"Dia milik ku...Kau membunuh ku."
Suara itu yang setiap saat, Ratna dengar setelah ia menikah dengan Bram.
Bram punya istri bernama Nilam, Namun Nilam hanya anak orang tidak punya. Atas perintah dari Ibu nya, Bram memulang kan Nilam kerumah orang tua nya. Padahal Nilam sedang hamil besar.
Seminggu setelah Nilam pindah, Bram menikah dengan Ratna. Nilam frustasi karena cinta nya yang amat besar pada suami nya.
Hingga kehebohan terjadi, Nilam di temukan mati di dalam kamar oleh orang tua nya. Perut nya memburai keluar, Bayi nya juga ikut meninggal. Seolah perut nya meledak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.22
Romo menatap putri nya yang baru pulang pagi hari, Semalaman tidak pulang sudah membuat nya sangat cemas. Hanya Ratna saja yang ia punya sekarang, Bagai kan harta yang sangat berharga.
"Maaf kan Romo ya, Nak." Sesal Romo merasa bersalah.
"Aku tidak akan pernah memaaf kan Romo lagi, Jika Romo masih terus membela Ibu." Sinis Ratna.
"Romo bukan membela nya, Namun hanya kita yang Ibu punya." Romo berkata sedih.
Ratna cuek saja dan segera pergi masuk kedalam kamar, Bram sudah tidak ada di sana. Suami nya sibuk membersih kan kebun kelapa mereka di belakang rumah. Lewat jendela kamar yang mengarah kebelakang, Ratna bisa melihat sang suami yang bekerja sangat giat.
Bram sudah sepenuh nya dalam genggaman Ratna, Hanya satu yang sangat mengusik nya sekarang. Arwah Nilam semakin terang terangan menampak kan diri.
Ketika Ratna akan merebah kan diri sambil memikir kan tumbal yang cadar merah ingin kan, Tiba tiba saja ia mendengar Romo nya sedang ngobrol dengan suara seorang wanita.
Suara yang tidak asing bagi nya, Ratna pun keluar untuk melihat. Ternyata tetangga mereka lah yang datang sambil membawa buah tangan berbagai macam ragam nya.
"Ada perlu apa kamu, Arumi?" Ratna duduk di sebelah Romo nya.
"Arumi ingin pelet, Apa kamu bisa membantu nya?" Romo menyerah kan kepada sang putri.
Karena Ratna sudah mahir menggunakan ilmu pelet, Romo pergi agar Arumi berbincang dengan Ratna saja. Ia lebih fokus mencari keberadaan sang istri yang masih belum di ketahui di mana rimba nya.
"Siapa tujuan mu?" Ratna bertanya sambil menghisap rokok kretek.
"Maulana, Aku ingin dia menjadi milik ku." Ujar Arumi.
"Kenapa kau ingin menggunakan pelet? Apa dia tidak tertarik pada mu." Selidik Ratna.
Sebenar nya Arumi tidak jelek jelek amat, Gadis keturunan sunda ini memiliki kulit yang putih bersih. Risa kalah jauh, Namun Risa lebih enak di pandang karena wajah nya yang kalem dan manis.
"Maulana lebih memilih, Risa! Entah apa kelebihan sikulit coklat itu." Geram Arumi.
"Waah ternyata anak nya Mak Lela, Anak orang itu selalu merebut milik orang lain." Sinis Ratna.
"Aku akan membayar berapa saja, Asal kan Maulana jadi milik ku selama nya." Arumi sudah membawa banyak uang.
Ratna teringat jika tidak bisa membawa tumbal pria, Maka harus mencari wanita yang mau masuk sekte mereka. Lagi pula waktu nya sangat mepet untuk mencari tumbal.
"Aku punya kenalan yang bisa membuat wajah menjadi sangat cantik dan menawan, Tidak kah kau lihat aku sekarang?" Ratna menunjukan wajah nya.
Arumi menyadari bahwa wajah Ratna banyak berubah, Sekarang terlihat lebih cantik dan menawan. Biasa nya terlihat jelek dan malas untuk bicara dengan wanita ini, Selain jelek dia juga sangat angkuh karena merasa jadi orang kaya.
"Kau memang terlihat lebih cantik dan muda? Apa memang ada yang membuat wajah begitu." Tanya Arumi.
"Nanti malam kita bertemu di belakang rumah, Aku akan mengajak mu kesana." Ujar Ratna.
"Malam jam berapa?" Tanya Arumi.
"Eh jangan malam, Sebelum maghrib kita berangkat." Ratna meralat ucapan nya.
Arumi pun setuju dengan ajakan nya Ratna, Kini ia bergegas pulang untuk membantu Ibu nya lagi. Uang yang ia bawa tidak jadi di berikan, Senyum Arumi terus berkembang karena membayang kan akan bersama Maulana sang pujaan hati.
"Mereka!"
Ketika akan pulang kerumah, Arumi melihat Maulana sedang bersama Risa dan bergurau bersama. Terlihat kalau Risa akan berangkat kerja dan di antar oleh Maulana.
"Mas Maul!"
Arumi berteriak keras dan menghadang mereka, Risa menghelai nafas karena malas berdebat dengan gadis ini. Padahal tadi ia sudah terpaksa mau di antar oleh Maulana, Hanya untuk membalas budi karena sudah di selamat kan oleh Maulana ketika akan di perkosa Aldi.
"Aaaggkk!"
Risa menjerit karena Arumi langsung menjambak nya, Maulana sigap mendorong Arumi hingga gadis ini terjengkang jatuh.
"Mas! Tega nya kamu sama aku." Pekik Arumi sedih.
"Kamu kenapa sih? Kenapa langsung menjambak Risa." Maulana menolong Arumi juga akhir nya.
"Kamu yang kenapa, Mas! Tega nya kamu selingkuh sama sigatal ini." Geram Arumi.
"Kita tidak punya hubungan, Terserah aku mau jalan sama siapa saja." Bentak Maulana.
Bukan main malu nya Risa karena harus bertengkar hanya masalah pria, Banyak orang yang melihat dan mencibir nya.
"Ternyata si adik juga suka gatal ya, Kok tidak belajar dari Kakak nya yang mendapat azab." Sinis Inem yang sudah sembuh.
"Dih! Mentang mentang cantik jadi seenak nya begitu." Sambung Mela.
Risa langsung pergi meninggal kan tempat ini karena malu, Dia berbeda dengan Tisa yang sangat mudah terpancing emosi. Risa lebih banyak mengalah dan mengabai kan ucapan orang.
"Aku tidak pernah menyukai mu, Arumi. Kau tidak usah mengganggu Risa lagi." Maulana menunjuk wajah Arumi.
Air mata gadis ini jatuh menggelinding di pipi nya, Merasa sangat tercampak dengan ucapan Maulana yang menurut nya sangat kasar. Maulana pergi begitu saja setelah berucap demikian.
...****************...
Sekitar pukul setengah enam sore, Arumi sudah siap dengan perlengkapan nya agar menjadi cantik. Motor nya menuju rumah Ratna yang berjarak sekitar dua kilo meter.
Pikiran nya sudah di penuhi ambisi agar menjadi cantik dan membuat Maulana tergila gila pada nya, Agar bisa membalas sakit hati kepada Risa yang lebih di cintai oleh pujaan hati nya.
Ternyata Ratna sudah menunggu dengan gaya nya yang sangat angkuh, Di tambah sekarang wajah nya sudah terlihat cantik dan kalung angsa bermata merah tergantung di leher nya.
"Maaf ya, Kamu menunggu lama." Ujar Arumi.
"Ayo, Keburu malam nanti." Ratna sudah tidak sabar lagi.
Dua orang wanita ini segera menuju hutan larangan, Tak sengaja pula Arsa melihat nya dan berusaha mengikuti. Ia sangat penasaran karena Ratna dan Arumi berjalan cepat kearah hutan, Padahal hari sudah menjelang malam.
"Mau kemana mereka?" Batin Arsa.
Tiba tiba saja Arsa kehilangan jejak mereka yang sudah entah kemana, Padahal ia sangat penasaran dengan apa yang mereka lakukan.
Bukk.
Arsa tidak ingat apa pun lagi, Pandangan nya hitam dan ia segera tumbang ketanah. Ratna menyeringai senang karena mendapat kan mangsa tanpa harus bersusah payah.
"Mau di bawa kemana dia, Ratna?" Arumi tidak paham dengan yang Ratna lakukan.
"Kau diam saja, Aku malah mendapat kan barang yang ku kira tadi tidak bisa aku dapat kan." Ujar Ratna menyeret Arsa masuk kedalam hutan.
Arumi yang tidak mengerti dengan semua ini, Ia hanya mengiktu saja langkah nya Ratna dan menutup mulut.
setahu aku Semar mesem 🤔🤔