begini, 'Saya adalah kekasih, Bos, macam-macam sama saya mulai detik ini, saya akan minta pada Bos untuk memecat kalian semua' Begitu, Dil."

Dilara memaksakan senyuman. "Begitu, ya?"

"Tentu saja!"

"Sepertinya saya tak berani."

"Kamu harus berani! Ingat penyiksaan mereka padamu. Kamu mau jadi objek kemarahan mereka setiap hari. Mau tak mau kamu harus menuruti perkataanku."

***

Saat Dilara melewati meja rekan-rekannya, sebuah kaki diulurkan, membuat gadis itu tersandung dan jatuh tengkurap.

Orang-orang yang berada di ruangan itu tampak menahan tawa.

Dilara meringis merasakan lututnya berdenyut perih, begitu pula kedua telapak tangannya.

"Sakit, ya? Makanya hati-hati kalau jalan," ujar Sonya kemudian melangkahi kaki Dilara yang terulur.

"Kamu punya hati gak sih? Kamu tak punya saudara perempuan? Bagaimana jika saudara perempuanmu diperlakukan seperti saya."

Langkah Sonya berhenti, dia tersenyum miring dan membalikkan badan. "Saudara saya tak akan mengalaminya, sebab tak sebodoh kamu, Dilara."

Dilara bangkit dari duduknya. "Kamu sudah keterlaluan, pertama kamu melakukan penipuan, kedua melakukan kekerasan fisik di belakang taman, dan sekarang merundung saya. Saya akan laporkan pada Bos agar kamu dipecat!"

Mata Sonya langsung melotot. "Bisa kamu melakukannya?"

"Tentu saja, saya adalah kekasih Bos, saya tinggal minta Bos memecat siapapun yang membuat hati saya saya sakit."

Wajah merah Sonya berangsur pucat.

"Bagaimana? Kamu mau dipecat? Adalagi yang mau dipecat?" Dilara menatap sekeliling. Para rekannya itu langsung memalingkan muka ke arah layar komputer masing-masing.

1
Nur RaudLoh NauRa
menakjubkan/Drool/
Nur RaudLoh NauRa
bagus sila, dasar pemalas tu mbk2 m mas seenak e udelle
Nur RaudLoh NauRa
lucunya/Drool/
Apreel Leeya
typo trus..ayahnya dipanggil Murad..Murad...
Teresia Atik tinus
Kecewa
Cechen Mei li
lelaki dancuk
Cechen Mei li
kok murad sih
Cechen Mei li
said kk
Cechen Mei li
saik kk bukan Danil🤦‍♀️
Nayla Azizah
kasihan ms dilara menderita mulu Thor??kpan bahagia menghampiri'n??
Shen shandian luo
gak mau uangnya tapi tetep ikutan bohong...kan percuma bicara soal dosa....😂😂😂😂😂😂😂😂
Irma Yanti
dilara lugu.. kadang bikin emosi ya..maaf Thor
Irma Yanti
cerita bagus Thor...semangaaad
Yuniarti Rossyidie
ceritanya lumayan menghibur...lucu...
💟노르 아스마💟
sejauh ini bayik suka ...gk bertele²
Marchel
halo kakak author yang baik hati aku ijin share novel aku ya yang berjudul " Bos and me " dan " gadis cantik itu milikku " terimakasih kakak author 🙏
Cusy Low Aty
lanjut
Suriani Anhy
biarlah said bersama Dilara, utk daniel mudah2hn selamat dn mnjdi mafia utk bisa bls dendam kpd murad.... 😀😀🤭, bisa dong kita menghayal juga thor🤭
Ziza Yazid
lanjut persi dilara
Ziza Yazid
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!