Devan Pramudya, pemuda tampan ini harus terpaksa menyaksikan perbuatan tak senonoh calon istrinya tepat di depan mata. Pernikahan yang beberapa hari lagi akan digelar terancam batal.
Rina yang tak ingin anaknya mendapatkan reputasi buruk dan mencoreng nama perusahaan itu, mendesak Devan untuk tetap melanjutkan pernikahan.
Arabella Maharani, gadis penjual susu kedelai ini tak sengaja menabrak mobil Devan. Alhasil, mobil tersebut memiliki kerusakan membuat Arabella harus bertanggung jawab.
"Menikahlah denganku!" seru Devan.
"Apakah kau gila? Aku menabrak mobilmu. Apakah otakmu juga ikut mengalami kerusakan?!" ketus Bella.
"Bukankah ini tawaran yang langka, Nona? Banyak wanita yang ingin mendapatkan tawaran ini. Lagi pula jangan sok jual mahal! Tampangmu sama seperti botol susu yang kau bawa," ucap Devan sinis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Puspitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Botol Susu
Bella menghirup udara di malam hari yang tampak sejuk dan menenangkan. Sudah banyak hal yang dilaluinya. Saat menduduki bangku SMP, Bella kehilangan ayahnya.
Demi mencari nafkah menjadi sebagai supir truk pengangkut barang, ayahnya rela berangkat pagi hari dan baru pulang saat di malam hari.
Terkadang Bella merasa belum puas untuk menatap wajah sang ayah, akan tetapi takdir berkata lain. Sang pencipta lebih menyayangi ayahnya.
Mulai saat itu, Bella membantu ibunya untuk berjualan yang awalnya hanya berjualan gorengan saja untuk menyambung hidup serta biaya sekolah Bella.
Ibunya selalu memberikan uang jajan meskipun tak banyak. Namun, Bella lebih memilih untuk menyimpan uang tersebut. Jika ada kebutuhan mendesak, Bella tak meminta lagi pada ibunya.
Saat Bella duduk di bangku SMA, ibunya mencoba untuk menjual susu kedelai. Dan dari situlah bisnis kecil-kecilan ini dimulai. Hingga Bella akhirnya di terima bekerja di Star Hotel, yaitu hotel yang dikelola oleh Ferdy.
Setelah genap dua tahun, gadis itu pun memutuskan untuk berhenti bekerja. Ia menggantikan ibunya mengantar susu kedelai pada langganan mereka.
Dan kini, gadis itu menikah dengan seorang pengusaha muda yang terkenal. Dan hal tersebut serasa mimpi bagi Bella. Meskipun suaminya tak menyukai dirinya, akan tetapi Bella bersyukur, dengan pernikahan ini Bella sedikit mengangkat derajat ibunya. Yang awalnya mereka dipandang remeh, sekarang pandangan mereka berubah drastis.
Bella menghirup oksigen dengan rakusnya lalu mendongakkan kepalanya menatap bintang yang bertaburan menghiasi langit malam.
"Ayah, apakah kisahku sudah bisa disebut seperti Cinderella?" gumam Bella bermonolog. Gadis itu mengembangkan senyumnya sembari menatap langit.
Devan sedari tadi menatap Bella yang tengah duduk di kursi yang berada di halaman rumahnya. Sesekali ia mengikuti arah pandang Bella yang melihat bintang di langit malam.
Devan menatap senyum itu, perlahan ia menyesap kopi yang ada di tangannya tanpa mengalihkan pandangannya pada Bella. Saat Bella tersenyum, Devan pun ikut tersenyum.
"Dasar gadis aneh!" gumam Devan mengatai Bella.
Tak lama kemudian, ponsel yang ada dalam sakunya bergetar. Devan pun merogoh benda pipih tersebut di dalam sakunya.
"Aishhh ... Dia masih saja menggangguku!" tukas Devan kesal. Ia menekan reject pada layar ponsel tersebut.
"Jika kau tak mengkhianatiku, mungkin saat ini kita sudah menikmati kebahagiaan dalam pernikahan. Namun, kau menghancurkan segalanya, Nadia. Sebanyak apapun tentangmu tersimpan dalam memoriku, tak kan membuatku kembali padamu lagi," gumam Devan seraya mengarahkan pandangannya lurus ke depan.
Setelah cukup lama duduk di depan, Bella pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah lagi. Gadis itu berjalan menuju ke kamarnya.
Saat membuka pintu, ia melihat Devan yang tengah mengotak-atik ponselnya di atas kasur. Menyadari Bella masuk ke dalam kamar, membuat Devan merebahkan dirinya.
Pria itu berusaha tidur di tengah-tengah sembari merentangkan kaki dan tangannya agar memenuhi ruang tempat tidur tersebut.
"Huhh?!" Bella mendengkus melihat sikap Devan yang terlalu kekanak-kanakan.
"Kau tenang saja, aku tidak akan tidur di tempat tidurmu!" ketus Bella.
"Baguslah jika kau sadar. Aku tak perlu bersusah payah lagi menjelaskan jika badanku terasa sakit semua akibat tidur di bawah semalam," timpal Devan dengan angkuh.
Bella menirukan ucapan serta nada bicara suaminya dengan nada mengejek.
"Kau ...." tunjuk Devan.
Bella menatap Devan dengan muka masam. Gadis itu berjalan menuju ke lemari. Mengambil kasur lantai yang biasa ia tiduri lalu membentangkannya.
Bella menarik bantal yang ditiduri oleh Devan hingga membuat kepala pria itu sedikit terhempas ke kasur.
"Apa kau gila? Bukankah di dekatmu itu ada bantal. Kenapa harus menarik bantal yang sudah ku tiduri," umpat Devan kesal.
"Uppsss ... Maaf,.aku sengaja." Bella menutup mulutnya dengan tangan.
"Untung saja kau seorang wanita. Jika dirimu pria, sudah lama ku hajar kau habis-habisan," ujar Devan.
"Ya, beruntung aku seorang wanita. Jika aku pria, mungkin aku tidak berani untuk tidur sekamar denganmu!" balas Bella yang tak mau kalah.
"Ku tegaskan padamu, bahwa aku itu pria normal! Bukan seorang gay!" seru Devan.
"Ya ya ya, aku mengerti hal itu adalah privasimu. Aku juga tahu jika kau takut ketahuan pada dunia yang seketika membuat karirmu hancur bukan?" tukas Bella.
"Percuma menjelaskannya pada orang yang bodoh sepertimu!" cerca Devan.
"Aku bodoh? Berarti kau mengatai bahwa mama mertua juga bodoh! Dia tahu tentangmu, Devan!" balas Bella.
"Stop!.Aku perlu tidur! Berdebat denganmu juga tidak ada gunanya, silahkan berargumen sendiri karena aku tidak akan peduli!" tukas Devan langsung menggeser tubuhnya serta menutup wajahnya dengan selimut.
"Siapa juga yang peduli denganmu!" Bella pun memiringkan tubuhnya berlawanan arah dengan Devan.
Setelah berdebat, perlahan mata keduanya pun terpejam. Mereka larut dalam tidur mereka menuju ke alam mimpi.
....
Malam pun berganti pagi. Devan tampak rapi dengan setelan kantornya berwarna hitam. Sementara Bella hari ini tampak cantik dengan mengenakan dress berwarna mocca, serta rambut yang dicepol.
"Tidak biasanya kau tampak rapi seperti ini," celetuk Devan.
"Hari ini aku akan mengikuti kelas memasak. Mama mertua sudah mendaftarkan ku," timpal Bella sembari menatap tampilannya di cermin.
"Kau tahu, jadi istrimu itu sangatlah rumit. Jadi, kau harus membayar ku!" tukas Bella.
"Ckckck, bisakah sehari saja kau tidak membahas tentang uang," timpal Devan.
"Tidak bisa, uang adalah yang terpenting bagiku."
"Terserah kau saja," ujar Devan.
Pria itu berjalan menuju pintu, ia pun membuka handle pintu. Saat pintu tersebut terbuka, dengan gerakan cepat Bella menerobos keluar lebih dulu.
"Kau, ..." Devan menatap nyalang.
"Sesekali kau yang membukakan pintu untuk orang lain," ujar Bella sembari menjulurkan lidahnya mengejek Devan.
"Rasanya ingin sekali aku membuatmu menjadi kecil dan menelanmu bulat-bulat," cecar Devan yang sudah merasa gemas dengan tingkah sang istri.
Bella memperlambat langkahnya. Gadis itu sengaja membuat dirinya terlihat akur dengan sang suami di depan mertuanya. Apalagi kemarin Rina pernah meminta agar membuat Devan jatuh cinta padanya meskipun itu mustahil.
Keduanya mengambil posisi duduk berhadapan dengan Rina. Mereka pun menikmati sarapan pagi harinya.
Devan melirik ke arah Bella. Gadis itu membuat perubahan yang cukup besar. Dari segi makan, Bella menjadi lebih santai tidak terlalu terburu-buru seperti biasanya.
"Wah ... mama cukup mengesankan karena bisa membuat perubahan yang besar padanya," celetuk Devan sembari menyeka mulutnya menyudahi sarapannya itu.
"Tentu saja, lihatlah! Bahkan Bella lebih anggun dari biasanya," ujar Rina.
Mendengar hal tersebut membuat Bella sedikit besar kepala dan memperlihatkan keangkuhannya pada Devan.
Devan memalingkan wajahnya sembari menertawai sikap Bella. "Tetap saja dia terlihat seperti botol susu," cerca Devan.
Mendengar pernyataan tersebut, membuat Bella hanya tersenyum sembari menahan amarahnya.
"Tunggu pembalasanku, Devan!" batin Bella.
Bersambung...
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya jika ada.
Yang belum favorit yuk difavoritkan, supaya mendapatkan notifikasi update terbaru nya~
ig: ayasakaryn24