NovelToon NovelToon
Pelakor Akan Kurebut Kembali Suamiku

Pelakor Akan Kurebut Kembali Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Pelakor
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Karena pria yang mencintainya meninggalkan dirinya di hari pernikahannya membuat Lavanya mau tidak mau harus menikah dengan Mike.
Mike berusaha untuk menjalani pernikahan mereka meski pernikahan itu didasari tanpa cinta dan Lavanya tidak mudah membuka hatinya.
Percekcokan terjadi di antara mereka, Lavanya benar-benar tidak ingin mencoba untuk rumah tangganya dan tidak mungkin berpisah karena keluarga calon suaminya itu dikenal oleh orang banyak dan sangat terhormat.
Sahabatnya masuk dalam rumah tangga mereka dan menghancurkan rumah tangga itu dengan Mike mencari kenyamanan pada Arumi.
Ketika Lavanya menyadari adanya yang tidak sehat dalam rumah tangganya, bagaimana dirimu manfaatkan dan terlalu sibuk untuk dirinya dan sampai akhirnya mengetahui perselingkuhan suaminya. Lavanya ternyata tidak mundur dan justru maju untuk merebut suaminya kembali.

Bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan antara Mike dan Lavanya. Apakah pada akhirnya Lavanya kembali mendapatkan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8 Ada Sesuatu

"Lavanya!" di tengah lamunannya yang terus memperhatikan orang-orang di sekitarnya seorang wanita menyapanya.

"Naomi...." Naomi sekretaris suaminya tersenyum kepada Lavanya.

"Boleh duduk di sini?" tanyanya.

"Boleh," sahut Lavanya.

"Takutnya tidak sopan jika duduk satu meja bersama dengan istri pimpinan," ucap Naomi.

"Kamu terlalu berlebihan, kita sudah mengenal sejak dulu, kita teman SMA dan juga satu kampus, masa iya pertemanan kita harus menjadi batasan karena aku hanya menjadi istri dari atasan kamu," ucap Lavanya yang selalu berbicara begitu tenang dan lembut.

"Ya, siapa tahu saja Lavanya yang aku kenal dulu, lugu dan anggun berubah menjadi sedikit sombong karena sudah menjadi istri dari kalangan orang kaya," sahut Naomi.

"Aku tetap menjadi Lavanya yang dulu, aku tidak ingin mengubah apapun yang ada pada diriku hanya untuk kesenangan orang lain," ucap Lavanya.

"Aku suka dengan pendirian kamu," sahut Naomi.

"Naomi aku ingin menanyakan satu hal kepada kamu," ucap Lavanya.

"Apa itu?" tanya Naomi.

"Apa penampilanku terlalu norak dan tidak pantas menjadi tamu undangan di tempat ini?" tanyanya.

"Tidak! sudah gitu kamu berpenampilan biasa saja, tidak berlebihan, di sini juga bukan hanya kamu yang memakai hijab tapi juga ada beberapa tamu yang lain dan tidak ada yang salah menurutku," jawab Naomi.

Lavanya tidak berbicara apapun, dia hanya merasa penampilannya selalu dipermasalahkan oleh ibu mertuanya dan dianggap kampungan yang tidak setara dengan dirinya, tidak fashionable, tidak memiliki aturan dan selalu berbuat tampilan tanpa melihat tempat.

Ternyata di sisi lain ada sepasang mata yang memperhatikan mereka, Mike sepertinya terlihat panik yang berkali-kali mengusap keringat di dahinya. Mike merasa tidak tenang yang akhirnya menghampiri Naomi dan istrinya.

"Hmmmm!" Mike berdehem

"Pak!" Naomi langsung berdiri dengan menundukkan kepala.

"Hmmmm, Naomi, aku mau mengambil makan dulu! Kamu mau sekalian tidak?" tanya Lavanya.

"Tidak Lavanya, nanti aku bisa mengambil sendiri," jawab Naomi.

"Ya sudah, kalau begitu aku ambil dulu!" Lavanya berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi.

"Bapak butuh sesuatu?" tanya Naomi.

"Apa yang kamu lihat tadi di ruangan saya anggap saja kamu tidak melihat apa-apa dan tidak perlu memikirkan apapun, ini masalah Saya dan juga tidak perlu ada pembicaraan hal ini kepada istri saya!" tegas Mike memang belum sempat mengingatkan sekretarisnya untuk tutup mulut.

"Maaf. Pak, jika saya lancang memasuki ruangan bapak tanpa mengetuk pintu, jujur saya pikir tidak ada orang di dalam, Bapak baru saja keluar bertemu dengan klien," ucap Naomi mencoba untuk menjelaskan.

"Ya, saya maklumi hal itu, lain kali sebelum masuk harus mengetuk pintu dulu dan saya berharap kamu tidak membahas apapun kepada Lavanya!" tegas Mike.

"Baik. Pak," sahut Naomi dengan menunduk dan kemudian Mike langsung pergi setelah mengingatkan kepada sekretarisnya itu.

"Jadi sungguh mereka memiliki hubungan spesial? Pak Mike tampak begitu panik, kasihan Lavanya jika pernikahannya dikhianati dan terlebih lagi orang yang melakukannya adalah sahabat? Apa yang membuat Pak Mike harus berselingkuh, Lavanya gadis yang tidak macam-macam dan bahkan wanita baik, dia juga tidak pernah memanfaatkan kemewahan yang dimiliki keluarga suaminya untuk kepentingannya," batin Naomi.

********

Karena acara pada pesta tersebut membuat Lavanya tidak nyaman yang akhirnya Lavanya memilih untuk pulang sendiri yang pasti diantar oleh sopir.

"Terima kasih. Pak," ucap Lavanya dengan tersenyum dan kemudian menaiki anak tangga menuju rumah mewah milik mertuanya.

Lavanya melangkah memasuki rumah, sampai, menaiki anak tangga menuju kamarnya.

Prang....

Lavanya seketika menjadi kaget ketika suara benda jatuh yang membuatnya menghentikan langkah, dalam hitungan detik tiba-tiba saja Clara keluar dari ruang kerja, sama halnya dengan Clara yang juga mendadak kaget, mata melotot dan tidak menyangka jika bisa bertemu dengan Lavanya.

"Clara....." ucap Lavanya.

Clara justru terlihat panik menutup pintu kamar dengan cepat dan langsung melangkahkan kakinya begitu sangat buru-buru. Lavanya semakin bingung dengan sikap Clara yang membuatnya sampai membalikkan tubuh melihat pergerakan Clara yang mencurigakan.

"Ada apa dengannya? kenapa buru-buru sekali dan apa yang dia lakukan? Apa ada barang jatuh?" ucap Lavanya.

Lavanya bahkan ingin memasuki ruang kerja tersebut tetapi tidak jadi.

"Aku tidak punya hak untuk masuk, ini adalah ruang privasi Papa, tidak semudah itu untuk dimasuki," batin Lavanya mengundurkan niatnya yang pada akhirnya memilih untuk meninggalkan tempat tersebut.

Lavanya memasuki kamarnya dengan meletakkan tasnya di atas tempat tidur. Lavanya merasa lelah dan pada hati tidak ada kegiatan apapun yang dia lakukan.

"Lavanya melangkah menuju jendela kamarnya. Matanya menoleh ke bawah dengan mengerutkan dahi ketika mobil berhenti di depan rumah mewah tersebut

"Bukankah itu mobilnya Arumi?" batin Lavanya sangat mengenali bagaimana mobil sahabatnya itu.

"Tetapi justru ada hal yang mengejutkan bagi Lavanya ketika seseorang yang keluar dari mobil itu tak lain adalah Mike membuat Lavanya mengerutkan dahi.

"Kak Mike, apa mereka pulang bersama? bukankah biasanya kak Mike memiliki mobil sendiri dan tidak biasanya menumpang dengan mobil orang lain?" ucap Lavanya kebingungan.

Belum lagi dia melihat bagaimana Mike yang tidak langsung memasuki rumah tetapi melambaikan tangannya dengan sedikit menunduk kepada Arumi yang membuka pintu kaca mobil.

Lavanya memperhatikan suaminya tampak tersenyum dan begitu juga dengan sahabatnya yang membuat Lavanya sampai tidak mengerti.

Lavanya menghela nafas, kemudian menutup tirai jendela kamar.

"Kenapa tiba-tiba perasaanku aneh, padahal tidak ada apapun yang menurutku aneh, semuanya biasa saja, tetapi karena apa seperti ada sesuatu?" batin Lavanya kebingungan.

Lavanya bahkan sampai memegang dadanya yang berdebar sejak tadi. Lavanya seketika merasa was-was dan benar-benar tidak memahami situasi yang dihadapi sekarang.

********

"Kalian tidak ada yang mengakui siapa yang telah masuk ke ruang kerja saya?" Lavanya pagi ini menuruni anak tangga mendengar suara teriak-teriak dan terlihat di ruang tamu tampak ayah mertuanya Ibu mertuanya suaminya Clara dan juga beberapa orang pelayan yang memiliki tugas di lantai 2 telah dikumpulkan yang saat ini Mereka tampak menunduk.

"Kalian tidak punya mulut!" bentak Brahmana dipenuhi dengan kemarahan.

"Ma-maaf tuan, tetapi kami benar-benar tidak berani memasuki ruang kerja tuan," sahut salah seorang wanita yang berani memberi jawaban.

"Lalu jika tidak ada yang masuk ke ruang kerja saya, mengapa saya kehilangan jam mewah saya yang harganya fantastis!" ucap Brahmana tampak begitu marah dan tetap saja parah pembantu itu tidak ada yang mengakui karena memang merasa mereka tidak melakukan kesalahan apapun.

Brahmana merasa ada sepasang mata yang memperhatikannya membuatnya melihat ke anak tangga.

"Lavanya, kamu semalam pulang ke rumah lebih awal? Apa kamu melihat ada yang masuk ke dalam ruang kerja saya?" tanya Brahmana langsung to the point bertanya pada Lavanya.

Clara yang duduk terlihat panik. Mata Clara bahkan melihatnya yang membuat Clara semakin panik.

"Lavanya kenapa kamu diam? Apa salah satu pembantu yang ada di rumah ini masuk ke ruangan saya?" tanya Bramana kembali.

"Pa, percuma juga bertanya padanya, nanti juga tidak akan mengerti ruangan mana yang dimaksud," sahut Clara mencoba untuk mengalihkan suasana tersebut dan mengalihkan Lavanya agar tidak mengatakan apapun.

"Kalian bubar dari hadapan saya sebelum saya berbuat yang tidak-tidak, pusing kepala saya!" umpat Bramana ternyata tidak jadi menunggu jawaban dari Lavanya.

Bersambung.....

1
sunaryati jarum
Itu kelakuan adikmu kan,Mike
sunaryati jarum
👋👋 untuk Lavanya
sunaryati jarum
Jika hubungan kamu dengan Arumi tidak segera kau akhiri , reputasimu akan buruk,Mike, apalagi ayahmu peserta pemilu.
sunaryati jarum
Kamu masih mengejar Mike, Mikenya juga bodoh tidak segera memutuskan hubungan perselingkuhannya dengan Arumi.
sunaryati jarum
Kata ingin memperbaiki seharusnya momen seperti itu kesempatan.untuk lebih dekat
sunaryati jarum
Isinya masih tulisan lama
sunaryati jarum
Namanya pelakor ya tidak tahu malu bahkan nekat
sunaryati jarum
Mike segera putuskan hubungan kamu dengan Arumi, dan langsung blokir kartu kreditnya,dan antisipasi jika dia tidak terima,atau berbuat onar.Ingat ayahmu mengikuti pemilihan,jika skandal perselingkuhan kamu terendus media atau terkuak publik biasa menghancurkan t
reputasinya , kamu dan seluruh keluarga
sunaryati jarum
Kamu sungguh bodoh mengapa harus menemui.Arumi? Tinggal blokir kartu kredit yang dibawanya,bereskan!! 🤣🤣 Itulah selingkuh yang telah dicurigai,ada yang mudah dan simpel pilih yang rumit
sunaryati jarum
Nah tak bisa jawab ,Mike
sunaryati jarum
Ganti Thoor,judulnya
Nonecis: Kenapa ganti Kak?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!