"Menutup auratnya, tapi kelakuannya kayak wanita murahan!! Sampai-sampai hamil diluar nikah!!! Dasar kau wanita banyak drama!!" ejek salah satu tamu undangan.
"Mana ada pria yang mau menikahinya!!"
"Iya, wanita menjijikkan!"
Sara hanya sabar dengan perkataan yang dilontarkan oleh para tamu undangan. Sungguh batinnya saat ini menangis pilu mendengar cemohan dari orang-orang disekitarnya. Bagaimana yang akan terjadi selanjutnya?¿?¿?
yuk simak kelanjutan kisahnya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Meilina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
•22
Sore hari telah berlalu, kini matahari sudah berganti dengan bulan. Zidan dan Sara masih menunggu Rangga sadar dari sakitnya. Karena hari telah gelap, Sara memutuskan untuk pulang ke rumah.
"Mas, saya izin pulang. Insyaallah besok pasti saya akan kesini lagi...." Ucap Sara sambil mendekati Zidan.
"Iya, Sara. Terimakasih banyak...."
"Assalamualaikum...." Salam Sara.
"Walaikumsalam...." Balas Zidan.
Sara menghampiri Rangga yang masih terbaring tak sadarkan diri. Ia berpamitan dengan anak itu.
"Sayang, tante pamit ya. Tante janji besok Tante akan kesini lagi. Kamu cepat sembuh ya sayang...." Ucap Sara sambil mengecup kening Rangga.
Namun Rangga masih tidak merespon, karena memang dirinya belum bisa menerima rangsangan dari orang sekitarnya. Zidan yang melihat itu tak bisa menahan tangisnya. Setelah Sara berpamitan, Zidan kembali menunggu Rangga sendirian. Zidan berpikir selama dia berada di RS, Sara selalu menemani nya dan selalu memenuhi kebutuhan nya.
"Dia wanita yang baik dan sholehah..." Gumam Zidan.
"Kenapa aku selalu memikirkan Sara?"
"Akhhhh!!! Zidan sadar!!!"
Zidan memikirkan tentang Sara, mulai dari sedikit demi sedikit ia mulai memperhatikan wanita itu.
"Rangga, kamu cepat sembuh ya sayang. Papah gak tega lihat kamu seperti ini terus. Rangga bangun ya sayang...."
***DI ALAM YANG BERBEDA***
"Mamah...." Teriak Rangga memanggil almarhumah ibunya.
"Sayang....." Jawab ibunya Rangga sambil mendekati anak itu.
"Rangga kangen sama Mamah." Kata Rangga memeluk ibunya.
"Mamah juga sayang. Tapi tempat kamu bukan disini nak...."
"Kenapa Mah? Rangga mau disini aja sama Mamah...."
"Tidak Nak, Rangga gak kasihan sama Papah dan Tante Sara? Kalau Rangga mau punya Mamah baru, Rangga bisa menyatukan Tante Sara dan Papah. Tante Sara itu baik, dia sayang sama kamu setulus hatinya...."
"Iya, Mah. Rangga sayang juga sama Tante Sara dan Papah."
"Nah, Maka dari itu Rangga harus pulang ya sayang. Dan ingat, kamu harus bisa menyatukan Tante Sara dan Papah ya nak..." Ucap Ibu Rangga dengan suara lembut.
"Iya, Mah. Rangga janji sama Mamah, Rangga akan pulang dan menyatukan Tante Sara dan Papah...." Jawab Rangga tersenyum.
"Anak Mamah hebat...." Ucap Ibu Rangga memeluk anaknya itu dan meneteskan air mata.
Setelah perbincangan mereka, Ibu Rangga berjalan pergi meninggalkan anaknya itu. Rangga yang melihat itu hanya bisa diam membeku. Ia sudah berjanji akan pulang ke alam asalnya.
***DI RUMAH SARA***
Setelah pulang dari RS, Sara membersihkan dirinya dan melaksanakan sholat. Hari ini ia sangat lelah karena memikirkan keadaan Rangga. Walaupun dia sayang dengan Rangga yang bukan anak kandungannya, tetapi bukan berarti dia lupa dengan anak yang sedang ia kandung.
"Sayang, kamu sehat-sehat ya di dalam...." Ucap Sara sambil mengelus perutnya itu yang sudah agak kelihatan bentuk kehamilannya.
"Mamah akan menyayangi kamu sepenuh hati Mamah sayang..."
"Mamah janji, suatu hari Mamah akan pertemukan kamu dengan nenek dan kakek kamu sayang...."
Tak terasa air mata mata Sara yang sudah ia bendung dari tadi, akhirnya netes membasahi pipi lembutnya. Ia sangat sedih ketika menyebut nama orangtua nya. Sudah hampir beberapa bulan berlalu, ia masih belum bertemu dengan orangnya. Sara sempat berpikir untuk pulang ke rumah dan menemui orangtuanya sebentar saja, Namun itu tidak mungkin. Karena pasti Abi nya tidak akan menerimanya lagi untuk masuk ke rumah itu sebagai putrinya.
*******************
Mohon dukungannya.....
Mari saling bekerja sama....
jadi penasaran