NovelToon NovelToon
Gadis Polos Salah Server

Gadis Polos Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cintapertama / Ketos
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sandhyaruntala

Kanaya Adistia adalah seorang gadis desa yang super polos, lugu, dan selalu melihat dunia dengan penuh prasangka baik. hidup seorang diri di sebuah rumah tua dan tidak layak di tinggali, ayah dan ibunya telah lama meninggal dan keluarga yang lain tidak ada yang mau menampungnya. Namun, sebuah kecelakaan aneh membuat jiwanya terbangun di dalam tubuh Anaya Alysha Wicaksono, seorang siswi SMA kota yang terkenal nakal, pemberontak, dan sering membuat masalah. Di rumah, Anaya asli dikenal sebagai gadis yang sangat dingin, tertutup, dan enggan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kamar, menghindari obrolan di meja makan, dan sengaja membangun benteng pembatas yang tinggi dengan orang tua serta kakaknya. Karena nama panggilan mereka sama-sama Naya, orang-orang di sekitar Anaya tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah tertukar. Lalu bagaimana kelanjutan kehidupan Kanaya Adistia setelah bertransmigrasi ke tubuh Anaya Alysa Wicaksono? Yukkk lanjut baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: PULANG

Perjalanan pulang dari rumah sakit terasa seperti mimpi bagi Kanaya—yang kini berada di dalam raga Naya. Sepanjang jalan, mata bulatnya selalu melihat ke arah luar. Sesekali berceloteh menanyakan banyak hal kepada mommy dan daddynya.

"Mommy look, gedung itu tinggi sekali, Mommy. Di dalamnya ada apa ya, Mom?" celetuknya sembari menunjuk sebuah gedung pencakar langit.

Di desanya dulu, ia bahkan tak pernah melihat gedung tinggi ataupun deretan pedagang kaki lima di pinggir jalan kota besar. Maka dari itu, semua hal yang baru pertama kali dilihatnya akan selalu ditanyakan pada sang ibu.

Mommy Siska yang duduk di sampingnya terkekeh mendengar banyaknya pertanyaan itu, lalu merangkul bahu putrinya. "Itu gedung perkantoran, Sayang. Rumah kita sebentar lagi sampai, kok."

Tutur sang mommy, sembari sesekali tersenyum melihat tingkah polos sang putri dengan mata bulatnya yang penuh binar itu.

‘Apa amnesia bisa merubah seluruh sikap seseorang’ batin Hendra yang sesekali melirik ke arah putri bungsunya itu.

Mobil bergulir mulus memasuki sebuah kawasan perumahan elite yang sangat asri. Tak lama kemudian, kendaraan mewah itu berhenti di depan sebuah gerbang hitam yang menjulang tinggi. Naya memperhatikan gerbang itu dengan saksama. Anehnya, tidak ada orang yang membukanya, tetapi gerbang besi itu perlahan terbuka sendiri dengan suara mesin yang sangat halus.

"Daddy—look, Daddy, look! Gerbangnya gerak sendiri, Daddy!" seru Naya antusias melihat gerbang yang terbuka otomatis.

Arka yang melihat antusiasme adiknya itu langsung memunculkan ide jahil di otak kecilnya. "Itu dibuka hantu, Dek. Nanti kalau malam hantunya datengin kamu, loh. Hiiiiiiii..." ucap Arka dengan nada menakut-nakuti.

Anaya yang mendengar ucapan sang abang, matanya mulai berkaca-kaca dan siap menumpahkan cairan itu.

“Mommyyy..” cicitnya sembari menengok ke arah mommynya, yang sudah melemparkan tatapan tajam ke arah putra sulungnya yang sungguh jahil itu.

Satu... dua... tiga...

"Huwaaaaaaaaa! Mommy, Abang jahat!" tangis Naya pecah di sela sesegukannya. "Naya gak like Abang, Mommy!"

"Abang bohong, Sayang. Abang cuma bercanda itu. Mana ada anak Mommy yang cantik ini didatangi hantu," hibur Mommy Siska sembari memeluk erat dan menenangkan Naya yang menangis.

Melihat adik gemoy-nya yang menangis betulan, seketika tubuh Arka menegang. Dengan gerakan lambat, ia menatap ke arah samping dan menemukan Daddy-nya sudah menatap dengan kilatan mata yang tajam.

"Hehe... peace, Dad. Abang bercanda aja kok," cengir Arka sembari mengangkat tangannya membentuk tanda damai.

Aduh, Arka! Adeknya ketakutan malah digodain. Tapi emang Naya selucu itu sih, Author juga maklum wkwkwk!

Dengan sisa-sisa air mata di pipinya, Naya turun dari mobil. Ia langsung menatap takjub ke arah sebuah bangunan mewah dengan gaya modern klasik yang sungguh indah dan megah. Di samping bangunan itu, terdapat sebuah taman yang sangat luas dan cantik.

"Ini... rumah kita, Daddy?" tanya Naya dengan suara cicitan imut.

"Iya, Princess. Ini rumah Naya. Ayo masuk," jawab Daddy Hendra lembut sembari menuntun tangan mungil putrinya.

Begitu pintu utama yang terbuat dari kayu jati kokoh dibuka, para pelayan rumah tangga sudah berbaris rapi di kanan dan kiri lobi rumah. Mereka membungkuk hormat dengan serempak. "Selamat datang kembali di rumah, Nona Muda Anaya."

Naya yang terkejut seketika menghentikan langkahnya. Melihat sekeliling dengan banyaknya orang yang memakai baju pelayan itu, ia seketika memamerkan senyum manisnya.

‘Oh Tuhan, princess gue imut banget!’ celetuk Arka dalam hati, sembari menatap adiknya dan sekuat tenaga menahan gemas.

Anaya yang terkejut seketika menghentikan langkahnya. Melihat sekeliling dengan banyaknya orang yang memakai baju maid itu seketika memamerkan senyum manisnya.

‘Ohh tuhan, princess gue imut banget’ celetuk arka dalam hati, sembari menatap adiknya menahan gemasnya.

"E-eh... haloo, selamat siang semuanya! Terima kasih sudah menyambut Naya!" ucap Naya dengan suara nyaring yang sangat sopan dan ceria.

Sontak saja kejadian itu membuat semua pelayan tertegun melihat nona mereka tersenyum seimut dan Seceria itu. Nona Muda Anaya yang biasanya dingin, ketus, dan mengabaikan semua orang, baru saja menyapa mereka dengan senyum semanis madu?

Mommy Siska dan Daddy Hendra yang melihat itu hanya bisa tersenyum simpul, sementara Kak Arka langsung menepuk dahinya sendiri.

"Naya, lo pemilik rumah ini. Nggak usah sampai segitunya ke pelayan, astaga," bisik Arka sambil menarik kerah belakang baju Naya agar adiknya itu kembali berdiri tegak.

"Ishhh, Abanggggg! No, no tarik-tarik Nayaaa!" gerutunya sambil memanyunkan bibirnya yang justru terlihat semakin imut di mata Arka.

"Lagian ya, Abang, kata Nenek kita harus selalu sopan dan memberi salam kepada orang yang lebih tua," sahut Naya dengan mata bulatnya yang menatap Arka tanpa dosa.

Arka yang mendengar itu pun hanya bisa menghela napas pasrah.

"Sudah, sudah. Ayo Daddy antar ke kamarmu di lantai dua. Naya harus banyak istirahat," ajak Daddy-nya menengahi.

Mereka berjalan menuju sebuah lift di sudut aula. Daddy Hendra menekan sebuah tombol, dan pintu besi di depan mereka terbuka. Naya melangkah masuk dengan ragu, diikuti oleh Mommy dan Kak Arka. Begitu pintu tertutup, tiba-tiba Naya merasa tubuhnya agak sedikit terangkat, seolah sedang melayang.

"Huaaa! Gempa! Rumahnya goyang, Daddy!" Jerit Naya panik.

Dengan cepat, ia langsung memeluk erat pinggang Kak Arka yang berdiri di dekatnya, menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang kakak.

Arka yang tiba-tiba dipeluk seerat itu langsung membeku. Jantungnya berdisko hebat karena terkejut, sekaligus ada rasa hangat menjalar di dadanya. Perlahan, tangan Arka terangkat untuk mengusap punggung adiknya yang sedikit gemetar.

“Bukan gempa dekk, ini lift-nya lagi naik keatas makannya ada sedikit guncangan” jelas Arka dengan nada suara yang melembut, meski wajahnya sudah memerah menahan gemas.

Tingg!

Pintu terbuka, menampilkan lorong lantai dua yang dilapisi karpet bulu yang sangat tebal. Naya perlahan melepaskan pelukannya, menatap sekitar dengan wajah merona malu karena salah tingkah. "Eh... lift-nya naik ya hehe? Naya baru tahu ada kotak ajaib yang bisa jalan ke atas," cicitnya malu-malu sambil memilin ujung bajunya.

Ahh si arka menang banyak nih di peluk degem. Bikin author iri aja wkwkwk

Setelah berjalan melewati sebuah kamar dengan pintu bercat hitam, tibalah mereka di depan pintu bercat putih dengan ukiran nama ‘ANAYA’ di bagian tengahnya. Ketika pintu itu dibuka, Naya lagi-lagi dibuat terpana. Kamar itu sangat luas bernuansa warm, dengan kasur king size yang tampak sangat empuk, lemari pakaian sebesar dinding, serta tumpukan boneka beruang raksasa di sudut ruangan.

“Ini kamar naya?” Tanya naya memastikan

"Iya, Sayang. Mulai sekarang, ini kamar kamu. Istirahatlah yang cukup, ya. Kalau butuh apa-apa, tinggal pencet tombol di dekat ranjang," ucap Mommy Siska lembut sembari mengecup kening putrinya.

Setelah Daddy, Mommy, dan Abang Arka keluar dari kamar untuk memberikannya waktu beristirahat, Naya berjalan perlahan mendekati kasur mewahnya. Ia mendudukkan diri di tepi kasur, lalu perlahan merebahkan tubuhnya. Kasur itu begitu empuk, rasanya seperti sedang tidur di atas gumpalan awan.

Kanaya menatap langit-langit kamarnya yang mewah. Air mata kebahagiaan perlahan menetes di sudut matanya.

‘Terima kasih Tuhan... Kanaya berjanji akan menjadi anak yang baik dan menjaga keluarga ini dengan seluruh jiwa Naya,’ batinnya penuh rasa syukur sebelum matanya perlahan terpejam, membawa gadis polos itu masuk ke dalam tidur siang yang nyenyak.

**

# HAI GUYSSS ✨#

GIMANA NIH CERITA DI BAB TIGA..

PASTI SERU BANGET KAN!!

STAY TUNE TERUS SETIAP JAM 19.00 YA GUYS. KARNA BAB BARU AKAN UP SETIAP JAM 19.00😙

JANGAN LUPA YAAA

LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA.

THANK YOU SUDAH MAMPIR DI KARYA KU🥰🫶

1
partini
Dengar adeknya pingsan macam mana si arka yah reaksinya
ayo cil kerjain abangmu ngambek dua hari kalau ga ya satu Minggu 😂
Sandhyaruntala: Kayaknya dunia persilatan gonjang ganjing deh kak🤣
total 1 replies
Sandhyaruntala
Matur thank youu kak dewi🫶
Dewiendahsetiowati
kok diulang lagi ya
Sandhyaruntala: 😭😭😭😭 mau nangisss, padahal keributannya beda guys. Mereka ribut karna abang kembar , marco dan marvel yang tamvannya menghipnotis🥰
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
gws Thor
Nia husnia
apakah penyusup nya cogan² 🤣
Sandhyaruntala: Hayooo di tungguuuu🤣
total 1 replies
Nia husnia
devan so cool deh, tar ngejar-ngejar degem kita lagi🤭
Sandhyaruntala: Tiba tiba cinta wkwk🤭
total 1 replies
Sandhyaruntala
Sabar sabar, nanti kita buat jadi rempeyek dia xixi. Jangan lupa bantu kasih penilai-yan ya kak lop yuuu🫶🔥
Sandhyaruntala
Upsss🤣
Dewiendahsetiowati
cari mati mau nampar Naya
Dewiendahsetiowati
mampus gak tuh dikira ondel-ondel
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Sandhyaruntala: Woahhh thank you kaka, jangan lupa jagain dedek gemes bareng bareng ya kak🫶🔥
total 1 replies
partini
buset dah keluarga stres,,
Sandhyaruntala: Hihi keluarga bobrok 🤣
total 1 replies
partini
ini masih kroco" ,yg itu yg menyelidiki diam" musuh bebuyutan kah Thor
si Utara dan Selatan masa ga ngeh yah dia ahli segala ahli
Sandhyaruntala: Arah mata angin lagi pada di london, nanti ada bab dimana seseorang ngeh itu. Mau di spill nih🤭
total 1 replies
Opacraphile
clara kayaknya gak ada kapoknya deh, udah si disiksa aja. gemes bener😡
partini
dua kali loh Clara bikin masah masa cuma di ancam doang gas eksekusi bikin kere
Sandhyaruntala: Namanya juga mancing emosi kak🤭🫶
total 1 replies
partini
di kelilingi Abang" tamvan masa ga ngeh kalau lagi di di selidiki apa mereka ga peka apa agak kurang 🤭
Sandhyaruntala: tunggu tanggal mainnya kak hihihi, 🤭
total 1 replies
Dana Kristina
suru,menghibur,TDK membosankan 🥰😎😎😎😎🤩🤩🤩🤩💪🙏
Dana Kristina
ikutan deg deg an kyk Devan Thor,Krn tingkah polosy naya😄😄
Sandhyaruntala: Bocil meresahkann guysss🤭
total 1 replies
Dana Kristina
mampir baca, cerita y seru😍😍,mga TDK membosankan 💪💪💪🙏
Renn
lanjut dong 🙈
Sandhyaruntala: Tunggu jam 19.00 ya guys🥰🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!