NovelToon NovelToon
Ayo Nikah!

Ayo Nikah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:302.8k
Nilai: 5
Nama Author: Widiamnd

"Ayo kita nikah!" Perkataan yang Adera Danialvoa sesali dalam hidupnya.

Perkataan yang membuat hidupnya berubah dengan terpaksa menikah dengan pria yang tidak ia kenal sebelumnya yang bernama Regan Galendra Mahardika.

Akan kah Adera bisa lepas dari Regan? Atau mungkin dia terjebak dalam tahanan hati Regan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widiamnd, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21: Terpesona

Kini Adera tengah di dandani. Malam ini dia akan pergi ke pesta klien Regan tentunya bersama Regan juga. Perkataan Regan kemarin tidak main-main, dia menyuruh sekretaris Dito membelikan semua gaun yang ada untuk Adera pilih sendiri dan sektaris Dito benar saja membelikannya beberapa gaun yang perintahkan Regan sekaligus dia membawa istrinya untuk merias Adera berhubung Adera tidak bisa berdandan.

Seperti sekarang Adera tengah di dadani istri Dito yang bernama Ratih didepan meja rias, Adera hanya diam saja menyerahkan semuanya pada Ratih yang meriasnya.

"Mbak, mbak baru sebulan lalu kan nikah sama Pak Dito." Kata Adera, dia sudah mulai nyaman berbicara dengan Ratih karna Ratih pun orangnya sangat humble jadi Adera gampang akrab dengannya.

Ratih yang tengah mengeritingi rambut Adera dengan catokan langsung menaitkan kedua alisnya pada Adera lewat cermin. "Iya, kenapa emangnya, Ra?" Tanya Ratih.

"Gimana perasaan mbak pas malam pertama?" Sifat kepo Adera keluar lagi.

Ratih yang mendengar pertanyaan Adera berusan cekikikan. Seketika dia mengingat malam pertamanya dengan Dito di hawai bulan lalu. "Kenapa emangnya Ra? Kamu mau tutorial dari Mbak?" Goda Ratih.

Adera panik. Dia menggelengkan kepalanya. Semisalkan Regan menuntut malam pertama dengannya, dia juga harus siap jadi dia akan bertanya-tanya dahulu pada yang sudah pengalaman seperti Ratih.

Ratih cekikikan lagi melihat reaksi Adera. "Gimana perasaan mbak? Biasa aja." Jawab Ratih, dia fokus mengeritingi rambut Adera.

"Maksud mbak?" Tanya Adera, dia sangat sangat penasaran.

"Waktu itu, selesai pernikahan, Mbak sama Dito itu langsung ke hotel, tempat kami menginap. Dan pas sampai di hotel, Dito bilang pengen mandi dulu. Dan pas dia udah selesai mandi, mbak bener-bener gak tahan ngeliat badan kekernya yang telanjang. Yaudah akhirnya mbak yang nyosor duluan." Cerita Ratih malah membuat wajah Adera memerah.

Bagaimana bisa Ratih begitu tanpa malu-malu? Dia saja saat melihat tubuh Regan benar-benar seperti ingin mati muda saking malunya. Bagaimana dia bisa nyosor duluan begitu?

"Mbak nyosor duluan? Emang gak malu?" Tanya Adera.

"Enggak kok. Toh udah jadi suami ngapain malu?" Jawab Ratih enteng. "Kamu gimana udah ngelakuinnya sama Regan?" Kini giliran Ratih yang bertanya pada Adera.

"A-aku mbak?"

"Iya, kamu udah ngelakuin malam pertama kalian? Gimana, cerita dong." Tanya Ratih sekali lagi.

Mereka saja belum melakukan apa-apa, terakhir kali Regan hanya mengecup bibirnya tidak lebih. Bagaimana Adera menceritakan malam pertama sedangkan dia saja belum melakukannya?

Adera memilin bibirnya sambil memainkan jemarinya. "B-belum mbak. Kita belum ngapa-ngapain." Jawab Adera dengan malu.

Dan reaksi Ratih tentu saja terkejut. Bagaimana bisa seorang suami-istri belum juga melakuka ritual ranjang dan lagi mereka kan tidur satu ranjang.  "Apa? Kok bisa?" Kaget Ratih.

"Setahu aku sih ya, Regan itu tipe yang agresif. Gimana bisa dia gak sentuh kamu kalo aja kalian tidur satu ranjang?" Mungkin orang lain juga akan bereaksi begitu saat mengetahui tu.

"A-aku yang ngancam dia." Cicit Adera.

Ratih menggeleng-gelengkan kepalanya. Mana mungkin ada seorang gadis yang tidak terbawa suasana melihat Regan yang tampan dan panas itu? Jujur saja dia bahkan tidak tahan melihat pesona dan kepanasan yang dimiliki Regan Geraldo Mahardika.

"Jujur aja ya, Adera. Mbak waktu pertama kali dibawa Dito ketemu Regan, pas itu mbak langsung jatuh dalam pesona Regan bahkan pernah sesekali mbak goda Regan dengan aksi genit mbak. Dan Regan malah apa? Dia ngadu ke Dito, trus dia nolak mbak mentah-mentah. Dan pas mbak denger dari Dito kalo Regan udah nikah, mbak kaget dong. Ternyata oh ternyata emang istrinya Regan itu luarbiasa cantiknya." Ujar Ratih panjang.

"Ih mbak bisa aja. Dia nikahin aku karna gabut katanya mbak."

"Oh iya mbak. Mbak pernah ngegoda sekretaris Dito sampe pingsan?" Tanya Adera.

"Ngegoda? Hemm, kayaknya gak deh, dia sampe mimisan doang kayaknya tuh." Jawab Ratih.

Sebuah ide terlintas diotaknya. Dia akan menjahili Regan, memangnya dia saja yang bisa menjahili Adera sampai malu-malu. "Gimana mbak caranya?" Tanya Adera, dia akan menggunakan itu kapan-kapan untuk menjahili Regan.

Sambil menunggu jawaban Ratih, Adera meminum jus apel diatas meja rias.

"Emm, mbak waktu itu buka baju didepan dia." Jawaban Ratih malah membuat Adera tersedak.

"Apa? Buka baju?"

Ratih mengangguk. Memang dia menggoda Dito dengan itu dan reaksi Dito cukup bagus. Setiap dia melakukannya, Dito akan langsung membawanya keatas ranjang.

"Gak ada cara lain apa mbak?"

Ratih menggelengkan kepala. "Cara ngegoda suami cuma itu caranya. Karna itu bikin suami kamu, behhh, langsung nerkam kamu dalam sekejab."

"B-bukan itu maksud aku, mbak. Maksud aku ngejahilin dia, bukan mau ngegoda begitu." Tukas Adera.

"Terus gimana?"

"Udahlah mbak, gak jadi."

Ratih menggeleng-gelengkan kepalanya saja. Dia segera menyelesaikan mengeritingi rambut Adera.

"Nah selesai!" Seru Ratih, dia menatap wajah Adera di cermin.

Adera menatap dirinya sendiri. Sungguh, apakah ini magic? Sekarang dia merasa sangat cantik karna riasan Ratih. Adera tersenyum lebar. Dia belum pernah merasa secantik ini. Dia benar-benar cantik.

"Cantik banget kamu tuh, Ra." Puji Ratih, dia ikut tersenyum.

Adera bangun dari kursi rias. Dia memang benar-benar cantik, dia mengakuinya. "Mbak, sumpah ya, mbak pake apa kok aku jadi cantik begini?" Celoteh Adera.

Ratih membenarkan gaun Adera yang sedikit kusut karna kelamaan duduk dikursi rias tadi. "Kamu itu emang udah cantik dari sananya, Ra. Mbak cuma kasih riasan aja dikit."

Adera tersenyum malu karna dipuji begitu oleh Ratih. Dia sekarang agak percaya diri menghadiri pesta klien Regan.

"Yaudah keluar yuk, Regan udah nunggu dari tadi kali tuh."

Adera menganggukkan kepalanya. Bersama dengan Ratih, Adera keluar dari kamar.

Regan yang sudah menunggu Adera sejak tadi, menyadari Adera sudah selesai berdandan, dia langsung menoleh kearah Adera. Dan seketika dia terdiam menatap Adera tanpa mengedip sekali pun.

Melihat betapa cantiknya istrinya yang menggunakan gaun hitam selutut dengan riasan yang tidak terlalu menor, Adera benar-benar membuat Regan terpesona dengannya.

Begitupun dengan Dito yang menunggu istrinya mendandani Adera, dia ikut terdiam melihat kecantikan dari istri Regan tersebut.

"Jeng jeng. Gimana cantik kan istri kamu Regan?" Kata Ratih.

Regan seketika tersadar. Dia memasang wajah datar kembali seperti semula. "Biasa aja." Tidak ada pujian dari mulut Regan membuat Adera cemberut kesal.

"Hehhh, enak aja. Adera cantik tau." Ratih membela Adera.

"Setuju. Gan, mata lo minus atau apa sih, jelas-jelas bini lo cantik begini." Timpal Dito.

Regan masih menatap Adera tanpa menghiraukan celotehan dari pasangan suami istri itu. Dia hanya terdiam, tidak bisa berkata apa-apa melihat betapa cantiknya Adera malam ini.

"Emang, dia kan punya masalah tuh sama matanya." Celetuk Adera, dia kesal dengan Regan. Perlu diketahui, Adera merasa sangat kesal kalau Regan tidak memujinya entah karna apapun.

"Adera, kamu cantik banget." Puji Dito, dia tersenyum menggoda Adera. Dan tentunya istrinya langsung berdeham cukup keras membuat Dito langsung ciut.

"Makasih, sekretaris Dito." Senyum Adera malu-malu. Dia menyelipkan rambut dibelakang telinga.

"Gak usah genit. Siapa yang bilang lo cantik?" Ketus Regan, dia tidak suka Adera genit begitu pada Dito walaupun memang ada istrinya disana.

Adera mengangkat sudut bibirnya.

"Ayo berangkat." Regan berjalan duluan meninggalkan Adera dibelakangnya.

"Yaudah, mbak Ratih, sekretaris Dito. Aku berangkat ya!" Pamit Adera pada Ratih dan Dito.

Dito dan Ratih menganggukinya sambil tersenyum.

"Dah!" Ratih melambaikan tangannya.

Adera ikut tersenyum. Dan dia segera berjalan mengikuti Regan dari belakang. Begitu Adera sudah berjalan didekatnya, Regan langsung mengandeng tangan Adera ke lift dimana membuat Adera terkejut sambil menatap tangannya yang digenggam Regan.

1
deejah
tor ini ga mau lanjut apa ceritanya? otor sehat?
xzyyy
Thor ini udh 1 bln,bnran g lanjut ceritanya ap gmna
next dong
Nabila
ceritanya bagus tapi sayang thornya ga lanjutin
deejah
up thor.. udah seminggu loh ini..... tampilkan yang hot2 udah lama ini
deejah
rasain lu dera makanya jgn panasan jadi orang, nyesel emang belakangan
kay-kay
thor kmana aja...?
aku kira regan dan adera gk akn hadir lagi.. soalnya author up nya lm bggggtttttttt....
Mas Ujang Kasep Salim
jangan lama2 dong thor updatenya
Anggi Angga
😙😙😙
kay-kay
lanjuuuuttttt
Putu Agus Valentino
lanjut terus thor
dealove
lanjut thor
Putu Agus Valentino
lanjut thor!
tapi jangan kelamaan sya udh nungguin nih abis ceritanya seru banget
Dravia Hastuti
lama banget thor up.nya
kay-kay
hmpir 3 minggu loh thor...
masa up nya cm 1 😢😢
dealove
ayo lagi thor
Putu Agus Valentino
kok gk up lagi thorr?
ini sya udah nunggu lama lho!
Sumarni Al Fa
modus kira2 regan
kay-kay
modus nih regan...
dito kasih ide nya bagus bgt😁😁
dealove
lagi dong thor, nunggunya lama nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!