Awal kisah cinta yang tak terbalas, dan tetap berusaha mencari cinta sejati untuk mengobati luka cinta yang membekas di hati.
Tetap berdiri tegak, tetap menjadi diri sendiri untuk mencari hati yang bisa menerima segala kekurangan yang ada pada pasangan.
Belajar ikhlas menerima kenyataan walau sakit di hati, namun mempunyai tekad yang kuat untuk tetap bangkit lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.22.Surprise Pacar
"Memang aku dulu belum memberitahu tau kamu ya, La?" tanya Cindy kepada Kayla.
Kayla menggelengkan kepalanya pelan.
"Berarti kalian pacaran jarak jauh." ucap Cindy sedikit bingung.
Cindy hanya mengangguk.
"Kamu enggak takut, bagaimana gitu?" tanya Kayla.
Cindy menggeleng.
"Dia itu cowok baik ya, Cin?" tanya Kayla sedikit penasaran kepada cowok baru sepupunya itu.
"Banget. Kalau aku boleh membandingkan, yah, masih baikan cowok aku yang sekarang dari pada si Haris. Terus, tuh cowok juga romantis banget lagi. Lebih dewasa pula dari pada si Haris." ucap Cindy yang melebihkan Wawan dibandingkan Haris.
"Memang segitu banget ya dia (Wawan)?" tanya Kayla yang masih penasaran.
"Ya itu menurut aku, La. Bahkan aku merasa dia itu bukan hanya sebatas pacar bagi aku, bahkan dia bisa jadi kayak kakak aku juga. Perhatian banget deh pokoknya." balas Cindy yang masih melebihkan Wawan.
"Oh.." Kayla hanya ber-oh pendek.
"Tau enggak, La, dia ngasih hadiah ke aku apa pas aku ultah kemarin." ucap Cindy lagi.
"Laptop." tebak Kayla.
Cindy menggelengkan kepalanya.
"Kalung Berlian?" tebak Kayla lagi ngasal.
Cindy kembali menggelengkan kepalanya.
"Lalu apa dong hadiahnya, Apartemen?" tanya Kayla, sambil menebak ngasal lagi,karena menyerah dan tak tau apa hadiahnya.
"Cincin sama puisi yang sangat indah." ucap Cindy serasa terbang membayangkan hadiah dari Wawan kemarin.
"Hah?!" Kayla pura-pura kaget.
"Iya, puisi yang isinya indah banget. Dia ngasih puisi yang dia tulis pas jam dua belas malam. Habis itu dia nelepon gue dari Yogya ke luar negeri sambil bacain puisi itu. Romantis banget kan, La?"
"Menurut aku biasa aja, deh, perasaan." Kayla merespon dengan datar-datar saja.
"Enak aja, biasa aja. Memang susah ngomong cinta sama cewek preman kayak kamu, La." balas Cindy sedikit sewot yang dibalas dengan jitakan oleh Kayla karena dikatain preman.
"Kan, cuma puisi doang. Memang apa hebatnya." ucap Kayla kembali datar kepada Cindy.
"Menurut aku sih itu hebat dan juga romantis. Cukup berarti juga buat aku. Apalagi isi puisinya kena banget ke hati. Bunyinya kayak gini..." ucap Cindy yang kemudian membacakan isi puisi dari Wawan.
Mencintaimu membuatku terbang
Duniaku berputar sempurna
Setiap detiknya sangat bermakna
Dari siang dan malam
Adalah warna yang penuh cerita
Penuh kisah di setiap putarannya
Semua mengalun begitu indah
Mencintaimu adalah anugerah
Kau terima hatiku apa adanya
Menetes rasa dengan jujur
Berdesir bagaikan darah
Dan kau ada di situ
Tepat di warna yang merah
Dan tak akan luruh
Mencintaimu adalah ketakutan
Takut akan rasa kehilangan
Hilangnya roda poros putar duniaku
Takut akan berhentinya darah
Karena
Tak kan ada lagi hadirmu
Dan semua
Tak akan terasa lengkap
Di saat kau telah berlalu
"Hafal banget kamu dengan puisi dari si Wawan." ucap Kayla kemudian setelah Cindy selesai membacakan puisi dari Wawan.
"Ya iyalah, kan puisi itu spesial buat aku. ha..ha..ha.." balas Cindy yang tertawa bangga.
"Terus, giliran menghafal rumus tugas kuliah aja kamu nungging-nungging kesusahan." sindir Kayla kepada Cindy.
Cindy hanya tertawa kecil.
"Namanya juga orang lagi jatuh cinta, La." tukas Cindy sambil nyengir.
"Eh, ngomong-ngomong pacar kamu siapa sekarang, La? Masa hari gini kamu masih bersolo karier alias jomblo?" tanya Cindy kemudian menanyakan pacar Kayla dengan sedikit sindiran.
"Ya, ada sih ..." balas Kayla singkat.
"Ada?! Memang beneran ada cowok yang naksir sama cewek preman kayak kamu?" tanya Cindy yang kembali menyindir Kayla.
Kayla pun mencubit lengan Cindy.
"Enak aja, lemes banget kamu ngomongnya." Kayla sewot.
"he..he..he..Memang serius, kamu ada yang naksir?" tanya Cindy lebih serius sedikit.
"Ya ada lah, lagian aku juga enggak segitunya juga kali, Cin, sampai enggak ada cowok yang mau deketin aku. Bagaimana pun aku kan juga cewek." ucap Kayla sedikit kesal dengan sepupunya itu.
"Bercanda, La. Habis kamu nya juga sih, gahar banget jadi cewek." ucap Cindy.
"Namanya juga sudah bawaan aku dari kecil, mau gimana lagi." ucap Kayla pasrah.
"Eh, tapi tuh cowok tau enggak ya, kalau kamu itu sebenernya melo di dalamnya." balas Cindy kemudian.
"Dari luar nya saja kamu kayak preman,tapi hatinya lembut bagaikan kapas." tambah Cindy kepada Kayla.
"Yah, mana aku tau?" balas Kayla sambil mengangkat tangannya sejajar bahu.
"Terus cowok itu nembak kamu?" tanya Cindy lagi.
Kayla menggelengkan kepalanya pelan.
"Belum, sih. Tapi aku merasa, aku sudah dekat banget sama dia." ucap Kayla.
"Lagi pedekate ceritanya?" tanya Cindy penasaran.
"Ya, bisa di bilang kayak gitu, tapi kalau menunggu dia nya yang nembak,mesti menunggu berabad-abad deh kayaknya." ucap Kayla lesu.
"Memang kenapa?" tanya Cindy lagi dengan herannya.
"Soalnya tuh cowok lempeng-lempeng saja sama cewek, pembawaannya dingin banget, gila!!" balas Kayla menjelaskan tentang cowok yang dekat dengannya alias Raka.
"Terus gimana dong? HTS-an? Jangan mau La, Hubungan Tanpa Status, enggak enak dan tidak menjamin kepastian, La." ucap Cindy memberi saran kepada Kayla.
"Bukan begitu juga, Cin maksud aku. Tapi kayaknya aku deh yang bakalan nembak dia duluan." ucap Kayla kepada Cindy.
"Hah!" Cindy kaget.
"Kamu yang nembak?" Kali ini suara Cindy terdengar keras sampai ke luar kama Cindy.
Kayla kemudian membekap mulut Cindy dengan tangannya.
"Woooii....Siapa yang nembak? Mau jadi ******* ya kalian." tiba-tiba saja terdengar suara om Danu yang sedang menonton TV berita malam tentang terorisme setelah mendengar teriakan Cindy tadi yang begitu kerasnya sampai keluar kamar.
Kayla dan juga Cindy ter-kikik bersamaan karena ucapan om Danu yang tiba-tiba menyahut pembicaraan Kayla dan Cindy.
"Kamu serius La? Wah keren tuh." tanya Cindy yang kagum dengan keberanian Kayla yang mau nembak cowoknya duluan.
"Ya mau gimana lagi, lagian kalau harus nunggu dia yang nembak, keburu lebaran kucing." balas Kayla yang sebenarnya bingung tentang langkah yang akan diambilnya.
"Lah, kalau nanti kamu di tolak bagaimana?" ucap Cindy yang belum apa-apa sudah mengajukan pertanyaan yang membuat Kayla tambah bimbang dengan langkah yang akan diambilnya.
"Kalau memang aku nanti ditolak,bagaimana ya? Pasti nanti aku bakalan malu banget deh." bisik Kayla di dalam hati dengan rasa takutnya.
"Kamu yakin dan sudah tau dampak yang akhirnya bisa bikin kamu rugi belum?" tanya Cindy.
Kayla mengangguk pelan.
"Belum lagi nanti anggapan cowok yang lain tentang cewek yang nembak cowok duluan. Kamu sudah mikir sampai ke sana belum?" tanya Cindy yang memberi nasehat kepada Kayla sebelum Kayla benar-benar akan nembak cowok yang ditaksir Kayla.
Kayla terdiam seperti patung, layaknya sedang berpikir matang-matang.
Jangan lupa dukungannya ya sobat.
Berikan like, komentar dan juga vote nya.
Terima kasih.
mampir juga yuk di karyaku.
jangan lupa beri dukungan😊😊😊