Candy Azkiya Hanggono gadis pekerja keras harus menerima ujian hidup yang berat saat atasannya membuat kesalahan satu malam yang membuat dirinya harus menanggung beban seorang diri, hamil di luar nikah, di usir dari rumahnya sendiri oleh ibu tirinya.
Ziyyandru Prashadya Andromeda berwajah tampan dan dingin, CEO yang mencintai kekasihnya seorang model terkenal, atasan Candy Azkiya, memiliki kembaran tidak identik Zayyandra Prashadya Andromeda, CEO wajah tampan perpaduan Pras dan Key orang tuanya, wajahnya dominan wajah maminya, berkepribadian hangat dan humble seperti maminya.
Ziyan yang malam itu membuat kesalahan ke karyawannya tidak mengetahui siapa wanita tersebut. Sampai suatu hari ia dikejutkan dengan seorang bocah lelaki yang mirip dengannya saat ia ke mall bersama kekasihnya.
Hai, jumpa lagi, ini kisah cinta putra kembarnya Pras dan Key (Jangan Jadikan Aku Yang Kedua). Ikuti yuuk perjalanan kisah seru Ziyan-Candy-Zayya.
Salam,
ariista 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Papi Pras Bertemu Ziyyan
Kehebohan di panti asuhan masih berlanjut, anak-anak panti yang sangat bahagia mendapatkan peralatan sekolah, baju dan celana baru juga snack yang banyak apalagi ini malam Minggu mereka besoknya libur malam ini akan menjadi malam panjang bagi anak-anak untuk saling bercerita dan memakan jajanan dari snack yang mereka dapat dari si kembar dan mami Key.
Perayaan ulang tahun si kembar dan mami Key membuat hati Candy mengharu biru. Sulit baginya ingin membuka diri untuk orang lain terutama keluarga mami Key yang sangat baik kepadanya. Candy sulit jika harus menceritakan kejadian masa lalu nya belum lagi jika dirinya berjumpa dengan mantan bosnya itu.
Candy juga tidak tau apakah mantan bosnya tau dengan dirinya yang sudah menjadi korban keganasannya pada malam itu. Ini berat sekali buat Candy. Sudah menceritakan ke Zura rasanya sudah lega tetapi mantan bosnya belum tau tentang dirinya tentang si kembar.
Setelah beristirahat agak lama di panti. Mami Key dan papi Pras juga belum bisa bicara banyak ke Candy. Mereka akhirnya berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing. Tetapi mami Key menawarkan ke Candy dan si kembar untuk menginap di rumah mami Key. Mami Key masih ingin bermain dengan si kembar.
Candy yang merasa tubuhnya sangat lemah menolak halus, ia mengatakan akan main ke rumah mami Key jika tubuhnya sudah sehat.
Akhirnya mami Key memaklumi kondisi Candy yang memang lemah.
"Biar sopir mami aja yang antar kalian ya sayang, nanti sopir pulangnya naik ojek dari antar kalian, mau ya? Mami gak mau kamu yang bawa mobil dengan membawa si kembar.
Candy dan Zura saling memandang.
"Gak papa Kiya, kamu pulang di antar pak sopir aja. Ku pulang mau langsung ke kafe juga antar mobilnya sekalian, pulangnya nanti aku diantar sama staf cafe aja,"
Candy akhirnya setuju untuk di sopiri oleh sopirnya mami Key.
Mami Key meminta sopir mengantar ke rumah Candy juga ada maksud. Mami nanti akan menginterogasi pak sopir alamat nya Candy dan si kembar. Mami berencana mau memberi kejutan buat Candy dan si kembar.
Mami juga ingin tau seperti apa rumah yang di tempati si kembar. Feeling mami Key ada sesuatu yang di sembunyikan oleh bundanya si kembar.
"Baiklah, Vira Vire sudah tidur di mobil, kalian pulang sekarang ya, biar enak tidur si kembar pindahkan nanti ke kasur, pasti mereka kelelahan," ucap mami Key yang sangat perhatian ke si kembar.
"Baik Nyo.. eh Mami, Om, kami pulang dulu ya, assalamu'alaikum," ucap Candy ramah.
Zayyan dan Allea menyaksikan semua itu. Zayyan juga penasaran dengan wanita berhijab ini, di mana suaminya. Memiliki anak kembar yang lucu kenapa tidak kelihatan papanya si kembar.
"Kak, kami pulang dulu," pamit Candy ke Zayyan dan Allea.
Mereka menganggukkan kepalanya.
Mobil mereka keluar dari halaman panti asuhan.
"Zay, malam ini ke rumah ada yang ingin papi dan mami sampaikan," ucap papi.
"Iya, Pi, Zayyan sama Lea pergi dulu ya Pi, Mi,"
"Iya, papi mami juga mau langsung pulang,"
Setelah berpamitan ke ibu ketua panti dan pengurus panti, papi dan mami pulang. Papi yang mengemudikan mobilnya.
"Papi akan menjumpai Ziyyan di apartemen Mi, hari ini libur Ziyyan tidak di kantor,"
"Papi mau telpon dulu?"
"Gak papi akan tunggu Ziyyan pulang di apartemen, papi masuk aja nanti ke apartemen nya, papi mau buat kejutan buat putra kita itu,"
"Iya Pi,"
Setelah sampai di mansionnya, papi Pras menurunkan mami Key, papi gak mau menunggu lama, ia akan langsung ke apartemen putranya. Dirinya akan sidak putra nya itu.
Mobil papi Pras melaju dengan sedikit kencang. Karena bukan seorang lelaki muda lagi, papi Pras tidak bisa mengemudikan mobilnya dengan kencang seperti mudanya dulu.
Mobil papi Pras memasuki area apartemen mewah Pras. Papi memarkirkan mobilnya di basement.
Papi keluar dari mobil dan berjalan menaiki lift dipencet angka 3,unit apartemen Ziyyan berada di lantai 3.
Pintu lift terbuka, papi Pras berjalan ke unit putra nya, karena hapal dengan sandinya papi masuk ke apartemen Ziyyan. Bau alkohol menguar ke udara ruangan apartemen. Di mana-mana berantakan. Papi Pras geleng-geleng kepala.
Putra kembar kesayangannya itu sudah banyak berubah, dulu ia pembersih tidak ada satu debu yang nempel meja dan perabotan di apartemen nya.
Papi membuka pintu kamar, kosong, batin papi. Di mana anak itu.
Papi tidak menemukan Ziyyan di apartemen nya, di mana kira-kira dia berada.
Baru saja papi Pras berpikir di mana Ziyyan, tiba-tiba pintu terbuka. Ziyyan mengernyitkan alisnya melihat papi Pras ada di dalam apartemen nya.
"Ziyyan papi perlu bicara sama kamu, nanti malam kita makan malam di mansion papi, ada hal yang ingin papi tanyakan dan sampai kan, jangan kamu tidak datang, ini sangat penting,"
"Tentang?"
"Kamu akan tau nanti malam, sekarang papi pulang, mami mu sedih kamu tak datang di acara ulang tahunnya, sudah kamu terima kan undangan dari mami?"
"Sudah Pi, Zay juga sudah kasih tau,"
"Baiklah papi pulang, jangan lupa nanti malam, ini menyangkut tentang kesalahan di masa lalu mu, kamu paham Ziyy, jangan sampai tidak datang atau kamu akan menyesal,"
"Apa sih Pi?" tanya Ziyyan jadi bener-bener penasaran.
"Nanti malam kamu tau, sudah papi pulang dulu, sudah sore,"
"Iya Pi,"
Setelah papi Pras pulang, Ziyyan masih terpaku di ruang tengah. Pikiran nya kemana-mana, ada apa sebenarnya kenapa papi sepertinya bersedih.
Ziyyan masuk ke kamarnya yang berantakan, sprei yang belum di rapikan dari tadi pagi ia tidur, celana baju yang teronggok di lantai, pantas saja wajah papi tertekuk saat keluar kamar tadi.
Ziyyan mengemasi kamar nya, biasanya bibi lah yang mengatur semuanya. Bibi sedang pulang kampung seminggu ada anak saudaranya yang menikah.
Hanya sebentar saja Ziyyan sudah selesai merapikan kamar.
Ziyyan ke kamar mandi dan mandi tanpa ada gangguan. Selesai mandi ia akan langsung ke mansion papinya. Mansion penuh kenangan tentang dirinya dan Zayyan.
Ziyyan melajukan mobilnya dengan kencang ia sudah seperti pembalap saja. Banyak mobil lain yang mengumpati dirinya menyalip setiap mobil di depannya.
Dalam waktu kurang dari 20 menit mobilnya memasuki mansion besar milik orang tuanya.
Ziyyan melihat ada mobil Zayyan di halaman parkir.
Ada acara apakah gerangan? monolog Ziyyan.
Setelah mengucapkan salam Ziyyan masuk, di lihatnya Zayyan dan papi sedang menonton televisi.
"Udah lama gak dengar berita," ucap Ziyyan yang mengagetkan papi Pras dan Zayyan.
"Hai, bro, sini duduk," ajak Zayyan.
Ziyyan menyalami papi Pras.
"Mana Mami, Pi,"
"Mami di dapur sama bibi, kamu di sini aja, bentar lagi mami ke mejamu,"
"Iya Pi,"
Mami datang ke ruang keluarga sambil membawa baki berisi teko dan gelas.
"Mi," Ziyyan memeluk maminya erat-erat matanya berkaca-kaca.
"Maafin Ziyy Mi, maafin Ziyy," akhirnya airmata Ziyyan menetes.
"Selamat ulang tahun Mi, maaf Ziyy tak ikut ke panti asuhan tadi siang,"
Mami Key memeluk putranya dengan kuat, airmatanya juga tidak berhenti menetes dari pipinya.
"Terimakasih Ziyy, maafkan mami juga, setelah ini kita akan bicara, semoga teka teki selama 4 tahun ini kita temukan jawabannya,"
"Iya Mi,"
"Sudah Mi, Ziyy, bisa kita mulai atau tunggu habis makan malam aja gimana?"
"Kita mulai aja Pi, nanti habis makan malam kita sambung lagi,"
Mami dan Ziyyan duduk di sofa, satu keluarga mereka berkumpul di ruang keluarga membahas masalah yang membelenggu mereka selama ini. Menyusun potongan-potongan puzzle dan menemukan jawaban dengan melengkapi potongan puzzle yang di temukan ke tempat yang seharusnya.