Sebuah perjalanan hidup anggota keluarga black economy.
Ranum Anatoly anak ketiga dari keluarga Loshad. Ranum adalah pria yang selalu fokus dalam setiap misinya. Dia tidak pernah melibatkan orang banyak untuk membantu misinya.
Misi pertama yang diberikan untuk Ranum saat usianya 18 tahun adalah bertemu dengan pembeli senjata terbesar di Australia yaitu Master Wu.
Tapi dari pertemuan itu, Ranum melihat banyak sekali kejanggalan yang merujuk pada hilangnya truk keluarga Loshad yang berhasil dicuri oleh orang tak dikenal disekitar Cowwabie.
Setelah berhasil menemukan fakta tentang truk keluarga Loshad yang hilang, Ranum segera menyerang Krowned Towers milik Master Wu. Setelah penyerangan Krowned Towers, Ranum menghilang bertahun - tahun.
Kemanakah Ranum menghilang? Apakah dia tewas saat penyerangan?
Ikuti terus novel Ranum untuk mengetahui perjalanan hidup Ranum Anatoly yang semakin penuh rintangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khebeleteee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEPALA SIPIR
Tiga sipir itu membawa Ranum ke ruang kepala sipir. Di ruangan itu ada pria gemuk sedang duduk santai di kursi menunggu kedatangan Ranum.
“Mark Kelly.” Orang itu menyapa Ranum. “Setelah membantai seluruh orang di krowned towers, membantai anggota kepolisian dan ASIS, sekarang membantai para tahanan.” Orang itu tertawa kecil.
“Maaf aku lupa memperkenalkan diri. Aku-“
“Alonso Goralski, kepala sipir.” Ranum memotong. “Itu sangat jelas terpampang di mejamu.” Lanjut Ranum datar.
“Syukurlah kamu mengenalku.” Kepala sipir itu tersenyum. “Silahkan duduk.” Lanjut kepala sipir itu mempersilahkan Ranum untuk duduk.
Ranum duduk di kursi yang ada di depan meja kepala sipir.
“Di luar dan dalam penjara selalu mencari keributan. Sebenarnya apa maumu?” Alonso menatap Ranum dengan tajam.
“Rokok.” Ranum menjawab singkat.
“Begitu caramu meminta rokok ke sesama tahanan?” Alonso bingung. “Kamu tahu kalau Bert adalah salah satu sumber penghasilanku? Hanya karna rokok kamu membunuh sumber uangku!” lanjut Alonso melotot.
Ranum mengangkat bahunya.
Alonso Goralski sudah menjadi kepala sipir di penjara ini selama puluhan tahun, dia suka memeras para tahanan. Baginya para tahanan adalah ladang uang. Siapapun yang berani membayar, dia bisa memenuhi apapun kebutuhan para tahanan. Bert salah satu orang yang membayar Alonso untuk mendapatkan keamanan dan apapun kebutuhannya. Bert menggelontorkan dana 500 dollar AUD setiap pekan untuk Alonso.
“Aku sudah kehilangan satu sumber penghasilan karena dirimu.” Alonso memukul meja. “Jadi kamu harus membayarku 500 dollar tiap pekan.” Lanjut Alonso tersenyum.
Ranum menguap, menggaruk kepalanya dengan tangan yang masih terborgol.
“Jika kamu tidak mampu membayar 500 dollar, aku memiliki tugas khusus untukmu sebagai gantinya.” Alonso tersenyum ke arah Ranum.
Ranum melihat ke arah jam yang ada di dinding.
“Hei Mark, apa kamu mendengarkanku?”
Ranum kembali melihat ke arah Alonso.
“Jika kamu tidak mampu membayarku 500 dollar setiap pekan, kamu harus menghabisi kelompok Jose phillips. Bajingan itu sangat di takuti di penjara ini, dan dia salah satu kelompok yang bisa mengancam bisnisku di penjara ini.” Alonso dengan wajah serius. “Aku akan memberikanmu ini jika kamu bisa menghabisi kelompok Jose.” Lanjut Alonso mendorong kantong kertas berisi burger, minuman bersoda dan kentang goreng.
Ranum mendorong balik kantong kertas berwarna coklat tersebut.
“Apa sudah cukup bicaranya?” Ranum bertanya ke Alonso. “Aku ingin kembali ke lapangan.” Lanjut Ranum.
“Apa dari tadi kamu tidak mendengarkan omonganku! Kamu haru menghabisi kelompok Jose! Kalau tidak aku akan membuat hidupmu tidak tenang di penjara ini!” Pria bertubuh gemuk itu menatap Ranum penuh amarah.
“Lakukan saja apa yang ingin kalian lakukan.” Ranum berdiri dari kursi. “Aku bukan seorang pesuruh.” Lanjut Ranum sambil berjalan keluar dari ruangan itu.
“Hidupmu tidak akan tenang di penjara ini!” Alonso berteriak.
Ranum mengabaikan ocehan Alonso dan tetap berjalan keluar dari ruangan.
***
Ranum menemui salah satu sipir yang ada di depan pagar lapangan.
“Tolong lepaskan borgol ini.” Ranum berbicara ke sipir.
Sipir itu melepaskan borgol dari tangan Ranum.
“Terima kasih.” Ranum berjalan masuk ke lapangan, lalu duduk di sebelah Melvin.
“Kamu dibawa kemana?” Melvin bertanya ke Ranum.
“Menemui kepala sipir.” Ranum menjawab datar. “Boleh aku minta rokokmu lagi?” Lanjut Ranum.
“Apa yang kamu lakukan di ruangan itu?” Melvin memberikan sekotak rokok ke Ranum.
“Hanya bincang – bincang biasa, mungkin orang itu butuh teman ngobrol.” Ranum mengambil sebatang rokok milik Melvin.
“Tadi aksimu hebat sekali Mark!” Melvin takjub. “Aku tidak pernah melihat orang bisa membunuh dengan sekali pukulan seperti itu! Kau benar – benar gila!” Lanjut Melvin semakin takjub.
Ranum hanya diam sambil membakar rokoknya.
“Darimana kamu belajar bertarung sehebat itu?” Melvin antusias. “Kamu bisa menghabisi 8 orang seperti membunuh semut. Bisakah kamu mengajariku?” Lanjut Melvin bertanya.
Ranum mengangkat bahunya. “Berikan saja aku rokok setiap hari, aku akan melindungimu.” Ranum sambil menghisap rokoknya.
“Baiklah bos! Aku akan memberikan apapun yang kamu mau!” Melvin berseru kegirangan. “Mulai sekarang aku akan menjadi anak buahmu. Apapun yang kamu butuhkan, kamu bisa menyuruhku untuk melakukannya!” Lanjut Melvin sangat antusias.
“Cukup rokok. Dan kamu temanku bukan anak buahku.” Ranum berbicara datar.
“Apa! Sekarang kamu sudah menganggapku menjadi teman? Terima kasih banyak Mark. Aku tidak akan mengecewakanmu.” Melvin kegirangan lalu memeluk Ranum.
“Bisa kamu lepaskan pelukanmu ini?”
“Oh maafkan aku, refleksku sangat buruk jika sedang bahagia.” Melvin melepaskan pelukannya. “Terima kasih banyak Mark.” Lanjut Melvin.
“Terima kasih juga rokoknya.”
“Apapun untukmu kawan.” Melvin tertawa kecil.
“Apa yang kamu ketahui tentang Jose Phillips?” Ranum bertanya ke Melvin.
“Kamu lihat orang yang sedang mengangkat besi disana?” Melvin menunjuk orang yang sedang mengangkat besi. Orang itu memiliki kulit coklat, tato penuh di seluruh tubuh, dengan gaya rambut mohawk dan tinggi badan sekitar 210cm. “Itu Jose phillips. Dan orang – orang yang berada disekitarnya itu adalah anak buahnya.” Lanjut Melvin.
Ranum melihat ke arah Jose yang dikelilingi anak buahnya yang berjumlah lebih dari 20 orang.
“Tidak ada yang berani menatapnya, di blok ini dia sangat berkuasa, semua orang takut dengannya, belum ada tahanan yang berani melawannya. Julukannya “the beast”. Dia masuk ke penjara ini sudah sekitar 8 tahun, dari awal dia masuk, belum pernah ada yang berani menyentuhnya. Dia dipenjara seumur hidup akibat pembunuhan dan pemerkosaan. Tidak sedikit dari korbannya anak kecil. Dari kabar yang beredar dia suka memperkosa mayat juga, jadi dia membunuh korbannya dulu baru di perkosa. Dan yang paling menakutkan dari semua kabar yang beredar, dia sudah membunuh ratusan orang. Termasuk keluarganya sendiri.” Lanjut Melvin menjelaskan.
“Menarik.” Ranum tersenyum, menghembuskan asap dari mulutnya.
“Maksudmu menarik apa?” Melvin bertanya bingung. “Apa kamu tidak mendengarkan ceritaku barusan? Apa kamu tidak takut? Dia sangat disegani semua tahanan di blok ini. Semua sipir juga takut kepadanya, termasuk kepala sipir.” Lanjut Melvin.
“Aku takut.” Ranum menjawab datar. “Itu cerita yang sangat mengerikan, terutama yang bagian anak kecil itu. Itu membuatku sangat takut.” Lanjut Ranum.
“Sebaiknya kamu jangan mencari masalah dengannya, aku tidak mau kehilangan teman satu sel.” Melvin berbicara ke Ranum.
Ranum mengangguk.
“Kenapa kamu bertanya soal Jose Phillips?” Melvin bertanya ke Ranum.
“Hanya penasaran saja.”
“Kepala sipir membahasnya denganmu saat di ruangannya tadi?” Melvin penasaran.
Ranum menggeleng pelan.
“Bagaimana kamu bisa tahu nama itu?” Melvin tetap penasaran.
Ranum hanya mengangkat bahunya.
“Kamu benar – benar tidak ada kepikiran untuk membantai Jose Phillips dan kelompoknya kan?” Melvin bertanya memastikan.
Ranum kembali mengangkat bahunya.
“Aku anggap itu tidak.” Melvin berbicara ke Ranum. “Bagaimana kamu mendapatkan luka di tubuh sebanyak itu? Sepertinya banyak luka baru juga di tubuhmu. Perbannya sangat jelas terlihat.” Lanjut Melvin bertanya.
“Tidak banyak, hanya beberapa. Sebagian aku dapatkan karena terjatuh dari motorku. Bukan masalah serius.”
“Jelas terlihat luka – luka itu sangat serius. Sebaiknya kamu periksa di klinik penjara, sekalian ganti perban – perban itu. Aku rasa lukamu butuh perban baru. Dan kamu sangat beruntung memiliki alasan untuk sering mengunjungi klinik. Dokter wanita yang bernama Lesley Valentina Mitchell sangat cantik, dia dokter yang paling di idamkan di penjara ini. Kecantikannya seperti artis terkenal Margot Robbie, malah menurutku lebih cantik dokter Lesley. Jika aku memiliki luka – luka itu, aku akan sering berkunjung dan menemui dokter Lesley. Idaman sekali memang dokter itu.” Melvin tersenyum membayangkan wajah dokter itu.
Ranum hanya terdiam melihat Melvin yang sedang senyum – senyum tidak jelas, lalu pergi meninggalkan Melvin sendirian. Saat Melvin sadar, dia bingung Ranum sudah tidak ada di sebelahnya.
“Mark.” Melvin berseru bingung. “Mark.” Lanjut Melvin masih mencari Ranum. Melvin langsung berlari ke arah bangunan penjara blok C untuk mencari Ranum.