"Mutiara Ayunda. Maukah kamu menikah denganku, Menjadi istriku pendamping hidupku sampai kita menua bersama, Menjadi ibu untuk anak-anak ku, " Begitu manis setiap kata yang keluar dari mulut pria itu, Sehingga Aku terbuai akan pesonanya, Melupakan sejenak perbedaan kami yang bagaikan langit dan bumi, Pesona yang sangat luar biasa membuatku lupa siapa diriku,
"Mutiara Ayunda. Aku Regan Darmawan Mengatakan jika MULAI SAAT INI KAMU BUKAN LAGI ISTRIKU!!, " Kata-kata itu menyadarkan aku akan perbedaan kami, Kata-kata itu menyeretku dengan paksa untuk kembali ke alam nyata, Dimana perbedaan kasta sangat terlihat jelas,
Hallo bestie kuy kepoin karya baru akohh, semoga tidak mengecewakan ya bestie🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenShafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 22
Semilir angin sepoy yang menerpa tubuh pria paru baya yang masih terlihat gagah dan berkharisma itu,. helai-helai dedaunan yang ada di sekitar nya pun ikut bergoyang, oleh angin yang berhembus perlahan. Baju kaos berkerah dengan merek ternama itu nampak ikut bergoyang seiring tiupan angin yang menerpa tubuh sang pemilik.
Berulang kali pria paru baya yang tiada lain adalah Bagaskara Sinantria, itu menghela nafas nya dengan berat. Tanda jika beban pikiran nya saat ini begitu berat.
Bagaimana tidak, beberapa menit yang lalu, Bagas baru saja mengakhiri perdebatan lewat sambungan telpon dengan Sera. Wanita itu masih saja gencar menanyakan keberadaan nya.
Bagas kembali menghembuskan nafas nya. Berusaha menekan emosi yang kian membuatnya sesak. Jika mengingat lagi perbuatan wanita yang merupakan istri keduanya itu,
Sedikit merasa tidak enak terhadap Raya, sebab dirinya yang lebih memilih datang untuk menemui putri kandung nya. Dan mengabaikan Raya yang ia ketahui telah melangsungkan pertunangan kemarin,
Bagas memilih abai dengan semua itu. Sudah cukup dirinya memanjakan kedua wanita itu selama bertahun-tahun ini.
Kini saat nya ia menebus kesalahan nya terhadap Almarhumah istri nya. Rasty.
Dengan menghirup udara segar di sekitar nya, berharap bisa segera menormalkan perasaan nya. Sebelum tiba waktunya pertemuan nya dengan sang putri.
Putri semata wayang nya yang telah bertahun-tahun ia cari, Kini akan segera bertemu hari ini. Rasa bahagia yang membuncah di dada yang Bagas rasakan. Namun di balik rasa bahagia nya itu.
Segudang rasa sesal dan bersalah kini kembali muncul ke permukaan. Rasa sesal nya dan bersalahnya terhadap istri tercinta nya kian menyesakkan dada nya,
TRING!!
Suara notif pesan yang masuk kedalam ponsel nya. membuat nya mendengus kesal. Sebab ia mengira jika itu adalah pesan dari Sera, yang selalu engan untuk ia layani.
Dengan rasa malas Bagas merogoh saku celanya, Membuka kunci layar ponsel nya. Seketika matanya berubah berbinar.
Rupanya bukan Sera yang mengirim nya pesan. akan tetapi Bintang sang Asisten nyalah yang mengabarinya, jika saat ini dirinya sudah berada di lobby hotel. Bersiap memasuki lift menuju lantai 25,
"Silahkan masuk Nona. Tuan Sudah menunggu Nona di dalam. "
Bagas bisa mendengar suara Asisten nya itu mempersilahkan seseorang untuk masuk kedalam ruangan. yang mirip dengan Pentahouse itu, Bagas memang sengaja mendesain satu kamar yang nyaman untuk nya. Seperti tengah berada di rumah pribadi bukan di kamar hotel.
" Permisi Tuan. Nona sudah disini, " Bintang berucap setelah Tiara dan Mila kini sudah berada dalam satu ruangan dengan Tuan nya.
Bagas segera membalikkan tubuh nya, setelah mendengar suara Asisten nya itu. Yang mengatakan akan keberadaan putri nya.
Didepan nya telah berdiri dua orang gadis. Tidak perlu bertanya yang manakah putri nya di antara keduanya, sebab Garis wajah Tiara yang begitu mirip dengan mendiang Rasty Ibu-nya.
Bagas menahan nafas, sekaligus menahan diri agar tidak serta merta berlari memeluk putri semata wayang nya itu. Untuk meluapkan rasa rindu nya yang terpendam selama bertahun-tahun ini. Jangan sampai putri nya itu takut dengan dirinya,
"Putri Papa, Sini sayang. " Ucap Bagas, merentangkan kedua tangan nya. Dengan suara yang bergetar oleh haru. Netra nya pun sudah mulai berkaca-kaca.
Tiara yang awal nya diam membeku, karena tegang saat berhadapan dengan pria paru baya itupun seakan terhipnotis dengan suara panggilan yang lembut itu,
Suara panggilan yang untuk nya. yang selalu ia impikan sejak kecil.
Hati menuntun langkah nya untuk mendekat. Walaupun ini adalah pertemuan perdana baginya. Namun hatinya bisa merasakan ketulusan dan kesungguhan. Dari sorot mata pria parubaya itu.
Perlahan namun pasti kini langkah kaki nya telah membawanya ke hadapan pria yang mengklaim dirinya sebagai Papa nya.
Bagas langsung menarik bahu Tiara dan mendekap nya dengan erat. Hatinya basah karena haru, bahagia. pencarian nya selama bertahun-tahun ini, kini telah membuahkan hasil.
Segini dulu ya🙏
rindu tiara