SEASON 2 JIN PERUSAK RUMAH TANGGA DAN JIN BAJANG.
Rahi dan Daaris mulai bisa menerima satu sama lain dan berkomitmen untuk tidak bercerai meski batas waktu pernikahan mereka telah berakhir.
Apakah mereka bisa mempertahankan biduk rumah tangga mereka jika jin perusak rumah tangga mulai masuk merecoki mereka, ditambah lagi dengan keberadaan jin bajang didalam rahim Rahi, apakah mereka bisa menang melawan mereka atau justru Rahi dan Daaris yang akan dikalahkan dengan mudah oleh musuh-musuh manusia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Di Artikan
Vania dan Daaris sudah memasuki halaman rumahnya Vania setelah tadi di bukakan pintu gerbang terlebih dahulu oleh pak satpam di rumah ini, kini mobil Daaris sudah berhenti, lalu Daaris mulai keluar dari dalam mobilnya dan berjalan ke arah sisi kiri untuk membukakan pintu mobil untuk Vania.
Saat ini Daaris dan Vania sudah keluar dari dalam mobil, kini mereka sedang berdiri saling berhadapan.
"Mas kamu mau mampir dulu gak?" tanya Vania
"Maaf ya sayang, Mas harus langsung balik ke rumah soalnya Daniel sedang tertimpa sebuah masalah, Mas mau nungguin Daniel sampai dia keluar dari dalam ruangan pribadinya Nenek, Mas ingin langsung menghibur dia dan menguatkannya" jawab Daaris
"oh gitu ya, ya udah deh" ucap Vania cemberut.
"jangan cemberut gitu dong!, kamu harus ngertiin Mas ya kali ini, soalnya masalah yang menimpa Daniel saat ini begitu besar, bahkan mungkin lebih besar dari masalah-masalah yang sering Mas timbulkan" jelas Daaris
"iya iya, aku ngerti kok, Mas pasti sangat mengkhawatirkan keadaannya Daniel saat ini" ucap Vania
"iya Mas sangat mengkhawatirkannya" jawab Daaris sambil mengangguk
"oh iya Mas, kalo boleh aku tau masalah yang sering Mas timbulkan itu sih apa?"tanya Vania penasaran
"Mas sering h*m***n anak orang" ucap Daaris enteng.
Vania kaget bukan main, bahkan tanpa sadar mulutnya sedikit terbuka setelah mendengar ucapannya Daaris.
Tapi Daaris malah langsung tertawa melihat ekspresi kagetnya Vania dan menjembel kedua belah pipinya Vania.
"ih lucu banget sih ekpresi kagetnya calon istri Mas, bibirnya mingkemin yang!, jangan melongo terus, Mas cuma becanda kok" ucap Daaris
"i ih gak lucu tau Mas becandaannya" ucap Vania sambil mencebikkan bibirnya.
"maaf maaf" ucap Daaris
Tapi Vania masih merasa sedikit jengkel dan mulai mengalihkan pandangannya dari Daaris ke arah yang lain.
Melihat Vania yang masih merasa jengkel, Daaris langsung meraih sebelah tangannya Vania dan mulai berucap "Yang jangan marah dong, hati Mas sakit banget jika di cuekkin sama kamu" rayu Daaris
"Dengerin yah Yang, hanya kamu satu-satunya yang Mas inginkan, dan hanya kamu satu-satunya gadis yang pernah t*d** sama Mas,Mas gak pernah tidur sama wanita-wanita lain selain kamu" ucap Daaris lagi.
"Bohong" ucap Vania tidak percaya.
"Okeh, Mas bakal jujur sama kamu" ucap Daaris pada akhirnya
Pandangan Vania kini mulai di arahkan kembali menghadap Daaris dan Vania mulai memasang telinganya baik-baik
"Sebenarnya banyak banget wanita yang suka godain Mas, baik itu di tempat kerja, di tempat umum ataupun di tempat hiburan,mereka suka ngegodain Mas, bahkan banyak di antara mereka yang menawarkan tubuhnya kepada Mas, tapi Mas tidak sebr*ngs*k itu mau menerima ajakan mereka, Mas selalu menolak ajakan mereka dengan cara yang halus, akan tetapi terkadang Mas akan menolak tawaran mereka dengan cara yang kasar karena mereka terus-menerus menggoda Mas meski sudah di tolak dengan cara yang halus" ucap Daaris
Vania hanya terdiam saat mendengar ucapannya Daaris dan mulai termakan tipu muslihatnya Daaris.
Daaris mengambil nafas dan mengeluarkannya secara perlahan, lalu mulai berucap lagi "sekarang,terserah kamu saja,mau percaya atau tidak dengan ucapannya Mas"ucap Daaris dengan tatapan sedihnya yang seolah-olah merasa sangat kehilangan kepercayaannya Vania.
Suasana masih hening sesaat karena dari kedua belah pihak sama-sama terdiam, Daaris lalu mengeluarkan kembali kata-katanya yang manis.
"Tapi asal kamu tau, satu-satunya wanita yang Mas cintai hanya kamu seorang" ucap Daaris sambil memandang penuh cinta dan penuh harap kepada Vania.
Vania yang melihat raut wajah Daaris di penuhi rasa cinta dan penuh rasa harap kepadanya, membuat hatinya Vania kembali luluh lantah di hadapan Daaris yang pada dasarnya memang seorang penakhluk hati wanita nomor satu di dunia.
Dengan perlahan Vania mulai bergerak maju untuk memeluk Daaris dan Daaris menerima pelukannya Vania, dalam pelukannya Daaris,Vania meminta maaf kepada Daaris.
"Maafin aku ya Mas" ucap Vania
"Iya Mas maafin" jawab Daaris sambil mengelus rambutnya Vania.
"Mas, sebenernya aku juga tidak pantas marah seperti ini sama kamu, toh kenyataannya kamu bukan yang pertama buat aku, tapi kamu mau menerima aku apa adanya, aku malu banget sama kamu Mas" ucap Vania
"udahlah sayang, kamu jangan bahas-bahas lagi hal-hal yang telah lalu, lupain aja lah, toh Mas juga tidak terlalu mempermasalahkannya" ucap Daaris.
Vania mengangguk.
Sebenarnya dahulu Vania pernah tidur dengan Daniel, dan Daniel adalah orang pertama bagi Vania, cerita itu bermula ketika Daniel di putuskan secara sepihak oleh Rahi, Daniel merasa begitu bersalah dan menyesal kepada Rahi karena telah menduakan Rahi dengan Vania, di tambah lagi dengan situasi dimana Rahi menghilang dari kehidupan Daniel, yang semakin membuat perasaan Daniel menjadi resah tidak tenang.
Ketika putus dengan Vania, Rahi mampu membuat Daniel bahagia kembali, akan tetapi ketika putus dengan Rahi, Vania tidak mampu membuat Daniel bahagia kembali.
Karena rasa bersalahnya Daniel kepada Rahi begitu besar, akhirnya Daniel memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Vania, akan tetapi ketika Daniel meminta putus kepada Vania mereka berdua berada di tempat yang salah, saat itu mereka sedang berduaan saja di dalam apartemennya Daniel, Vania tidak terima jika dirinya di putuskan oleh Daniel, tapi Daniel keukeuh tetap meminta putus dari Vania, Vania terus menerus memohon kepada Daniel agar tidak memutuskannya, dan akhirnya Vania nekat melepaskan pakaiannya sendiri sambil menangis meminta Daniel untuk tidak memutuskannya, bahkan Vania rela menjadi milik Daniel seutuhnya.
Daniel adalah seorang laki-laki normal yang sangat mungkin bisa tergoda oleh tawarannya Vania, mungkin jika Daniel mempunyai basic/dasar keimanan yang kuat, dia bisa menahan hasratnya, akan tetapi apalah daya sedari kecil Daniel tidak pernah di kenalkan dengan keimanan kepada Tuhan yang kelak akan sangat berguna dalam mengarungi setiap detik kehidupannya, dan juga bisa menjadi rem baginya, yang membuatnya mampu untuk menghentikan nafsu buruknya.
Kembali lagi ke saat ini.
Daaris melonggarkan pelukannya dari tubuh Vania, dan menciptakan jarak antara tubuhnya dengan tubuh Vania, tangan Daaris kini beralih memegang bagian pangkal lengan Vania di bagian luar, pandangan mereka saling bertemu, lalu Daaris tersenyum kepada Vania.
"Sayang, mending kamu segera masuk kedalam rumah, istirahatkan tubuhmu dan lupakan semua hal buruk yang terjadi hari ini ya" ucap Daaris.
Vania mengangguk.
"Mas pulang dulu ya" pamit Daaris.
"iya, hati-hati ya Mas" ucap Vania
Daaris mengangguk.
Daaris lalu mulai melangkahkan kakinya ke arah sisi kanan mobilnya akan tetapi saat di pertengahan perjalanan Daaris berhenti dan berbalik lagi berjalan ke arah Vania.
"Loh kok balik lagi sih Mas?" tanya Vania
"iya, soalnya ada yang kelupaan" ucap Daaris
"kelupaan apa Mas?" ucap Vania
"lupa belum ngecup kening kamu" jawab Daaris.
Vania langsung tertawa kecil mendengar jawaban Daaris.
"Sini" ucap Daaris
Vania pun mulai mendekatkan tubuhnya ke hadapannya Daaris, lalu Daaris meraih kepalanya Vania dan mengecup ringan kening Vania, setelah mengecup kening Vania,mereka berdua saling berpandangan sambil tersenyum beberapa saat.
"sekarang Mas beneran pulang yah" ucap Daaris berpamitan lagi.
"iya Mas,dadah" jawab Vania sambil melambaikan tangannya dan di iringi dengan senyuman.
Daaris pun mulai berjalan ke arah sisi samping kanan mobilnya lagi dan mulai membuka pintu mobilnya, lalu masuk ke dalam mobilnya. kini mobil Daaris mulai meninggalkan halaman rumah Vania.
Pesona dan tingkah laku Daaris kepada wanita memang sangat manis sekali, maka tidak mengherankan jika dia mampu menakhlukkan semua hati wanita yang di temuinya, bahkan kepada wanita yang rupanya kurang menarik sekalipun Daaris selalu mengucapkan kata-kata yang baik untuk menjaga nama baiknya di hadapan para wanita cantik incarannya.
Daaris itu sikapnya atau tingkah lakunya bisa berubah-ubah tergantung dengan siapa dia jalan, jika dengan wanita yang baik-baik, dia akan bersikap seolah-olah dia adalah pria paling baik di seluruh dunia ini, dan ketika jalan dengan wanita yang nakal, Daaris tidak segan-segan menunjukkan sisi dirinya yg penuh kemes*man.
Dan sepanjang sejarah kehidupannya Daaris,hanya Rahi yang tidak pernah di manis-manisin sama Daaris, pertama kali bertemu, Rahi langsung di sambut dengan kritikan oleh Daaris, setelah itu Rahi di rayu supaya merasa risih, lalu Rahi di perlakukan dengan kasar dan di hina-hina.
Dan Hanya Rahi satu-satunya wanita yang di takuti oleh Daaris selain dari Neneknya,meskipun sekarang Daaris sudah tidak terlalu takut dengan Rahi, tapi dia masih tidak berani menimbulkan masalah yang bisa membuat Rahi menjadi marah kepadanya.
Daaris, Daniel, dan Vania telah melakukan hal-hal yang melampaui batas, mereka menganggap hal ini (s*ks bebas) adalah sebuah hal yang lumrah untuk di lakukan meski belum menikah, karena mereka sudah termakan oleh kata-kata "Era Modern" yang dimana modern itu di cerna oleh mereka adalah suatu kebebasan yang bebas lepas tanpa adanya batasan.
Padahal melakukan s*ks tanpa adanya ikatan pernikahan di antara mereka bukanlah suatu hal yang modern tapi hal itu adalah sebuah kem*suman dan nafsu birahi mereka semata.
x seperti ilham yg ku kenali 😒,, suka guna kekurangan utk raih impati org spt aku 😔.. wlu Bkn dgn Wang ringgit tetapi mencuba agar x jatuh, motivasi utk bangun..
rupa nya selama ni, ku buang masa pd org yg x hargai aku.. ku x minta cinta,cuma ku x suka di tipu
Orang ingin ramai untuk hilangkan rasa takut, dia malah usir demi mo jalankan misi berduaan dgn Rahi
bertahan kah