Dalam masa revisi!
Tyara Queen Nesya, gadis berusia 23tahun. yang harus menihkah dengan laki-laki dingin bernama Alfin Sanjaya. hanya untuk melunasi hutang Ayahnya yang berjumlah Milyaran rupiah!
Bagaimana kehidupan Tyara setelah menihkah dengan Alfin? Akankah hidupnya akan bahagia atau sebaliknya.
Sampai Tyara meninggal kan Alfin. dan membawa anak dalam kandungan nya pergi jauh dari kehidupan Alfin.
Saat umur Anak Tyara, berusia 17 tahun ia berniat membalas kan dendam kepada Papah nya karna mengira telah melantar kan nya begitu saja. sampai saatt di mana diri nya mengetahui jika Papah nya tidak bersalah dan dalang ke hancuran keluarga nya di sebabkan oleh paman nya sendiri..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Tyara dan Alfin akhirnya kembali ke hottel mereka, tidak Tyara sangka di dalam kamar ia sudah ditunggu oleh Veronica Tyara tidak menemukan keberadaan Ibu Mertuanya disana.. dirinya mencoba tegar saat melihat Veronica mencium Alfin di depannya. mengalihkan pandangannya ke sembarang arah, hati Tyara sakit dirinya tidak bisa menerima kenyataan ini,.
"Dimana Ibumu yang pelacur itu?" Ucap Veronica dengan senyum meledek.
"Tidak tau malu" Ujar Tyara melipat kedua tangannya di atas perut.
"Sudah cukup!" Timpal Alfin.
"Veronica berbicara dengan sopan!" terus nya.
"Apa kau sedang membela jalang ini?" tanya Veronica sambil menunjuk ke arah Tyara
"Bersikaplah, baik kepada dirinya!" Ujar Alfin menatap tajam ke arah Veronica.
"Menyebalkan!"
"Kau boleh pergi Veronica aku mau beristirahat!" ujar Alfin membuat Veronica cemberut kesal.
"Lagi pula hubungan kita sudah selesai berhenti mengganggu ku!" sambung nya.
"Kita belum selesai Sanja, aku masih mencintaimu."
"Keluar dari kamar hottelku Veronica sebelum aku melakukan hal yang menyakiti mu!" ancam alfin.
"Jalang urusan kita belum selesai!" ancam Veronica saat melewati tubuh Tyara.
*****
_ Mansion keluarga Sanjaya_.
Terlihat seorang laki-laki Tampan baru saja memarkiran mobil mahalnya di depan halaman mansion tersebut. para Pelayan yang bekerja disana menyambutnya dengan sangat baik. Marisa sebagai Nyonya besar dimansion itu langsung sangat bahagia saat tau siapa yang datang berdiri di depan pintu untuk menyambut kedatangan laki-laki tersebut.
"Arga" Ujar Marisa sambil merentangkan tangannya. berniat ingin memeluk tapi tidak dihiraukan oleh laki-laki bernama Arga tersebut dirinya memilih untuk berlalu masuk dan duduk diruang tamu.
"Menyebalkan sekali" Gerutu Marisa sambil mengerucutkan bibirnya. dan berjalan menghampiri Arga duduk di hadapannya sambil melipat kakinya.
"Don't you miss your mom? " (Apakau tidak merindukan mama sayang?)" Ujar Marisa menatap kearah Arga.
"Well, just a little! " (Yah, hanya sedikit saja!) " Ujar Arga menatap malas.
"Where is brother? " (Dimana Abang?)" Ucap Arga celingak-celinguk.
"Why doesn't he welcome my arrival?" ( kenapa ia tidak menyambut kedatanganku?)" Tambahnya lagi.
"He is spending time with Veronica " ( Dia sedang menghabiskan waktu bersama Veronica)" Ujar Marisa.
"Sucks " ( Menyebalkan)" Ucap Arga meminum air yang tadi sempat dibawakan oleh Pelayan.
"Where is the address of the apartemen." ( Dimana alamat apartemen nya.)" Ucap Arga dan Marisa pun langsung memberikannya. kepada Arga.
"I want to meet him "( Aku mau menemuinya" Ujar Arga bangkit dan langsung pergi. meninggalkan mansion.
"Arga! Where are you going" (Arga! Kau mau kemana) Ucap Marisa sambil berteriak tapi tidak dihiraukan oleh Arga.
"Sama saja seperti Papa nya!"
******
Arga, sampai apartemen milik Alfin dirinya langsung berjalan menuju kamar yang ditempati Alfin, memencet Bell, berulangkali hingga akhirnya pintu berwarna coklat itu terbuka. dirinya langsung masuk yang mana membuat Tyara bingung.
"Heh! siapa kamu" Ujar Tyara mencoba menahan tubuh tegap milik Arga.
"Minggir, seharusnya saya yang bertanya siapa kau!" Ucap Arga menggunakan bahasa Indonesia, karna ia tahu gadis yang berada di depannya tidak bisa berbicara menggunakan bahasa Inggris.
"A.. aku, aku" Ucap Tyara bingung.
"Aku, aku apa?" Ujar Arga menatap kearah Tyara. dan Tyara yang ditatap seperti itu pun langsung menundukan wajahnya.
"Manis, sekali wanita ini" Ucap Arga dalam hati.
"Kau pembantu baru Ka Alfin?" Tanya Arga dan Tyara hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Tidak apalah, aku tidak mau Tuan Alfin memarahiku, jadi biarlah aku mengaku kalau aku pembantunya setidaknya itu lebih baik daripada dipanggil jalang" Ucap Tyara dalam hati.
Salam hangat dari aku ❤.
berasa pipiku yg ditampar tour🤪🤪😵😵