NovelToon NovelToon
Ternyata Suami Ku Kepala Mafia

Ternyata Suami Ku Kepala Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:179.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yanti sihite

Nadia Zaliva baru-baru ini berhasil memasuki polisi wanita (Detektif), namun di balik itu kedua orang tua Nadia tidak mengetahui kalau dirinya berhasil lulus.

Setelah ia kembali ke rumah, ia berencana untuk memberitahu mereka kalau dirinya telah berhasil, tetapi yang diharapkan tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan begitu ia memasuki rumah mewah kedua orang tuannya.

Yok baca yok.. Apa yang membuat Nadia menghentikan apa yang ingin dia beritahu kepada kedua orang tuanNya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti sihite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Seperginya Zico, Nadia langsung menatap mereka dengan tajam, "Apa buktinya kalau kakak saya menjual saya kepada kalian?".

Si pria bertato itu tersenyum sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, lalu menunjukkan sebuah video kepada Nadia, dimana Elisa menerima uang sebanyak 1 tas kecil serta Nadia melihat Elisa menandatangi sebuah kertas putih atas isi surat dari perjanjian mereka. "Astaga kak Lisa" Lemas Nadia tak habis pikir dengan saudaranya itu.

"Sekarang kamu sudah percaya? bawa dia ke dalam kamar itu lagi".

"Siap".

"Tunggu" Tahan Nadia.

"Ada apa?".

"Boleh saya bertanya?".

Si pria bertato itu mengerutkan keningnya.

"Pria itu, siapa pria yang berada didalam kamar itu?" Tanya Nadia penasaran. "Sedang apa dia di situ?".

"Kenapa kamu bertanya tentangnya?".

"Tidak, saya hanya penasaran saja tentang pria itu".

"Jangan banyak bertanya. Cepat bawa dia" Mereka segera membawa Nadia kedalam kamar David kembali, disana ia melihat David tengah merokok dekat jendela. "Masuk" Dorong mereka di tubuh Nadia.

Kemudian Nadia mendekati David, dengan takut ia mencoba menyentuh lengan kekar David. "Tuan David" Panggilnya.

"Kenapa kamu kembali?" Tanya David.

Nadia merasa legah, "Tidak tau, mereka memaksa ku masuk kemari lagi. Terus, bagaimana dengan tuan? tuan tidak berangkat ke kantor".

"Tidak" Jawab David mengingat hari ini adalah hari rapat pemegang saham hotel A.

"Kenapa tuan? apa tuan masih merasa tidak enak badan?".

David langsung membalikan badannya menghadap Nadia, kemudian melirik jam tangannya, "Kamu tidak bekerja? bisa kamu ikut aku?".

"Apa?".

"Ayo" Tariknya membawa Nadia pergi dari dalam sana.

"Hhhmmm?" Heran Nadia melihat tangan David hanya mendorongnya saja pintu tersebut bisa terbuka, "Ba-bagaimana bisa pintu itu terbuka?".

Sekeluarnya mereka dari dalam kamar, beberapa pria bertubuh besar itu mendatangi David dan Nadia, "Tuan".

"Siapkan pakaian saya dan juga wanita ini" Perintah David.

"Baik tuan" Mereka segera menyiapkan pakaian David dan Nadia di dalam ruang ganti, setelah itu mereka menyuruh David masuk.

"Masuklah duluan".

"Mmmmmm" Angguk Nadia memasuki ruangan ganti, disana ia melihat sebuah gaun cantik tengah tergantung tepat di samping pakaian David. "Wah, gaunnya cantik sekali" Kagum Nadia dengan mata berbinar-binar. Setelah itu, Nadia segera mengganti pakaiannya.

Tidak ingin membuat David lama menunggu di luar, ia segera keluar dari dalam. "Sudah tuan".

"Mmmmmm" David memasukinya.

Sambil menunggu David selesai, Nadia melirik ke arah pria berbadan besar itu dengan tatapan mata kesal. "Mereka pasti tidak tau kalau aku istrinya David, dasar bodoh" Umpat Nadia dalam hati.

Selesai David mengganti pakaiannya, mereka langsung pergi dari sana.

Di dalam mobil tidak ada suara, David dan Nadia memilih diam meskipun Nadia sedari tadi ingin mengajaknya mengobrol, namun tiba-tiba saja ia teringat kepada Zico. "Astaga, aku baru ingat. Tuan, bisakah saya meminjam ponsel tuan sebentar saja? kumohon".

David langsung memberinya, "Baik sekali dia langsung memberikan ponselnya. Baiklah, aku harus memberitahu Zico sebelum dia membawa polisi kesana" Batin Nadia.

DDDDRRRRTTTT.. DDDRRRTTTTTT...

"Kenapa Zico tidak menjawabnya?".

DDDDRRRRTTTT.. DDDRRRTTTTTT...

"Hey, ayo angkat Zico".

DDDDRRRRTTTT.. DDDRRRTTTTTT...

"Hallo" Jawab Zico.

"Akhirnya. Zico, ini aku Nadia, kamu tidak usah khawatir aku baik-baik saja".

"Nadia?".

"Mmmmmm.. Baterai ponsel ku habis, jadi aku meminjam ponsel orang lain. Kamu dimana?".

"Kami baru saja ingin berangkat, lalu kamu dimana Nad?".

"Aku sedang perjalan pulang kerumah Co, sebentar lagi aku akan tiba".

"Benarkah? kamu tidak sedang membohongi ku Nad?".

"Ayolah, aku mengatakan yang sebenarnya. Jangan khawatirkan aku".

"Aku tidak akan percaya sebelum aku melihat wajah mu".

"Baiklah, aku akan melakukan panggilan video supaya kamu percaya" Nadia mengganti panggilan tersebut hingga wajahnya terpampang jelas di depan kamera ponsel David. "Bagaimana, apa kamu sudah puas?".

"Mobil siapa?".

"Mobil yang punya ponsel. Kalau gitu aku akhiri dulu yah, nanti aku akan menghubungi mu kemba..

"Nadia tunggu" Tahan Zico.

"Ada apa?".

"Kamu benar-benar baik-baik saja? aku melihat pakaian mu bukanlah pakaian yang tadi kamu gunakan".

"Tentu saja aku menggantinya, kamu mau papa sama mama ku khawatir?".

Zico tersenyum tipis, "Ya sudah, sampai dirumah kamu harus memberitahu ku. Aku akan mengizinkan mu kepada pak Bayus".

"Mmmmm.. Terima kasih Zico".

"Iya, hati-hati dijalan".

Begitu Zico mematikan ponselnya, ia mengembalikan ponsel David, "Terima kasih. Tadi itu rekan satu kerjaan ku, aku takut dia khawatir, soalnya dia juga terjebak di tempat itu, tapi untung saja mereka melepaskan Zico".

David terdiam.

Sesampainya mereka di depan hotel A, Nadia melihat beberapa awak media sedang desak-desakan di depan pintu loby hotel. "Kenapa para media banyak sekali disana?" Gumam Nadia.

"Turun".

"Mmmmm".

Di depan mobil David melihat kearah loby, disana ia melihat beberapa pemegang saham tengah tersenyum manis di depan kamera dengan sombongnya. "Ada apa tuan?" Tanya Nadia, namun bukannya menjawab, David malah langsung pergi saja menuju loby dengan kaca mata hitamnya. "Ck, kenapa harus ditinggal sih? bukankah dia sendiri yang mengajak ku datang kemar.." Gantung Nadia melihat beberapa masyarakat datang ke hotel A dengan berpakaian serba kuning.

"Tuan" Tahan Nadia. "Itu, disana" Tunjuk Nadia kearah mereka.

David mengernyitkan dahi, ia tau kalau yang baru datang itu adalah para pengunjuk rasa. Setelah itu, David menghela nafas, lalu melangkah kembali. Tidak ingin bertanya, Nadia segera mengikuti David dari belakang.

Begitu David lolos dari media, Nadia tersenyum. "Ada apa?" Tanya David menghentikan langkahnya.

"Hhhmm? aahh.. tidak, aku hanya heran saja. Bagaimana bisa mereka tidak mengambil gambar mu atau mewawancarai mu tadi".

"Sekarang kamu sudah mulai berani yah menyebut ku kamu".

"Maaf".

"Hhhmmmsss.. Aku tidak suka di sorot".

"Mmmmmm" Gumam Nadia.

Di dalam aula, para media tengah sibuk mengambil gambar serta video kepada mereka yang akan menjadi pimpinan hotel A. "Tuan, apa hotel A seterkenal itu?".

"Diamlah".

Nadia menutup mulutnya, ia sadar yang sudah mulai berani kepada David. "Astaga, kenapa aku jadi merasa seakrab ini kepadanya" Senyum Nadia dalam hati.

Tidak lama kemudian, acara tersebut segera dimulai. Nadia melemparkan seluruh arah pandangan matanya kepada tamu yang hadir disana, namun saat itu juga ia melihat Hendrawan berada disana bersama dengan Robert. "Papa? sedang apa papa disini?".

Meskipun David mendengarnya ia memilih mengabaikan Nadia, hingga pada akhirnya Nadia memberitahunya, "Papa ada disana".

"Mmmmmm" Gumam David.

"Kamu sudah tau?".

"Mmmmmm".

"Oohh.. Aku pikir kamu belum tau. Lalu siapa paman yang di samping papa itu? kamu mengenalnya?".

David terlihat kesal, kemudian melihat Nadia yang merasa tidak bersalah, "Kalau kamu tidak bisa diam, sebaiknya kamu keluar dari sini".

"Maaf" Sesal Nadia.

Lalu David melihat kearah Hendrawan yang tertawa bersama dengan Robert dan yang lainnya membuat David merasa tidak suka berada disana. "Ada apa tuan?" Tanya Nadia menahan tangan David.

"Tuan David, silahkan duduk" Ucap pimpinan hotel A itu tersenyum.

"Hhhmmmsss" David kembali duduk sambil melihat kearah Hendrawan dan Robert yang juga sedang melihatnya dengan wajah tersenyum.

1
Evielin M Hamkah
sedih sangat-sangat😭😭😭😭😭terima kasih novel yg sungguh berkesan.
saya seperti dalam cerita awak,terima kasih sekali lagi,terbaik
Efrianti Sihite: Thank you 😍
total 1 replies
Alfia Ulfah
keren banget ceritanya thor
semangat thor di tunggu karya kelanjutannya
Efrianti Sihite: Terimakasih sudah singgah 🥰
total 1 replies
Yeni Desvita
wow sosweet 👍👍👏👏
Efrianti Sihite: Terimakasih 🥰
total 1 replies
Yeni Desvita
wow sosweet 👍👍👍👍
Indah Batam
aku mampir Thor, keren banget ceritanya, salam dari - Gairah Ayah Tiriku
Indah Batam: aaamiiiiinn,, makasih kembali Thor,, semangat untuk kita semua🥰🙏
total 2 replies
Erick Kecil
ending ny bikin sedih,aku sampai nangis
Efrianti Sihite: Terimakasih sudah singgah terima kasih juga untuk bintang ya🥰🥰
total 1 replies
joyji
yanto itu siapa ya...kok nggk kerja gitu
joyji
nggk kerwn cewk nya jd polisi..
ciba cewk polisinya hebat dlmpeklhian serti punya silat.taikondo apalah ...biar lbh seru
Efrianti Sihite: Terima kasih sudah singgah
total 1 replies
Almira Haniya Azzahra
Nadia polisi, tapi kok sebodoh itu ya? gak logis, belum jiwa bertarungnya lemah hehehe..maaf ya Thor... 🙏
Efrianti Sihite: Terima kasih sudah singgah 👍
total 1 replies
Za muza
toko polisinya kok lemah ya thour...
Aura Moo
Nadia terlalu sok jago dan ceroboh liat kan akibat nya
Nabil abshor
tp alexa hamil,,,, jgn2 ni kena sindrom org hmil it ya,,,, 🤭🤭
Nabil abshor
cuma ngomh gt tok... 🤦‍♀️🤦‍♀️
Nabil abshor
heleeeh seng halal ono lho,,,,,, 😏😏
za_anika
aku belom Bisa nerima eps terakhirnya....
aku gk mau david mati thor...😢intiny David harus hidup bareng ama nadia
Efrianti Sihite: Terima kasih sudah singgah 🤗
total 1 replies
Anisah Humairahh
ganggu banget mmmmmm nya sih ganti aja "iya"
Shakira Keyyila Zahra
nyimak
Maria Ratna
mudah mudahan ada kelanjutannya🙏🙏
Efrianti Sihite: Kalau ada kelanjutan Nadia akan bersama dengan Zico, apakah ada yang setuju?
total 1 replies
Arini Rizki
aku menangis membacanx
Efrianti Sihite: Terima kasih sudah singgah bun🤗
total 1 replies
Daryati Idar
kasian nadin terima kasih thor atas ceritany semangat
Efrianti Sihite: Sama-sama sudah menyukai🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!