🐣WARNING🐣
AREA DEWASA
JOMBLO DILARANG BACA!!!
Dapat menyebabkan baper berkepanjangan yang bisa membuat batin tersiksa.
Ini bukanlah cerita tentang Pernikahan CEO-CEO seperti di cerita lainnya, bukan pula cerita
perjodohan yang menyakitkan di awal pernikahan dan berakhir dengan manis.
Tapi ini adalah sebuah cerita
tentang hati yang salah memilih cinta, tentang
sebuah perjuangan, penantian, dan kesetiaan.
"Gue akan nantangin takdir! Kita liat siapa diantara kita yang akan menang." Kaisar
Hepi reading gengs... 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam
Kaisar membawa Lovie dan Rima ke restoran yang terakhir mereka kunjungi.
"Kok kesini sih Kak? Kan aku mau traktir Kakak di restoran fast food aja. Aku mana ada duit buat bayar makan disini? Mana Kakak makannya banyak lagi," keluh Lovie, sambil mengintip isi dompetnya.
Kaisar hanya tersenyum melihat tingkah Lovie yang terlihat begitu menggemaskan itu. Padahal Otor juga ga kalah gemesin loh Mas.
"Gue ga denger lu ngomong gitu, udah ayo cepetan masuk! Gue udah laper." Kaisar kembali menyeret wanita yang terlihat enggan memasuki restoran yang menyediakan menu kepiting saus Padang favoritnya.
"Kaaaaaakkk!" rengek Lovie.
Sedangkan Rima hanya mengikuti keduanya dari belakang. Ngapain lu ikut-ikutan sih Rim?
Kaisar dengan cepat memesan dua porsi kepiting dan berbagai macam menu hidangan laut lainnya tanpa meminta persetujuan Lovie. Sedangkan Lovie hanya bisa menelan ludah sambil menghitung berapa jumlah yang akan dia bayar nanti, setelah ditambah PPN tentunya.
"Elu ga pesen Lop?" tanya Kaisar.
"Aku air putih aja. Liat kakak makan juga aku udah kenyang," jawabnya dengan beberapa bulir keringat di keningnya.
"Jus mangganya 3 sama es krim coklatnya juga 3 porsi!" lanjut Kaisar pada waitress yang melayani mereka.
"Kak aku mau air putih aja!" Lovie terlihat pucat saat Kaisar memesan jus mangga di tambah ice cream coklat pula, yang harganya bisa puluhan kali lipat dari jus mangga yang biasa ia beli di kantin.
"Emang gue pesen buat lu. Orang gue pesen buat gue doang sama Rima."
Rima si obat nyamuk hanya mengangguk, sedari tadi tak ada kata yang keluar dari bibir bergincu merah merona itu, padahal jutaan pertanyaan telah ada dalam benaknya.
Makanan pun datang, membuat liur tiba-tiba memenuhi mulut mereka saat melihat hidangan yang sangat menggiurkan itu.
Lovie hanya bisa menikmati wajah Kaisar yang sedang menikmati hidangannya dengan sangat lahap.
"Elu kagak mau nyobain Lop? Ini lebih enak dari kemaren tau. Ya kan Rim?" Kaisar sengaja menggoyahkan iman Lovie yang hanya meminum air putih yang disediakan gratis oleh pihak restoran.
Si Obat nyamuk Rima kembali mengangguk dengan senyum yang dipaksakan. Untuk pertama kalinya Rima melihat senyum unlimited Kaisar. Walaupun tahu senyuman itu bukan karena kehadirannya tapi Rima terlihat sangat menikmati pemandangan langka yang disuguhkan Tuhan untuknya malam itu.
"Cobain deh!" Kaisar memasukkan sepotong daging kepiting yang terasa manis dan gurih ke dalam mulut Lovie.
"Kakak!" bentak Lovie yang kaget dengan tindakan Kaisar.
"Apa? Mau protes? Elu ngarep gue nyuapin elu pake mulut gue?" Si Tampan kembali menggoda Si Cantik.
Pertanyaan vulgar Kaisar membuat Si obat nyamuk terbatuk-batuk. Dia sangat terkejut dengan ucapan pria tampan di hadapannya.
"Ka—" Sepotong daging kepiting kembali masuk ke mulut Lovie.
"Berisik!" ucap Kaisar. "Elu emang ga diajarin table manners di sekolah? Kalo makan tuh jangan banyak omong. Liat noh si Rima anteng makannya."
Sebuah pujian yang membuat Rima tersindir.
Pada akhirnya Kaisar hanya sibuk menyuapi Lovie makan yang terhidang di meja, karena Lovie bersikeras untuk tidak makan makanan yang tersedia di meja.
Kaisar menjentikkan jarinya, meminta bill kepada pelayan. Lovie kembali menghitung jumlah makanan yang ada di meja dan mengintip jumlah uangnya yang ia simpan di dompet berwarna merah muda dengan motif pita.
Seracik kertas yang akan membuat dompet Lovie kering seketika telah datang ke mejanya. Saat Lovie sedang menghitung jumlah uangnya, Kaisar mengeluarkan kartu sakti miliknya kepada Sang Pelayan.
"Kok kakak yang bayar? Kan aku yang mau traktir." Keluh Lovie, walaupun hatinya berbunga-bunga karena uang berharganya tidak jadi raib begitu saja.
"Berarti elu masih punya utang ke gue!" Kaisar mengacak-acak rambut Lovie yang malam itu tergerai indah. Rambut Otor juga ga kalah indah loh Mas.
"Aku pulang bareng Mbak Rima ya Kak. Makasih makan malamnya, tau gitu aku pesen banyak tadi." Lovie sedikit mengeluh.
"Pulang sendiri sonoh! Orang gue mau nganterin si Rima pulang." Kaisar tersenyum jahil.
Lubang hidung Rima langsung membesar setengah centi saat Kaisar mengucapkan akan mengantarkannya pulang. Apakah Kaisar telah berpindah ke lain hati lagi? Jangan ngarep Rim!
"Kok Kakak gitu sih?"
"Elu mau ikut kagak?" tawar Kaisar, walaupun Rima berharap Lovie menolak ajakan pria tinggi berkemeja abu muda yang selalu terlihat tampan.
"Gak, aku bisa pulang naek ojek online." Lovie bersikeras.
"Hati-hati ya! Kemaren gue baru baca berita kalo ada perempuan dijambret terus diperkosa sama orang yang nyamar jadi abang ojek online."
Lovie langsung berlari ke dalam pelukan Kaisar seperti yang Kaisar harapkan. "Kakak jangan nakut-nakutin aku!" Lovie mencengkram erat tubuh pria yang belum bisa hilang dari pikirannya.
"Mau sampe kapan elu meluk gue? Gue mau balik. Mau bareng ga? Jangan kelamaan mikir!"
...****************...
Mobil Kaisar telah terparkir di halaman rumah Rima, saat Lovie sudah terlelap dengan mimpinya. Wajah gadis remaja itu terlihat sangat letih, bagaimana tidak letih, dari pagi hingga sore dia memakai otaknya untuk belajar, dilanjutkan dengan pemotretan yang cukup menyita waktu.
"Makasih ya Pak!" ucap Rima saat dia keluar dari mobil atasan tampannya.
"Ssttt!" Kaisar meletakkan jari telunjuk di atas bibir seksi miliknya. Memberi kode kepada Rima agar tak mengganggu tidur perempuan cerewet yang ada di kursi depan dan membenarkan posisi kepala Lovie agar terlihat nyaman.
"Maaf!" Rima berbisik saat mengucapkannya.
"Makasih ya Rim, udah jagain dia selama ini. Saya berhutang budi sama kamu," ucap Kaisar juga setengah berbisik. Dia tidak ingin Dedek emeshnya terbangun dari tidurnya.
Kini Rima si Obat nyamuk dapat menyimpulkan bahwa atasan tampannya telah jatuh hati pada wanita yang masih jauh dari matang itu. Pupus sudah harapan Rima untuk mendapatkan hati seorang Kaisar. Ya iyalah.
Mobil Kaisar melaju, meninggalkan hati yang sedang bertanya-tanya apakah hubungannya dengan Adele telah kandas karena Lovie telah jadi pelakor diantara hubungan mereka seperti yang sedang tranding saat ini? Kepo amat sih Rim?
Kali ini dengan sebuah sentuhan lembut Kaisar membangunkan perempuan di kursi penumpang.
"Kak?"
Lovie membuka matanya wajah tampan Kaisar sedang memandangnya dengan telapak tangan yang masih menempel di pipinya.
"Kakak ngapain?" Pertanyaan itu lagi yang keluar dari mulutnya.
"Elap iler elu!"
"Hisssh…" Lovie menepis tangan kekar yang masih menempel di pipinya.
"Aku pulang. Makasih ya!" ucapnya ketus.
"Lop!"
"Hmmm?" Lovie kembali memandang wajah tampan Kaisar.
"Gue kangen. Bisa ga elu disini dulu sebentar lagi!" ucap Kaisar Lirih.
"Kak, plis jangan bikin aku berharap!"
"Beri gue waktu, gue akan mutusin Adele buat lu! Tapi ga bisa sekarang Lop, dia lagi mau skripsi. Gue gak mau bikin dia jadi gak fokus sama kuliahnya. Lu bisa nunggu kan?"
Lovie hanya terdiam, dia sedang berfikir apakah yang dikatakan Kaisar itu benar atau hanya bualan untuk memanfaatkannya? Dia tidak ingin jika nanti dia akan terluka oleh pria yang kini menghiasi mimpinya.
tapi kembali lagi jika cinta di paksakan tidak baik. memaksakan cinta juga tidak baik.
ibu nya mencoba membantu tapi sayang caranya salah.
akhirnya mereka akan saling menyakiti.
lovie gadis lugu yang terjebak cinta pria dewasa.
lovie hanya mengikuti alur hidup nya si mantan putri sultan yang jadi upik abu walaupun bukan babu ya 🤩🤩.
untuk mama adele entahlah??.
tapi si kai kai luluh sama si cantik abg labil loviena 😅😅😅😅.
kak othor pindah platform kah..di sini lom ada karya baru 😁