Status simpanan itulah yang harus disandang wanita cantik bernama Dista karna sebuah kesalahan fatal yang ia lakukan dengan suami sahabat karibnya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Leo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
bab 22
.
.
Hampir tengah malam Aqil tiba dirumah Dista. bik wati segera membukakan pintu untuk Aqil.
"Apa masih muntah terus?? " Tanya Aqil.
"Sudah berkurang. tapi mualnya masih tuan. tadi dokter Roy sudah meninggalkan obat. tapi Nona tidak mau minum obat."Balas Bik wati.
"Dimana dia?? "
"Dikamar tuan.."
Aqil bergegas kekamar, dan betapa terkejutnya Aqil saat melihat Dista yang menaiki kursi hendak berniat bunuh diri.
"Dista!! " teriak Aqil yang langsung menangkap tubuh Dista yang hampir jatuh karna terkejut mendengar teriakan Aqil.
"Aaakkhhh!!! "
"apa yang kau lakukan??!! " Aqil begitu kawatir sekali.
"Biarkan aku mati mas.. aku bukan wanita baik-baik.. aku merebutmu dari istrimu.. aku benar-benar menjijikkan!!! "Tangis serta rontaan keluar dari mulut Dista.
" apa yang kau katakan.. tenanglah Dista.."Aqil terus berusaha menenangkan Dista.
"Lepaskan mas.. lepaskan aku.. hu..hu..hu.."Tangis Dista pecah. rontaannya berangsur melemah saat Aqil terus mendekap tubuh Dista.
"Aku berdosa sekali mas.. aku tidak pantas hidup.."Gumaman seperti itu terus terdengar dari mulut Dista meski matanya sudah terpejam.
Usapan lembut diberikan Aqil dikening Dista. "Kenapa kau sampai seperti ini?? "Gumam Aqil.
Aqil perlahan berfikir. "Apa Roy mengatakan sesuatu??"
Saat Aqil akan beranjak Dista mengeratkan tangannya yang melingkar diperut Aqil.
"Jangan tinggalkan aku mas.. aku takut.."Gumam Dista dalam tidurnya.
"Tidak akan.. tidurlah. aku akan menemanimu.."Balas Aqil yang kemudian melandaskan ciuman dikening Dista.
.
.
Pyarr !!!
Arumi terkejut sekali saat gelas ditangannya terjatuh begitu saja.
"Ya ampun aku ceroboh sekali.."Gumam Arumi.
bik Tri berlari menghampiri Arumi karna mendengar suara pecahan sesuatu.
"Nona.. Nona tidak apa-apa?? "
"Tidak bik.. maaf membangunkan bibi.. tadi aku mau ambil minum, mungkin aku memegang gelasnya tidak kencang makanya meleset jatuh."Balas Arumi.
"mau bibi ambilkan saja?? "
"Tidak usah bik.. bibi istirahat saja. ini sudah tengah malam."
"ndak papa Non.."Bik Tri mengambilkan minum untuk Arumi.
"Nona capek ya?? wajah Nona pucat sekali?? "tegur bik Tri saat memandang wajah Nonanya.
"Aah.. tidak bik..Mungkin karna ngantuk dari tadi Aku tidak bisa tidur bik.."tutur Arumi.
"Mikirin tuan ya?? yang sabar ya Non.. Tuan kan sudah naik jabatan, pasti pekerjaannya makin banyak, ujiannya juga makin banyak. Nona harus selalu sabar, dan lapang dada."Nasehat bik Tri.
"Pasti bik.. makasih ya motivasinya. Aku sedikit tenang. tidak tau kenapa akhir-akhir ini kalau mas Aqil keluar rumah hatiku rasanya tidak tenang."Cerita Arumi.
"didoakan saja semoga pekerjaan tuan dilancarkan jangan sampai ada halangan."Balas Bik tri.
"Iya bik... kalau begitu aku naik dulu ya.. bibi istirahat saja. ini besok saja beresinnya."Pamit Arumi
"Iya.. "Bik Tri menatap kepergian Nona dirumahnya. Bik Tri tau betul apa yang dirasakan Nonanya. apalagi bik Tri ikut Arumi dan Aqil sejak mereka masih pengantin baru.
"ya Allah... segera beri nonaku keturunan yang begitu ia dambakan.. kasihan sekali Nona kesepian seperti ini.."Gumam Bik Tri dalam doanya.
.
.
Pagi hari saat terbangun dari tidurnya, Dista merasakan kenyamanan sekali. dada bidang dengan aroma yang begitu Dista rindukan kini ternyata tengah memeluknya.
"Mas.."Gumam Dista.
namun senyum Dista perlahan luntur saat teringat ucapan dokter semalam
Dista hendak beranjak namun Aqil mencegahnya.
"mas sudah bangun?? "
"Tentu saja." Aqil membuka matanya.
"Kenapa semalam kau melakukan hal konyol seperti itu?? apa kau tidak kasihan pada bayi kita?? "Aqil langsung bertanya.
.
.
.