Alicia Delmora adalah wanita mandiri sejak kecil, dia menjadi tulang punggung keluarga semenjak ayahnya meninggal dunia dan hanya tinggal bersama ibu dan kakak tirinya yang hanya bisa mengandalkan Alicia untuk membayar hutang-hutang mereka.
Kehidupan Alicia berbanding terbalik dengan saudara kembarnya yang bernama Alice, kembarannya itu hidup bergelimang harta bersama kedua orangtuanya dan memiliki seorang kekasih yang sangat terkenal di kota tersebut bernama Nicholas.
Alicia yang tidak tahu bila dia memiliki saudara kembar begitu juga sebaliknya, kehidupannya berubah setelah orang asing masuk dalam kehidupannya dan menjadikan dia sebagai wanita tawanan dari Pria asing tersebut yang menganggap dirinya sebagai Alice.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggi (@ngie_an), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Janji Marvel pada Dominic.
"Bagaimana apakah sudah dapat hasilnya?" tanya Grey pada Peter saat berada di ruangan kantornya.
"Belum, Bos!" ucap Peter yang merasa bersalah.
Grey meremas kedua tangan yang dia taruh di atas meja sebagai tumpuan dagunya, matanya terpejam dengan raut wajah yang menahan emosi.
Bayangan tentang wanita itu semakin membuat Grey gila, rasa penasarannya pun kian tinggi tentang sosok wanita yang begitu mirip dengan tunangan Nicholas. Sungguh hebat sudah memporak-pondakan rencananya.
"Aaaakkh!" teriak Grey yang bangun dari duduknya sembari menjambak rambutnya.
Rasa frustasi begitu menggerogoti rasa penasaran Grey, sampai ingin rasanya dia memberi pelajaran penuh pada wanita itu ketika bertemu kembali.
"Peter, pokoknya aku tidak mau tahu, kamu harus mencarinya sampai ke ujung dunia! Cari di tempat klub malam saat kau menculiknya dan juga cari tempat terakhir kita kita bertemu!" ucap Grey dengan tegas. "Bila perlu cek semua cctv semua jalan!"
"Baik, Bos!" Peter pun segera pergi dari sana setelah mendapatkan perintah dari Grey.
"Aku tidak akan membiarkanmu lari dariku! siapapun kamu, akan kubuat kau merasakan apa yang aku rasakan saat ini!" ucap Grey yang berdiri di jendela besar melihat ke arah gedung-gedung kota.
Grey semakin gencar memperlebar pencarian ketika hari pernikahannya semakin dekat, karena dia sama sekali tidak menginginkan pernikahan tersebut. Begitu wanita itu dia dapatkan, Grey akan membatalkan pernikahan dengan wanita yang tidak jelas asal usulnya.
...****************...
Di tengah kesibukan anak buah Grey yang mencari keberadaan Alicia baik itu di klub malam maupun tempat Alicia bekerja, semua tidak membuahkan hasil karena Dominic sudah mengantisipasi lebih awal.
Dominic melakukan itu semata-mata tidak mau kalau ada rentenir-rentenir lainnya mencari Alicia. Oleh sebab itulah, orang-orang yang sudah disuap oleh Dominic akan menutup mulutnya untuk tidak memberitahu keberadaan Alicia.
Sementara itu di posisi lainnya, Aisyah menikmati tubuhnya mendapatkan perawatan khusus dari orang-orang yang diperintahkan oleh Agatha, saat berada di rumahnya.
Sehingga anak buah yang diperintahkan oleh Grey tidak berhasil menemukan informasi apapun mengenai Alicia, berbagai macam cara dia mencarinya tapi tetap juga Peter selalu memberi kabar yang mengecewakan untuknya.
...****************...
"Marvel ... tunggu, Marvel!" Veronica terus mengejar Marvel saat pria tersebut menghindarinya selama beberapa hari terakhir.
"Ada apa?" ucap Marvel ketika jalannya dihadang oleh wanita yang berhasil membuat hubungannya dengan Alicia berakhir.
"Kamu kenapa sih, akhir-akhir ini kamu tuh selalu menghindar dari aku? Apakah aku buat salah sama kamu?" tanya Veronica dengan intonasi suara manjanya.
"Ver, Aku kan sudah bilang sama kamu, kalau aku tuh sibuk benerin skripsi aku!" Marvel mencoba mencari alasan agar Veronica mau mempercayainya.
"Ya, tapi kan ... bisa luangin sejam buat aku! Aku kangen." Veronica justru bergelayut menjadi lengan tangan Marvel di depan muka umum.
Marvel menghela napasnya dengan kasar seraya melepaskan tangan dari Veronica agar dia terbebas, lalu kedua tangannya memegang bahu wanita yang berdiri di hadapannya.
"Ver, untuk saat ini ... please jangan ganggu aku, aku lagi ingin fokus sama mata kuliahku, ya!" Marvel menjelaskan secara perlahan pada Veronica agar tidak terus mengganggunya.
"Tapi aku lagi kangen, sama kamu ... boleh ya, sebentar, aja!" ucap Veronica yang membujuk pria yang dicintainya.
"Veronica, Sayang! Nanti malam aja ya ketemuannya saat ini aku lagi terburu-buru, di tunggu sama Dosen, oke!" Marvel masih berusaha untuk bersabar agar tidak emosi menghadapi Veronica.
"Ya sudah, tapi janji nanti malam ya? Aku tunggu di cafetaria!" pinta Veronica yang menjilat telinga Marvel lalu meninggalkan lelaki itu yang masih mematung.
Kepala yang terasa pusing membuat Marvel memijat keningnya, ternyata terbebas dari Veronica bukan hal yang mudah. Butuh taktik yang pas agar wanita tidak terus mengejarnya.
...****************...
Malam hari pun tiba, Marvel memilih untuk tidur lebih awal usai makan malam bersama keluarganya daripada harus bertemu dengan Veronica, dengan begitu dia bisa mencari alasan yang pas untuk menghindari wanita tersebut.
Pada saat dia baru saja memejamkan matanya. Marvel mendengar suara pesan notifikasi dari ponsel, awalnya dia bimbang antara ingin melihat atau tidak karena takut bila notifikasi tersebut datangnya dari Veronica.
Namun, notifikasi tersebut hanya tiga kali berbunyi menandakan bila itu bukan dari Veronica. Marvel sangat hafal bila pesan dari wanita itu pasti akan terus berdering sampai dia mau membuka isi pesannya.
Tangan kekar itu mencari dan mengambil ponsel, saat Marcel meraba-raba di samping tubuhnya yang sedang direbahkan di atas tempat tidur. begitu ponsel itu dia dapat, Marvel langsung membuka isi pesan dan ternyata dari Alicia
Marvel pun terlonjak atas apa yang baru saja dia lihat. "Alicia?"
"Kamu di mana? Apakah sibuk? Aku ingin bertemu." Pesan Alicia dibaca oleh Marvel.
Tentu saja Marvel langsung menjawab isi pesan tersebut yang berbunyi. "Ok, tunggu aku di Cafetaria tempat kita!"
Begitu membalas pesan dari Alicia, dia pun bergegas mengganti pakaian, aroma minyak wangi pun tidak lupa dia semprotkan ke tubuhnya. Lidahnya juga dia semprotkan pada penyegar mulut agar Alicia tidak menjauh saat berbicara.
"I'm coming, Baby!" Marvel langsung berlari menuruni anak tangga dengan semangat melewati sang ayah yang tengah berbicara pada Dominic.
"Marvel! mau ke mana kamu? Sini dulu!" panggil Teddy pada sang anak.
"Marvel ada janji, Pah!" ujar Marvel yang berkata jujur.
"Sini dulu!" bentak Teddy pada sang anak.
"Aaah, Syyhiit!" Marvel dengan terpaksa mendekat ke arah Teddy.
Dalam ruangan itu semua keluarganya telah mengumpul termasuk Grey, dia duduk di samping Dominic lalu mengambil sebuah kacang mede yang berada di dalam toples lalu mengunyahnya.
Sepanjang Dominic menceritakan tentang pernikahan yang akan digelarkan dalam dua hari lagi, lelaki tua itu meminta pada cucunya agar datang tidak tepat waktu dan tidak membuat keributan.
Sepanjang itulah Grey terus memperhatikan tingkah Marvel yang dia sangkut pautkan pada wanita yang pernah menyebut nama keponakannya, apakah Marvel yang wanita itu maksud adalah Marvel keluarga Elmer?
"Wah, selamat ya, Om!" jawab Marvel dengan santai, terkadang dia dan juga Grey memiliki hubungan yang tidak terlalu dingin seperti pada Teddy.
"Kakek mau kamu membawa pacar kamu ke pernikahan Paman kamu! Kakek tidak sabar ingin melihat wajah wanita yang selalu kamu ceritakan dengan semangat," ujar Dominic yang tertawa mengingat Marvel selalu menceritakan Alicia padanya waktu belum putus hubungan.
"Nanti Marvel kenalin ke Kakek, sekarang ijinin Marvel untuk jemput calon menantu cucu kakek ya? Kasihan pasti dia sedang nunggu Marvel, Kek!" bujuk Marvel dengan manja pada Dominic.
"Ya sudah sana! Tapi ingat, jangan lupa bawa calon mantu cucu Kakek! jangan terlalu malam pulangnya!" Dominic begitu semangat menasehati cucu pertamanya.
"Siap, Bos!" Marvel langsung pergi meninggalkan suasana yang mencengkram walaupun keluarganya sering berkumpul.
Dalam perjalanan Marvel sering melihat kaca spion yang ada di atasnya, merapikan rambutnya sembari bersiul. Dia menebak bila Alicia mengajaknya bertemu karena mau melanjutkan hubungannya.
Setelah sampai di sebuah cafeteria, baru saja kakinya melangkah masuk ke dalam restoran tersebut. Dia melihat ke arah Veronica sedang berjalan ke arahnya, Marvel melupakan sesuatu yaitu memiliki janji dengan selingkuhan di cafe tersebut.
"Baby! Aku senang banget kamu datang, kirain kamu lupa kalau nggak jadi datang!" Veronica langsung mengecup pipi Marvel dan mengajaknya untuk duduk di meja yang sudah dia pesan.
Marvel hanya terdiam lalu ikut duduk bersama Veronica, matanya mengitari sekitar area dalam restoran tersebut. mencari sosok wanita yang ingin dia temui, tetapi beruntungnya dia tidak menemukan keberadaan Alicia.
Sampai pesanan makanan yang mereka pesan pun datang, Veronica menikmati momen romantis tersebut, dia menyuapi Marvel dengan penuh kasih sayang tidak peduli bahwa lelaki yang ada di depannya begitu dingin akhir-akhir ini.
"Sayang, aaa ...." pinta Veronica pada Marvel.
Pada saat itu juga saat Marvel terpaksa membuka mulutnya kembali, matanya melihat ke arah Alicia yang baru saja tiba.
Marvel melihat penampilan Alicia yang begitu berubah sangat drastis, penampilannya yang modis, rambut panjang yang di curly serta raut wajah yang di make up natural membuat dirinya tanpa berkedip melihat ke arah wanita itu.
"Sayang, kamu lihat apaan sih?" Veronica mengikuti arah pandang Marvel. dia terkejut melihat sahabatnya itu sedang berjalan menuju ke arah mejanya.
"Hai!" sapa Alicia pada kedua orang yang sudah berhasil membuat hidupnya berubah drastis.
To be continued...
bolak balik ke sini belum up juga
semangat thord