Setelah melewati hari hari yang sulit akhirnya Min Jiana bisa kembali ke dunianya, ia terjaga dan menemukan tubuhnya yang di penuhi alat bantu medis, ia tak tau apa yang terjadi bahkan lupa dengan semua yang ia lalui saat berada di alam bawah sadarnya
Sejak kejadian pengkhianatan tuan tua Kim sebelumnya saat ini sudah terhitung dua tahun, sebelumnya Min tak bisa di terima karena dirinya yang berlumuran dosa, apakah dewa sedang memberikannya kesempatan untuk menjadi yang lebih baik, semoga saja seperti itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
"Hap, hampir saja" Ucapnya menghela nafas lega,
Ia hampir saja ketinggalan lift, untuk ia memiliki kemampuan gerak yang cepat, Ia akan menemukan pria sombong itu memaksanya melihat proposal yang di ajukan, ia tak masalah jika harus mendapatkan sedikit kritikan jika memiliki beberapa kekurangan apa salahnya mengatakannya dengan segera agar bisa di perbaiki
"Nona? Ada apa?, Apakah ada yang salah? Mengapa kau menatap ku dari tadi?" Ucap Min yang merasa tak nyaman saat seorang gadis dengan terang terang menatapnya dengan lekat, Gadis ini dari posturnya cukup cantik dan penampilannya juga rapi, jika di lihat secara keseluruhan maka dapat di simpulkan jika gadi ini memiliki kedudukan yang cukup penting di perusahan ini
"Sepertinya kita pernah bertemu di suatu tempat, tapi mengapa saya bahkan tak dapat mengingatnya" Ucap si gadis dengan nada pelan,
Wajah Min bahkan seperti pernah ia lihat di masa lalu, namun?, Ia bahkan tak tau kapan,
seperti Dejavu saat melihat wajah gadis cantik yang saat ini berada tak jauh darinya ini
Ia juga merasa jika mereka pernah berteman dekat, siapa gadis bersamanya ini, mengapa malah seperti orang yang tidak asing
"Benarkah?, tapi sayangnya ini adalah pertemuan pertama kita nona" Ucap Min Jiana menaikan alis, selama ini ia bahkan sangat jarang menujukan wajah aslinya, Ia selalu membunuh siapapun yang berhasil melihatnya, terlebih lagi, selama bertahun tahun Min bahkan selalu sibuk dengan pekerjaannya
Jika gadis ini pernah melihat wajahnya maka dapat di pastikan jika gadis ini bahkan tak sesederhana yang terlihat, tapi tak bisa di pungkiri ia pun merasakan hal sama saat melihatnya ia merasa sedang menemukan seoang sahabat yang begitu dekat, ingin segera memeluk dan menceritakan banyak hal dan keluhan padanya, hanya saja,
Ia tak bisa melakukan itu saat ini, ia harus mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan Presdir itu, perihal gadis ini, meskipun merasa dekat ia juga tak bisa melakukan apapun
"Wajah anda juga tidak asing, wajah ini mungkin saja memiliki banyak kemiripan dengan orang lain"
Merasa dekat dengan seseorang yang baru saja ia temui bukan hal yang biasa baginya, ia adalah orang yang begitu pemilih dalam lingkungan pertemanan selain Jia dan Yue ia tak memiliki teman ataupun seseorang yang ia percayai, namun gadis ini?, Dalam sekejap membuatnya merasa nyaman
"Jika demikian maka tak perlu di fikirkan, jadi nona lantai berapa tujuan Anda?" Ucap sang gadis yang membuat Min terdiam sejenak,
Namun tak butuh waktu lama, ia bahkan berhasil mengatasi dan membenahi ekspresi wajahnya, mari ke samping kan perihal gadis ini ia harus menemui Presdir Feng, itu adalah tujuan pertamanya
"Ya ampun, aku lupa menanyakan pada resepsionis tadi, karena terburu buru malah menjadi seperti ini" Ucap Min yang bahkan kembali memulai sesi bersandiwaranya, gadis di hadapannya ini memiliki penampilan yang begitu polos dan baik akan tetapi aura seseorang tak bisa berbohong, mungkin mereka berada dalam lingkungan yang sama dari itulah terasa sedikit akrab.
Lupakan soal itu, jika gadis ini memang bodoh maka lebih baik dan jikapun tidak hanya bisa melanjutkan rencana saja, ia akan segera menemui Presdir Feng
"Sepertinya kau sangat terburu buru nona, katakan siapa yang ingin kau temui, mungkin aku bisa membantu mu" Ucap si gadis dengan nada pelan
Berbicara menggunakan bahasa yang sangat tidak formal seolah baru saja bertemu dengan teman lama, perasaan asing ini, ia tak tau kapan datangnya, dilihat dari penampilan gadis ini terlihat begitu biasa, namun ada aura lain yang menyelimutinya, apakah orang orang hebat akan menujukan dirinya dengan mudah ia rasa tidak
Ia juga bukan orang yang kejam, yang akan membiarkan seseorang terkurung dalam keadaan sulit yang tak bisa di atasi Min tersenyum dalam diam, gais ini terlihat begitu mempercayainya akan tetapi hati manusia siapa yang bisa menyelamnya
"Begini nona, saat ini aku memiliki pertemuan mendesak dengan tuan Feng, tapi aku lupa menanyakan di mana ruangannya, karena terburu buru aku melupakan keberadaan resepsionis" Ucap Min dengan nada kesal,
Sang gadis memiringkan bahkan kepalanya dengan tanya, Feng yi adalah Presdir mereka,
lalu apa yang ingin di lakukan gadis biasa ini dengan pribadinya, akan tetapi gadis ini sangat gigih, jika pun bertaruh juga tak akan rugi, seharusnya seperti itu
"Katakan saja Nona tidak perlu merasa begitu sungkan, urusan mendesak apa yang membuat anda menemui presedir kami secara terbuka seperti ini?" Ucap sang gadis yang tak lain adalah Yan Li, kedatangan gadis ini sangat tiba tiba dan hal lebih anehnya ia malah merasa mereka pernah berjumpa, entah kapan waktunya,
Dua minggu tepat saat hari pertama dirinya mulai bekerja di perusahaan ini tak ada satupun yang mau berteman dengannya, alasnya sangat simpel, ia adalah sekretaris presedir Feng dan mereka tak ingin terseret dalam masalah, ia selalu penasaran dengan gadis gadis yang mengejar Feng Yi, ada banyak orang yang datang hanya bisa berdiri di depan pintu utama, dan gadis ini?, bisa masuk begitu saja
Dari pernyataannya ia masuk tampa tau kemana arah dan tujuannya, jika orang bodoh tak akan masuk, akan tetapi jika benar pintar juga tak mudah percaya dan mengatakan keinginan begitu saja, gadis seperti ini cukup menarik, penuh dengan rahasia dan kejutan
"Huh, aku adalah gadis yang bahkan memiliki nasib nan begitu malang, apakah kau tau?, Sejak awal aku tak pernah setuju dengan perjodohan itu, tapi?, orang tua ku memaksa, kami telah berhutang Budi padanya" Min menghela nafas pelan, ia sudah berfikir jika Yu Li sudah menyadari kebohongannya, akan tetapi gadis ini ingin bermain maka ia akan meladeninya sampai selesai
"Gadis malang, semua dengan mudah di kuasai oleh uang" Yu Li seolah begitu simpati, gadis ini juga pintar berbohong ternyata
"Benar mereka memaksa ku, tapi mereka bersikeras karena tuan Feng tak menolak, oh dewa betapa menyedihkannya aku, aku mendengar jika tuan Feng adalah pria tua yang sangat mesum, memiliki banyak wanita simpanan, dewa sedang mengutuk ku, bagai mana mungkin gadis secantik dan sebaik diri ku di nikahkan dengan seorang iblis, mahluk kaku yang sangat datar dan juga di kenal kejam itu, meskipun begitu aku bahkan tak bisa mengeluh, nyawa kedua orang tua ku berada dalam genggamannya" Ucap Min mulai bermain peran, sebelum memutuskan untuk datang ia jelas sudah bersiap, ia sudah mencari tau mengenai Feng yi,
Mahluk itu di kenal kaku dan sangat licik dalam dunia bisnis, dan lagi, seluruh pekerja juga mengetahui bagai mana kejamnya sosok Feng yi
"Nasib yang benar benar malang nona, tapi tuan Feng tidak seburuk itu, bagai mana jika ia adalah pria yang tampan dan sangat indah"
"Apapun itu tentu saja tak bisa di tukar dengan kebahagiaan, menikah tampa cinta adalah neraka dunia bagi seorang wanita"
"Kau benar nona, menikah tampa cinta adalah hal yang paling menyiksa bagi seorang gadis muda, bahkan aku pun tak sanggup untuk membayangkannya" Ucap Yan Li, Saling bermain bodoh seperti ini ternyata cukup seru
"Yah, aku adalah gadis yang bernasib malang, namun kau tak perlu mengasihani ku nona, meskipun pastinya akan sangat sulit aku akan berusaha menerima takdir ku, aku harus tetap menemuinya untuk membahas kontrak ini, aku harus membahas segala kesepakatan dan bernegosiasi denganya, sebagai orang yang akan hidup bersama tampa cinta tentu saja harus memiliki pegangan yang kokoh untuk menjamin hidup, sebagai gadis yang telah di hakimi aku berhak untuk memiliki senjata untuk melindungi diriku sendiri, jika aku berhasil memiliki perjanjian larangan ini dan itu maka itu akan membuat ku lebih terjamin, manapun aku hanya seorang gadis jelas hanya bisa mengandalkan hukum untuk melindungi ku, dengan ada surat perjanjian setidaknya akan membuat hidup menjadi lebih nyaman" Ucap Min terus membual, gadis ini ingin bermain maka akan ia layani sampai selesai
"Kau sangat adalah gadis yang cerdas dan sangat memperhitungkan segala hal, aku merasa kagum dengan ke kecerdasan nona, sebagai seorang gadis lemah, kita harus melihat ke depan, masa depan harus lebih cerah dari hari ini, segala seorang gadis hanya bisa mengandalkan otak yang cerdas saya merasa bangga" Ucap Yan Li dengan nada pelan
"Semangat nona, saya antarkan nona ke ruangan Presdir, kenalkan saya Yan Li, sekretaris Presdir Feng" Yan Li mengulurkan tangannya sebagai salam perkenalan, bermain main sampai tahap ini, sepertinya gadis ini cukup hebat dan cukup menarik juga
karena sudah terlanjur maka ia akan bertaruh, apakah gadis ini bisa menghadapi Feng Yi, ia akan membawa gadis ini menemui Feng Yi dan setelahnya hanya bisa di serahkan pada takdir saja
"Ah senang bertemu dengan mu nona Yan, kau sangat baik hati, aku memiliki hutang budi pada mu, aku pasti akan membalasnya suatu hari nanti" Ucap Min menyambutnya dengan senyuman indah yang terpajang indah di wajah cantiknya
"Tak perlu sungkan nona, karena kau adalah calon presedir itu berarti kau juga akan mengambil bagian di sini, aku tak bisa tidak sopan pada calon istri pemimpin"
"Jangan mengingatkan ku akan hal itu, aku benar benar sedih jika harus mengingatnya"
"Baiklah jika seperti itu, saat ini aku hanya bisa mengatakan jika kau harus tetap bersemangat, aku hanya bisa mengantar mu sampai di sini, berjuang lah"
"Terimakasih banyak, kau sangat baik, apakah aku bisa memanggil mu Yan Li saja"
"Tentu saja"
"Ah kita sudah berbicara sedari tadi dan aku tak memperkenalkan diri ku, nama ku Ji ana"
"Ah, senang bertemu dengan mu, itu adalah ruang presedir, aku hanya bisa mengantar mu di sini"
"Baiklah, sampai jumpa di lain waktu"
"Sampai jumpa dan semangat"
Setelahnya keduanya berpisah di penghujung jalan, Min melangkah menuju ruangan dan Yan Li melangkah masuk ke dalam ruangannya
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
semangat ✊
lanjut thor