NovelToon NovelToon
Tobatnya Berandal Kampung

Tobatnya Berandal Kampung

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tunangan Sejak Bayi / Cinta Seiring Waktu / Harem / Tamat
Popularitas:45.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sobri Wijaya

#Warning

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jadi jika kalian suka silakan ikuti dan komentar lah dengan sopan dan baik. Selain itu, cerita ini tidak ada sangkut pautnya dengan melecehkan perempuan bercadar. karena cerita ini. Alzena memiliki karakter tegas yang berbeda dari yang lain sehingga kalian mungkin akan bilang tidak sesuai dengan pakaiannya atau apa pun hal lainnya🙏🙏🙏🙏



Athar Azmi adalah seorang berandalan yang selalu menjadi ketakutan penduduk kampung di tempatnya berada.

Ia sangat suka menciptakan masalah besar yang mendatangkan keributan.

Hingga suatu hari Athar dan kelompoknya melakukan pengeroyokan pada seorang anak remaja.

Dimana saat itulah Ia di pertemukan dengan seorang gadis bercadar yang sudah di lecehkan nya.

~~~~

Jadi sebelum tahu bentuk pelecehan itu seperti apa? Alangkah baiknya di baca dahulu isi cerita di dalamnya😁😁😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobri Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Menggoda

Sedang di dalam kamar mandi, Zena masih mematung memperhatikan Athar yang begitu tenangnya membuka pakaian di depan Zena lalu mengguyur tubuhnya dengan air menggunakan gayung.

Zena sedikit menutupi kedua matanya, sebab Ia masih saja geli bila melihat tubuh Athar yang kini tengah polos tanpa punya urat malu di depannya. Zena sendiri tidak mengerti mengapa Athar sebebas itu tanpa canggung terhadapnya.

"Kenapa diam?" Tanya Athar yang heran Zena tak juga bergerak dari tempatnya berdiri

"Duluan aja Mas, Zena belakangan gak papa kok!" Jawab perempuan itu dengan sangat lembut.

Athar tidak memperdulikan Zena, lalu secepat mungkin menyelesaikan kegiatannya membasuh tubuh yang di penuhi oleh busa sabun itu sampai hilang.

Setelah merasa benar-benar bersih, Athar bergerak mendekati Zena yang masih mengalungkan handuk di lehernya.

"Eh... Mas, mau apa?" Tanya Zena yang malah bergerak menghindari Athar dengan memunggungi pemuda itu. Takut saja jika pria tersebut akan berbuat mesum padanya di tempat yang lembab dan sempit itu.

"Apa sih? Kamu takut aku sentuh?" Seringai Athar keheranan. Pasti Zena sedang salah paham dengannya.

"Ya gak disini juga dong Mas," kilah Zena lagi, menutupi rasa canggungnya.

Kalimat yang tidak sadar meluncur dari mulut Zena itu membuat Athar mengembangkan senyum manisnya. Bukankah itu kesempatan yang bagus untuk menggoda Zena saat seperti ini.

Athar semakin mendekati Zena hingga tepat di belakang perempuan itu hanya dengan berjarak sejengkal saja samai aroma sabun dari tubuh Athar menggoda naluriah Zena yang tersengat olehnya.

"Kalau begitu begitu nanti ya di kamar?" Bisik Athar tepat di telinga Zena yang merinding mendengarnya. Sungguh tubuh Zena cepat sekali bergelenyar aneh setiap kali Athar sedekat itu dengannya.

Apa lagi suara parau Athar benar-benar terdengar indah di telinga, serta deru nafas pemuda itu menggelitik seperti sentuhan sapuan angin di sana.

Melihat Zena merinding ketakutan, Athar merasa senang. Bukankah itu seru bagi Athar untuk terus menggoda Zena. Bagi Athar Perempuan seperti Zena yang tampak lugu dan polos ini justru lebih mudah di taklukan dengan kata-kata pujian dan sentuhan hangat. Hal itu karena terasa baru bagi seorang Zena yang notabennya jarang atau mungkin tidak pernah bergaul dengan yang namanya pria mana pun.

"Zen...!"

Athar menyentuh pinggang Zena dengan pelan. Biar saja Zena ketakutan karena Athar senang melihat raut muka Zena saat terdesak.

"Jangan Mas, Zena mau sholat nanti keburu telat!"

Athar pun memutar Zena untuk menghadapnya, "Kalau begitu beri aku satu kecupan sebagai Depe!"

Zena melongo, Ia bahkan tak mampu bergerak saat wajah Athar semakin mendekat. Hingga beberapa saat kemudian, Zena terkejut karena Athar menarik handuk di tengkuknya yang kini melingkar dengan cepat di pinggang Athar.

"Kenapa melihatku begitu? Apa kamu berharap aku akan benar-benar menciummu?" Kicau Athar lagi setengah menahan senyum lalu meninggalkan Zena yang bingung di buatnya.

AstaughfiruLLahaladzim, jadi Mas Athar hanya menggoda aku saja. Kenapa dia selalu berbohong?...

Zena memang takut meladeni Athar, tapi walaupun begitu Zena akan sangat siap melakukannya jika Athar memang bersungguh-sungguh memintanya. Tapi melihat Athar seperti itu sudah dua kali padanya. Mengapa rasanya Zena jadi takut akan nasib pernikahan merela.

Sebagai Seorang perempuan yang juga ingin merasakan yang namanya bahagia, Zena tentu memiliki mimpi-mimpi yang indah setelah berumah tangga. Yaitu memperoleh imam yang Sholeh hingga melahirkan anak-anak yang juga Sholeh dan Sholihah.

Namun kembali lagi pada takdir, Zena tidak akan pernah tahu seperti apa hidupnya kedepan. Karena bisa jadi Athar akan melukai perasaannya baik melewati sikap atau pengkhianatan. Mengingat Athar adalah seorang pemuda berandalan. Sesaat Zena baru ingat akan Tatto di bahu Athar yang sepertinya Zena tidak melihat lagi kalau gambar itu masih menempel disana.

"Loh, bukannya dia punya Tatto sangat banyak ya waktu itu? Apa jangan-jangan Zena yang salah lihat tadi?"

Perempuan itu berusaha mengingat-ingat lagi seluruh tubuh Athar saat polos di ruangan itu. Zena yakin Tatto tersebut sudah tidak ada lagi.

Tak ingin melewatkan Sholat maghrib, Zena bergegas membersihkan diri dengan cepat karena Azan sudah berkumandang di setiap rumah-rumah Allah di kampung batuku Ayum.

Saat masuk ke dalam kamar, Zena tidak melihat ada Athar dikamar Tapi Zena tidak terlalu memikirkannya dulu agar Ia segera menjalankan kewajiban di dalam kamar sederhana miliknya.

Rupanya tadi saat Athar sendiri Paman Ardy memaksa Athar untuk ikut sholat maghrib berjama'ah di masjid dan mau tidak mau Athar terpaksa ikut pergi demi rasa hormatnya pada Beliau.

"Eh Thar, mau ikut Sholat juga?" Seloroh salah seorang yang mengenal Athar. Meski satu kampung sebenarnya rumah Athar dan Zena ada di RT yang bersebelahan. Jadi tentu banyak orang-orang yang tinggal daerah Zena mengenal keluarga Athar dengan sangat baik.

1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
haish dena terlalu terburu-buru sih
buk e irul
penting udah punya dasar ya thar
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
Hah masa udah tamat lagi bang, kalau bisa ada bonchap ny dong bang 😂masih penasaran nih sama kisah nya zena dan athar
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
lebih baik lapor polisi aj deh drpda athar di fitnah terus, seenggaknya polisi bisa mencari keberadaan farid dn teman teman ny
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
typo lgi bng harus nya malik😀bukan farid
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
malik mungkin thor kn bukan athar 😂
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
lagian itu s zena suami belum tentu bersalah udh nyerah aja mu di poligami yg ada nnti kamu nyesel lho kl athar terbukti tdk bersalah
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
bagaimana pun juga zena pulang ke rumah bibi harus ada izin suami, ga bisa pergi begitu saja
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
Dan akhir nya zena harus merasakan sakit hati dan kecewa, ah semoga aja farid in the cepet ketemu deh biar athar ga kena fitnah terus,maknya thar taubat jangan gaul lg sama mereka
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
selamat ya zena akhirnya kamu hamil, athar ingat kamu udh mau jadi ayah lho,perbaiki sifat dan akhlak kamu, dan lebih semangat cari cuan nya
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
seneng banget liat mereka akur, biasanya kan ipar itu suka ada rasa iri atau gmna,suka kl cerita nya kayak gini ga bikin darting 😂
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
semoga aja kabar baik yg di dengar keluarga, zena hamil dan athar bisa menjadi suami siaga dan lebih menyayangi zena
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
sepertinya zena hamil tuh,, thor jangan sampai ya athar kena getah nya si farid, masa iya teman2 athar yg nanam benih athar yg tnggung jawab kn ga lucu😳, kasian zena ya bang😂
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
manis banget sih kalian, kakak ipar nya thar udh hamil semua tuh, ayoo thar lebih semangat lagi bikin dedek bayi nya😂
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
aku hadir lagi nih😂
Duh kok feeling aku ga enak ya aku takut ny athar kena imbas dri kelakuan teman2 nya palagi waktu itu syfa ambil fhoto ny athar di markas
udah tamat loh....tu lah syifa,msin tuduh dah terhadap suami mu....mentang2lah berandal....kadang2 apa kita lihat pada sifat seseorang adakala tdk sama di dlm hatinya....

untung malik masih percya lg sama athar,padahal athar pernah membuat malik sengsara.....kok masih ada kepercayaan nya....

jgn kita terlalu menilai dari segi sifat,sikap seseorang.......
terimakasih thor ceritanya.....walaupun pendek....manfaat juga..
nah...udah ketahuan loh.....ibu syifa.....sepandai pandai tupai melompat akhirnya jatuh ketanah juga....
verry good lah kau thar,berandal2an pun...nggk juga mau menikah...setia juga pada yg 1.....
dasar berandal nggk punya otak.....klo di keroyok bantai aja...apa nggk mati loh...kok ngomong gitu...
mio amore
mulai dpt cobaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!