NovelToon NovelToon
Petualangan Annchi

Petualangan Annchi

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Miadny

Seorang gadis hebat di dunia modern, dengan kemampuan beladiri yang tinggi dan ahli dalam strategi juga pengobatan kuno maupun modern yang bernama Annchi. Bila siang dia akan menjadi seorang yang ramah dan lemah lembut (karena profesinya sebagai dokter) tapi saat malam dia akan menjadi seperti harimau yang kelaparan dan yang haus akan darah(dan dia pun seorang assasin) .

Dia dijuluki iblis berwajah bidadari sesuai dengan namanya yang artinya bidadari cantik dengan wajah cantiknya yang bisa menipu siapapun bahkan musuh terbesarnya pun mati karena melihat Annchi yang membuka topengnya saat akan membunuh lawannya.

Annchi mati karena salah satu keluarga pasien nya yang ia tangani membunuhnya hanya karena masa lalu bersama sang ibu angkatnya dan ia menerjunkan Annchi dari lantai 62 gedung rumah sakit dan alhasil Annchi pun menghembuskan nafas terakhir didunia nya saat itu juga.

Tapi tuhan berkehendak lain ia bukan mati tapi ia dipindahkan ke peradaban lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miadny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 22

"ohh,, itu ular penghuni gunung batu, kau tau? ia memiliki racun yang sangat mematikan dan juga memiliki sisik yang sangat kuat, lihat saja nanti burung itu akan turun dengan sendirinya dan akan menjadi santapan ular tersebut"ucap Baima

_____

"bagaimana bisa bukannya ia sudah kalah dengan elang itu? "tanya Annchi heran

"tentu saja alam menyimpan misterinya sendiri, semakin kau menggalinya semakin banyak pula yang akan kau tahu dan tak kau mengerti dan semakin berjalannya waktu seolah semua terkikis begitu saja selapis demi selapis misteri akan terungkap maka kau tidak boleh menyia-nyiakan waktu berhargamu saat ini, esok atau pun nanti"ucap Baima

mendengar ucapan itu membuat Annchi terpaku "kau itu manusia atau bukan? jika dilihat darimana pun kau itu bukan manusia, tapi mengapa ucapanmu seperti manusia yang sudah hidup ribuan tahun saja? "tanya Annchi yang melihat kembali kearah elang yang terbang menuju kearah mereka.

"tak selamanya yang hidup lama itu bisa memberikan manfaat untuk yang lainnya, jika kau ingin menikmati hidupmu maka nikmatilah, aku tau semua ini karena aku yang selalu menemani dia berkelana keseluruh penjuru mata angin" ucap Baima

"aku ingin tau siapa yang kau panggil dia?"tanya Annchi sambil menengok kembali kearah Baima.

"mungkin jika sudah saatnya kau akan bertemu dengannya"jawab Baima

"aku semakin penasaran dia itu seperti apa dan apa tujuannya mengirimu padaku? "tanya Annchi semakin membuat tanda tanya besar dikepalanya.

"ku bisa tanyakan nanti jika kau menginginkan jawabannya"ucap Baima

"ta........"

"menghindar awas"teriak Baima

ucapan Annchi terpotong saat baima berteriak Annchi tidak mengerti ia melihat arah pandang Baima ia kaget kerena elang yang masih setia mencengkam tubuh ular yang sangat besar dan sepertinya mereka akan jatuh menimpa dirinya.

Bugghh..

sttzzz...

'sial'desis Annchi untung ia langsung menghindar jika tidak pasti kedua hewan tersebut menimpa dirinya dan saat kedua hewan tersebut jatuh menyentuh tanah, ular yang awalnya terlihat tidak berdaya dibawah cengkraman kaki elang tersebut langsung menggeliat dan mendesis kearah Annchi.

"aisshh,, apa apan ular itu sungguh menjijikan"ucap Annchi ia mundur menjauh dari ular tersebut tapi ular itu malah semakin mendekat kearahnya seperti ingin menerkamnya sambil menjulurkan lidahnya.

"hahaha... sepertinya aku menemukan mangsa yang cocok, auramu benar-benar segar manusia"ucap ular tersebut yang kepalanya tiba-tiba berubah, kepala ular tersebut mengelupas dan muncullah kepala manusia yang mengerikan bagi Annchi.

Annchi melihat hal itu benar-benar merasa ingin muntah benar-benar menjijikan pikirnya sambil menahan isi perutnya yang bergejolak ingin keluar.

"Annchi, hati-hati itu siluman ular, selain bisa menyemburkan racun yang mematikan ia juga bisa menyemburkan api yang melelehkan kulitmu"teriak Baima karena saat mereka menghindar keduanya mengambil arah yang berlawanan.

"wah kau tau rupanya, tak sia-sia aku membiarkan burung bodoh itu membawaku terbang haha"ucap siluman itu kembali.

"menjijikan, apa yang kau inginkan ?"ucap Annchi

"hanya ingin makan siang saja, karena sudah tersedia disini jadi aku tidak perlu mencari kemana pun lagi"ucap siluman ular tersebut sambil menjulurkan lidah bercabangnya dan mulut yang sampai ketelinganya.

"pergilah jangan mengangguku, kau akan menyesal jika mengusikku"ancam Annchi ia muak melihat rupa siluman ular tersebut.

"oh, manusia lemah sepertimu mengancamku sungguh pembuka makan siang yang seru sssttzz"ucapnya diakhiri dengan desisan yang membuat Annchi naik pitam.

"menjauhlah dariku siluman jelek kau menjijikan"ucap Annchi ia benar-benar muak.

"haha kau bilang aku jelek dan menjijikan berani sekali kau"ucap siluman ular tersebut langsung menyemburkan racunnya kearah Annchi.

Annchi menghindari serangan tersebut dan benar saja rumput yang terkena semburan ular tersebut menjadi layu, Annchi berfikir bagaimana jika racun tersebut mengenai dirinya pasti kulit putihnya akan mengelupas dari tubuhnya dan ular itu lagi-lagi melancarkan serangannya dengan menyemburkan apinya tapi lagi-lagi Annchi bisa menghindarinya.

melihat setiap serangan yang ia luncurkan bisa dihindari oleh lawannya ualr itu mendesis sangat kencang lalu dari arah gunung batu munculah ribu ular-ular kecil dan memenuhi area pertarungan mereka.

Annchi makin jijik melihat hampir seluruh area pertarungan dipenuhi reptil melata itu.

ssttzzz....

Ular yang berkepala manusia itu mendesis dan seluruh ular yang lainnya bergerak menghampiri Annchi. Annchi langsung mengalirkan tenaga dalamnya keseluruh tubuhnya dan terbentuklah ribuan jarum kristal yang sangat kecil mengelilingi tubuh Annchi.

saat ular-ular tersebut semakin dekat dengan Annchi ia langsung melepaskan jarum-jarum kristalnya untuk menyerang ribuan ular tersebut dan alhasil hampir semua ular yang terkena serangan Annchi mereka mati seketika.

sang ular berkepala manusia melihat semua ular yang ia panggil mati seketika langsung naik pitam dan ia langsung meliukan tubuhnya dan menyerang Annchi dengan cepat, Annchi melihat itu ia menyeringai.

saat ular itu semakin dekat Annchi menggunakan elemen apinya yaitu semburan lava dan itu langsung mengenai tubuh ular tesebut yang membuat tubuhnya menggeliat kepanasan dan terbakar.

Akhhhh....sssttzzz teriakan dan desisan ular itu menggema diseluruh hutan.

"akan ku balas kau nanti"ucap siluman ular itu dan pergi begitu saja meninggalkan lawannya tapi Annchi tidak membiarkan hal itu ia langsung mengeluarkan api birunya dan membakar ular tersebut sampai mati.

"cih"Annchi berdecih ia sungguh muak saat berhadapan dengan siluman ular itu.

Sedangkan Baima ia hanya menonton saja karena ia tidak bisa berbuat banyak ia hanya memiliki pengetahuan tapi tidak dengan kemampuan bertarung.

Setelah ular tersebut benar-benar menghilang dari pandangan Annchi Baima menghampiri Annchi.

"kau baik-baik saja?"tanya Baima

"hmm,, rasanya aku ingin muntah saat melihat wajahnya apalagi mulutnya benar-benar menjijikan hoeek" ucap Annchi diakhiri dengan isi perutnya keluar.

"naiklah kepunggungku, kita harus keluar hutan itu sebelum matahari terbenam"ucap Baima

"tunggu sebentar "ucap Annchi sambil melangkah menuju bangkai elang tersebut.

"apa yang akan kau lakukan? "tanya Baima

"aku akan mengambil stempel racunnya dan membuat penawarnya"ucap Annchi sambil menyerap racun siluman ular itu dengan tenaga dalamnya dan menggunakan elemen kristalnya untuk menyimpan racunnya.

"ayo pergi"ucap Annchi sambil menaiki punggung Baima sang kuda putihnya, ia menengok kebelakang lalu menjentikan tangannya dan seluruh bangkai ular tersebut terbakar termasuk bangkai elang.

Akhirnya Annchi dan Baima masuk kedalam hutan disana sangat indah, banyak sekali tumbuhan obat, bunga-bunga liar dan buah-buahan ia sesekali memetik buah-buahan yang dekat dengannya dan menikmatinya di pungung Baima sambil menikamti pemandangan disekitarnya.

"bukankah kau ingin berburu?"tanya baima

"hmm,, apa masih jauh menuju kepemukiman?"tanya Annchi

"tentu saja mungkin sekitar tiga kali lipat dari gunung batu menuju perbatasan hutan tadi"jelas Baima

"kau bilang dekat, tapi apanya yang dekat? itu jauh sekali tau"cibir Annchi

"kau bertanya apakah ada pemukiman terdekat dari gunung batu? tentu saja itu memang pemukiman terdekat dari gunung batu"jawab Baima

"haih sudahlah lebih baik kita istirahat terlebih dahulu rasanya aku lelah sekali"ucap Annchi menyarankan

*tbc

1
Atoen Bumz Bums
ribet x
>AY<
apasih critanya, dikit" lari dikit" lari.
skip!
Iyus Iyus
bagussss
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
haishh, annchi gak sadar ada yg memantaunya 🤦‍♀️
kecerobohan annchi msh harus di dampingi lagi ini kek nya.
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
pegasus kah itu
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
jangan sampai annchi kalah sama ayah durjana nya sendiri
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
banyak teka teki yg harus annchi pecahkan
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
bener bener mengagumkan
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
apakah sekarang annchi memiliki 10 elemen, woahhhh
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
perempuan tangguh ya begini, dia lebih suka bertarung daripada memasak.
dia lebih suka memakai pistol dan katana daripada sapu dan pisau dapur /Facepalm/
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
bayi itu adalah dirimu annchi
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
masih penasaran ini
fitri
Luar biasa
Jjlynn Tudin
di larang belajar menulis Dan membaca tpi hrus pandai puisi cam mana mw rulis puisi dam.baca klu gitu heran aku
Solekah
Luar biasa
A&R
gd
Murni Murniati
padahal udah dikasih tau jgn pake kristal itu ketauan masih aja dipke, mknya mereka tau
Murni Murniati
sebenarnya dia kuat, tp krn ceroboh mknya bgtu
Murni Murniati
mgkn ortu angkatnya sm kek dia,mknya ada 2 elemen lg
Murni Murniati
mgkn dia ada elemen kgelapan krn dia dasarnya pembunuh, mgkn es itu krn dia dokter
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!